Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
69. Kunjungan Ibu Suri


__ADS_3

Banyak hal yang terjadi belakangan ini sehingga membutuhkan waktu untuk pulih, Huang Xinxin pada akhirnya sadar dalam waktu 3 jam sejak dia pingsan, hal ini karena dia mendapatkan asupan obat tanpa henti dari tabib. Tanpa asupan obat ini maka dia tidak akan pernah bisa sadar secepat itu. Hanya saja ada satu hal yang lebih buruk dari itu semua, kakinya untuk sementara tidak bisa berjalan. Setelah dia bangun, dia bahkan tidak bisa merasakan kakinya sendiri.


Tapi, setelah enam jam dia sadar, dia mulai bisa merasakan kakinya dan bisa menggerakkan sedikit sedikit. Setelah lewat 12 jam, dia bisa menggerakkan kakinya ke atas dan ke bawah walaupun hanya sedikit dan belum bisa berjalan sendiri sementara besok dia harus pergi ke ulang tahun Wu Ying.


Huang Xinxin sendiri telah menerima Ling Shangyue menjadi adik angkatnya dan mengubah marganya demi keamanan gadis kecil itu menjadi Huang Shangyue.


"Shangyue, aku ingin kamu menjadi seseorang besok di pesta ulang tahun Nona muda dari Keluarga Wu. Aku penasaran apakah kamu bisa melakukannya atau tidak ?" Tanya Huang Xinxin.


Huang Shangyue memasang wajah penasaran dengan kata kata ini dan memandang Huang Xinxin dengan kedua mata bulatnya.


"Apakah kamu ingin aku menyamar sebagai kamu ?" Tanya Huang Shangyue.


"Tidak, aku ingin kamu menyamar sebagai diriku yang lain. Seorang pelukis baru yang terkenal dan memiliki beberapa reputasi, aku akan menceritakan lebih detail selama kamu setuju. " Jawab Huang Xinxin.


Huang Shangyue tampak berpikir sejenak dan pada akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Aku bisa melakukan pekerjaan kasar hanya saja kurang baik dalam memperhatikan sikap Nona bangsawan, aku mungkin akan membuat kesalahan tapi ketika kamu mempercayakan tugas ini padaku maka aku pasti akan berusaha yang terbaik untuk tidak menggagalkan rencanamu. " Ucap Huang Shangyue dengan penuh keyakinan.


"Sudah, jangan khawatir. Selama kamu memiliki keinginan maka aku percaya bahwa kamu akan bisa melakukannya. Bagaimanapun, karakter ini hanya seorang gadis muda dengan sopan santun yang biasa saja dan datang dari desa. " Balas Huang Xinxin dan menceritakan karakter Xia Mei dengan jelas dan rinci sehingga Huang Shangyue bisa mencoba untuk menjadi dirinya di masa depan.

__ADS_1


Dengan begini maka antara Huang Xinxin dan Xia Mei pasti akan bisa datang bersama ke pesta Keluarga Wu dan tidak akan membuat Wu Ying merasa curiga.


Hal ini membuat semuanya menjadi lancar, tampaknya langit benar benar membantunya untuk menutupi hal ini dari semua orang.


"Kalau begitu maka sulit bagiku untuk tidak membawa apapun kesana. " Ucap Huang Shangyue dengan bingung.


"Tenang saja, hal ini adalah hal yang sangat mudah sekali. Tinggal meminta orang untuk membelikan sesuatu, aku mendengar bahwa Nona Wu menyukai Guqin maka kita berdua akan mengabulkannya dan menjadi orang yang bersaing satu sama lain untuk mendapatkan perhatiannya. " Balas Huang Xinxin dengan rencana liciknya.


Huang Shangyue mendengarkan semuanya dalam diam dan menganggukkan kepalanya, hanya saja jika dilihat dari postur tubuh Huang Shangyue maka bisa dibilang lebih pendek dari Huang Xinxin, paling tidak 10 centimeter.


Jika orang teliti maka pasti akan bisa menemukan perbedaan ini maka dari itu hal ini harus ditutupi dengan rapih jika tidak maka Wu Ying pasti akan mengetahuinya dengan mudah terutama ketik Wu Ying adalah orang yang teliti dan memperhatikan hal hal kecil pada diri orang lain.


Ini adalah sifat yang baik, tapi pada saat yang sama juga merupakan sifat yang buruk. Tapi, dia telah memiliki solusi untuk hal ini. Dia akan meminta seseorang untuk membuat sepatu hak yang lebih tinggi dengan begitu maka itu akan menutupi perbedaan tinggi di antara Huang Shangyue dan Huang Xinxin.


"Lupakan saja, Nona pulihkan dirimu sendiri dulu. Ini adalah hal yang sangat penting. Tuan melihat kecanggungan yang dimiliki Nona dengan begitu kereta untukmu telah tiba di depan dan itu akan bisa membantumu untuk melihat dunia luar setelah sekian lama dan juga membantumu untuk menghirup udara segar. " Balas Huang Shangyue.


"Panggil aku kakak, dengan begitu maka tidak akan begitu canggung. " Ucap Huang Xinxin.


"Tidak mau, aku tidak canggung dengan panggilan ini. Aku suka dengan panggilan ini, apakah kamu tidak menyukainya ? Aku suka ketika memanggilmu Nona karena aku merasa seperti aku memiliki pegangan yang kuat dan akan membantuku untuk berdiri dari keterpurukan. " Balas Huang Shangyue dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


"Sudah, lupakan saja. Kamu bebas ingin memanggilku dengan sebutan apa saja asalkan kamu senang dengan itu. " Ucap Huang Xinxin tak ambil pusing.


Tidak lama ada pelayan yang berlari ke dalam dengan wajah yang khawatir sekaligus panik lalu menyampaikan pesan yang telah di bawanya dengan buru buru ini.


"Nona, Ibu Suri telah datang untuk mengunjungi anda. " Ucap pelayan itu dengan buru buru.


"Tampaknya buru buru sekali, aku bingung dengan ini tapi tidak masalah. Shangyue, kembalilah ke kamarmu dulu dan untukmu, tolong beri tahukan kepada Ibu Suri bahwa kakiku canggung dan tidak bisa menyambutnya ke depan. " Ucap Huang Xinxin.


Lalu tidak lama kemudian, Ibu Suri muncul di balik pintu dengan wajah yang terlihat khawatir. Huang Xinxin terkejut ketika melihat wajah Ibu Suri yang masih tampak begitu muda bahkan terlihat mirip dengan Permaisuri pada saat ini padahal usianya paling tidak berbeda 20 tahun.


Hal ini telah menjadi rahasia umum bahwa Kaisar dan istrinya berbeda usia 10 tahun, Kaisar pada saat ini saja sudah berusia berapa puluh maka Ibu Suri sudah dipastikan lebih dari 60 tahun.


Huang Xinxin menundukkan kepalanya untuk menyambut Ibu Suri.


"Xinxin memberikan hormat kepada Ibu Suri, mohon maaf kalau Xinxin tidak hormat dan tidak bisa memberikan penghormatan secara langsung kepada Ibu Suri yang Agung. " Balas Huang Xinxin dengan sangat sopan dan hati hati, bahkan melebihi ketika dia berhadapan dengan Kaisar.


Ibu Suri tidak menyangka bahwa keponakannya tampak sangat sopan dan tidak memiliki tampak tampak seperti seorang pembangkang. Tampaknya memang putranya yang salah dalam hal kemarin.


Belakangan ini juga beredar bahwa Huang Xinxin melakukan banyak kebajikan, itu tentu sana membuat Keluarga Dan menjadi bangga termasuk Ibu Suri yang sangat mencintai keluarganya, Keluarga Dan.

__ADS_1


"Jangan terlalu sungkan, tolong panggil aku dengan sebutan bibi. " Ucap Ibu Suri dengan suara yang hangat hanya saja Huang Xinxin benar benar terkejut dengan kata kata dari Ibu Suri ini.


Dia memandang ke arah Ayahnya dan Ayahnya menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa dia harus menuruti permintaan Ibu Suri.


__ADS_2