Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
181. Xu Man dan Meng Rui


__ADS_3

Wanita ini adalah Nyonya Xu yang merupakan teman baik dari Ibunya dan Nyonya Meng dan di belakangnya ada seorang pemuda dengan topi yang menutupi wajahnya tapi bahkan jika topi itu menutupi wajahnya, Xia Xinxin masih menahan nafasnya dalam dalam karena bukannya dia tidak tahu siapa yang ada di balik topi itu bahkan jika dia tidak yakin tapi dia memiliki spekulasi liar terkait dengan pemuda ini.


"Apakah kamu pada akhirnya membawa putramu? " Tanya Nyonya Meng.


"Tentu saja, kalian selalu mengejekku karena tidak berani membawa putraku dan akhirnya ketika dia kembali dari luar negeri, aku langsung menyeretnya kemari. " Ucap Nyonya Xu dengan bangga.


"Kalian adalah saudari ipar, kenapa harus saling bertengkar seperti anak kecil seperti itu? " Tanya Nyonya Xia dengan santai.


Sebenarnya, terlepas dari pertemanan mereka yang terlihat saat ini sebenarnya mereka semua adalah keluarga. Karena mereka semua bersaudara, Ibu Xia Xinxin masih merupakan sepupu suami Nyonya Meng sementara Suami Nyonya Xu adalah saudara tiri dari suami Nyonya Meng.


Jadi sebenarnya mereka ini masih sepupu Xia Xinxin, hanya saja dia belum pernah melihat mereka secara langsung selama ini karena beberapa tinggal di luar negeri. Hal ini membuat mereka menjadi dekat, hanya saja Xia Xinxin memiliki beberapa spekulasi.


Ketika pria muda itu membuka topinya, berapa terkejutnya Xia Xinxin karena bertemu dengan pemuda ini bahkan jika sesuai dengan tebakannya. Tapi tetap saja, hal ini membuatnya tidak bisa berkata kata.


Bahkan dalam kehidupan ini sekalipun, mereka masih menjadi keluarga yang akan membatasi mereka. Hanya saja ada hal yang agak sulit di pahami, sekarang dalam kehidupan ini mereka menjadi sepupu sementara di kehidupan sebelumnya menjadi keponakan dan bibi.


Orang di balik topi itu adalah Zhou Man, orang yang telah menelponnya dan memintanya untuk menjadi kekasih.


"Man'er, kenalkan dirimu kepada bibi bibi mu dan sepupumu. " Ucap Nyonya Xu.


"Halo Bibi dan semuanya, aku Xu Man. Senang bisa bertemu dengan kalian hari ini. " Ucap pria itu dengan sopan hanya saja sejak awal hingga akhir tatapannya masih tertuju pada Xia Xinxin.


Lalu mereka duduk berhadapan yang membuat mereka saling tatap menatap satu sama lain, hal ini tentu saja membuar Xia Xinxin tidak nyaman.


Xia Xinxin mendorong mundur tubuhnya dan menempelkan bibirnya di telinga Ibunya.


"Ibu, semuanya sepupu. Kenapa harus mendekatkanku? " Tanya Xia Xinxin tidak terima.


Mendengar ini membuat Nyonya Xia tertawa yang membuat semua orang menoleh pada mereka.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Nyonya Meng.


"Ternyata Xinxin belum mengetahui, dia mengatakan jika semuanya adalah sepupu kenapa harus saling di jodohkan. " Jawab Nyonya Xia yang dibalas dengan tawa dan canda orang lain.


Xia Xinxin merasa malu akan hal ini dan menepuk tangan ibunya sementara Ibunya terus tertawa.


"Walaupun semuanya adalah sepupu tapi sebenarnya memiliki hubungan keluarga yang jauh dan hampir tidak ada ikatan darah sama sekali tapi berhubung semuanya memiliki hubungan yang baik jadi kami saling menganggap diri sebagai sepupu dan datang dalam acara keluarga besar tapi secara spesifik maka garis darah kami tidak dekat. Jika ingin menikah maka tidak masalah sama sekali. " Ucap Nyonya Xu.


"Benar sekali, selain itu kalian tidak akan jauh dan sudah mengenal. Hal ini akan memudahkan jika kalian menikah satu sama lain. Di antara kami bertiga, hanya ada kamu satu satunya perempuan. " Ucap Nyonya Meng pada Xia Xinxin .


Hal ini membuat Xia Xinxin menundukkan kepalanya karena malu ternyata semuanya adalah sepupu luar, sebelumnya dia berpikir bahwa itu adalah hubungan yang dekat. Pantas saja tidak seluruh keluarga besar dari keluarganya di kenal olehnya, setelah melihat kemungkinan ini membuat Xia Xinxin memahami apa yang dimaksud dengan keluarga besar.


Ternyata hubungan yang dimiliki memang luas dan lebar, jika sudah begini maka sulit untuk ditentukan satu sama lain.


Hanya saja bagi Xia Xinxin, hal semacam ini adalah hal yang tabu baginya karena itu dia menentang keras dengan Jiu Rui setelah mengetahui bahwa Jiu Rui adalah keponakannya.


Tidak lama pintu dibuka dan menunjukkan seorang pria tampan yang memiliki rupa yang hampir sama dengan Zhou Man atau yang sekarang dikenal dengan Xu Man.

__ADS_1


Melihat siapa yang masuk hari ini membuat jantung Xia Xinxin berhenti sejenak, sejak mereka bertemu di malam hujan itu dan telepon terakhir mereka , mereka tidak pernah saling berkomunikasi lagi.


Xia Xinxin berpikir bahwa itu akan menjadi kali terakhir bagi dirinya untuk berhubungan dengan pemuda itu, siapa yang menyangka bahwa takdir berkata lain dan memaksanya untuk terus menerus berhubungan dengan kedua orang ini ?


Xia Xinxin sendiri tidak bisa mengatakan apa apa lagi dan hanya menundukkan kepalanya dalam dalam seolah olah dia sedang pusing.


"Rui'er, kamu akhirnya datang. Ibu berpikir bahwa kamu akan kabur dan mulai menyesal karena tidak langsung membawamu tadi. " Ucap Nyonya Meng.


"Apa yang Ibu bicarakan ? Bagaimana mungkin aku tidak datang ? Aku sudah berjanji maka pasti akan aku tepati, aku adalah orang yang bisa memenuhi apa yang aku katakan. " Balas pemuda itu dan menoleh ke padanya.


Itu adalah sepupunya yang lain lagi , Meng Rui.


Xia Xinxin merasa tercekik hanya dengan duduk disini dan bertemu dengan dua orang yang tergila gila padanya dalam satu ruangan, mereka memang tidak mengatakan apa apa padanya.


Tapi, kata kata di telpon mereka hari itu. Bagaimana mungkin Xia Xinxin melupakannya ? Jika dia melupakannya dengan begitu mudah maka dia tidak akan kesulitan tidur karena hal ini.


Kedua orang ini menatap dengan cara yang mengerikan, alih alih memperkenalkan diri mereka yang baru di telpon justru memperkenalkan diri mereka yang lama.


Xu Man dan Meng Rui, bahkan nama mereka juga sudah berubah. Hal ini membuat Xia Xinxin merasa agak tertahan, terutama dia sendiri juga berbeda marga dibandingkan dengan dirinya dulu.


Orang yang namanya tidak berubah sejak dulu sampai sekarang hanya ada dua orang, yaitu Ming Yue dan yang terakhir adalah..... Wang Ziqi. Hal ini menunjukkan bahwa takdir saja mendukung keduanya sementara dia sendiri masih ingin memaksa masuk.


Xia Xinxin tertawa miris di dalam hatinya Tapi menyembunyikan hal ini dalam dalam, jika mereka hanya bisa menjadi kenangan maka biarlah menjadi seperti itu. Mungkin ini adalah jalan terbaik bagi mereka berdua agar tidak saling menyakiti.


Xia Xinxin berpikir bahwa dia mungkin terlalu egois karena menginginkan Ming Yue di dua kehidupan sementara di kehidupan pertama ,Ming Yue sudah mengorbankan hidupnya untuk melindunginya.


Mungkinkah....... Ming Yue menyalahkannya karena kurang mampu di kehidupan sebelumnya sehingga di kehidupan ini dia bersama dengan Wang Ziqi ? Hal ini bukan sepenuhnya hal yang mustahil tapi pada saat yang sama dia yakin bahwa Ming Yue tidak akan melakukan itu.


Dia juga bukan orang yang dapat melakukan hal seperti itu karena dia adalah orang yang akan menjaga harga dirinya tinggi tinggi maka dia menolak untuk mengemis hanya karena cinta.


Jadi, kesimpulannya adalah dia tidak akan merebut Ming Yue dari tunangannya saat ini. Xia Xinxin membuka ponselnya secara diam diam dan mencari kontak Wang Ziqi.


Lalu meninggalkan sebuah pesan yang ambigu kepada Wang Ziqi.


'Ternyata, kita adalah sepupu jauh. Senang bertemu denganmu. ' Tulis Xia Xinxin.


Tidak ada balasan untuk sementara waktu yang membuat Xia Xinxin agak menunggu, biasanya Wang Ziqi adalah orang yang aktif dan selalu membalas pesan tepat waktu tapi agak aneh karena tidak mendapatkan balasan untuk waktu yang lama.


Xia Xinxin pada akhirnya mematikan ponselnya dan diam diam duduk mendengarkan pembicaraan.


"Kamu tahu, putraku ini baru saja kembali dari Inggris dan menyelesaikan gelar Magister miliknya. " Ucap Nyonya Xu.


"Apa yang kamu ingin banggakan ? Putraku sudah melakukan itu dari dua tahun yang lalu. " Ucap Nyonya Meng.


"Bagaimana dengan Xinxin ? Apakah tidak ingin melanjutkan ke luar negeri ?" Tanya Nyonya Xu.


Xia Xinxin tidak tersinggung dengan hal ini dan hanya tertawa ringan mendengarkan kata kata yang sebenarnya agak menyinggung ini tapi dia bukan orang yang mudah meledak karena kata kata kecil.

__ADS_1


"Sayang sekali bahwa aku tidak memiliki minat di pendidikan, menurutku pendidikan tidak hanya bisa di dapatkan dari pendidikan formal. Hanya saja , aku sendiri orang yang mudah bosan jadi aku tidak mengambil gelar Magister. Sementara itu sendiri, aku sudah cukup puas karena bisa menghasilkan sedikit uang. Karena menurutku di kehidupan ini yang paling penting adalah bisa menghasilkan uang, makan dengan nyaman dan hidup dengan santai. " Ucap Xia Xinxin dengan tenang.


Hal ini membuat yang lain terdiam sementara Nyonya Xia tersenyum dengan lebar dan bertepuk tangan.


"Benar benar putriku yang sejati. " Ucap Nyonya Xia.


Bahkan jika Xia Xinxin mengatakan sedikit uang, bukan berarti itu benar benar sedikit. Tambah lagi, jika mereka semua adalah lulusan universitas luar negeri ketika mengambil S2.


Xia Xinxin adalah lulusan universitas luar negeri sejak awal dan juga mendapatkan beasiswa disana secara penuh tanpa membayar apapun. Siapapun mengakui kemampuannya, jika dia ingin maka siapa yang bisa menghalanginya ?


Jelas jelas Xia Xinxin balik menyindir mereka, Xu Man baru saja kembali dan belum memiliki pekerjaan apapun dan hampir tidak menghasilkan apa apa dalam kehidupan ini sementara Meng Rui baru saja lulus dua tahun lalu.


Dan baru mendapatkan pekerjaan sebagai seorang manajer di sebuah perusahaan tiga bulan yang lalu, dengan gaji sekitar 75 ribu Yuan per bulan. Dibandingkan dengan Xia Xinxin yang menghasilkan jutaan hanya dengan sebuah lukisan, tentu saja mereka tidak bisa dibandingkan apa apa.


Xia Xinxin duduk dengan santai, kepala dan bahunya terangkat tegak. Jika ada yang ingin merendahkan dirinya lagi maka silakan saja jika ada kemampuan.


Xia Xinxin tersenyum dengan lebar kepada bibi dan sepupunya tapi apa boleh buat , mereka sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan dirinya. Bahkan dalam aspek apapun, dia mampu menyombongkan diri maka itu berarti dia memiliki kemampuan yang cukup.


Jika tidak maka dia tidak akan begitu berani untuk menyombongkan dirinya sementara semuanya menjadi canggung setelah Xia Xinxin mengatakan seperti itu.


Mereka semua tertawa secara canggung dan hampir tidak bisa mengatakan apa apa dengan baik lagi, mereka ingin membalas tapi memang putra mereka belum menghasilkan uang.


Selain mencari pengetahuan memang seharusnya mencari pekerjaan adalah hal yang penting. Tapi mereka belum bisa melakukan itu dan kalah dengan gadis yang lebih muda dibandingkan mereka.


Xia Xinxin mengangkat satu kakinya ke atas kakinya yang lain sehingga semua orang melihat bahwa dia menggunakan sebuah brand yang sangat mahal dan terbatas, merk yang sama dengan yang dia gunakan untuk pergi ke reuni.


"Barusan ini aku mendapatkan beberapa penghasilan kecil, aku ingin mengajak Ibu dan para bibi untuk melihat beberapa gaun dari seorang desainer yang baru saja dirilis. " Ucap Xia Xinxin.


"Ha ha ha, bagaimana Xinxin bisa begitu berbakti kepada orang tua ? Wanita tua ini pasti bangga memiliki putri sepertimu. " Balas Nyonya Meng dengan canggung.


"Bagaimana ini bisa dianggap berbakti ? Aku hanya ingin membangun hubungan baik dengan bibi, bagaimanapun sebelumnya aku sendiri tidak dekat dengan keluarga sendiri dan ada baiknya untuk menggunakan kesempatan ini. " Ucap Xia Xinxin.


"Kalau begitu apakah kamu bisa minggu depan ?" Tanya Nyonya Xu.


"Sayang sekali, minggu depan aku memiliki kesibukan sendiri. Aku harus pergi ke Amerika Serikat dan mengantarkan lukisan sekaligus mendatangi pernikahan teman. " Jawab Xia Xinxin.


"Aku mendengar bahwa yang akan menikah adalah Putra dari pemilik brand mewah ? Apakah itu benar ?" Tanya Nyonya Meng terkejut.


"Benar, memang itu adalah dia. Kebetulan sekali bahwa dia memintaku untuk mengerjakan lukisan pernikahannya sekaligus mengundangku untuk datang ke acara pernikahannya selama satu minggu di sana. Sayang sekali, jika bisa maka beberapa minggu lagi. " Jawab Xia Xinxin dengan santai.


Semua orang terdiam dengan hal ini bahkan ibunya tidak mengetahui bahwa dia bekerja untuk Robert, karena dia tidak menceritakan hal ini.


"Mari makan terlebih dahulu jika tidak makanan kita akan menjadi dingin terlebih dahulu. " Balas Nyonya Xia.


Semuanya menjadi canggung karena Xia Xinxin telah mengejutkan mereka beberapa kali, Xia Xinxin bukannya tidak ingin memberikan mereka wajah hanya saja jika mereka diberi wajah maka mereka pasti tidak akan berpikir dua kali untuk menindas orang lain.


Xia Xinxin benci di tindas oleh orang lain terutama ini terkait dengan Ibunya maka dari itu dia tidak akan memberikan pengampunan bahkan jika itu adalah saudara Ibunya.

__ADS_1


Ibunya menganggap mereka sahabat hanya saja sahabat macam apa yang saling merendahkan seperti itu ? Xia Xinxin tidak mampu memahami hal ini dan juga menolak untuk memahami hal semacam ini.


Mungkin ibunya sudah terbiasa dengan sikap temannya yang seperti ini juga mungkin karena mereka sudah lama berteman maka mereka tidak terlalu sensitif dan mampu menerima sindiran yang biasa dilontarkan di antara mereka tapi, Xia Xinxin tidak terbiasa dan tidak mampu untuk mendengar sindiran semacam ini dengan tenang.


__ADS_2