
Semua orang bertanya tanya dengan alasan ketidak hadiran Huang Lixin di Pengadilan Istana dan orang orang mengatakan bahwa dia malas dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik atau ada juga yang mengatakan bahwa dia tidak menghormati Kaisar.
Sampai akhirnya tiba tiba pintu Aula Kekaisaran dibuka dan menunjukkan Huang Lixin dan Huang Xinxin, hanya saja orang orang tidak tahu bahwa itu adalah Huang Xinxin sehingga orang orang bertanya, siapa orang yang berdiri di samping Huang Lixin.
"Hamba ini memohon ampun kepada Ibu Suri karena tidak mampu datang tepat waktu, ketika hamba ini mendapatkan panggilan ke Desa Wei. Hamba ini ditahan oleh beberapa orang misterius. " Ucap Huang Lixin.
Semua orang terkejut dengan kata kata yang dia keluarkan, Desa Wei masih dekat dengan Ibukota tapi musuh itu sudah berani untuk bergerak untuk menyerang Huang Lixin ?
Hal ini membuat mereka sendiri merasa takut dan khawatir, mereka takut bahwa mereka tidak seberuntung Huang Lixin untuk kembali ke sini dengan nyawa yang utuh.
"Lalu, bagaimana kamu bisa menyelamatkan diri ?" Tanya Dan Wei Yang dengan tenang.
"Itu semua karena Nona ini telah membantuku. " Ucap Huang Lixin.
"Nona, siapa namamu ? Menyelamatkan seorang bangsawan kuno, adalah berkah yang besar dan harus diberikan hadiah. " Balas Dan Wei Yang dengan ramah dan tatapan mereka bertemu.
Huang Xinxin menilai dan menemukan bahwa bukan Dan Wei Yang yang di temui oleh mereka di dalam hutan. Dari mata sampai ke bentuk tubuh, itu benar benar berbeda.
Huang Xinxin penasaran, apakah ada orang lain yang seharusnya sudah lama mati tapi kembali lagi ? Bahkan Xian Liwei dan Xian Jinmei yang dikatakan sudah meninggal 10 tahun lalu tapi masih hidup.
Dan Wei Yang ini sepertinya juga tidak mengetahui dirinya, hanya saja Huang Xinxin merasakan aura aneh dari tubuh Dan Wei Yang. Sejak menjadi seekor siluman maka indera perasanya menjadi lebih tajam dan dia bisa merasakan bahwa Dan Wei Yang bukan seorang manusia murni melainkan ada campuran.
Hanya saja tidak mengerti, seperti siluman tapi pada saat yang sama juga bukan. Hal ini membuatnya penasaran.
__ADS_1
"Namaku Xia Mei, aku yakin bahwa beberapa dari kalian sudah pernah mendengarku. Aku sendiri sedang berjalan di hutan untuk mencari pemandangan dan tidak sengaja bertemu dengan Tuan Huang. Kebetulan aku membawa panah dan memanah musuh lalu membawa pergi Tuan Huang. "Ucap Huang Xinxin.
"Nona Xia adalah pelukis sepuluh teratas, itu adalah bakat yang sangat cemerlang. Bisa memilikimu untuk membantu kami adalah hal yang sangat baik. " Balas Dan Wei Yang.
"Terima kasih banyak atas pujian dari Ibu Suri, setelah ini aku memutuskan untuk tinggal dengan Tuan Huang. Aku seorang pendatang tidak memiliki tempat tinggal tetap, Tuan Huang bersedia untuk membawaku tinggal merupakan berkah besar dalam hidupku. " Ucap Huang Xinxin dengan rendah hati.
"Huang Lixin, membawa bakat seperti ini bersama denganmu adalah hal yang sangat baik. Terutama dia mungkin bisa mewarisi kemampuan membuat jimat milikmu. Aku ingin kamu membantu ke perbatasan barat daya. " Balas Dan Wei Yang.
"Selama Ibu Suri memerintahkan maka hamba ini tidak akan berani untuk menolaknya. " Ucap Huang Lixin.
Dan Wei Yang menganggukkan kepalanya dengan puas melihat kepatuhan yang dimiliki oleh Huang Lixin.
Setelah membagi banyak tugas, Huang Xinxin menyadari bahwa dia akan berpisah dengan Ming Yue. Ming Yue berada di Perbatasan Selatan sementara mereka pergi ke Perbatasan Barat Daya.
Hanya saja satu hal yang tidak di mengerti olehnya, orang orang ini diarahkan ke timur dan barat daya tapi tidak ada pasukan bantuan menuju ke arah selatan.
Para Siluman saja sudah membuat seseorang merasa pusing tapi kali ini dibantu oleh Penyihir Agung dari Kerajaan Yu.
Huang Xinxin berada dalam kebingungan, apakah dia harus menetap bersama dengan Huang Lixin atau pergi menuju Selatan untuk bertarung bersama dengan Ming Yue ?
Sesampainya diluar, mereka diberikan baju zirah dan Huang Lixin tahu apa yang sedang dipikirkan oleh putrinya.
"Pergilah, dengan bantuan Zhou Yan maka para orang bar bar itu tidak akan berpengaruh apa apa. Perbatasan Selatan pada saat ini pasti akan sangat membutuhkan bantuan, bahkan jika itu hanya satu orang. " Ucap Huang Lixin.
__ADS_1
Huang Xinxin memandang Ayahnya dengan tatapan yang rumit sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Berhati hatilah dengan Keluarga Yue, ingat dengan dendam yang dimiliki oleh Shangyue dengan Keluarga Yue. " Ucap Huang Xinxin dengan serius memperingati Ayahnya.
"Baik, tenang saja. Ayah tidak akan pernah melupakan dendam yang dimiliki oleh Shangyue pada mereka. " Balas Huang Lixin dengan yakin.
Huang Xinxin menganggukkan kepalanya dan mulai memacu kudanya, sementara Zhou Yan sendiri mengirimkan pesan ke kediaman miliknya untuk meminta bantuan Ayahnya.
Ketika melihat kertas itu, Zhou Yuan hanya membakar kertas yang diberikan oleh cucunya itu. Menunjukkan sikapnya dengan jelas bahwa dia tidak ingin membantu.
"Kakek buyut, kenapa kamu tidak bersedia untuk membantu ? Ibu Suri tampaknya bukan orang yang buruk. " Ucap Zhou Man dengan bingung.
"Seluruh keluarga Dan adalah palsu, tidak terkecuali ibu dari gadis itu, Huang Xinxin. Jika mereka benar benar baik maka Keluarga Zhou kita tidak akan merosot sampai seperti ini, untuk apa aku memperjuangkan kedamaian untuk mereka ? Sementara mereka sendiri tidak memiliki niat untuk membantu ?" Tanya Zhou Yuan dengan santai.
Tampaknya ada kenangan buruk antara Zhou Yuan dengan keluarga Dan, hanya saja apa itu belum bisa dikatakan dengan jelas.
Zhou Man sendiri merasa khawatir dengan kondisi ini, dia takut bahwa Kekaisaran Jiu ini akan dihancurkan.
"Kakek buyut, bukankah kamu harus mempertimbangkan hal ini lagi ? Bagaimana jika Ayah meninggal karena hal ini atau Nona Huang meninggal lagi karena kalah dalam peperangan ini, mereka semua adalah garis depan dalam peperangan ini. " Ucap Zhou Man berusaha untuk membujuk kakek buyutnya ini.
"Tidak perduli kamu mengatakan apa, aku masih menolak untuk membantu. Ketika aku berada di dalam penjara, apakah Dan Wei Yang itu tidak tahu tentang hal itu ? Dia jelas jelas tahu, dia adalah orang yang paling tahu. Karena dia, kakekmu, nenekmu, pamanmu, bibimu, dan semua orang di Keluarga Zhou pada saat itu mati dan hanya menyisakan aku. " Ucap Zhou Yuan sambil memejamkan matanya.
Zhou Man yang mendengar ini terkejut, dia tidak mengetahui sejarah keluarga mereka. Tapi, mendengar Zhou Yuan menceritakannya membuatnya juga bisa mengerti kenapa Zhou Yuan tidak ingin membantu.
__ADS_1
...----------------...
Bonus up like 7 k : 3 / 3