
Mendengar ini membuat Xia Xinxin benar benar malu sekaligus kesal karena kata kata Hua Yin yang ambigu telah membuatnya salah paham, dia mengira bahwa adik Hua Yin sudah meninggal dan karena itu Hua Yin tidak pernah menceritakan hal ini padanya.
"Kamu benar benar membuatku merasa canggung pada saat ini. " Keluh Xia Xinxin dengan kesal.
"Maaf, maaf, aku benar benar tidak menduga bahwa kata kataku akan menyebabkan kesalah pahaman seperti ini. Pada saat ini aku juga merasa bahwa kata kata ini memang agak aneh. Aku benar benar tidak menduganya, ha ha ha ha !" Seru Hua Yin begitu bahagia.
Xia Xinxin ikut tertawa terbahak bahak dengan lelucon ini, dia mengira sebelumnya bahwa ini adalah hal yang serius ternyata semuanya hanya karena Hua Yin menyingkat beberapa kata kata yang menyebabkan banyak arti yang berubah.
Inilah pentingnya untuk tidak mengubah kata awal jika tidak maka kemungkinan arti yang berubah akan menjadi sangat besar sekal akibatnya.
Xia Xinxin tidak hanya ingin mengantar Hua Yin pergi melainkan juga ingin membantu Hua Yin mengemasi barang barangnya.
Dia tahu bahwa Hua Yin adalah orang yang suka melupakan benda yang ingin dibawanya sehingga dia seringkali tidak membawa apapun dan membeli semuanya yang baru. Ini adalah sifat buruk dari Hua Yin dan Xia Xinxin ada disini untuk membantunya.
__ADS_1
Sekarang setelah Xia Xinxin menyelesaikan bantuan untuk Hua Yin, mereka berdua turun untuk sarapan dan melihat bahwa Nyonya Hua dan Tuan Hua sudah pergi bekerja pada saat ini.
Hal ini membuat Xia Xinxin menyadari betapa kesepiannya Hua Yin ketika dia berada dirumah sendirian.
Setelah ini, Xia Xinxin mengendarai mobilnya masuk ke dalam pekarangan rumah Hua Yin dan memastikan bahwa semua barang sudah dimasukkan.
"Apakah kamu masih memiliki sesuatu yang harus dibawa ?" Tanya Xia Xinxin.
"Apakah kamu sadar bahwa jawabanmu ini benar benar menyebalkan ?" Tanya Xia Xinxin dengan kesal menatap ke arah Hua Yin sementara Hua Yin hanya terkekeh ketika mendengar protes ini dari Xia Xinxin.
Pada saat ini mereka sedang melaju dari Rumah Hua Yin menuju bandara, sesampainya di bandara mereka melihat bahwa disini sangat ramai sekali tapi masih ada satu jam sebelum penerbangan.
"Aku akan sangat merindukanmu. " Ucap Xia Xinxin berjalan ke depan dan memeluk Hua Yin.
__ADS_1
"Aku pasti akan sesegera mungkin menyelesaikan skripsiku dan kembali untuk bertemu denganmu. " Ucap Hua Yin.
Mereka berhenti berpelukan dan saling menatap satu sama lain dengan tidak rela, mereka tidak rela untuk berpisah dengan hal ini sementara setelah ini, ketika Hua Yin ingin pergi, tiba tiba ada yang menahan tangannya dan memeluknya.
Xia Xinxin terdiam ketika melihat wajah orang ini, bagaimana mungkin dia bisa melupakan wajah ini ? Ini adalah wajah Yue Zhang.
"Ini adalah adikku, Hua Wang Zhang. " Ucap Hua Yin.
"Salam kenal. " Ucap Hua Wang Zhang padanya.
Xia Xinxin menganggukkan kepalanya dan tersenyum canggung lalu menatap ke arah Hua Yin untuk meminta pertolongan.
"Tidak biasanya kamu datang menemuiku, jangan jangan kamu terlilit hutang dan ingin meminjam uang dariku ?" Tanya Hua Yin bercanda, sementara Xia Xinxin sendiri tidak menyangka dengan kata kata Hua Yin yang tidak bisa ditebak.
__ADS_1