
Berhubung toko anggur ini berbeda dengan toko anggur pada umumnya yang membuatnya memiliki tempat untuk duduk dan langsung menikmati sehingga mereka berdua duduk disana dan menikmati Anggur Cahaya Bulan yang dipilih oleh Xia Xinxin. Dia memejamkan matanya dan mengingat seluruh kenangan dengan Ming Yue. Pria itu sangat suka dengan arak ini dan menguburnya di halaman rumah untuk diminum sembari menikmati cahaya bulan yang luar biasa indah.
"Anggur yang dipilihkan oleh nona ini benar benar luar biasa, aku benar benar harus memberikan apresiasi dalam selera Nona Xia yang luas biasa sekali. " Puji Ming Yue.
Xia Xinxin menatap ke arah Ming Yue dan menemukan bahwa tidak ada ekspresi khusus dari pria itu yang membuatnya agak kecewa ternyata hal semacam anggur seperti ini tidak bisa membangkitkan kenangan yang ada di antara diri mereka.
Atau mungkin ....... memang Ming Yue di kehidupan sebelumnya dan Ming Yue di kehidupan ini memang sudah berbeda ? Mereka hanya tampak serupa tapi hati mereka sudah tidak sama lagi ?
__ADS_1
Ingin rasanya Xia Xinxin mundur perlahan dan meninggalkan semua kenangan masa lalu dan berjalan kembali dengan orang yang baru hanya saja ingatan di kehidupan lalu benar benar menghantuinya setiap malam.
Canda tawanya, tangisannya, semua hal yang bersama dengan Ming Yue mengingatkannya terus menerus bahwa dirinya pernah bersama dengan Ming Yue untuk waktu yang tidak sebentar.
Ah, mungkin saja memang sebentar hanya saja mereka saat ini tampak menyedihkan dan membuat Xia Xinxin merasa agak kesal. Dia tidak bisa melakukan apa apa dengan baik di kondisi seperti ini hanya saja dia berusaha untuk menahan diri sebaik mungkin dan berjuang sedikit lebih lama jika memang tidak ada harapan lagi maka apa boleh buat ?
"Terima kasih banyak atas pujian Tuan Muda Ming, sebenarnya minuman ini mengingatkanmy kepada seorang teman lama. " Balas Xia Xinxin tertawa dengan pahit.
__ADS_1
"Mengingat sebuah kenangan di dalam anggur benar benar merupakan ide yang jenius, Nona Xia, kelak jika ingin mencari anggur enak lainnya maka takutnya harus merepotkan Nona Xia untuk hal semacam ini. " Ucap Ming Yue.
"Selain aku memiliki banyak orang ahli lainnya ini semua hanya kebetulan semata saja bahwa kita memiliki selera yang sama. Kebetulan sekali, karena Tuan Muda Ming sudah ada disini maka aku akan membalas budi baik dari Tuan Muda Ming. " Balas Xia Xinxin dan berjalan ke kasir untuk membayar semuanya menggantikan uang steak yang kemarin mereka makan bersama sama itu.
"Baik, kalau begitu maka aku tidak akan sungkan terhadap hal hal baik seperti ini. Aku harus berterima kasih secara pribadi bagi Nona Xia. " Ucap Ming Yue.
"Tuan muda Ming terlalu sungkan, kita semua adalah teman maka pada saat itu tidak perlu terlalu canggung jika kelak bertemu satu sama lain lagi. " Ucap Xia Xinxin.
__ADS_1
Ming Yue menganggukkan kepalanya lagi dan menikmati anggur yang menurutnya tidak ada lawan itu, hanya saja dia merasa seperti dia pernah meminum arak seperti ini seolah-olah ada sebuah hal yang tertinggal di dalam memorinya dan hal ini adalah rasa dari arak ini yang enggan untuk meninggalkan dirinya sendirian.