
Huang Xinxin menempuh perjalanan menuju utara dimana semakin menuju utara maka akan menjadi semakin dan semakin dingin, orang orang akan mengenakan pakaian tiga lapis tapi dia hanya mengenakan pakaian satu lapis.
Tubuhnya sangat kurus, dia telah memacu kudanya selama berjam jam tanpa perduli apakah pakaian atau wajahnya akan tertutupi debu. Satu hal yang dia pikirkan adalah keluarganya.
Huang Xinxin bahkan rela untuk terjebak di dalam dunia cerita ini demi Huang Lixin, jika Huang Lixin pergi maka apa gunanya dia bertahan di dalam dunia cerita ini ? Demi Huang Lixin yang sudah dia anggap seperti Ayahnya sendiri, dia rela untuk kembali lagi ke dalam cerita yang kacau ini.
Sementara jika dia kembali ke dunia modern maka dia bisa menikmati kehidupan yang nyaman tanpa kekhawatiran, dia bahkan tidak perlu takut akan hal apapun.
Dia memiliki keluarga dan teman di dunia modern tapi dia masih kembali ke dalam cerita ini hanya untuk dua orang, yaitu Huang Lixin dan Ming Yue.
Bagaimana jika Huang Lixin pergi ? Maka dirinya tidak akan bisa membayangkannya, ketika pertama kali dia membuka mata, satu satunya orang yang dia lihat adalah Huang Lixin.
Huang Lixin adalah orang yang selalu mendukungnya, orang yang selalu membantu dan menjaganya.
Bahkan jika Huang Lixin tahu bahwa dia bukan putrinya tapi Huang Lixin masih menyayanginya dengan tulus layaknya putrinya sendiri, Huang Xinxin tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang tulus seperti ini di dunia modern.
Huang Xinxin terus berusaha untuk mencari sebelum akhirnya melihat kereta kuda yang digunakan oleh Huang Lixin dan Huang Shangyue.
Dia mengikuti jejak kuda yang ada di kereta kuda ini, jejak kuda ini agak jauh sementara dia sendiri sudah berlarian sepanjang jalan dan kudanya sudah lelah sehingga dia membiarkan kudanya untuk beristirahat terlebih dahulu. Sehingga kudanya bisa melanjutkan perjalanan ke depan.
Istirahatnya tidak lama, hanya 15 menit hanya saja menurut Huang Xinxin ini sangat berharga baginya. Dia merasa sangat khawatir, dia bahkan tidak mendapatkan surat balasan dari kepala cabang toko Huang Lixin di Desa Wei.
Yang menunjukkan bahwa Huang Lixin masih belum menunjukkan jejak, mereka melanjutkan perjalanan melewati padang rumput dan pegunungan yang luas.
Pemandangan yang begitu indah, sayang sekali bahwa dia terburu buru dan tidak bisa menikmati semua pemandangan ini dengan perlahan. Huang Xinxin akhirnya tiba di sebuah desa yang kecil dan turun untuk bertanya.
__ADS_1
"Tuan, apakah kamu melihat serombongan orang dengan kuda ?" Tanya Huang Xinxin.
"Ah, memang mereka menuju ke selatan dari desa ini. Di selatan desa ini ada hutan dan bukit yang misterius, dikatakan bahwa di dalamnya ada siluman. Nona, ada baiknya agar kamu tidak pergi ke sana sendirian. " Jawab pria itu.
Huang Xinxin mengangguk dan berterima kasih sebelum akhirnya berlari melewati desa itu, sia tidak takut pada siluman. Siluman biasa bukan merupakan tandingan dari dirinya, siluman rubah berekor sembilan.
Di dalam klan rubah, siluman rubah berekor sembilan adalah klan yang paling agung dan merupakan pemimpin dari Klan Rubah.
Hal ini menyebabkan semua klan siluman yang lainnya biasanya tidak mencari masalah dengan Klan Rubah ekor sembilan.
Huang Xinxin mengikuti kata kata orang itu dan menuju ke selatan lalu memang menemukan hutan , disana dia mulai melihat jejak kuda lagi.
Sampai akhirnya dia menemukan kuda yang di ikat di pohon yang menujukkan bahwa jejak dari Huang Lixin berakhir disini.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu akan benar benar datang kemari. " Ucap suara seseorang.
"Seperti yang diharapkan dari seorang Siluman Rubah Ekor Sembilan, memiliki penciuman yang begitu tajam. Jika aku bertarung secara langsung denganmu maka aku pasti akan kalah maka dari itu aku ingin kamu menyerahkan dirimu sendiri untuk ditukarkan. " Jawab orang itu.
Suara itu adalah milik wanita dan wanita itu melompat turun dari atas pohon, wanita itu menggunakan cadar yang menutupi wajahnya sehingga Huang Xinxin tidak mampu untuk mengenalinya.
"Aku sudah menduga hal ini, aku tidak mengerti kenapa kamu mengincarku sementara aku sendiri belum pernah bertemu denganmu ?" Tanya Huang Xinxin berusaha untuk mengulur waktu.
Dia melihat bahwa ada tiga orang yang ditahan dengan tangan kaki yang di ikat muncul di balik tubuh wanita itu, siapa lagi jika bukan Huang Lixin, Huang Shangyue dan Yue Zhang ?
Huang Xinxin mengepalkan tangannya dalam dalam dan berusaha untuk menahan diri agar tidak bertindak dengan impulsif.
__ADS_1
"Itu semua sederhana, karena kamu dan Ibu suri memiliki hubungan darah dan siapapun yang bersama dengan Ibu Suri di takdirkan untuk mati. Aku sudah merencanakan ini selama bertahun-tahun panjang. Sudah lebih dari tujuh tahun aku merencanakan hal ini dan aku sudah bersumpah pada diriku sendiri bahwa aku akan membunuh siapapun yang memiliki hubungan darah dengan Ibu Suri. " Jawab wanita itu.
"Dengan kecepatanmu maka seharusnya kamu hanya bisa menyelamatkan dua orang, siapa yang ingin kamu selamatkan ?" Tanya wanita itu.
"Tapi, tentu saja ada pilihan yang lebih aman. Aku akan melepaskan mereka semua jika kamu bersedia untuk menyerahkan diri. " Lanjut wanita itu.
Huang Xinxin yang mendengar ini merasa bimbang, apa yang harus dia lakukan dengan hal ini ? Apakah dia harus menyerahkan dirinya sendiri untuk ini ? Apakah dia benar benar akan mati hari ini ?
Jika dia mati maka apakah wanita ini bersedia untuk melepaskan ketiga orang ini seperti yang dia katakan ? Huang Xinxin lebih senang untuk mengambil resiko.
"Baiklah, kamu bisa membawaku asalkan kamu melepaskan mereka semua. " Jawab Huang Xinxin.
"Tidak ! Jangan tertipu olehnya !" Teriak Huang Lixin.
"Jika hanya bisa menyelamatkan dua maka tinggalkan aku !" Teriak Huang Shangyue.
"Nona Huang, aku berhutang nyawa padamu. Kamu bisa meninggalkanku disini !" Teriak Yue Zhang.
Huang Xinxin merasa bahwa matanya memanas tapi dia tidak bisa menunjukkan kelemahannya di depan musuhnya.
"Kamu lepaskan mereka maka aku akan menjatuhkan senjata ku. Dengan kemampuan siluman mu maka seharusnya kamu bisa melawan ku. " Ucap Huang Xinxin dengan tenang.
"Baiklah, kamu benar benar baik hati. Lepaskan mereka bertiga !" Perintah wanita itu tertawa ringan dan melepaskan ketiga orang itu.
Huang Xinxin menjatuhkan pedangnya dan berjalan menuju wanita itu , sementara ketiga orang itu menjadi semakin dekat dengannya.
__ADS_1
Huang Xinxin tiba tiba memunculkan kuku miliknya dan menyerang wanita itu dengan kecepatan kilat, dimana wanita itu bahkan tidak bisa merespon dengan baik.
Tangan wanita itu terluka parah karena cakaran Huang Xinxin sementara pada saat yang sama, Huang Xinxin menarik ketiga orang itu bersama dengannya.