Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
39. Serangan Mendadak


__ADS_3

Hewan hewan itu di bawa masuk, bahkan ketika mereka menuruti apapun yang dikatakan oleh penjinaknya tapi masih ada beberapa hawa membunuh yang menguar dari tubuh mereka seolah olah mereka datang kemari bukan untuk pertunjukkan melainkan untuk membunuh seseorang.


Sebuah lingkaran besi yang penuh duri dibawa masuk dan ada sumbu yang membuat sekelilingnya menjadi penuh api.


Harimau itu yang pertama maju dan melompat dengan gagah di bagian tengah lalu meraung yang membuat banyak orang takut.


Hanya saja, Huang Xinxin diam diam telah mengeluarkan Kuas Giok Abadi miliknya, dia terlalu takut jika sesuatu terjadi.


Pada saat ini, tidak tahu apa niat dari Suku Barbar ini, mereka terkenal licik dan sulit untuk dikendalikan.


Kehidupan mereka jauh lebih keras dan tanah mereka gersang, sehingga makan pun sulit bagi mereka terutama di musim dingin seperti ini.


Dimana banyak hewan yang bersembunyi dan mereka sulit untuk mencari hasil buruan , ada dua kemungkinan.


Mereka benar benar ingin damai agar mendapatkan makanan dan pakaian yang cukup atau mereka membuat beberapa hal di balik layar.


Hewan hewan itu terus menerus melakukan atraksinya yang membuat semua orang terpukau.


Semua orang bertepuk tangan dan senang, hanya Ming Yue yang tampak tidak senang dengan semua ini.


Mungkin, bukan tampak tidak senang melainkan karena dia memang tidak memiliki banyak ekspresi.


"Lihat, mereka sangat penurut. " Puji Huang Lixin tampak senang.


"Kalau Ayah senang maka aku akan ikut senang. Mereka melatih hewan hewan ini dengan sangat baik. " Balas Huang Xinxin dan memaksakan senyum.


Hewan hewan itu terdiri dari beberapa hewan berbahaya, salah satu yang paling dekat dengannya adalah harimau sementara yang ujung sana merupakan serigala dan ular piton ini menari ketika seseorang memainkan seruling.


Lalu tidak lama kemudian datang beberapa penari dengan gelang kaki dan pinggang yang membuat suara gemerincing di tengah tarian mereka.


Mereka semua tampak sangat cantik dan mempesona , mereka memiliki warna mata yang cokelat muda, tampak membius orang lain ketika menatapnya.

__ADS_1


Beberapa bangsawan yang mesum seperti Zhou Yang sudah mulai menatap mereka dengan tatapan ingin mesum dan ingin membawa mereka sebagai selir.


Kebetulan Zhou Yan menatapnya dan Huang Xinxin menatap tajam padanya sehingga Zhou Yan menjaga sikapnya dengan baik.


Mendapatkan peringatan seperti itu, tentu saja Zhou Yan langsung menjaga sikapnya dan menyimpan nafsunya dengan baik baik jika tidak ingin dipenggal di tempat.


"Bagaimana menurut Yang Mulia ? Walaupun dataran kami kering dan gersang tapi kami tidak kekurangan wanita cantik dan menarik. " Ucap Xing Yunlai yang menandakan bahwa dia ingin Kaisar membawa gadis gadis ini sebagai selir Istana.


Kaisar tentu saja bukan pria yang langsung merasa senang ketika diberikan gadis gadis cantik, dia berpikir bahwa berbahaya untuk membawa gadis Suku bar bar ini sebagai selir yang berarti memberikan akses.


"Tampaknya hal ini kurang sesuai, pada saat ini aku sudah berusia tua ini akan lebih cocok untuk putraku. " Ucap Kaisar.


"Menjawab Ayahanda, kediaman ku memang memiliki kekurangan pelayan. " Ucap Jiu Rui dengan cepat.


Wajah Xing Yunlai agak berubah ketika mendengar ini karena tidak menyangka bahwa kecantikan top yang dipilih dengan hati hati ternyata hanya akan menjadi seorang pelayan.


"Aku memohon agar Pangeran Xing tidak tersinggung, bagaimanapun aku belum menikah. Peraturan di Kekaisaran Jiu adalah memiliki Istri sah sebelum akhirnya memiliki selir. " Ucap Jiu Rui dengan tegas.


Yang menandakan bahwa dia tidak ingin menjadikan gadis Suku bar bar itu menjadi istri sahnya yang berarti permaisuri masa depan.


"Kalian semua, majulah ke depan dan biarkan Yang Mulia memilih kalian !" Perintah Xing Yunlai.


Para penari itu maju ke depan dan tersenyum manis yang menunjukkan lekuk tubuh yang indah.


Tapi, seketika mereka mengeluarkan pedang dari pinggang mereka dan menyerang ke depan. Tindakan ini lebih cepat dari apapun yang membuat semua orang tidak siap.


Harimau, Serigala dan Ular itu langsung hilang kendali dan Harimau itu menyerang ke meja mereka.


"Ayah, berlindung lah di belakangku !" Perintah Huang Xinxin dan bangkit berdiri lalu menendang meja di depannya.


Meja itu melayang dan menghantam ke harimau itu, Harimau itu mengeluarkan raungan yang membuat pecahan kaca di depan mereka melayang menuju Huang Xinxin.

__ADS_1


Ming Yue menarik pedangnya dan menangkis seluruh pecahan kaca itu.


"Terima kasih, kamu harus menjaga Yang Mulia dan Jiu Rui !" Ucap Huang Xinxin dan menerjang ke depan.


Harimau itu berusaha untuk menggigitnya sehingga dia dengan sengaja melepaskan mantelnya yang digigit oleh harimau itu sementara kuasnya menusuk tepat di kepala harimau itu.


Hanya saja harimau itu tidak langsung mati, Huang Xinxin menatap bagaimana serigala mulai menyerang dan membunuh orang orang.


Mereka ini bukan serigala dan harimau biasa ! Melainkan mereka telah dilatih dengan bela diri sehingga tidak akan mati dengan cara yang biasa.


Huang Xinxin tahu bahwa Kekaisaran Jiu terkenal dengan jimat, hanya saja dia tidak mempelajarinya belakangan ini.


Xing Yunlai itu ditengah keributan ini mulai menyerang Jiu Rui dan tahu bahwa penjagaan di sekitar Jiu Rui terlalu ketat sehingga menyerang ke arah Permaisuri.


Ming Yue mengetahui hal ini dan ingin langsung pergi agar dia bisa melindungi Permaisuri, hanya saja tiba tiba ada tujuh pembunuh bayaran yang menghalanginya.


Kemampuan mereka cukup tinggi sehingga dia tidak akan bisa menyentuh Permaisuri, kebetulan Huang Xinxin juga melihat ini.


Selama Permaisuri jatuh ke tangan Xing Yunlai maka ini tidak akan menjadi pertarungan yang adil.


Huang Xinxin melompat ke atas punggung harimau itu dan menusuk tubuhnya dengan kuas sekali lagi.


Harimau itu meraung yang membuat Huang Xinxin terjatuh. Huang Xinxin menusuk kakinya sementara dia menggunakan kekuatan penuh dan menendang Harimau itu.


Harimau itu ingin menggigitnya dan membuat tangan Huang Xinxin terluka, darah mengalir dengan deras.


Di antara sekian banyak orang disini, tidak ada satupun yang membantu. Mereka sibuk untuk melindungi diri. Benar benar tidak berguna !


Huang Xinxin menahan rasa sakitnya dan kali ini menusuk kepala Harimau sekali lagi sampai itu benar benar tembus dan Harimau itu mulai tumbang sebelum akhirnya berubah menjadi abu.


Huang Xinxin menahan lengan kanannya yang terluka karena hal ini, sementara itu dia langsung pergi menuju Permaisuri yang hanya dilindungi oleh tiga pengawal.

__ADS_1


Kemampuan Xing Yunlai termasuk tinggi sehingga bukan tandingan dari ketiga pengawal itu, juga bukan tandingan Huang Xinxin.


Hanya saja Huang Xinxin pasti akan bisa menundanya, pelatihan bela diri selama 12 tahun ini pasti tidak akan sia-sia !


__ADS_2