Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
40. Serangan Mendadak II


__ADS_3

Situasi ini benar benar diluar kendali dan para bangsawan ini melihat bahwa mereka tidak bisa hanya duduk diam sehingga beberapa Tuan Muda menerjang ke depan untuk membuktikan kekuatan mereka.


Salah satunya adalah putra dari Jenderal Li yang pada saat ini masih berjaga di Perbatasan Barat Daya.


Huang Xinxin mencapai ke tempat Permaisuri dan menghalangi Xing Yunlai, yang ingin meraih Permaisuri.


Kresss!


Suara gesekan pedang terdengar yang membuat Xing Yunlai mundur beberapa langkah karena terkejut.


"Jangan menghalangiku ! Selama kamu menyingkir maka aku tidak akan menyakitimu. " Ucap Xing Yunlai.


"Xing Yunlai, jangan terlalu arogan. Jangan lupa bahwa disini adalah Kekaisaran Jiu, bukan Suku bar bar mu." Balas Huang Xinxin dengan dingin.


"Gadis yang begitu angkuh, aku benar benar suka. Jika aku kembali ke Suku Bar bar maka aku pasti akan membawamu !" Ucap Xing Yunlai.


"Jangan harap !" Teriak Jiu Rui dengan murka tapi dia sendiri di halangi oleh beberapa orang.


Huang Xinxin tersenyum miring, dia telah berlatih bela diri selama 12 tahun, kali ini baru digunakan dengan baik jika tidak maka akan sia sia pelatihannya selama ini.


"Pangeran Xing, bagaimana menurutmu Kekaisaran Jiu ini ?" Tanya Huang Xinxin.


"Menarik sekali, bahkan seorang gadis sepertimu harus menjaga. Tampaknya Kekaisaran Jiu tidak sekuat yang dikatakan. " Jawab Xing Yunlai.


"Karena menarik, tinggalah lebih lama di Kekaisaran kami, Pangeran Xing. " Ucap Huang Xinxin dengan maksud ganda dan menyerang ke depan.


Xing Yunlai mengincar jantungnya hanya saja Huang Xinxin tahu bahwa Xing Yunlai tidak akan membunuhnya untuk saat ini, kalau begitu maka dia harus mengincar titik krusial seseorang.


Sialan ! Kuasnya ini terlalu kecil ! Huang Xinxin tampak marah dengan ukuran kuas ini sebelum akhirnya membesar menjadi sepanjang 50 cm.


Huang Xinxin terkejut dengan perubahan ini, Giok Bulan ini benar benar mengejutkan sekali. Huang Xinxin memutar Kuasnya menjadi mengarah ke atas dan menekan pedang Xing Yunlai.


Secara tenaga, tentu saja dia kalah oleh karena itu dia terdorong ke belakang dan jatuh, Xing Yunlai ingin menusuk tubuhnya hanya saja Huang Xinxin sudah merencanakan ini dan berguling ke arah lain lalu menusuk kaki Xing Yunlai.


Xing Yunlai terkejut dan menggores punggungnya dengan pedang, Huang Xinxin terkejut dengan ini lalu menarik kuasnya dan menusuk bagian sesuatu di tengah kaki Xing Yunlai.


Huang Xinxin langsung menghindar dan Xing Yunlai jatuh berlutut dengan teriakan yang mengejutkan.

__ADS_1


"Tidakkkkk !!!" Teriak Xing Yunlai dengan kemaragan dan penyesalan.


Huang Xinxin langsung bangkit berdiri dengan tertatih tatih dan memegang kuasnya yang sudah berlumuran darah.


Dia tampak berbeda jauh dengan kesehariannya yang biasa, dia terpaksa untuk menggunakan ini. Luka di punggungnya ini sangat besar dan hampir seluruh punggungnya berdarah.


Pakaian putihnya berubah menjadi merah, dia hampir saja tumbang sebelum akhirnya seseorang menangkapnya.


"Maaf, aku terlambat. " Gumam orang itu.


Itu adalah Ming Yue yang baru saja mengalahkan ketujuh pembunuh bayaran itu. Dia mengacungkan pedangnya ke leher Xing Yunlai.


"Tangkap dia ! "Perintah Ming Yue dan melucuti pedang Xing Yunlai.


Pengawal membawa Xing Yunlai untuk dipenjara dan di interogasi sementara Huang Xinxin sendiri mulai kehilangan kesadarannya.


Dia kehilangan banyak darah yang membuatnya merasa pusing.


"Hei, hei ! Tetaplah sadar !" Perintah Ming Yue.


Tapi, Huang Xinxin benar benar tidak sadar lagi dan pingsan. Dia merasa bahwa dia tenggelam ke dalam mimpi yang sangat dalam dan tidak bisa keluar dari sini.


Dia agak merindukan tempat itu, tapi disini dia menjadi bebas. Di dalam cerita ini, semua karya seninya bahkan yang paling biasa sekalipun akan mendapatkan nilai.


Huang Xinxin mendapatkan pilihan, apakah dia akan tetap disini atau dia akan kembali ke dunia modern.


Huang Xinxin merasa bingung dengan pilihan ini dan tidak tahu bagaimana dia harus memilihnya. Apakah dia akan kembali atau tidak ?


Disisi lain, Ming Yue memanggil tabib Kekaisaran dan Huang Xinxin diperiksa lalu diketahui bahwa dia terkena racun.


Di taring yang ada di harimau itu ternyata telah di olesi racun.


"Dengan racun mematikan ini yang sudah masuk ke jantungnya, maka takutnya dia tidak akan bisa bertahan sampai 1 jam. Tapi ini sudah setengah jam dan dia masih baik baik saja, tampaknya ada sesuatu di tubuhnya yang lebih kuat sehingga mampu menekan racun ini. " Ucap Tabib.


"Racun yang menekan racun lain ?!" Tanya Jiu Rui dengan terkejut.


Tabib itu menganggukkan kepalanya, tabib ini berbeda dengan tabib yang sebelumnya sehingga dia tidak tahu masalah Racun Sembilan Neraka.

__ADS_1


Jiu Rui diam diam merasa lebih tenang, dikatakan bahwa Racun Sembilan Neraka adalah Raja dari segala racun.


Selama dia bisa menekan racun dari orang bar bar ini maka itu akan membuatnya tenang.


"Bagaimana cara mencari penawarnya ?" Tanya Ming Yue.


"Kalau hal ini aku kurang tahu karena rempah di dataran kita dan mereka berbeda sehingga ada banyak tanaman aneh yang asing. "Jawab Tabib itu dengan agak takut.


"Jadi, berapa lama putriku bisa bertahan ? Apakah dia akan bisa pulih ?" Tanya Huang Lixin memeluk tangan Huang Xinxin yang pucat pasi.


"Hal ini tergantung apakah bisa menemukan penawar atau tidak, untuk sementara kedua racun ini akan bertarung. Takutnya jika hanya menemukan salah satu racun maka racun yang lain akan menyerang secara agresif. " Jawab Tabib.


"Apa nama dari kedua racun ini ?" Tanya Ming Yue.


"Jika aku tidak salah menebak maka salah satu dari sini adalah Racun Belukar Laba Laba yang hanya tumbuh di dataran padang pasir lalu juga yang kedua ini......... " Tabib itu tidak langsung melanjutkan kata katanya tapi agak takut.


"Racun Sembilan Neraka. " Lanjut Jiu Rui tanpa keraguan.


Wajah semua orang disana langsung berubah ketika mendengar masalah ini.


"Sekte Sembilan Neraka sudah lama dimusnahkan. " Ucap Huang Lixin dengan suara rendah.


"Tapi, buktinya Xinxin terkena racun itu yang sudah diberikan sedikit demi sedikit secara bertahap selama bertahun-tahun , dia sedang menyelidiki ini sampai sekarang. Mohon semua orang di ruangan ini menutup mulut dengan baik." Ucap Jiu Rui dengan dingin dan tegas.


"Putra Mahkota tampaknya sudah mengetahui ini sejak lama. " Ucap Ming Yue.


"Ya, ketika harus itu dia pingsan, tabib mengatakannya kepadaku bahwa dia terkena Racun Sembilan Neraka. " Balas Jiu Rui.


"Dia mengatakan bahwa hal ini tidak boleh dikatakan kepada orang lain. " Lanjut Jiu Rui.


"Aku mengerti, kalau begitu maka hanya bisa mencari jawabannya dari Xing Yunlai di penjara. " Ucap Ming Yue.


"Aku merepotkan Jenderal Ming untuk melakukan ini, sementara aku akan mencari petunjuk tentang semua orang yang lalai dalam hal ini, tolong Tuan Huang untuk menjaga Xinxin." Ucap Jiu Rui.


"Putra Mahkota dan Jenderal Ming tidak perlu khawatir, Xinxin adalah putriku dan satu satunya keluargaku. Aku pasti akan menjaganya dengan baik. " Balas Huang Lixin.


...----------------...

__ADS_1


Wah author enggak nyangka ternyata cepet banget sudah tercapai target challenge yang kedua !!!


Bonus Up 1,5 k like : 1 / 3


__ADS_2