
Huang Xinxin mendengar kabar bahwa Jiu Rui telah jatuh sakit setelah keluar dari kediamannya dan membuatnya langsung pergi menuju Istana untuk melihat kondisi dari Putra Mahkota ini.
Ini bahkan sudah tengah malam dan cuaca menjadi sangat dingin tapi Huang Xinxin tetap menggunakan mantelnya dan pergi dari sana untuk menjenguk Jiu Rui.
Menurutnya, dia bertanggung jawab untuk melihat kondisi Jiu Rui yang telah sakit karenanya.
"Xinxin, pada saat ini sedang hujan salju lebat. Kereta kuda tidak akan bisa jalan, tunggulah sampai matahari terbit. " Ucap Huang Lixin.
"Aku mendengar bahwa kondisi dari Putra Mahkota sangat parah, aku tidak bisa menunda lagi. Aku bertanggung jawab atas sakitnya dia pada saat ini. Jika kereta kuda tidak bisa pergi maka aku akan pergi dengan kuda. " Balas Huang Xinxin.
Dia mengenakan mantelnya dua lapis dan membawa seekor kuda dengannya lalu pergi menuju Istana.
"Hati hati !" Teriak Huang Lixin dengan khawatir melihat sifat impulsif dari putrinya yang masih belum berubah sama sekali.
Huang Xinxin pergi untuk melihat Jiu Rui dan tentu saja tidak ada yang berani untuk menghalanginya di tengah badai salju ini.
Ketika dia sampai di Istana, dia telah berubah menjadi manusia salju yang hidup. Kasim melihat bahwa dirinya tampak kedinginan.
"Nona Huang, aku akan meminta seseorang membawakan mantel tambahan untukmu. " Ucap Kasim Lin yang dikirim oleh Kaisar padanya.
"Tidak perlu, aku ingin melihat kondisi Putra Mahkota. Dia sakit setelah pulang dari kediaman ku, aku bertanggung jawab untuk ini. " Balas Huang Xinxin lalu pergi menuju Istana Timur.
Kasim Lin yang sudah tua, tidak tahu bagaimana cara untuk menghentikan Huang Xinxin yang begitu cemas dan khawatir.
Kebanyakan bagian Istana telah gelap tapi hanya Istana Timur yang masih terang dan menunjukkan bahwa orang di dalam masih belum tidur sama sekali.
Ketika Huang Xinxin akan meraih pintu, seseorang membukanya dari dalam dan terlihat wajah seorang gadis yang tampak kesal.
"Bukankah kau Huang Xinxin yang dibenci oleh Putra Mahkota ? Kamu bahkan berani datang kemari untuk melihat Putra Mahkota ?" Tanya Yue Qingyue.
__ADS_1
"Apakah Putra Mahkota benci atau tidak , Nona Yue tidak perlu mengurusnya. " Jawab Huang Xinxin dengan dingin.
Sebelumnya, Huang Xinxin memang sudah bermasalah dengan Yue Qingyue yang memiliki hati sempit ini.
Yue Qingyue ini jahat dan licik, dia bisa melakukan apapun dan jika di cerita maka dia berhasil menjadi salah satu selir kebanggaan Jiu Rui.
Dia beberapa kali berusaha untuk mencelakai Wu Ying, berbeda dengan Huang Xinxin yang menunjukkan niat jahatnya secara terang terangan maka Yue Qingyue ini seperti serigala berbulu domba.
Bahkan lebih buruk dibandingkan Huang Xinxin, pada saat ini Huang Xinxin tidak lagi sama seperti sebelumnya.
"Aku tidak ingin membiarkanmu masuk, lagipula ini bisa dianggap mendapatkan jasa dengan menjaga Putra Mahkota dari wanita jahat sepertimu. Kamu memiliki niat jahat, apakah kamu tidak sadar diri sampai saat ini ?" Tanya Yue Qingyue.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Nona Yue ?" Tanya Huang Xinxin.
"Kamu benar benar tidak tahu malu, Putra Mahkota sudah membatalkan pertunangan karena jijik denganmu, Putra Mahkota bahkan menjadi jijik setelah mantelnya digunakan olehmu dan memilih untuk menjadi sakit daripada menggunakan pakaian bekas dirimu. Jika kamu bukan putri bangsawan maka kamu hanya akan menjadi sampah. " Ejek Yue Qingyue.
"Nona Yue, aku mendengar bahwa Tuan Muda Yue Pertama dan Tuan Muda Yue kedua akan segera lulus dari Akademi Kekaisaran, bukan ? Kalau begitu maka aku akan memberimu selamat terlebih dahulu. Lalu, kamu mengatakan aku sampah lalu apa dirimu ? Aku melihat bahwa kamu keluar dengan wajah masam, apakah pakaianmu yang terbuka ini masih tidak bisa menggoda Putra Mahkota ?" Tanya Huang Xinxin dengan nada pelan tapi kata katanya menusuk.
"Kau ! Dasar Jal*ng sialan ! Lihat bagaimana aku akan membunuhmu !" Teriak Yue Qingyue dengan murka.
"Putra Mahkota berada di dalam tapi tampaknya kamu tidak begitu sabar, ya ?" Tanya Huang Xinxin dengan senyum tipis.
"Lalu kenapa jika ada Putra Mahkota di dalam ? Kamu berani menghinaku maka akan ku lihat bagaimana kamu akan menangani hal ini ?!" Teriak Yue Qingyue.
Huang Xinxin melirik ke belakang dan melihat bahwa Kasim Lin sudah dekat dengan pekarangan Istana Timur.
"Nona Yue , sebelumnya aku tidak pernah menyinggung mu. Kenapa kamu selalu menindas ku seperti ini ? Apakah karena bakat melukis ku buruk ? Atau karena aku kurang pandai ?" Tanya Huang Xinxin dengan suara yang kuat dan lantang sehingga semua orang bisa mendengarnya.
Plakkkk !
__ADS_1
Wajahnya ditampar oleh Yue Qingyue sampai dia terjatuh dan pintu dibuka menunjukkan Jiu Rui yang tampak murka.
Jiu Rui berdiri di bantu oleh dua pengawalnya dan melihat semua kejadian ini dengan mata kepalanya sendiri.
Yue Qingyue menyadari bahwa dirinya telah dijebak dan menyadari kesalahannya.
"Aku, aku, aku tidak bermaksud begitu. Kakak Huang, aku akan membantumu bangkit , maaf jika aku kasar padamu, ini semua hanya kesalah pahaman. " Ucap Yue Qingyue tiba tiba menjadi manis dan ingin membantu Huang Xinxin untuk bangkit.
Tapi, Huang Xinxin mendorong kakinya sehingga menendang kaki Yue Qingyue sehingga Yue Qingyue menimpa tubuhnya.
"Nona Yue, kamu tampaknya tidak tulus. Aku benar benar tidak pernah berniat untuk menganggumu, aku datang kemari hanya untuk menjenguk Jiu Rui. " Ucap Huang Xinxin dengan nada menyedihkan.
"QINGYUE !!!! Cepat kembali ke kediamanmu dan renungkan kesalahanmu ! Kamu tidak diizinkan keluar kamar sampai minggu depan !" Teriak Jiu Rui dengan murka.
"Kakak, kakak sepupu, aku tidak bermaksud begitu !!!" Ucap Yue Qingyue dengan nada memelas.
"Pergi ! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi. " Ucap Jiu Rui.
Yue Qingyue menatap ke arah Huang Xinxin dengan penuh dengan kebencian tapi Huang Xinxin hanya membalasnya dengan senyum miring.
Dia akan membalas perlakuan Yue Qingyue pada Huang Xinxin dulu, semua ini barulah awal dari segalanya.
Belum lagi dengan tamparan yang diberikan oleh Yue Qingyue tadi pasti akan memberikan hadiah yang tak terlupakan bagi Yue Qingyue.
Tatapan Huang Xinxin tiba tiba menggelap dan membuat orang yang melihatnya merasa ngeri. Jiu Rui tahu bahwa Huang Xinxin marah dan menahan diri hanya untuk memandangnya.
Karena Yue Qingyue adalah sepupu Jiu Rui maka sikap Huang Xinxin yang menahan diri ini bisa dianggap menghormati Jiu Rui.
"Aku akan meminta Ayah menegakkan keadilan padamu. " Ucap Jiu Rui membantu Huang Xinxin untuk bangkit.
__ADS_1
"Sudahlah, lupakan saja. Anggap bahwa aku sedang sial malam ini. " Balas Huang Xinxin sambil membersihkan pakaiannya yang penuh dengan salju.