Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
157. Salah Paham


__ADS_3

"Ada baiknya kamu tutup mulut. " Ucap Ming Yue dengan kesal pada Wang Zhang yang terus menerus mengejeknya.


"Kamu tidak tampak seperti berkelahi, lalu apakah kamu baru saja dipukul oleh seseorang ? Apakah kamu merebut seorang wanita ?" Tanya Wang Zhang.


Bukkk !


Sebuah bantal melayang dan menghantam wajah Wang Zhang sementara Ming Yue sendiri masih sangat kesal.


"Aku dipukul oleh seseorang. " Jawab Ming Yue.


Ming Yue sendiri masih bingung, jelas jelas dia menasehati untuk hal yang baik tapi wanita itu tidak terima justru memukulnya sampai seperti ini.


Tampaknya kata kata orang bijak memang benar. Mungkin karena wanita itu merasa bersalah karena itulah merasa kesal padanya.


"Apakah kamu dipukul oleh seorang wanita ? Melihat dari pukulannya tampaknya cukup kuat." Canda Wang Zhang.


"Sudah, tutup mulutmu. Jangan bicara lagi, aku tidak ingin mengingat wanita itu lagi. " Ucap Ming Yue dengan penuh keluhan.


Wajah Wang Zhang langsung berubah dan menatap Ming Yue dengan tatapan tidak percaya sebelum akhirnya tertawa ringan. Tapi lama kelamaan tawa itu menjadi semakin lebar sampai ke titik dimana dia tidak bisa berhenti dan menatap Ming Yue dengan tatapan mengejek.


"Kamu benar benar dipukul oleh seorang wanita ? Kamu benar benar bodoh sekali bahkan bisa sampai dipukul seperti ini !" Teriak Wang Zhang dan tertawa tawa.


"Kamu tidak tahu saja bahkan kekuatannya lebih besar dari seorang pria, lagipula karena dia adalah seorang wanita membuatku enggan untuk memukulnya balik. " Balas Ming Yue dengan kesal.


"Lihatlah sikapmu ini, bahkan setelah dipukul sampai ke titik ini membuatmu masih mempertahankan sifat sok kebenaran mu itu, hal ini membuatku sungguh kagum padamu. Kagum sekali padamu, hal ini membuatku akan mengangkatmu sebagai guruku !" Seru Wang Zhang mengejeknya dengan terus terang.


"Selama ini kamu suka menghakimi orang lain dan sekarang kamu sudah terkena batunya, aku akan bertemu dengan orang yang memukulmu ini dan berterima kasih padanya karena telah memberimu pelajaran. Lihatlah wajahmu yang begitu buruk saat ini, bahkan orang lain tidak akan menganggap mu sebagai seorang pria tampan lagi. " Lanjut Wang Zhang.

__ADS_1


"Kita berteman selama bertahun-tahun dan sekarang kamu membantu orang luar untuk menindas ku ? Kamu sangat hebat, Wang Zhang ! Cepat pergi dari sini !" Seru Ming Yue dengan kesal.


"Aku tidak mau , lalu apa yang kamu mau lakukan ? Bibi mengatakan bahwa aku bisa menganggap ini sebagai rumahku sendiri, aku akan tinggal disini. Apakah kamu berhak untuk mengusir ku ?" Tanya Wang Zhang dengan santai dan berbaring di atas sofa.


Ming Yue hanya duduk dan mendelik ke arah Wang Zhang lalu mendengus dengan kesal.


"Dasar tidak tahu malu !" Gumam Ming Yue dengan kesal.


"Apa ?! Katakan dengan lebih keras, jika tidak maka aku tidak akan bisa mendengarmu!" Teriak Wang Zhang.


Ming Yue tidak menjawab dan hanya menatap Wang Zhang dengan kesal dan penuh dendam.


"Sebenarnya, gadis ini, apa yang kamu lakukan padanya sehingga dia sampai memukulmu seperti itu ? " Tanya Wang Zhang penasaran.


"Apa lagi yang bisa aku lakukan ? Aku memberinya nasihat karena telah mempermalukan orang lain, wajahnya memerah dan aku menduga bahwa itu karena malu lalu dia memukulku. " Jawab Ming Yue.


"Lalu dia mengatakan padaku, jika kamu tidak tahu masalahnya maka jangan ikut campur. Menurutku, untuk menindas orang lain dengan terang terangan, bukankah tidak memerlukan alasan ? Dengan alasan apapun, hal ini tidak dibenarkan. Jadi aku memintanya untuk minta maaf tapi ini adalah akhirnya. " Ucap Ming Yue.


Wang Zhang mengetikkan sesuatu di ponselnya dan di akun media sosial temannya ada yang memposting tentang keributan antara Xia Xinxin dan Xi Niang di acara reuni tadi.


"Apakah nama gadis itu adalah Xia Xinxin ?" Tanya Wang Zhang.


Ming Yue menganggukkan kepalanya dan Wang Zhang menunjukkannya itu kepada Ming Yue. Ming Yue mengambilnya dan mengerutkan dahinya.


"Pantas saja dia marah, jelas jelas gadis yang itu memulai keributan duluan. Kamu benar benar layak dipukul, selain itu aku mengingat bahwa Xia Xinxin ini adalah seorang siswi yang berprestasi di sekolahnya dan mengikuti banyak sekali perlombaan. Dulu saat aku sekolah dia bahkan terkenal sampai ke sekolah sekolah lain, kamu tidak mengetahuinya karena kamu berasal dari luar negeri. " Ucap Wang Zhang.


"Xia Xinxin ini karena terlalu banyak prestasi membuatnya dibully oleh teman temannya dan ditindas, hal ini membuatnya putus sekolah dari kelas tiga. Dia melanjutkannya dengan pendidikkan khusus, sementara gadis yang kamu bela ini, Xi Niang ini sudah terkenal menjadi seorang pembully dimana mana. Setiap murid yang lebih lemah sudah pasti akan menjadi makanan sehari harinya. " Lanjut Wang Zhang.

__ADS_1


Ming Yue terdiam ketika mendengar kata kata Wang Zhang, jika memang begini maka memang salah dia mengatakan hal seperti itu kepada Xia Xinxin sebelumnya.


Pantas saja Xia Xinxin tampak sangat marah dan kesal padanya, sementara Xia Xinxin sendiri tidak melakukan kesalahan apapun.


Ming Yue merasa agak menyesal karena telah salah paham padanya. Bagaimanapun karena ini dia dipukul oleh Xia Xinxin.


"Dia sudah menghilang tiga tahun belakangan ini dan aku mendengar bahwa dia menjalani terapi berulang kali untuk memulihkan kondisi mentalnya setelah mengalami penindasan itu. Dia berani datang kemari setelah tujuh tahun maka untuk membuktikan bahwa dirinya baik baik saja. " Ucap Wang Zhang.


"Bagaimana dengan orang tuanya ? Aku melihat bahwa dia adalah orang kaya. Apakah orang tuanya tidak bisa datang untuk mengatakan hal ini kepada sekolah dan meminta tolong kepada sekolah untuk menyelesaikannya ?" Tanya Ming Yue.


"Bagaimana mungkin bisa semudah itu ? Masalahnya dia tidak mendapatkan dukungan dari mana mana, aku mendengar bahwa dia adalah orang yang pendiam dan tidak memiliki teman. Bahkan aku yang dari sekolah lain tahu betapa buruk orang lain memperlakukannya apalagi jika orang yang satu kelas dengannya. Aku pernah mendengar bahwa orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka dan tidak memerdulikan dirinya. " Jawab Wang Zhang.


Ming Yue menundukkan kepalanya dan menghela nafas, kali ini dia benar benar melakukan kesalahan besar. Sejak kecil dia telah diajarkan untuk membela kebenaran dan menekan yang salah.


Dia berpikir bahwa Xia Xinxin salah dalam menindas orang lain tanpa alasan dan mempermalukan Xi Niang tapi jika melihat dari sisi ini maka tidak akan bisa mengatakan bahwa Xia Xinxin melakukan tindakan yang salah. Hal ini membuat Ming Yue merasa sulit untuk memahami hal ini.


"Tampaknya, kali ini alih alih memintanya minta maaf pada musuhnya, lebih baik jika kamu yang meminta maaf padanya. " Ucap Wang Zhang.


"Bukankah ini akan mempermalukan diriku sendiri ? Aku sebelumnya sudah memarahinya di lapangan parkir , mungkin ada beberapa orang yang mendengarnya. Jika begitu maka mungkin dia akan mengira bahwa tindakannya benar di masa depan. " Balas Ming Yue.


"Kamu ini benar benar tidak memiliki hati, situasi sudah sampai ke titik ini dan kamu masih memintanya untuk tetap diam dan menerima nasib, jika aku menjadi dia maka aku sudah akan mencabik cabik dirimu. " Ucap Wang Zhang.


"Kalau begitu maka untung sekali aku masih bisa sampai di rumah dengan selamat, kamu tidak tahu ekspresinya tadi tampak seperti seseorang yang ingin memakan orang lain hidup hidup. Aku tidak bisa membayangkan laki laki mana yang akan bisa tahan dengan wanita ganas semacam itu. " Ucap Ming Yue merasa ngeri.


"Kalian saling membenci hari ini mana tahu menjadi suami istri di masa depan, ada orang yang mengatakan bahwa benci dan cinta itu beda tipis. Kamu tidak boleh terlalu membenci seseorang. " Balas Wang Zhang.


"Kamu bermimpi ! Aku tidak ingin meminta maaf padanya, dia sudah memukulku maka kami sudah impas ! Aku tidak akan pernah mau dekat dengan gadis kasar semacam dia !" Seru Ming Yue menolak dengan langsung.

__ADS_1


"Kamu begitu menolaknya tapi sebenarnya itu baik juga dibandingkan dia menangis disana dan tidak mampu berbuat apa apa, sebenarnya aku lebih suka dengan wanita yang tegas dan memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri seperti dia alih alih gadis yang halus seperti yang kamu maksud itu. " Balas Wang Zhang.


__ADS_2