Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
85. Bebas


__ADS_3

"Pada saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan satu sama lain, kita semua menyayangi Xinxin dan berharap dia mendapatkan yang terbaik. Bagaimana mungkin hal ini bisa di tanggung olehmu sendirian ? Justru aku sebagai Ayahnya benar benar gagal untuk melindunginya. Aku semakin tua menjadi semakin pengecut, bahkan tidak berani berjalan ke depan untuk melindungi dirinya. " Ucap Huang Lixin dengan helaan nafas.


Huang Lixin benar benar merasa buruk pada saat ini. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan putrinya ketika melihat dirinya, Ayah yang mengecewakan.


Sesampainya di rumah, Huang Xinxin langsung di baringkan dan Huang Shangyue sudah menyiapkan pintu untuk membuka pintu agar Huang Xinxin bisa masuk secara langsung.


Seluruh orang kediaman Bangsawan Huang merasakan duka yang mendalam untuk Nona muda mereka, Huang Xinxin.


Tabib berjalan masuk ke dalam dan memeriksa Huang Xinxin tapi seluruh tubuhnya telah dingin dan hampir tidak ada gerakan sedikitpun. Air mata Huang Lixin menjadi semakin deras walaupun tanpa suara.


Hal ini karena Tabib menjadi semakin diam setelah memeriksa kondisi Huang Xinxin seolah olah pasrah dengan keadaan yang menimpa Huang Xinxin pada saat ini.


Setelah memeriksa untuk waktu yang lama pada akhirnya Tabib menghela nafasnya dengan sedih, tampak ikut berduka dengan apa yang telah menimpa Huang Xinxin.


"Sayang sekali bahwa Nona Huang telah pergi untuk selamanya dan meninggalkan kita semua." Ucap tabib.


Huang Lixin, Huang Shangyue dan Ming Yue yang mendengar itu seperti berada di dalam mimpi, mereka tidak percaya dengan apa yang telah merek dengar hari ini dan berharap bahwa semua ini adalah kebohongan bahwa apa yang dikatakan oleh tabib ini hanya sebuah tipuan untuk mereka agar merka terkejut.


Tapi wajah tabib ini benar benar tampak serius dan tidak menunjukkan bahwa dia sedang bermain main. Lutut Huang Lixin lemas dan dia jatuh ke bawah lalu ditahan oleh Huang Shangyue.


"Tuanku !" Seru Huang Shangyue dengan buru buru dan menahan Tuannya itu agar tidak membentur tanah jika tidak maka akan menimbulkan masalah baru lagi.


"Putriku !! Kenapa kamu meninggalkan aku ?!" Tanya Huang Lixin meraung dengan marah dan menangis dengan pasrah dan berusaha untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu putrinya.

__ADS_1


Huang Lixin menangis dengan putus asa, bahkan para pelayan sekalipun juga tahu bahwa Huang Xinxin adalah gadis yang bijak dan sederhana sama sekali tidak sama dengan apa yang dikatakan oleh orang orang di luar sana. Dunia ini telah memperlakukan nya dengan buruk sehingga dia benar benar menderita.


Ming Yue sendiri merangkak dengan perlahan menuju ke arah Huang Xinxin seolah olah tidak percaya bahwa Huang Xinxin benar benar telah pergi untuk selamanya. Dia tidak percaya bahwa dia masih terlambat pada akhirnya.


Hal ini benar benar menyakiti hatinya, bahkan ketika Wang Ziqi meninggal, dia hanya merasakan sakit hati yang teramat dalam dan menangis. Tapi kali ini, dia bahkan tidak bisa menangis dengan baik .


Dia hanya merasakan sesak tapi tidak ada air mata yang bisa mengalir dari matanya seolah olah itu berusaha untuk menyiksa dirinya. Perasaan ketika ingin menangis tapi tidak bisa menangis adalah perasaan terburuk yang pernah ada.


Ming Yue tidak pernah merasakan seperti ini sampai hari ini, dimana dia merasakan seperti setengah jiwanya terangkat bersama dengan kepergian Huang Xinxin hari ini.


Dia benar benar sedih tapi tidak bisa menangis, perasaan menyiksa semacam ini benar benar menyakitkan. Tentu saja hal ini menyebar dengan sangat cepat. Orang yang sudah mendapatkan kebaikan dari Huang Xinxin menangis dengan kencang dan seluruh halaman Kediaman Huang menjadi penuh dengan bunga.


Hal ini menunjukkan betapa besar cinta yang di dapatkan oleh Huang Xinxin dari orang orang, Huang Xinxin pasti akan bahagia ketika melihat semua ini.


Lalu, Keluarga Zhou yang mendapatkan kabar ini juga tidak bisa tidak terkejut. Mereka sudah berusaha semampu mereka untuk membuat Jiu Rui sadar tapi Jiu Rui benar benar sangat sulit untuk sadar.


"Aku mungkin menganggu Tuan Zhou karena datang tanpa di undang, tapi aku hanya ingin menyampaikan pesan terakhir dari Nona Huang sebelum dia meninggal. Dia mengatakan di Penjara Atas, dia bertemu dengan leluhur dari Keluarga Zhou, Zhou Yuan dan ingin bertemu dengan kalian berdua. Nona Huang berharap bahwa kalian bisa mengabulkan permintaan Senior Zhou karena dia sudah tua dan renta. " Ucap tabib itu.


Zhou Yan yang mendengar ini terkejut lalu membulatkan matanya dan memandang tabib itu dengan tatapan tidak percaya.


"Terima kasih atas kata katanya, aku bertanya berulang kali dan mereka mengatakan bahwa kakek ku sudah lama meninggal ! Siapa yang menyangka bahwa dia masih baik baik saja, aku akan segera melihatnya !" Teriak Zhou Yan dengan bahagia dan menarik putranya.


Tabib itu melihat Zhou Yan dan Zhou Man yang pergi lalu menggelengkan kepalanya dengan ringan dan melihat ke atas.

__ADS_1


"Kamu mampu menyelamatkan banyak orang di sekitarmu tapi tidak mampu untuk menyelamatkan dirimu sendiri, mungkin di perjalananku kali ini hanya ada kamu seorang yang seperti itu. " Ucap tabib itu dengan helaan nafas.


Pada saat ini, Huang Xinxin sudah tidak di penjara lagi, dia telah bebas atas semua hal yang dia lakukan.


Zhou Yan dan Zhou Man naik ke Penjara Atas dan berjalan ke paling sudut lalu Zhou Yan jatuh berlutut tanpa perduli bahwa itu adalah kakinya yang kotor.


Pakaiannya yang mahal dan mantel bulu rumahnya yang berharga terkena jerami dan kotoran tapi dia tidak perduli sama sekali..


Dia merangkak ke arah sel paling ujung dan menangis sesegukan, itu adalah orang yang membesarkan dan memanjakannya selama 19 tahun.


Dia telah menunggu selama lebih dari 20 tahun untuk mencari kakeknya tapi benar benar tidak ada petunjuk.


"Kakek, kakek, kakek ! Ayo kita pulang bersama, cucumu yang tidak patuh, tidak mampu untuk mencarimu. " Ucap Zhou Yan dengan sedih dan memberikan sujud berulang kali kepada kakeknya.


"Yan'er, kamu telah datang ! Ini pasti karena ulah gadis kecil itu, berkat dia aku bisa bertemu denganmu lagi. Apakah itu putramu ? Aku ingin melihatnya lebih dekat. " Ucap Zhou Yuan.


"Cepat berikan sujud pada leluhurmu !" Perintah Zhou Yan dengan bahagia.


Zhou Man maju dan memberikan sujud yang mendalam pada Zhou Yuan yang menunjukkan sifat berbaktinya sebagai generasi yang lebih muda dan lebih junior.


"Zhou Man memberi hormat kepada leluhur. " Ucap Zhou Man dengan sopan.


"Ha ha ha, tampan sekali benar benar mirip denganmu ! Sayang sekali bahwa kakek hanya bisa disini seumur hidup, Man'er kamu tampaknya seumuran dengan gadis kecil itu. Kenapa kamu tidak mencoba mendekatinya ? Apakah kamu sudah memiliki pasangan ?" Tanya Zhou Yuan.

__ADS_1


Zhou Man tampak ragu dan tidak bisa menjawab sebelum akhirnya Zhou Yan memilih untuk menjawab terlebih dahulu dan mengambil alih dari Zhou Man.


"Pada saat ini, Nona Huang telah meninggal. Sesaat sebelum dia meninggal, dia memberi tahu ku hal ini dan memintaku untuk menemui kakek. Keluarga Zhou kita berjasa padanya. " Ucap Zhou Yan dengan penyesalan.


__ADS_2