
Zhou Yan membuka lukisan itu lalu langsung membulatkan matanya, tampak tidak percaya dengan apa yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri lalu berulang kali menatap Huang Xinxin lalu kembali melihat ke lukisan.
"Aku mendengar bahwa Putri Annchi adalah seorang putri yang terhormat , cerdas dan menawan, dia juga sangat terpelajar sekali. Tapi, sayang sekali bahwa usianya pendek, tampaknya langitpun merasa iri dengan kemampuannya. " Ucap Huang Xinxin dengan helaan nafas.
"Hanya saja, karena sifatnya yang terhormat membuatnya menolak untuk menerima adanya selir, bukankah begitu Tuan Zhou ? Itu pasti menderita sekali bagimu untuk menunggu selama bertahun-tahun panjang. " Lanjut Huang Xinxin dengan nada yang mengasihani.
Hal ini membuat Zhou Yan semakin tercekik dan mengusir selir selir yang ada di ruangannya itu lalu menyisakan mereka berdua di ruangan itu.
"Pada saat ini tinggal kita berdua di ruangan ini, Nona Huang bisa mengatakan apa yang kamu maksud dengan jelas. " Ucap Zhou Yan dengan geram.
"Aku pikir, tidak perlu banyak hal yang harus dijelaskan. Bagaimanapun, semuanya sudah jelas dengan lukisan itu, aku tidak berpikir bahwa lukisanku sejelek itu sampai sampai tidak mampu untuk dipahami oleh Tuan Zhou. " Balas Huang Xinxin dengan senyum miring nya.
"Lalu, jika kamu ingin menuduhku dengan ini, apakah kamu memiliki buktinya ?" Tanya Zhou Yan.
"Tentu saja ada, seseorang yang masih hidup dengan baik. Orang yang telah kamu lepaskan. "Jawab Huang Xinxin.
"Guan Ye ?!" Mata Zhou Yan langsung membulat ketika menyebutkan nama ini.
Tiba tiba ada sesosok orang yang keluar dari sudut ruangan, orang yang telah bersembunyi sejak tadi dan menunggu waktu untuk menyerangnya lalu menaruh pedang di lehernya.
"Selama Nona Huang bersedia untuk menyerahkan Guan Ye kepadaku, maka aku pasti akan melepaskan nyawamu. Terutama ketika dia sendiri adalah orang gila, kata kata orang gila tidak bisa dipercaya. Jangan percaya dengan fitnah ini, Nona Huang. " Ucap Zhou Yan.
"Zhou Yan, kamu tidak berada di posisi yang layak untuk tawar menawar denganku karena kamu bukan orang yang memegang kekuasaan disini. Zhou Yan, jadilah anjing yang penurut. " Ucap Huang Xinxin dengan tatapan matanya yang tajam walaupun pedang berada di lehernya.
"Selain Guan Ye, ada orang lain yang kamu tidak ketahui, mengetahui rahasia ini dan akan melaporkan masalah ini jika aku tidak kembali dalam waktu satu dupa. Bagaimana kamu akan menyelesaikan ini ? Apakah kamu bahkan tahu siapa itu ?" Tanya Huang Xinxin dengan senyum mengejek.
Pedang ditekan ke lehernya tapi Huang Xinxin hanya tertawa dan tampak acuh tak acuh dengan kondisi ini.
__ADS_1
"Jika aku mati di sini maka itu hanya akan memperkuat bukti. Zhou Yan, apakah kamu tahu hukuman apa yang akan di dapatkan ketika kamu membunuh seorang Putri ? Itu adalah pemenggalan kepala bagi seluruh keluarga. " Bisik Huang Xinxin lalu tertawa lantang.
"Semua orang tahu bahwa Kaisar sangat menyayangi adik semata wayangnya, Putri Annchi. Jika dia tahu bahwa kamu adalah penyebabnya maka dia pasti tidak akan melepaskan ini dengan mudah. " Lanjut Huang Xinxin.
Orang yang memegang pedang perlahan mulai mengendur dan melepaskan pedangnya, Huang Xinxin sudah menebak akhirnya akan seperti ini.
"Apa yang kamu inginkan dariku ?" Tanya Zhou Yan.
"Tidak banyak yang aku inginkan, aku ingin seluruh sejarah tentang Keluarga Bangsawan dan Sekte Sembilan Neraka. " Jawab Huang Xinxin dengan dingin.
Zhou Yan mengerutkan dahinya dan merasa bahwa hal ini sama sekali tidak merugikannya, lagipula semua itu hanya catatan tua yang tidak akan dilihat lagi.
"Hanya itu saja ?" Tanya Zhou Yan.
"Ya, aku hanya ingin sejarah ini untuk sementara waktu dan aku ingin kamu memecat seluruh pelayan atau apapun yang ada disini dengan nama Xiao. " Jawab Huang Xinxin.
Huang Xinxin langsung mengeluarkan Kuas Giok Bulan miliknya dan melawan orang lain dan mengincar leher lawannya, tapi itu tidak memungkinkan sehingga Kuasnya menancap di jantung pria itu.
Huang Xinxin mencabut kuasnya dan menendang tubuh pria itu agar tidak jatuh ke arahnya.
Zhou Yan tampak ketakutan dengan kejadian ini dan berdiri di sudut ruangan dengan ketakutan sambil meringkuk.
"Biar aku tebak, namanya adalah Xiao ?" Tanya Huang Xinxin dan Zhou Yan menganggukkan kepalanya.
"Dengarkan perintah ku, singkirkan semua pelayanan dengan marga Xiao dan aku tidak menerima pertanyaan. " Lanjut Huang Xinxin lalu berjalan pergi dari sana.
Dia menyimpan kuasnya dan menyapu lengan pakaiannya agar tidak tampak mencurigakan, dia juga merapihkan pakaiannya.
__ADS_1
Dan tepat ketika dia berada di depan, dia kembali bertemu dengan Zhou Man yang tampaknya sudah menunggu sejak tadi.
"Apakah kamu ingin meminta maaf padaku ? Karena aku memiliki hati yang lapang maka aku akan memaafkanmu jika kamu meminta maaf dengan tulus. " Ucap Zhou Man dengan wajah sombongnya.
"Tidak sopan ! Nona Huang adalah tamu terhormat dari Kediaman kita ! Berani beraninya kamu memintanya meminta maaf !" Teriak Zhou Yan dari belakang.
"Nona Huang, maafkan putraku yang bodoh ini. Tolong maafkan dia, aku sebagai Ayahnya pasti akan meminta maaf atas namanya. Aku pasti akan mendisiplinkan nya di masa depan. " Ucap Zhou Yan padanya.
"Apa maksud dari Ayah ? Jelas jelas dia yang memelintir tanganku ! Apa yang salah denganmu Ayah ?! Apakah kamu telah berubah menjadi gila ?" Tanya Zhou Man dengan tidak tahan.
Plakkk !
Zhou Man ditampar oleh Ayahnya sendiri karena tidak bisa menjaga mulut gagaknya.
"Nona Huang, aku akan mengantarmu sampai ke depan. " Ucap Zhou Yan dengan sopan.
"Tuan Zhou tidak perlu terlalu kaku, Tuan muda Zhou masih muda dan tidak tahu sopan santun, aku hanya membantumu untuk mendisiplinkan nya. " Balas Huang Xinxin sambil tersenyum.
"Tentu, tentu , Nona Huang ingin meluangkan waktu untuk mendisiplinkannya saja adalah kebaikan besar bagi keluarga kami. Terima kasih banyak, Nona Huang !" Seru Zhou Yan dengan buru buru.
Zhou Yan benar benar ketakutan ketika melihat tindakan mengerikan dari Huang Xinxin tadi, lebih tidak mengira ketika melihat orang yang telah mengikuti nya selama bertahun-tahun ternyata adalah pengkhianat.
"Tunggu kabar dariku, Tuan Zhou. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum manisnya dan berjalan naik ke atas kereta kuda dibantu dengan dua orang pelayannya.
"Nona, apakah kamu baik baik saja ? Jika kamu terluka maka sulit untuk mengatakannya kepada Putra Mahkota. " Ucap pelayan itu.
"Apa yang membuat tidak baik baik saja ? Aku hanya melakukan tawar menawar lukisan terhadap Tuan Zhou, aku mendengar bahwa dia suka mengkoleksi lukisan lukisan indah jadi aku memutuskan untuk memberinya tas tindakan agresif ku pada Tuan Muda Zhou sebelumnya. "Bohong Huang Xinxin.
__ADS_1