
Jika dia mengenal dekat dengan sepupu sepupunya, kenapa dia bisa tidak mengenali Xu Man dan Meng Rui sebagai sepupunya dan baru dia ketahui di kehidupan ini. Itu adalah hal yang konyol sebagaimana ternyata mereka semua sama sama keluarga. Di kehidupan lalu, mereka memang adalah keluarga tapi dengan cara yang tidak jelas.
Hal ini karena semuanya sudah kacau karena Dan Wei Yang tapi di kehidupan ini masih tertata rapih dan mereka semua masih terlihat jelas bahwa mereka semua masih keluarga. Walaupun Ibunya mengatakan bahwa hubungan mereka tidak dekat tapi Xia Xinxin tidak setuju.
"Meng Lin, tiga tahun tidak bertemu, sekarang kamu bahkan tidak tahu cara untuk menyapa sepupumu, ya ?" Tanya Xia Xinxin dengan santai memainkan anak anak yang lucu ini.
Meng Lin hanya melirik nya sejenak sebelum akhirnya fokus pada game di ponselnya lagi dan tidak acuh terhadap Xia Xinxin, dia tidak marah dengan hal ini dan merasa bahwa Meng Lin ini menggemaskan.
"Meng Lin, kamu benar benar menyebalkan. Sekarang bahkan tidak ingin melihat kepada kakak, dulu kamu menangis untuk aku gendong." Canda Xia Xinxin.
__ADS_1
"Aku tidak seperti itu !" Seru Meng Lin dengan kesal sekaligus malu.
"Aku masih ingat dengan jelas ketika usiamu dua belas tahun kamu menangis untuk memintaku menyembunyikan bahwa kamu ditolak oleh seorang gadis dari Ibumu. " Ucap Xia Xinxin dengan jahil.
Meng Lin merasa bahwa wajahnya memerah, dia sekarang adalah pria keren yang tampan dan rupawan, sehingga dia memiliki banyak pengagum kecil di sekolahnya tapi kakak sepupunya ini benar benar tahu titik lemahnya.
"Baiklah, baiklah, kakak sepupu aku yang tidak sopan padamu sebelumnya. Biarkan aku melayani mu dan menemanimu untuk berjalan jalan, bagaimana ?" Tanya Meng Lin langsung menyimpan ponselnya, dia sekarang adalah seorang anak yang baru saja kuliah.
"Semuanya masih baik baik saja, hanya saja kakak sepupu mencetak beberapa rekor disana yang masih sering digunakan oleh para orang tua itu untuk menipu murid baru. " Jawab Meng Lin.
__ADS_1
"Oh, jadi ini alasan kenapa kamu tidak mau menegurku ? Jadi kamu kesal denganku ?" Tanya Xia Xinxin mencubit dagu Meng Lin.
"Jangan perlakukan aku seperti anak kecil lagi, aku sudah dewasa sekarang. " Jawab Meng Lin dengan kesal sekaligus malu.
"Apa yang membuatmu menjadi begitu pemalu ? Apakah karena kamu sudah memiliki seorang kekasih yang cantik dan manis pada saat ini ?" Tanya Xia Xinxin dengan sengaja membuat Meng Lin merasa salah tingkah.
Anak ini benar benar berbeda dengan kakaknya, Meng Lin ini benar benar anak yang pemalu dan juga tidak suka bersosialisasi dengan orang lain.
"Aku tidak memilikinya. " Jawab Meng Lin berusaha untuk acuh tak acuh.
__ADS_1
Xia Xinxin memutuskan untuk tidak menganggu anak ini lagi dan fokus pada masalahnya sendiri yang sulit untuk di selesaikan ini, setelah dia mengatakan semua kata kata itu membuatnya merasa agak bersalah.
Kata kata pada saat marah memang sebaiknya tidak dikeluarkan jika tidak maka itu akan saling menyakiti hati orang lain yang sedang berbicara dengan mereka, Xia Xinxin menyandarkan kepalanya di dinding dan menarik nafas berat.