Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
177. Jing Yi


__ADS_3

Xia Xinxin semula adalah orang yang hemat dan sekarang melihat berapa boros nya di sekarang membuat kepalanya hampir jatuh ke tanah, ukuran berlian kecil saja sangat mahal sampai sampai bisa dikumpulkan untuk berjalan jalan ke luar negeri tapi tidak apa apa, ini semua karena keinginan pembelinya dan dia harus menerima semuanya dengan baik.


Tiba tiba dia melihat ternyata dia melewatkan sebuah pesan yang ada di bagian bawah , ternyata ada satu hal yang dia lewatkan. Ternyata Robert meminta dia untuk menghias pinggir kanvas dan kaki kanvas bagian atas dengan mutiara.


Xia Xinxin langsung membenturkan kepalanya ke setir dan hampir tidak bisa mengatakan apa apa lagi setelah melihat ini, dia benar benar putus asa !


"Sialan, orang ini menghabiskan begitu banyak hanya untuk sebuah lukisan. " Keluh Xia Xinxin.


Dia tidak pernah melihat orang yang menghamburkan uang sebanyak ini hanya untuk bahan lukisan. Pada akhirnya Xia Xinxin pergi kesana dan kemari untuk mencari bahannya dan tahukah apa yang mengejutkan ketika dia hampir menghabiskan lima jam untuk mencari semua barang milik Robert ?!


Dia menghabiskan 7,5 juta Yuan dan sekarang mobilnya menjadi penuh dengan banyak sekali benda berharga , dia juga membeli mesin jahit untuk menjahit kanvas dengan kain sutra benang emas.


Xia Xinxin sudah berhasil mengumpulkan semuanya kecuali mutiara sekitar 65 butir yang baru bisa dia dapatkan sebagian dan besok baru bisa dikumpulkan lagi. Dia kembali ke rumah dan meminta penjaga rumahnya menutup pagar rapat rapat.


Dia turun dan membawa semua barangnya sendiri turun sampai naik ke lantai dua, setelah empat kali dia naik dan turun ke lantai dua untuk memindahkan barang barangnya, dia langsung membuka kanvas miliknya. Tapi dia melihat bahwa kain sutra nya belum datang.


Xia Xinxin membuka kaki kanvas dan mulai memasang kertas emas yang sudah dia beli tadi, jadi jika ada yang salah dengan ini maka dia bisa membeli yang baru besok.


Tentu saja, keuntungan yang dia dapatkan sangat besar tapi tantangannya juga sangat besar. Karena dia akan melukis di sutra dan juga banyak benda lainnya, dia memerlukan waktu yang pendek untuk menyelesaikannya.


Jangan sampai Robert kecewa dengan hal ini, dia harus menunjukkan yang terbaik dari kemampuannya dengan begini maka dia akan dipandang lebih tinggi oleh penikmat seni.


Xia Xinxin merasa bahwa masih ada yang kurang sehingga dia melakukan beberapa improvisasi dan dia duduk disana selama tiga jam hanya untuk menghias kaki kanvas yang akan digunakan dan beruntung sekali bahwa semuanya baik baik saja. Semuanya berhasil untuk digunakan dengan baik dan bagian emas digunakan ternyata memberikan kesan yang sangat baik dan elegan.


Memiliki ini di pernikahan tentu saja akan menjadi suatu hal yang tidak terlupakan, selain itu Xia Xinxin tidak berhenti disini saja dan memfoto kepada Robert untuk menunggu persetujuannya dan melihat apakah ada yang kurang atau tidak.


Tidak lama kemudian langsung dibalas lagi oleh Robert yang cukup lama mengetik, hal ini membuat jantungnya berdebar dengan kencang menunggu reaksi dari Robert.


'Sangat baik sekali, tapi kalau bisa membuat pita besar dengan kain bordir berlian untuk ditaruh di bagian belakang. '


Xia Xinxin membaca ini dan melihat bahan yang dia beli lalu menyadari bahwa kemungkinan memang ada lebih jadi dia membuatnya dan tampak menjadi dua kali lipat lebih baik.


Jadi Xia Xinxin memfoto lagi dan mengirimkannya kepada Robert dan pria itu setuju, tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"Nona, ada pesanan untukmu. " Ucap pelayannya.


"Baik !" Teriak Xia Xinxin dengan antusias dan langsung berlari keluar untuk mengambil pesanannya.


Itu pasti adalah kain sutra dengan benang emas yang telah dia pesan, dia langsung berlari untuk mengambilnya dan membawanya ke atas dengan hati hati.


Itu adalah sebuah kotak kayu yang tampak elegan dan cantik, para pelayannya melihatnya membawa ini tapi tidak ada satupun yang berani bertanya.


Xia Xinxin melihat bahwa dia baru saja mendapatkan hal besar ini dan memutuskan untuk membuka ponselnya dan beristirahat sejenak.


Dia membuka aplikasi untuk memesan makanan dan menghitung jumlah pelayannya lalu juga ada tukang kebun dan penjaga rumah.


Totalnya ada 14 orang, dia memesan banyak sekali makanan untuk 14 orang, bisa dimakan untuk bersama sama. Tidak hanya makanan, juga ada minuman yang disukai oleh banyak orang.


Xia Xinxin keluar dari kamarnya dan berteriak kepada pelayannya yang di lantai bawah, jujur saja jika ingin turun lagi maka dia sudah tidak kuat lagi.


Kakinya sudah melemah sepenuhnya seolah olah dia baru saja berlari keliling lapangan. Tapi hal ini bukan sepenuhnya tidak bisa dipahami, seharian ini dia sama sekali belum beristirahat dan tidak terhitung sudah berapa kali dia turun dan naik tangga.

__ADS_1


Belum lagi dia mengemudi dan macet sepanjang jalan, hal ini membuat seluruh tubuhnya sakit, sampai sampai dia melupakan bahwa dirinya sendiri belum makan sama sekali.


Dia biasanya tidak sarapan, tadi pagi langsung pergi ke toko anggur dan bertemu dengan Ming Yue lalu ada pesanan Robert, sekarang sudah malam dan dia masih belum makan apa apa sejak kemarin.


"Bibi Yu ! Nanti kalau ada makanan dan minuman, kalian bagi bagi saja ya !" Teriak Xia Xinxin dari atas.


"Terima kasih banyak, Nona !" Teriak pelayannya dari bawah.


Lalu tidak lama kemudian, seorang pelayan muda naik ke atas dan melihat wajahnya yang agak pucat.


Pelayan itu membawakan Roti bakar yang diberikan telur mata sapi ditambah dengan keju dan daging ham, lalu juga ada susu selain itu ada beberapa buah lain yang sangat disukai oleh Xia Xinxin.


"Aku tahu, nona pasti belum makan, kan ? Aku melihat bahwa Nona sangat lemas, biasanya minum susu di pagi hari tapi hari ini hanya minum anggur di saat perut kosong mungkin akan menyebabkan kondisi yang kurang baik. " Ucap pelayannya dengan perhatian.


Xia Xinxin menatap ke arah pelayannya itu dan tersenyum tipis, mereka baru bertemu beberapa hari belakangan ini dan mereka sudah bisa saling mengenal dengan baik.


Pelayan ini mulai bekerja ketika dirinya berada di rumah sakit, sehingga mereka beru bertemu ketika Xia Xinxin mulai sadar hanya saja pelayan ini sudah mampu mengenali sifat sifat dan kebiasaan yang dia kembangkan ini.


Pelayan muda ini layak untuk mendapatkan penghargaan darinya. Itu berarti bahwa dia bekerja dengan sepenuh hati, Xia Xinxin menerima makanan itu dengan senang hati.


"Terima kasih banyak atas bantuanmu. " Ucap Xia Xinxin.


"Ini adalah tugas kami untuk melayani kebutuhan Nona. " Balas pelayan muda itu dengan bahagia.


"Siapa namamu ?" Tanya Xia Xinxin.


"Jing Yi. " Jawab pelayan muda itu.


"Ha ha ha, aku baru saja lulus dari sekolah menengah atas dua tahun lalu, Nona. Banyak orang mengatakan bahwa aku tampak tua tapi Nona mengatakan yang sebaliknya. " Ucap Jing Yi dengan senyumnya yang tulus.


"Apakah kamu sedang kuliah ?" Tanya Xia Xinxin.


Jing Yi tetap tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan ringan.


"Adikku sakit, aku tidak bisa kuliah jika tidak maka biaya pengobatannya tidak akan cukup. " Jawab Jing Yi.


"Jika kamu memiliki kesempatan kuliah, apakah kamu ingin kuliah ?" Tanya Xia Xinxin.


"Di dunia ini, siapa yang tidak menginginkannya ? Tapi aku juga sadar bahwa kuliah atau tidak bukan kunci kesuksesan, bisa bekerja sebagai pelayan di kediaman orang nomor 6 paling kaya di Beijing. Siapa yang tidak bangga dengan hal ini ?" Tanya Jing Yi.


"Ha ha ha, kamu benar benar pandai dalam merayu orang lain. Harus ku akui bahwa kemampuanmu dalam mengatakan hal baik tentang orang lain harus di acungi jempol. " Jawab Xia Xinxin.


"Nona terlalu banyak memujiku. Aku menyadari suatu hal bahkan jika aku tidak berpendidikan secara resmi tapi aku bisa mencari banyak pembelajaran diluar itu. " Balas Jing Yi.


"Hm, apa yang kamu katakan itu benar. Jika kamu kuliah maka jurusan apa yang kamu inginkan ?" Tanya Xia Xinxin.


"Sejak kecil, aku selalu tertarik dengan hubungan antar negara jadi aku akan mengambil jurusan Hubungan Internasional. Dulu, Ayah dan Ibuku juga setuju dan memberiku les untuk berbincang dengan orang lain lebih baik tapi semuanya berubah sekarang. " Jawab Jing Yi tersenyum agak miris.


"Hm, sayang sekali kalau begitu. Tapi terima kasih banyak atas makanannya, sekarang makanan yang aku pesan seharusnya sudah tiba. Kamu harus segera turun dan melihat apakah sudah tiba atau belum. " Ucap Xia Xinxin.


"Baik Nona, kamu sangat rendah hati. Selama ini banyak yang mengatakan bahwa impianku tidak realistis, aku berasal dari keluarga miskin bagaimana mungkin bisa menjadi seseorang yang sukses apalagi mewakili negara untuk berbincang dengan negara lain, tapi Nona tidak sekalipun merendahkan cita citaku. " Balas Jing Yi dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


Xia Xinxin langsung berdiri dan memeluk Jing Yi dengan erat untuk memberikan anak itu dukungan, usianya saat ini paling baru saja 20 tahun dan tentu saja ini adalah pilihan yang berat baginya.


Xia Xinxin mengetahui hal ini dengan jelas , cita cita seseorang adalah hal yang tidak bisa ditahan apalagi dilarang, tidak perduli apa layar belakangnya.


"Jing Yi, dengarkan aku. Semua orang yang mengatakan itu kepadamu hanyalah seseorang yang iri padamu. Kamu tidak perlu memperhatikan mereka sementara mereka sendiri tidak akan membuatmu lebih maju melainkan semakin kamu mundur maka akan semakin bahagia mereka. " Ucap Xia Xinxin.


Jing Yi menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa dia paham dengan apa yang ingin di maksud oleh Xia Xinxin.


"Baguslah jika kamu sudah paham maka aku akan lebih tenang. " Ucap Xia Xinxin.


"Hm , aku pamit dulu Nona. Memalukan sekali untuk menangis seperti ini, aku akan turun dan tidak akan menganggu makan Nona lagi. " Ucap Jing Yi.


"Jing Yi, ingat kata kataku. Tidak perduli apa layar belakangmu, selama kamu yakin dan kamu sukai maka kamu harus mengejar cita citamu dengan baik. " Balas Xia Xinxin.


"Hmm, aku pasti akan mengejar cita citaku dengan baik. " Ucap Jing Yi setuju dengan kata kata Xia Xinxin dan berlari turun.


Xia Xinxin menatap dari atas dan menemukan bahwa Jing Yi adalah anak yang rajin dan disiplin, dia juga bekerja dengan baik dan penuh perhatian.


Mungkin juga karena dia memiliki tata bicara yang baik dan sopan sehingga dia memiliki hubungan yang baik dengan semua orang di dalam. keluarga ini.


Xia Xinxin melihat bahwa dia tampak cerdas dan mungkin memang bakatnya untuk berada di Hubungan Internasional maka Xia Xinxin akan membantunya. Kenalannya di sebuah universitas akan membantunya untuk ini.


Dia menekan ponselnya dan tidak lama kemudian di angkat, tidak ada suara sebelum akhirnya terdengar suara wanita.


"Wu Ling, lama tidak bertemu. " Ucap Xia Xinxin.


"Aku mengira kamu sudah mati karena tidak mengabari selama tiga tahun tapi ternyata kamu masih hidup dan tampaknya baik baik saja. " Balas orang di seberang sana.


"Aku memiliki beberapa masalah kesehatan sebelumnya dan hanya bisa terbaring di rumah sakit selama tiga tahun lamanya, ini bukan hal yang mudah. Kamu jangan marah mengenai hal ini, aku membutuhkan bantuanmu. " Ucap Xia Xinxin.


"Bantuan apa yang kamu inginkan ?" Tanya Wu Ling.


Wu Ling ini adalah orang yang dia kenal ketika kuliah dan sekarang dia adalah pemilik sebuah universitas bergengsi yang ada di Beijing, jika ingin membantu Jing Yi maka bisa melewati temannya ini.


"Kebetulan sekali bahwa aku ingin mendaftar. " Ucap Xia Xinxin.


"Kamu ingin mengambil gelar Magister ?" Tanya Wu Ling tampak terkejut dengan kata katanya.


"Tidak, ada kenalanku yang akan kuliah di jurusan Hubungan Internasional. Dia adalah pelayan di rumahku, masih muda hanya saja terhalang biaya. Aku berniat untuk membantunya. " Jawab Xia Xinxin.


"Benar benar majikan yang baik hati, aku bisa mencatat namanya terlebih dahulu dan daftar akan dibuka bulan depan. Jika kamu mendaftar dari sekarang maka tentu saja bisa terutama itu adalah kamu. Kamu benar benar memilih universitas yang tepat, jurusan Hubungan Internasional kami adalah yang terbaik dan ada banyak lulusan terkenal dari sini. " Balas Wu Ling.


"Namanya Jing Yi. " Ucap Xia Xinxin.


"Jing Yi ? Dua tahun lalu dia mengajukan untuk beasiswa dan berhasil diterima hanya saja pada akhirnya dia mengundurkan diri. Karena beasiswa kami tidak penuh dan hanya bisa sampai biaya pendaftaran dan 4 semester sisanya harus ditanggung sendiri. " Ucap Wu Ling.


"Hm, kalau begitu maka bagus. Itu berarti bahwa dia benar benar memiliki kemampuan yang baik dan dengan begitu maka aku tidak akan menyesal ketika aku membantunya. " Ucap Xia Xinxin.


"Kamu benar benar bagus sekali, anak ini memiliki kecerdasan dan bakat alami hanya saja terhalang oleh biaya. Aku melihat bahwa nilainya dari kelas sepuluh sampai dua belas, rata rata nya tidak ada satupun yang berada dibawah 90." Ucap Wu Ling.


"Anak ini sangat pintar, sayang sekali bahwa dia harus terhambat sejenak tapi tidak masalah karena aku akan membantunya untuk membiayai semua kuliahnya. Nanti kamu kabarkan saja padaku berapa, aku akan membayarmu secara langsung. " Balas Xia Xinxin.

__ADS_1


__ADS_2