
Huang Lixin menatap putrinya dengan tatapan penuh tanda tanya seolah olah penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh putrinya itu. Belakangan ini, Putrinya telah melakukan banyak hal yang mengejutkan dan banyak berubah, entah bagaimana sejak dia sadar pada saat itu, Huang Lixin menjadi agak curiga padanya.
Bahkan jika mendapatkan guncangan besar juga tidak akan menjadi begitu mengesankan hanya karena satu kali koma. Dia dapat memastikan hal itu karena penyerangan dulu bar bar itu.
"Aku ingin bertanya satu hal, tolong jawab aku dengan jujur. " Ucap Huang Lixin.
Huang Xinxin yang mendengar ini tampak santai dan terus menggambar jimatnya dengan antusias.
"Tanyakan saja, aku pasti akan menjawabnya. " Balas Huang Xinxin.
"Kamu sebenarnya bukan Huang Xinxin, kan? " Tanya Huang Lixin.
Huang Xinxin yang baru saja memegang kuas langsung melepaskan kuasnya dan tampak terpaku untuk beberapa waktu. Dia melihat ke arah Huang Lixin dan pada akhirnya hal ini tidak bisa ditutupi selamanya, hanya saja Huang Xinxin tidak menyangka bahwa akan ketahuan secepat ini.
Jantung Huang Xinxin berdetak dengan cepat, dia ingin berbohong tapi melihat wajah Huang Lixin yang menyedihkan membuatnya tidak tega.
Pada akhirnya, hal ini akan datang juga cepat atau lambat. Seburuk buruknya Huang Lixin yang tidak perhatian pada putrinya pasti juga merasa aneh.
"Benar, memang aku bukan Huang Xinxin , putrimu. " Ucapnya dengan tenang.
Wajah Huang Lixin tampaknya tidak percaya dengan kata kata Huang Xinxin walaupun dia sudah menduga tapi tidak percaya bahwa ini semua benar.
"Lalu, kemana dia? " Tanya Huang Lixin dengan lirih.
__ADS_1
"Dia sudah meninggal, ketika koma itu sebenarnya tabib benar karena dia sudah meninggal tapi aku tidak tahu, aku berasal dari tempat yang sangat jauh dari sini dan memasuki tubuh putrimu pada saat itu. " Jawab Xia Xinxin dengan jujur.
"Kalau begitu..... Bagaimana cara kamu memasuki tubuh putrimu? " Tanya Huang Lixin.
"Entahlah, tapi aku hanya tertidur dan ketika bangun sudah berada di tubuh putrimu. Apakah kamu ingin membunuhku setelah mengetahui hal ini? Aku mengetahui bahwa Huang Xinxin menderita banyak hal selama ini, jadi aku ingin membalaskan dendamnya satu persatu. " Jawab Xia Xinxin.
"Kalau begitu, maka mungkin orang tuamu juga mencarimu. Kamu ingin membantu putriku agar jiwanya tenang di langit sana, itu juga baik. " Ucap Huang Lixin degan agak pahit.
"Mereka mungkin memang akan mencariku tapi pasti tidak akan menemukanku karena disini adalah tempat yang begitu jauh, bahkan aku tidak tahu dimana pastinya. Aku mewarisi banyak ingatan dari putrimu, maafkan aku karena telah menipumu selama ini dan menerima kasih sayang yang seharusnya diterima oleh Huang Xinxin. " Balas Xia Xinxin.
"Lupakan saja, kamu sudah menyelamatkanku sekali sebelumnya. Walaupun kamu berpura pura sebagai putriku tapi kamu tidak menyebabkan kematiannya, itu adalah murni kelalaianku karena tidak mampu menjaganya. " Ucap Huang Lixin tampak kecewa.
"Tuan Huang, apakah aku boleh memanggilmu Ayah seperti sebelumnya ? Kamu benar benar mirip seperti Ayahku, ini sudah berbulan bulan berlalu, aku merindukannya. "Balas Xia Xinxin.
Huang Lixin yang mendengar ini tampak terkejut tapi juga tidak menolak sama sekali, ini bisa dianggap sebagai mengobati luka di hatinya.
"Baiklah, bagus kalau begitu. Aku akan mendirikan papan nama untuknya di samping ibunya dan mendoakannya bersama sama. Terima kasih telah jujur, tapi kamu belum memberi tahu ku siapa namamu ?" Tanya Huang Lixin.
"Namaku Xia Xinxin, aku berusia 23 tahun dan aku memiliki banyak karya yang terkenal sebelumnya, sampai akhirnya aku disini dan aku menunjukkan kepada semua orang bahwa Huang Xinxin bukan orang seperti yang mereka pikirkan. "Jawab Xia Xinxin.
"Nama kalian bahkan sama, ini benar benar jodoh. Tapi, bagaimana dia meninggal ? Apakah karena Racun Sembilan Neraka yang bersarang ditubuhnya ?" Tanya Huang Lixin.
"Ayah mungkin tidak tahu tapi, Tabib Zhang benar benar orang yang telah memberikan racun selama ini dan pada saat ini dia ada di ruangan halaman belakang dengan keluarganya. Dia hanyalah bidak dan aku ingin menggunakannya untuk memancing, pelayan yang aku bawa kemarin juga sama. " Jawab Huang Xinxin.
__ADS_1
"Lalu, apakah ada pergerakan ?" Tanya Huang Lixin dengan khawatir.
"Itu adalah kemarin, ketika para hewan itu menyerang maka itu bukan tanpa peringatan. Itu seharusnya sudah direncanakan sejak lama. " Jawab Huang Xinxin.
"Betapa kejamnya mereka, putriku menderita karena mereka maka aku pasti akan membalas mereka dengan baik. Apakah kamu bersedia untuk memberikan penghormatan terakhir untuk putriku ?" Tanya Huang Lixin.
"Tentu saja, aku sudah lama ingin melakukannya hanya saja terhalang oleh situasi yang tidak memungkinkan ku untuk melakukannya dengan situasi tapi karena Ayah sudah mengetahui semuanya maka aku akan melakukannya dengan terang terangan. " Jawab Huang Xinxin dengan senyum cerahnya.
Dia menyimpan seluruh jimat yang sudah jadi lalu berjalan menuju ruangan Huang Lixin, di bagian dalam ada altar yang bertuliskan nama asli Nyonya Huang, Xiang Lin.
"Istriku, aku tidak mampu menjaga putri kita dengan baik tapi aku pasti akan membalaskan dendamnya dengan baik. " Ucap Huang Lixin.
"Nyonya Huang, kamu pasti sudah bertemu dengan Nona Huang, tolong berkati aku agar aku bisa membalaskan semua dendam ini dengan setimpal. " Balas Huang Xinxin bersujud.
Mereka memberikan tiga kali sujud dan menghidupkan dupa, pada akhirnya mereka akan menjalani babak baru.
"Bagaimana kamu berencana untuk melindungi Jenderal Ming ? Kita tidak memiliki kekuatan militer. " Ucap Huang Lixin.
"Kekuatan militer tidak menjadi masalah yang paling penting adalah keuangan kita, aku berhemat selama ini bukan tanpa alasan. Ketika musim dingin ini maka ada satu tempat yang akan sangat berjaya. " Ucap Huang Xinxin.
"Buah Persik Salju dari Gunung Kunlun ?!" Tanya Huang Lixin dengan terkejut.
"Benar, Buah Persik Salju hanya bisa dipanen di musim dingin dan Gunung Kunlun memiliki ribuan hektare yang ditanami Buah Persik Salju, ketika seperti ini maka mereka pasti akan datang kemari untuk menjualnya. Kita akan mendukung Jenderal Ming. Hanya saja, mungkin ini akan menentang niat Yang Mulia. " Jawab Huang Xinxin.
__ADS_1
"Niat Yang Mulia telah menjadi tidak terkendali, sebelumnya dia selalu berusaha untuk menahan diri tapi tampaknya sekarang sudah tidak bisa lagi, anggap saja bahwa aku membalas budi kepada Jenderal Ming Tua yang sudah menyelamatkanku. " Balas Huang Lixin.
"Ayah mengenal Ayah Ming Yue ?" Tanya Huang Xinxin dengan terkejut.