Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
77. Kematian Xing Yunlai


__ADS_3

"Tentu saja, aku pasti datang. Aku sudah berjanji padamu untuk menyelamatkanmu dari penderitaan, bukan ?" Tanya wanita itu dengan senyum miring.


Topeng wanita itu tampak indah tapi pada saat yang sama memberikan kesan mendominasi, karena hanya bagian mata dan hidung yang tertutupi sementara orang orang bisa melihat dengan jelas gerak bibirnya.


"Benar ! Benar ! Aku telah melakukan apa yang ingin kamu lakukan ! Aku telah mencoba untuk membunuh Wu Weiying tapi tidak berhasil ! Semua ini karena gadis sialan Huang itu !" Teriak Xing Yunlai dengan murka.


Wanita itu tidak buru buru, dia menyibakkan lengan pakaiannya dan melihat bahwa di tangannya ada sebuah tanda, itu adalah tanda bunga kamelia bukan tanda bunga persik seperti yang dikatakan oleh Xiao Zhang.


Ini menunjukkan bahwa mereka orang yang berbeda. Wajah Nyonya Ru itu tidak berubah dan tampak biasa saja ketika mendengar kata kata Xing Yunlai.


"Apakah aku ada menyuruhmu untuk membunuh gadis Huang itu ? Kamu mengatakan bahwa kamu adalah hamba yang setia, tapi sayang sekali kamu bahkan tidak bisa mendengarkan perintah. Itu bukan ciri ciri hamba yang setia. Kamu tahu hal ini ?" Tanya Nyonya Ru itu dengan nada yang lembut dan manis seolah olah dia sedang bertanya pada anak anak hanya saja tiba tiba tubuh Xing Yunlai menjadi gemetar dan merasa takut pada Nyonya Ru ini.


"Ini adalah kesalahanku ! Tolong ampuni nyawaku ! Keluargaku telah memberikan Giok Suci kami , hal ini seharusnya sudah sebanding ! Tolong jangan bunuh aku. " Ucap Xing Yunlai memohon.


"Sayang sekali kalau begitu, kamu tidak melihat sekeliling mu ? Semuanya sudah disiapkan untukmu, jika kamu menolak pemberian dari Tuanmu ini maka hatiku akan sangat sedih. Apakah kamu tega untuk membuat hatiku sedih ?" Tanya Nyonya Ru itu dengan bibir yang agak mengerucut.


Xing Yunlai dengan panik memandang ke kanan dan kiri lalu menyadari bahwa semua orang telah di racuni sehingga di dalam penjara ini hanya tersisa dia dan Nyonya Ru ini.


"Tolong aku ! Tolong aku ! Aku tidak mau mati ! Tolong ampuni aku -" Ucapan Xing Yunlai terputus ketika lehernya dicekik oleh Nyonya Ru ini dan di tekan ke dinding.


"Ini adalah akibat dari anjing yang tidak mampu mendengarkan apa kata Tuannya. " Balas Nyonya Ru dan melempar mayat Xing Yunlai ke tanah. Dia membiarkan pintu terbuka dengan lebar dan tidak lupa untuk meninggalkan sesuatu di sana.

__ADS_1


Itu adalah sebuah liontin Giok yang memiliki lambang 'Huang' di bagian atasnya dan berada di samping tubuh Xing Yunlai.


Nyonya Ru itu berjalan keluar dari penjara dengan sangat santai seolah olah seluruh dunia ini adalah miliknya.


Tidak ada satu orangpun yang melihatnya malam ini seolah olah dia tidak pernah ada disana. Setelah beberapa jam kemudian, hal ini mulai beredar dan mengejutkan semua orang. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah Jiu Rui ditemukan dalam tubuh yang dingin dan berada di ambang kematian karena keracunan.


Banyak orang yang mengeluarkan spekulasi liar sementara Huang Xinxin yang baru saja bangun tidur, terkejut ketika mendengar kata kata ini dari pelayannya. Tidak lama kemudian, ada banyak pengawal yang datang ke kediamannya.


Huang Xinxin dipaksa untuk keluar dan bertemu dengan kepala pengawal Istana, Wang Ye. Pria itu tampak licik dan penuh dengan rencana jahat. Hanya dengan melihat wajahnya saja sudah mampu untuk membuat hati seseorang menjadi tidak bahagia.


"Aku bingung dengan alasan Tuan Wang datang ke kediamanku yang sederhana di pagi pagi seperti ini. " Ucap Huang Xinxin.


"Nona Huang, aku mendengar bahwa kamu adalah orang yang terakhir datang mengunjungi Putra Mahkota dan waktu kepergianmu juga mirip dengan waktu kejadian kematian Xing Yunlai, Kaisar mencurigaimu dan takutnya kamu tidak akan bisa lolos dari ini. " Balas Wang Ye dengan wajah licik.


"Bersalah atau tidak masih belum bisa di pastikan, seseorang yang sudah membunuh tentu saja tidak akan mengakuinya dengan mudah. Hanya saja, Nona Huang, kali ini tindakanmu benar benar ceroboh. Kamu bahkan menjatuhkan papan nama milikmu. " Jawab Wang Ye dan mengeluarkan barang bukti di hadapan Huang Xinxin.


"Apa ?! Aku bahkan memilikinya yang sama disini. " Ucap Huang Xinxin dan mengeluarkan papan nama miliknya.


"Tapi bukti disini sangat kuat, kita bisa meminta Kaisar untuk memutuskan apa yang terjadi disini. " Balas Wang Ye.


"Aku tidak setuju putriku dibawa pergi, dia pasti telah difitnah !" Teriak Huang Lixin dari belakang.

__ADS_1


"Sekarang ayah pembunuh telah keluar, kalian semua lihatlah. Seseorang yang memberi kalian makan ternyata adalah pembunuh !" Teriak Wang Ye sehingga semua orang bisa mendengarnya.


"Wang Ye, kamu sebaiknya berhati hati dalam ucapan. Ada baiknya untuk menjaga kata kata yang sebaiknya tidak di katakan. " Ucap Huang Xinxin dengan ringan sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengar ini.


"Kamu bahkan masih berani untuk mengancamku ! Kamu benar benar berani, aku ingin melihat bagaimana kamu menunjukkan keberanian ini setelah tiba di penjara Istana. " Balas Wang Ye dengan senyum dingin.


"Kalau begitu maka lihat saja, aku juga penasaran dengan permainan yang bisa disiapkan oleh Tuan Wang. " Ucap Huang Xinxin dengan nada menantang. Dia naik ke atas kereta kuda milik Wang Ye dan duduk di atasnya dengan ekspresi tenang.


Dia menatap ke luar untuk memberikan tanda pada Huang Lixin bahwa dia baik baik saja , bahwa dia tidak terluka sama sekali.


Dirinya dibawa ke Istana lalu sesampainya di dalam Istana, dia diseret ke depan dan tangannya di ikat. Semua orang mengatakan bahwa dia adalah seorang pembunuh.


Orang orang mengatakan bahwa Jiu Rui sangat baik padanya, tapi dia meracuni Jiu Rui sebagai balasannya.


Huang Xinxin menghadap Kaisar yang tampaknya memang telah menunggunya dengan sangat semangat, hal itu terlihat dari wajah antusias milik Kaisar ketika melihat bahwa Huang Xinxin telah tiba.


"Bawa dia ke penjara dan interogasi dia !" Perintah Kaisar.


"Bagaimana bisa seperti itu ? Aku bahkan belum mengeluarkan satupun kata kata. Kenapa Kaisar tampak sangat tidak sabar dengan hal ini ?" Tanya Huang Xinxin dengan ringan.


"Hal apa lagi yang bisa di jelaskan olehmu ? Semua orang pada saat ini tahu bahwa kamu adalah pembunuh, kamu membunuh dan merusak hubungan baik antara kedua negara dan juga berusaha untuk meracuni Putra Mahkota. Hal ini adalah hal yang sangat berat hukumannya, kamu tidak mendapatkan hukuman mati langsung saja sudah merupakan kebaikan hati dariku. " Ucap Kaisar.

__ADS_1


"Yang Mulia, apakah sudah cukup berbicara ? Apakah ada bukti pasti bahwa aku yang membunuh ? Apakah ada saksi mata bahwa aku pergi ke Penjara Istana ? Apakah ada saksi yang mengatakan bahwa aku sengaja membunuh dan meracuni Putra Mahkota ?" Tanya Huang Xinxin dengan tegas.


"Apakah perlu bukti lagi ? Kamu sudah meracuni semua orang sehingga tidak ada satupun yang sadar semalam, hanya kamu satu satunya orang yang masuk ke Istana tengah malam. Tapi sayang sekali bahwa ku tidak sengaja menjatuhkan tanda pengenalmu, kamu pasti tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi bahkan setelah kamu melakukan begitu banyak rencana yang mendalam. " Jawab Kaisar tampak sangat yakin.


__ADS_2