Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
31. Flu


__ADS_3

Ketika sampai di Istana, Kaisar langsung mendapatkan kabar bahwa Putra kesayangannya telah sakit flu dan ini membuatnya khawatir.


"Kenapa dia bisa terkena flu ? Bukankah aku sudah menyuruh orang untuk menyiapkan mantel terbaik untuknya ?!" Tanya Kaisar dengan kesal.


"Begini..... Yang Mulia, hamba ini mendengar bahwa Putra Mahkota datang ke Kediaman Bangsawan Huang dan memberikan mantelnya kepada Nona Huang. " Jawab kasim dengan ragu ragu.


Kaisar yang mendengar ini menaikkan salah satu alisnya dengan bingung, bukankah putranya ini terlalu cepat berubah ? Sebelumnya dia yang mengatakan sendiri bahwa dia tidak suka dengan Huang Xinxin tapi pada akhirnya masih tidak bisa melepaskan Huang Xinxin.


"Aku akan melihatnya. " Ucap Kaisar.


Kaisar pergi menuju Istana Timur dan menerima kondisi Jiu Rui yang menyedihkan , dia mengalami demam tinggi dan tampak dikompres dengan air hangat.


"Ayahanda, maaf jika aku tidak bisa bangkit untuk menyambutmu. " Ucap Jiu Rui dengan gemetar.


"Tidak apa apa, kamu berbaring saja. " Ucap Kaisar dan melihat kondisi putranya yang berbaring dengan kain di kepalanya.


Ada dua tabib Istana yang datang untuk menangani kondisi Jiu Rui pada saat ini, benar benar tidak menduga bahwa dirinya akan menderita seperti ini hanya karena bermain salju.


Kaisar mengamati putranya yang sedang dalam kondisi sekarat ini, benar benar seperti tidak memiliki harapan hidup lagi.


Betapa menyedihkan nya, tapi siapa suruh untuk tidak menggunakan mantel bahkan ketika sudah disuruh ?


"Ehm, aku mendengar bahwa kamu tidak menggunakan mantel yang telah aku siapkan. " Ucap Kaisar.


Jiu Rui yang mendengar ini tiba tiba merasa malu dan tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya.


"Aku melihat bahwa Nona Huang bermain di halamannya dengan pakaian yang tipis jadi aku membiarkannya untuk menggunakannya. Dia menawarkan untuk mengembalikan, tapi bukankah aku tidak pernah mengambil sesuatu yang telah aku berikan ?" Tanya Jiu Rui.


"Huft, kamu mengatakan bahwa kamu tidak menyukai Nona Huang itu tapi kamu masih datang ke tempatnya terus bahkan memberikan mantelmu. Apakah kamu benar benar tidak menyukainya atau kamu telah berubah pikiran ?" Tanya Kaisar.

__ADS_1


"Tidak, tidak, tidak, aku dan dia hanya berteman saja. Hanya saja aku berpikir bahwa jika tidak ada dia maka di sekitarku akan sepi, setelah dia berubah, aku merasa agak hampa. " Jawab Jiu Rui.


"Bukankah secara tidak langsung, kamu menginginkan dia berada di sisimu ?" Tanya Kaisar tidak habis pikir dengan cara berpikir putra kesayangannya ini.


"Entahlah, intinya aku tidak bisa jika tidak ada dia. " Jawab Jiu Rui ikut bingung juga.


Dia sendiri bingung dengan perasaan yang dia miliki untuk Huang Xinxin, hanya sehari saja tidak melihat atau mendengar kabar gadis itu maka akan membuatnya merasa khawatir.


Apakah dia benar benar telah jatuh cinta pada Huang Xinxin ? Tapi dengan hubungan mereka saat ini maka akan sangat canggung jika menyimpan perasaan ini.


Huang Xinxin juga terlihat tidak terlalu peduli dengan perasaan pribadi lagi dan sibuk untuk mencari orang yang berada dibalik semua ini.


"Sepupumu, Yue Qingyue telah datang ke Istana setelah mendengar bahwa kamu sakit. Dia adalah putri dari adikku, jika kamu tertarik maka kamu bisa menikah dengannya. " Ucap Kaisar.


Jika sepupu dari pihak ibu maka diperbolehkan untuk menikah berbeda jika dari pihak ayah.


"Tapi, usia Ayah mungkin tidak akan lama lagi terutama ketika Ayah sudah tua. Sudah saatnya untuk digantikan olehmu. Dibandingkan adik adikmu, tidak ada yang lebih cakap darimu. " Ucap Kaisar.


"Adik keempat termasuk cakap, tahun depan dia akan lulus dari Akademi Kekaisaran dan dia akan pergi ke barat laut untuk berjaga di perbatasan. " Balas Jiu Rui.


"Benar, tapi kamu tetap satu satunya putraku yang aku banggakan. Jika kamu sudah memutuskan untuk bersama dengan Nona Huang maka aku pasti akan memberikan titah perjodohan lagi padanya. " Ucap Kaisar.


"Tidak, pada saat ini dia masih memiliki hal yang lebih penting pada dirinya. Aku akan menghormati segala keputusannya. " Ucap Jiu Rui sambil menatap Ayahnya.


Tampaknya, alur cerita ini telah sepenuhnya berubah, Jiu Rui yang seharusnya tanpa ampun berubah menjadi penuh perhatian terhadap Huang Xinxin.


Ini benar benar tidak sesuai dengan alur cerita yang telah dituliskan, ska bahkan rela sakit untuk Huang Xinxin.


Hanya saja, Huang Xinxin tidak pernah tahu rasa apa yang sebenarnya disimpan oleh Jiu Rui untuknya.

__ADS_1


Jiu Rui juga masih bingung dengan perasaan apa yang disimpannya untuk Huang Xinxin. Pada saat ini, masih sulit untuk menentukan apakah mereka bisa bersama ke depannya.


Terutama Huang Xinxin telah banyak berubah dan juga dia sudah dewasa, dia mungkin tidak ingin seorang pria yang lebih muda darinya.


Hal ini akan kembali lagi perjuangan yang bisa diberikan oleh Jiu Rui untuknya. Kaisar melihat bahwa putranya merasa ragu dengan perasaannya sendiri dan memutuskan untuk tidak memaksa putranya untuk saat ini.


"Sebaiknya kamu putuskan dengan cepat, kamu sudah akan menginjak 17 tahun bulan depan dan kamu akan mulai sibuk. Kamu tidak akan memiliki banyak waktu untuk bertemu dengannya. " Ucap Kaisar memperingatkan Putranya.


"Terimakasih atas perhatian Ayahanda, maaf jika aku tidak bisa mengantarmu sampai ke depan. " Sesal Jiu Rui yang masih terbaring lemah.


"Lupakan, kamu bisa melupakan tata krama untuk saat ini. Kamu harus cepat pulih, karena besok adalah perjamuan musim dingin. " Ucap Kaisar.


"Aku sepertinya tidak bisa mengikuti Perjamuan Musim Dingin. " Balas Jiu Rui.


Kaisar tidak menjawab dan hanya melirik putranya sebelum akhirnya pergi dan bertemu dengan seorang gadis muda yang menggunakan perhiasan mewah.


"Qingyue memberi hormat kepada Paman. " Ucap gadis itu dengan suara yang manja.


"Lihatlah kakak sepupumu di dalam. " Ucap Kaisar sebelum akhirnya pergi dari sana.


Gadis itu adalah sepupu Jiu Rui, Yue Qingyue yang menggunakan pakaian mewah dan juga membawa nampan berisi sup ginseng.


"Mohon maaf Nona Yue, tapi dengan kondisi Putra Mahkota saat ini, masih belum boleh meminum sup ginseng. " Ucap Tabib Istana.


"Atas dasar apa kamu mengatakan hal ini ? Aku mendengar dari orang orang bahwa orang yang terkena flu akan langsung sembuh karena meminum Sup Ginseng. Jangan jangan kalian bersekongkol agar Putra Mahkota tidak bisa sembuh dengan cepat ?!" Tuduh Yue Qingyue dengan sembrono.


"Nona Yue, kami telah berlatih selama puluhan tahun dan dalam kondisi Putra Mahkota saat ini masih belum boleh meminum Sup Ginseng karena obat yang kami berikan sebelumnya. "


"Qingyue , jangan membuat keributan disini. Apakah kamu ingin aku sakit lebih parah ?" Tanya Jiu Rui dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2