
"Qian Ming.... kamu menghilang sejak kamu mengambil rintangan petir, kenapa kamu bisa ada disini ?" Tanya Guru Wei.
Guru Wei memandangnya dengan penuh kasih sayang layaknya melihat putrinya sendiri, Huang Xinxin sebenarnya tidak tega untuk menipunya tapi tidak ada salahnya. Guru Wei pasti akan lebih sedih jika mengetahui bahwa Wei Qian Ming gagal dalam ujian petirnya.
"Guru, murid ini tidak berbakti. Tapi, aku jatuh cinta pada seseorang disini dan berniat untuk tinggal disini selamanya. Guru, jika kamu memaksa untuk masuk maka aku tidak memiliki pilihan. " Ucap Huang Xinxin dengan tegas dan berlutut di hadapan Guru Wei.
"Kamu telah di tipu daya oleh mereka ! Kenapa kamu tidak bisa tinggal di hutan tempat tinggal kita ?!" Tanya Guru Wei dengan gundah.
Guru Wei tidak mengetahui alasan mengapa muridnya tiba tiba berubah sangat banyak, sebelumnya Wei Qian Ming adalah orang yang sangat penurut. Apapun yang dikatakan olehnya pasti akan di dengarkan oleh Wei Qian Ming.
Huang Xinxin juga mengetahui ini melalui ingatan yang di tinggalkan oleh Wei Qian Ming, tapi karena itu juga dia mengetahui sebesar apa kasih sayang yang dimiliki oleh Guru Wei untuk Wei Qian Ming.
Karena itulah, Huang Xinxin berani untuk bertaruh dan maju ke hadapan Guru Wei untuk mempertaruhkan hubungan lama mereka sebagaimana dia memutuskan untuk bernegosiasi dengan Xu Liang sebelumnya.
"Guru, murid ini tahu bahwa murid ini bersalah hanya saja murid ini masih memiliki kemampuan untuk melihat yang mana benar dan yang mana salah. Guru juga tahu, jika klan siluman rubah kita bertarung maka tidak ada untungnya bagi kita. Itu hanya akan membuat klan siluman kita menjadi semakin merosot. Murid ini memohon padamu, tolong perhitungkan kembali hubungan baik kita di masa lalu. " Ucap Huang Xinxin berlutut dan memohon.
Guru Wei tampak terkejut dengan tindakannya ini tapi pada akhirnya tidak bisa berkata kata untuk beberapa saat.
"Guru, aku mendengar kalian tiba disini untuk mencari Ratu Siluman. Tapi, disini tidak ada Ratu Siluman sama sekali. " Lanjut Huang Xinxin.
"Bagaimana mungkin? Dengan kristal jiwa yang kita miliki maka Ratu Siluman sudah bisa dipastikan disini. " Ucap Guru Wei dengan bingung.
"Sebelumnya aku bertemu dengan seorang wanita setengah siluman, dia memiliki kemampuan untuk memanipulasi dan memimpin siluman harimau putih untuk menghancurkan Kekaisaran Jiu karena dendam pribadinya. Maksudku adalah jangan sampai dimanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan. Aku, Wei Qian Ming bersedia bersumpah bahwa disini tidak ada Ratu Siluman. " Ucap Huang Xinxin dengan lantang dan jelas.
Guru Wei memikirkan ini dan menatap ke arah perwakilan harimau putih yang baru saja tiba, mereka tampak terluka.
"Apa yang dikatakan oleh Qian Ming benar, wanita itu juga memanfaatkan nama Ratu Siluman untuk memanfaatkan kami ternyata yang ingin di bunuh olehnya adalah Qian Ming. " Ucap Xu Liang.
__ADS_1
Semua orang yang mendengar ini terkejut. Xu Liang memiliki posisi yang tinggi di antara para siluman ini, tentu saja mereka mendengarkan apa yang dikatakan oleh Xu Liang.
Hal ini membuat keributan di antara para siluman ini, ada beberapa yang sejak awal tidak ingin bertarung langsung menarik diri dari keributan ini agar tidak tergabung ke dalam keributan ini.
Huang Xinxin menatap Xu Liang dengan tatapan yang rumit, Huang Xinxin berpikir bahwa dia akan memanggilnya dengan sebutan Huang Xinxin.
Sebagaimana dia menyebutkannya sebelumnya dan jika memang begitu maka mungkin akan menjadi sulit untuk menjelaskan dan membuat Guru Wei percaya tapi pada akhirnya, Xu Liang masih bisa bekerja sama di kondisi ini.
"Kalau begitu bagaimana cara memalsukan Kristal Jiwa ini ?" Tanya Guru Wei dengan bingung.
"Jika murid ini tidak salah maka ada tiga helai rambut dari Ratu Siluman yang ditinggalkan di tengah hutan sebagai jiwa hutan, seandainya salah satu telah diambil oleh orang ini maka Kristal Jiwa akan mendeteksi bahwa itu adalah milik Ratu Siluman. " Jawab Huang Xinxin.
Guru Wei memikirkan ini dan merasa bahwa itu benar benar masuk akal, mereka merasa bahwa mereka telah ditipu oleh seseorang ini.
"Kalau begitu, kamu mengatakan bahwa dia adalah seorang setengah siluman. Maka siluman mana yang memberi kekuatan padanya ?" Tanya Guru Wei.
Ketua Siluman Ular Mata Tiga tidak ingin di salahkan tapi memang ada wanita yang datang ke tempat mereka.
"Benar, tujuh tahun yang lalu tepatnya ketika putraku menderita dan hanya bisa disembuhkan oleh separuh jiwa manusia. Gadis itu datang kemari dan mengatakan bahwa dia ingin hidup, tanpa pikir panjang, aku langsung memberikannya setengah jiwa putraku untuk ditukarkan. " Ucap Ketua Siluman Ular Mata Tiga.
"Sekarang semuanya sudah dipecahkan, kita hanya perlu menangkap gadis penipu itu. Jangan sampai kita berada di ambang kehancuran hanya untuk memenuhi dendam pribadi dari penipu itu." Ucap Xu Liang.
Huang Xinxin mengangguk dan menatap ke arah gurunya.
"Qian Ming, apakah kamu yakin akan tinggal disini ? Disini bukan tempat yang aman. " Ucap Guru Wei.
"Qian Ming yakin untuk tinggal disini. " Balas Huang Xinxin.
__ADS_1
Guru Wei tidak memaksa lagi dan menarik para Siluman Rubah untuk mundur dari kekacauan ini bersamaan dengan siluman siluman lainnya, akhirnya Huang Xinxin bisa bertarung dengan lebih nyaman.
Dia menghampiri Xu Liang untuk mengucapkan terima kasih kepada pemuda itu.
"Xu Liang, terima kasih banyak. " Ucap Huang Xinxin.
"Aku tahu, kamu bukan Qian Ming. Aku tidak tahu tentang kenapa kamu bisa sangat mirip dan memiliki tubuhnya hanya saja aku yakin bahwa kamu bukan dia. " Ucap Xu Liang.
"Kalau begitu, kenapa kamu tetap membantuku ?" Tanya Huang Xinxin dengan bingung.
"Tidak apa apa, aku melihat bahwa kamu memiliki hati yang tulus. Kamu bisa menyelamatkan dirimu sendiri kemarin tapi kamu memilih untuk bertarung yang bisa saja mengakibatkan kematianmu. Aku selalu senang pada orang yang tulus, bahkan jika kamu bukan Qian Ming aku juga masih akan mendukungmu. " Ucap Xu Liang.
Huang Xinxin terdiam mendengarkan kata kata Xu Liang dan pada akhirnya tersenyum lalu menepuk bahu Xu Liang.
"Kamu adalah teman baikku. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum manisnya.
"Jaga dirimu baik baik. " Balas Xu Liang sebelum akhirnya membawa siluman harimau putih untuk pergi dari sana.
Sekarang, hanya tersisa pasukan Kerajaan Yu yang menunggu untuk bertarung. Huang Xinxin kembali ke atas benteng bersama dengan Ming Yue.
"Satu musuh telah berkurang. " Ucap Huang Xinxin.
"Kamu begitu hebat. " Balas Ming Yue dengan kagum.
...----------------...
Bonus up like 8 k : 2 / 3
__ADS_1