Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
125. "Ming Yue !"


__ADS_3

Selain Huang Xinxin yang sangat terkejut, ada Jiu Rui yang sangat terkejut dengan kenyataan ini. Dia selalu berniat untuk memberikan kedamaian dengan cara memerangi musuh luar tanpa di sadari bahwa musuh terdekat sekaligus musuh yang paling berbahaya adalah neneknya sendiri.


Orang yang meracuni Huang Xinxin yang dicintainya juga dia, orang yang mengendalikan Xian Mei untuk memenjarakan Huang Xinxin juga dia.


Betapa mengejutkannya, Jiu Rui bahkan hampir tumbang pada saat ini jika saja Zhou Man tidak menopang nya. Dia merasa bahwa kata kata ini terlalu sulit untuk dipercaya.


Dia selalu mengenali neneknya sebagai orang yang paling lembut, perhatian dan hebat. Tapi tidak pernah terlintas di benaknya bahwa semua kekacauan ini dimulai dari neneknya.


"Tidak mungkin ! Kamu pasti berbohong !" Teriak Jiu Rui.


"Wajahmu mirip dengan mendiang Kaisar, tapi mata bunga persik milikmu sudah dipastikan diturunkan oleh Dan Wei Yang. Sebagai seseorang yang pernah dijuluki sebagai Kecantikan Abadi, dia tentu saja memiliki pesonanya tersendiri. " Balas Liu Chang Ming dengan seringaian.


"Aku tidak percaya denganmu. " Ucap Huang Xinxin.


"Apakah percaya atau tidak, kamu akan mengetahui kebenarannya setelah kamu datang ke hadapannya tapi kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk datang ke hadapannya. " Balas Liu Chang Ming.


Mereka mulai bertarung lagi, Ming Yue mangan pedang Liu Chang Ming sementara dia mengulurkan tangannya secepat cahaya dan itu menembus jantung Liu Chang Ming.


Liu Chang Ming tidak langsung tumbang dan terdorong mundur beberapa langkah dan tampak sangat tidak seimbang. Dia terbatuk batuk dan memuntahkan seteguk darah, tapi dia tidak tampak marah atau sedih. Dia hanya menyeringai ke arah mereka.


"Ha ha ha ! Kita semua akan mati hari ini. " Ucap Liu Chang Ming tertawa dengan gila.


"Hati hati, dia akan segera meledakkan diri !" Seru Ming Yue dengan panik.


Huang Xinxin tidak sempat mencerna yang dimaksud dengan meledakkan diri. Ming Yue menyelipkan sesuatu ke tangannya dan memeluknya dengan erat.


Tiba tiba suara ledakan yang sangat besar terdengar dan mereka terlempar ke tempat yang sangat jauh, mereka hampir saja jatuh ke dalam jurang karena ledakan ini.

__ADS_1


Tapi, anehnya Huang Xinxin sama sekali tidak menderita luka sama sekali dan ketika dia melihat bahwa itu adalah Liu Chang Ming yang menggunakan dirinya sebagai peledak.


Sementara Ming Yue melindunginya dari ledakan, setelah semuanya menjadi reda , Huang Xinxin langsung bangkit dan duduk untuk melihat kondisi Ming Yue.


Ming Yue sendiri menderita banyak luka di tubuhnya dan darah mengalir dari seluruh tubuhnya, semuanya berubah menjadi kacau.


"Ming Yue, siapa yang memintamu untuk melindungiku ? Apakah kamu mengira bahwa tubuhmu terbuat dari besi ?!" Tanya Huang Xinxin dengan histeris.


Hal yang dia benci telah terjadi lagi, dimana seseorang yang dia sayangi berkorban untuk melindunginya, sama seperti yang dilakukan oleh Huang Shang Yue.


Ming Yue menatapnya dengan tatapan yang redup, Huang Xinxin mengangkat tubuh Ming Yue ke atas pangkuannya dan melihat tali yang dihiasi dengan giok bertuliskan Yue.


"Cepat, berikan bantuan !" Teriak Huang Xinxin pada orang yang ada diatas.


Beberapa tabib tidak berani untuk turun, selama ini yang turun adalah orang yang memiliki kemampuan bela diri sementara para tabib ini tidak memiliki kemampuan bela diri.


Huang Xinxin melihat ini dan mendengus kesal sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menggendong Ming Yue di punggungnya sebelum akhirnya naik ke atas dengan terseok seok.


"Jangan melakukan upaya yang sia sia, aku mengetahui kondisi tubuhku sendiri dan aku tidak akan bisa sembuh lagi. " Ucap Ming Yue dengan tawa penuh darah.


Huang Xinxin menggelengkan kepalanya dan menolak untuk melihat ini sebagai kenyataan, dia terus menerus menggelengkan kepalanya. Dia tidak percaya bahwa Ming Yue akan mati di hadapannya, bukan seperti ini rencananya !


"Cepat periksa , apakah dia bisa diselamatkan ?!" Bentak Huang Xinxin.


"Maaf, maaf, kami tidak bisa membantu Jenderal Ming. " Ucap para tabib itu.


"Kalian tidak berguna !" Teriak Huang Xinxin dengan murka.

__ADS_1


"Kalian semua mundur dulu, biarkan aku berbicara dengannya. " Ucap Ming Yue terbatuk batuk.


"Ming Yue, aku tidak percaya bahwa kamu akan tega untuk meninggalkanku sendiri disini. Kamu pernah berjanji bahwa kamu akan selalu menemaniku , apakah kamu tidak ingin hidup denganku dan menua bersama ?" Tanya Huang Xinxin berurai air mata.


"Aku ingin , aku sangat ingin sekali untuk menua bersama denganmu. Aku ingin untuk tinggal selamanya bersama denganmu tapi aku pikir, aku tidak bisa menepatinya kali ini. Ketika aku masih kecil, Ibuku mengatakan bahwa dia memberikan giok ini untuk nama ku ketika aku memiliki orang yang aku cintai maka aku harus memberikannya kepada orang itu. Tapi, aku belum sempat memberikannya kepadamu secara langsung sebelumnya. " Ucap Ming Yue tersenyum.


"Aku tidak ingin liontin giok ini, aku ingin dirimu yang menemaniku. Jika kamu pergi meninggalkan ku maka aku akan membencimu selamanya !" Seru Huang Xinxin tidak tahan.


Dia kembali kesini untuk dirinya, Ming Yue. Dia rela untuk tidak kembali ke dunia asalnya dan memilih untuk tinggal disini selamanya dengan Ming Yue.


Tapi, Ming Yue mengatakan bahwa dia akan pergi meninggalkannya pada saat ini. Bagaimana mungkin dia merasa rela dengan hal ini ?


"Xinxin, meskipun aku akan segera pergi tapi aku akan selalu tinggal di dalam ingatanmu. Aku senang bahwa aku mengenalmu, aku sangat bahagia bahwa aku bisa memiliki seorang kekasih sepertimu. Jika ada kehidupan kedua maka aku pasti akan datang dan melamarmu secara pribadi. " Ucap Ming Yue dengan senyum tulusnya.


"Ming Yue...... kenapa kamu begitu kejam ? Kenapa kamu tega untuk meninggalkanku?" Tanya Huang Xinxin menangis tanpa terkendali.


Dia menangis sejadi jadinya dan memeluk Ming Yue dengan erat, jika tidak ada Ming Yue maka dia sudah akan hancur.


Huang Xinxin tiba tiba memunculkan kukunya dan mengarahkan ke lehernya sendiri.


"Jika kamu ingin pergi maka aku akan menuruti permintaanmu dan pergi bersama denganmu. " Ucap Huang Xinxin.


Ming Yue menggunakan tenaga terakhirnya untuk menahan tangan Huang Xinxin.


"Jangan, hiduplah dengan baik dan jaga Ayahmu dengan baik. " Ucap Ming Yue sebelum akhirnya memejamkan mata.


Ming Yue pada akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum tulus yang tergambar jelas di wajahnya. Untuk sejenak Huang Xinxin terdiam dan menatap kosong ke arah Ming Yue.

__ADS_1


Dia merasa bahwa dia seperti telah kehilangan seluruh jiwanya. Dia merasa bahwa dia telah benar benar dihancurkan, dia mengenggam erat erat liontin peninggalan Ming Yue dan menangis sekencang kencangnya.


"Ming Yue !!!" Teriak Huang Xinxin dengan hatinya yang telah hancur menjadi ribuan keping.


__ADS_2