Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
183. Sahabat


__ADS_3

"Jiu Rui.....jika harus memperhitungkan semuanya maka sampai akhir juga tidak akan selesai. Sama seperti kamu mencintaiku, aku juga sama. Apakah aku tidak pernah menyakitimu ? Lalu kenapa kamu masih mencintaiku ?" Tanya Xia Xinxin pada akhirnya memutuskan untuk memanggil nama lama.


Jika tidak maka Jiu Rui tidak akan pernah sadar dengan kenyataan lebih baik tersakiti oleh kenyataan dibandingkan terkikis secara perlahan oleh kebohongan.


Xia Xinxin tidak suka dengan Jiu Rui yang memaksa seperti ini, dia tahu bagaimana Jiu Rui mencintainya tapi sampai kapanpun dia tidak bisa membalas cinta ini.


"Tidak semua hal di dunia ini bisa di perhitungkan dengan baik, salah satunya adalah cinta. Jika kamu mencintai seseorang maka kamu tidak harus mengharapkannya kembali jika tidak maka kamu akan kecewa sama sepertiku, aku mencintai seseorang yang tidak mencintaiku tapi aku mampu menerima kekalahan. " Ucap Xia Xinxin dengan tenang.


"Bagaimana jika aku tidak bersedia untuk menerima kekalahan ? Dia tidak pantas untukmu sementara kamu sendiri pada saat ini sama sekali tidak memiliki pasangan, kenapa aku harus mundur ?!" Tanya Jiu Rui dengan frustrasi.


Keduanya mencapai titik dimana mereka semua kalut dan tidak bisa mengatakan kata kata lagi.


"Pikirkan ini dengan tenang dan jangan terburu buru untuk menjawabnya, kamu sudah dewasa dan memiliki banyak pengalaman. Aku ingin kamu berpikir, di dunia ini berapa banyak yang mencintaimu ? Apakah mereka semua berteriak untuk meminta kamu membalasnya ?" Tanya Xia Xinxin.


Jiu Rui terdiam dan tidak bisa menjawab hal ini lagi, Xia Xinxin tahu bahwa dia sudah mengendalikan Jiu Rui menjadi lebih tenang.


"Kamu mengatakan bahwa dia tidak pantas untukku, tapi apa hakmu untuk menilai orang lain ? Apakah dia tidak pantas hanya karena dia tidak membalas perasaanku ? Bukankah semua orang akan menjadi tidak pantas ? Di tambah lagi, aku tahu bahwa pengorbanan mu besar tapi apakah dia tidak ? Jiu Rui, aku bertanya padamu, bagian mana dari pengorbanannya yang tidak pantas untukku ?!" Tanya Xia Xinxin dengan penuh penekanan.


Jiu Rui tidak bisa menjawab apa apa lagi tapi Xia Xinxin merasa marah, dia maju dan menarik kerah pakaian Jiu Rui sampai sampai wajah mereka menjadi sangat dekat.


"Aku peringatkan kamu, jika kamu ingin menjadi sahabatku maka ini adalah garis paling jauh yang bisa aku berikan padamu jangan sampai melewati garis. Jika tidak maka semuanya akan hancur, aku dan kamu hanya akan menjadi orang asing. Jangan sampai aku mendengar kamu merendahkan dirinya lagi. " Ucap Xia Xinxin dengan dingin.


"Apakah dia sangat berharga di matamu ?" Tanya Jiu Rui.


"Ya, dia sangat berharga atau bahkan lebih berharga dari nyawaku. Dia membuatku bahagia, ketika kamu membuatku sedih. Jiu Rui, di masa lalu aku pernah mengejarmu, mendambakanmu dan memujamu tapi kamu menolak untuk menoleh ke belakang dan membuangku seperti sampah yang tidak berharga. " Jawab Xia Xinxin dengan emosional.


Pada dasarnya, emosi yang dia miliki menyatu dengan milik Huang Xinxin yang asli. Betapa frustrasi nya Huang Xinxin mengejar Jiu Rui, tentu saja dia rasakan juga.


Perasaan mereka sudah menyatu menjadi satu dan semua rasa sakit yang dirasakan oleh Huang Xinxin juga dirasakan oleh Xia Xinxin. Betapa pahitnya pengejaran yang tidak berarti itu, bagaimana dia bisa melupakannya ?

__ADS_1


Di dalam kesadaran Huang Xinxin, selalu ada ketakutan untuk Jiu Rui terutama Xia Xinxin yang sudah membaca keseluruhan ceritanya bagaimana Jiu Rui dengan tega membunuhnya.


Bahkan jika berakhir berbeda, itu semua karena Xia Xinxin datang menggantikan Huang Xinxin yang bodoh dan tidak paham dengan dunia.


Jika Xia Xinxin tidak menggantikan Huang Xinxin maka Huang Xinxin akan berakhir sama dan Jiu Rui masih akan menjadi penjahat kejam yang membuang seluruh cinta yang diberikan oleh Huang Xinxin.


Pada dasarnya orang orang memang seperti itu, seringkali tidak menghargai apa yang mereka miliki justru mendambakan sesuatu yang bukan milik mereka. Hal ini sama sekali tidak aneh karena itu adalah sifat manusia yang paling dasar, manusia tidak pernah puas dengan apa yang mereka miliki dan Jiu Rui juga sama.


Ketika Jiu Rui kehilangan Huang Xinxin baru dia mulai kehilangan cinta yang diberikan. Hal ini tentu saja menyakitkan bagi Huang Xinxin yang asli, tapi tidak bagi Xia Xinxin.


Hanya saja Jiu Rui tidak paham akan hal ini dan terus menerus menganggap bahwa disini hanya dia sendirian yang tersakiti tanpa mengingat bagaimana masa lalu mereka berdua.


Jiu Rui menatapnya dengan tatapan yang memerah. Xia Xinxin tidak tahu dengan apa yang sedang di pikirkan nya hanya saja dia hanya ingin Jiu Rui tahu bahwa disini bukan hanya dirinya yang sakit tapi ada banyak orang yang kesakitan karena hal ini.


Jika karakter Jiu Rui tidak di bentuk oleh Xia Xinxin dalam tubuh Huang Xinxin maka Jiu Rui masih akan menjadi monster pembunuh yang bisa digunakan oleh Wu Ying kapan saja.


Jiu Rui pada dasarnya memiliki kepribadian yang lemah dan mudah untuk di kendalikan oleh orang lain dan Xia Xinxin berharap tinggi setelah dia dilahirkan kembali menjadi Meng Rui ternyata harapan yang diberikan oleh Xia Xinxin terlalu tinggi dan terlalu berat baginya, ini mungkin juga adalah kesalahan Xia Xinxin yang telah terlalu melebih lebihkan kemampuan Jiu Rui.


Xia Xinxin merasa agak kecewa tapi juga tidak bisa memaksa Jiu Rui , bagaimanapun sifatnya bagaimana adalah keputusannya sendiri dan adalah hal yang bisa diubah oleh dirinya sendiri.


Jika dia secara pribadi merasa tidak ada yang salah dengan sifatnya maka tidak akan ada yang bisa memaksanya untuk berubah. Bahkan jika itu adalah Xia Xinxin sendiri.


Xu Man melihat bahwa hal ini adalah hal yang tidak bisa di diamkan , jadi dia datang dan memisahkan mereka berdua.


"Hentikan kalian berdua telah melampaui batas, apakah kalian benar benar akan menjadi musuh dan putus hubungan hanya karena ini ?" Tanya Xu Man.


Semuanya diam dan pada akhirnya Xia Xinxin memutuskan untuk pergi dari sana dan berjalan masuk ke dalam restoran untuk duduk di ruang tunggu dengan perasaan yang campur aduk.


"Aku benar benar kecewa denganmu, aku tidak menyangka bahwa kamu akan begitu terobsesi dan memaksanya untuk menerima dirimu. Sekarang kamu mengatakan bahwa kamu mencintainya ?" Tanya Xu Man yang sejak tadi telah menahan diri.

__ADS_1


"Lalu, haruskah aku tetap diam ketika dia menunggu seseorang yang sudah pasti tidak akan menatap kepadanya ?!" Teriak Meng Rui dengan marah.


"Kamu hanya temannya dan kamu tidak berhak untuk membatasi dirinya, jika kamu benar benar mencintainya maka hal yang ingin kamu lihat darinya adalah ekspresi bahagia bukan kesedihan. " Ucap Xu Man dengan dingin.


Xu Man pada akhirnya berbalik dan siap untuk menyusul Xia Xinxin yang sedang merasa sedih karena hal ini tapi Meng Rui kembali membuka mulutnya.


"Aku melihat bahwa kamu terlalu pengecut sampai sampai kamu bahkan tidak bisa memperjuangkan orang yang kamu cintai. " Ucap Meng Rui tertawa meremehkan.


Xu Man berbalik dan menatap Meng Rui dengan tatapan yang datar dan dingin.


"Orang yang pengecut adalah orang yang tidak berani melepaskan. Kamu berusaha mengekangnya dengan pengorbanan yang telah kamu berikan, apakah kamu pikir itu hebat ? Aku memandangmu dengan hina. " Ucap Xu Man dengan terus terang sebelum akhirnya berjalan masuk dan meninggalkan Meng Rui sendirian.


Xu Man telah berubah banyak, yang awalnya bahkan tidak bisa berpikir dengan baik sekarang menjadi penuh dengan pertimbangan bahkan tahu cara untuk menyenangkan orang lain.


Bisa di anggap bahwa pengajaran yang diberikan oleh Xia Xinxin kepadanya sama sekali tidak gagal dan dia mendengarkan semuanya dengan baik, terutama karena sejak awal dia memang merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk bersanding dengan Xia Xinxin yang begitu sempurna jadi dia tidak berharap banyak.


Asalkan bisa menemani Xia Xinxin di sampingnya dan melihat wanita itu merasa bahagia maka bagi Xu Man, semua itu sudah cukup dan semua perjuangannya selama ini sudah terbayarkan.


Berbanding terbalik dengan Meng Rui, Xu Man sama sekali tidak merasa bahwa Xia Xinxin berhutang kepadanya karena menurutnya, Xia Xinxin tidak memaksanya untuk menemani selama tiga puluh tahun.


Itu adalah dirinya sendiri yang membuat keputusan untuk berdiri berdampingan dengan Xia Xinxin di masa masa kesepian wanita itu dan menemaninya, menjadi satu satunya kekuatan.


Maka itu sudah membuat Xu Man merasa puas dan tidak akan membuatnya mengeluh lagi sedikitpun. Seandainya Meng Rui bisa mengembangkan sebuah pemikiran yang sama dengan Xu Man maka betapa baiknya itu dan dunia ini akan damai tapi Meng Rui berbeda.


Karena dia sudah mengorbankan nyawanya untuk Huang Xinxin maka dia merasa bahwa Huang Xinxin berhutang banyak padanya.


Tapi, bagaimanapun pemikiran setiap orang berbeda dan tidak bisa dibatasi, Xia Xinxin juga tidak bisa memaksa Meng Rui untuk berpikir sebagaimana Xia Xinxin menginginkannya. Dia hanya merasa kecewa karena terasa seolah olah dia kehilangan sahabat karibnya.


Mereka berteman selama bertahun-tahun panjang tapi pada akhirnya harus hancur karena hal kecil ini , tentu saja ini melukai hati Xia Xinxin.

__ADS_1


Ketika Xia Xinxin duduk di kursi tunggu di sebelahnya ada Meng Lin, yang merupakan adik laki laki Meng Rui. Meng Lin sendiri adalah orang yang pendiam tapi nyatanya adalah orang yang dekat dengannya.


Xia Xinxin di kehidupan sebelumnya menganggap bahwa Meng Lin adalah salah satu sahabatnya dimana dia menganggap bahwa Meng Lin adalah sepupu yang paling dekat dengannya. Karena itulah dia merasa bahwa semua orang yang menjadi sepupunya adalah hal yang paling tidak dia pahami dan tidak dia ketahui tapi pada saat ini, satu satunya orang yang dia akui sebagai sepupu adalah Meng Lin karena selain anak laki laki kecil yang kecanduan dengan ponselnya ini maka tidak sepupu lain yang dia kenal dengan dekat.


__ADS_2