Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
143. Pengobatan


__ADS_3

Mungkin juga dikarenakan Huang Shang Yue adalah salah satu orang yang menggunakan nyawanya untuk melindungi Huang Xinxin, dia adalah orang yang mudah untuk berhutang budi pada orang lain. Bagaimana mungkin dia akan bisa melupakan Huang Shang Yue sebagaimana dia tidak akan pernah bisa melupakan Ming Yue.


Sebagaimana Ming Yue berdiri di depannya dan melindunginya dari musuh, dari Kaisar dan dari semua orang yang ingin menyakiti mereka. Semua orang telah dilawan oleh Ming Yue bahkan musuh besar seperti Liu Chang Ming saja sudah dipaksa hingga mati oleh Ming Yue tapi harga yang harus dibayar terlalu besar, itu menggunakan nyawa pemuda itu.


Xia Xinxin tiba tiba terbangun di tengah malam ketika mengingat ini dan dia duduk di tengah kegelapan dengan dada yang bergerak naik turun dan nafas yang tidak stabil. Dia merasa bahwa seluruh bulu kuduk nya berdiri.


Xia Xinxin pada akhirnya melangkahkan kakinya turun dari ranjang dan menapak di lantai yang sedingin es dan mengingat hari hari ketika dia berada di dalam penjara yang lembab dan dingin ketika musim dingin dengan pakaian setipis kertas dan berjalan tanpa alas kaki.


Menunggu bahwa akan ada orang yang menyelamatkannya, bahwa akan ada yang datang menolongnya. Bahwa Ming Yue akan menyelamatkannya dari genggaman Kaisar, siapa yang menyangka bahwa Ming Yue benar benar datang bahkan jika dia terlambat.


Xia Xinxin membuka pintu dan turun ke bawah untuk mengambil minuman, ketika dia melihat ke bawah ternyata lampu di ruang tengah masih hidup.


"Xinxin, kenapa kamu terbangun lagi ? Apakah obat penenang yang diberikan Dokter tidak berpengaruh padamu ?" Tanya Xia Yun.


"Aku bermimpi buruk lagi dan aku terbangun, aku merasa bahwa obat yang diberikan memang tidak terlalu berguna untukku. " Jawab Xia Xinxin dengan jujur.


"Kalau begitu maka kita harus mencari Dokter lagi dan datang kesana untuk melihatnya memutuskan kondisimu saat ini. Ibu tidak tega melihatmu terbangun tiap tengah malam, bahkan sekarang garis hitam di bawah matamu tergambar dengan jelas seolah olah kamu tidak tidur selama dua hari. " Ucap Li Xin dengan cemas.


"Ibu, aku harus datang ke Festival Budaya lusa. Aku tidak ingin melewatkan hal ini. Bagaimanapun Hua Yin datang dari tempat yang jauh. Aku mungkin harus menunda pengobatan ku dan menemaninya terlebih dahulu. " Ucap Xia Xinxin.


"Tapi, kondisimu adalah yang terbaik. Bagaimanapun itu lusa, kamu bisa menggunakan waktumu besok dan datang ke Dokter. Jangan sampai menunda pengobatan ku hanya untuk sebuah Festival. " Balas Xia Yun.


"Ayah, ini berbeda. Festival ini adalah Festival yang sangat ingin sekali aku ikuti dan aku lihat. Mungkin saja saat aku senang dan berinteraksi dengan dunia luar maka kondisiku akan menjadi semakin baik. " Ucap Xia Xinxin.


"Baiklah, kalau begitu maka kamu harus memeriksakan kondisimu terlebih dahulu. Jika Dokter mengatakan bahwa kamu boleh pergi maka kamu akan boleh pergi tapi jika Dokter bilang tidak boleh maka kamu tidak boleh pergi. Apakah kamu setuju ?" Tanya Li Xin.

__ADS_1


"Aku setuju. " Jawab Xia Xinxin.


Dia percaya dengan Dokternya, pasti akan mengizinkannya untuk melakukan aktivitas di luar ruangan untuk membuat kondisi mentalnya menjadi lebih stabil.


Xia Xinxin kembali ke kamarnya setelah minum dan tidak tidur sampai pagi hari tiba. Setelah pagi hari tiba, dia langsung menyiapkan dirinya sendiri untuk pergi ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan lagi.


Pagi pagi sekali dia sudah turun dengan kaos berwarna putih dengan rok di atas lutut berwarna kotak kotak, dengan begitu maka dia tampak manis.


Dia bahkan tidak perlu menambahkan hiasan lain untuk membuatnya tampak lebih cantik. Setelah ini dia mengikat rambutnya dengan asal asalan yang menunjukkan pesona dari dirinya.


Siapapun yang melihat dirinya sudah bisa dipastikan pasti akan terpesona dengan penampilannya. Dia turun ke bawah dan melihat bahwa sekarang baru pukul tujuh pagi, tidak biasanya dia bangun sebelum pukul tujuh.


Dia sekarang pukul tujuh dan sudah mandi dan berdandan untuk mencari pakaian yang cocok dengan dirinya. Semuanya sudah siap dan dia hanya perlu makan.


Dia melihat bahwa makanan sudah disajikan dan tidak lama kemudian kedua orang tuanya datang untuk makan dan mereka sangat terkejut ketika melihat bahwa putri mereka sudah bangun dan berpakaian dengan rapih karena ini adalah hal yang sangat jarang terjadi sekali di dalam rumah mereka.


Setelah mereka semua siap, mereka pergi ke rumah sakit untuk mencari Dokter yang merawat Xia Xinxin. Berhubung tidak banyak orang maka mereka langsung dipanggil untuk bertemu dengan Dokter.


"Selamat datang, apakah ada yang bisa aku bantu ?" Tanya Dokter Wei.


"Dokter, putriku ini masih menderita setiap malam karena mimpi buruk. Apakah benar benar tidak ada cara baginya agar bisa tidur dengan nyenyak ?" Tanya Li Xin dengan cemas.


"Nyonya Xia, setiap proses penyembuhan membutuhkan waktu. Selama Nona Xia belum sepenuhnya terganggu dan mengkonsumsi obatnya dengan rajin dan rutin disertai dengan gaya hidup yang sehat, maka dia pasti akan kembali. " Jawab Dokter Wei.


"Dokter, aku memang agak terganggu dalam tidur tapi aku masih bisa tidur beberapa jam. Dokter, kebetulan sekali bahwa lusa aku harus pergi ke sebuah Festival Budaya yang diadakan di pusat kota. Aku tidak tahu apakah aku diperbolehkan untuk pergi atau tidak ?" Tanya Xia Xinxin dengan harap harap cemas.

__ADS_1


Dia berharap bahwa Dokter Wei mengatakan bahwa dia diperbolehkan untuk pergi dengan begitu maka orang tuanya tidak akan terlalu banyak memprotes dengan hal ini.


"Aku mengerti dengan hal ini, melihat dari kondisi Nona Xia yang sudah lama tidak berinteraksi maka pergi ke sebuah Festival Budaya tentu saja bisa membantu mempercepat pemulihan mu. Kamu memiliki ketertarikan untuk berjalan jalan merupakan hal yang sangat baik tapi jangan paksakan dirimu jika misalnya kamu sudah tidak tahan untuk berdiri atau sudah merasa lelah. " Ucap Dokter Wei.


"Terima kasih banyak Dokter Wei, ini sangat membantuku. " Balas Xia Xinxin terkekeh.


"Tapi dengan satu syarat kamu baru boleh pergi, yaitu kamu harus pergi dengan seseorang yang kamu percaya dan memahami kondisimu dengan begitu maka kamu baru bisa aman. Jika kamu pergi sendirian maka aku sama sekali tidak menyarankan. " Ucap Dokter Wei dengan serius yang sempat membuat Xia Xinxin merasa cemas tapi tidak jadi setelah mendengar kata kata Dokter Wei.


"Tenang saja, aku pergi dengan seorang sahabat yang tumbuh bersama denganku sejak kecil. Dia adalah orang yang paling memahamiku selain keluargaku, aku akan baik baik saja dan aman dengannya. Jadi, kegiatan apalagi yang harus aku lakukan untuk menenangkan pikiranku ?" Tanya Xia Xinxin.


"Aku menyarankan kamu untuk berolahraga dan melakukan meditasi dengan begitu maka kamu akan menghabiskan lebih banyak tenaga dan ketika tidur maka akan membantumu untuk lebih mudah terlelap. Selain itu, kamu juga bisa meyakinkan dirimu sendiri dengan memikirkan hal indah sebelum tidur. Dengan begitu maka kamu akan merasa lebih aman ketika tidur. " Jawab Dokter Wei.


"Aku mengerti, terima kasih banyak Dokter Wei. Kami pamit terlebih dahulu. " Ucap Xia Xinxin.


"Terima kasih atas bantuannya, Dokter Wei. " Balas Xia Yun.


"Tenang saja, ini sudah menjadi tugasku. " Ucap Dokter Wei dengan senyum tulus.


Mereka sekeluarga kembali ke mobil dan mendiskusikan kegiatan Xia Xinxin besok hari.


"Pukul berapa Festival budaya itu akan dimulai ?" Tanya Li Xin.


"Aku mendengar dari Hua Yin bahwa Festival Budaya itu akan dimulai pukul 10 sampai pukul 5 sore. Kami mungkin akan tiba disana saat makan siang. " Jawab Xia Xinxin.


"Lebih baik makan siang dulu dirumah lebih awal jadi kamu tidak jajan sembarang selain itu kamu juga harus pulang sebelum pukul tiga sore dan harus beristirahat. Jika kamu sulit untuk membicarakannya maka aku akan mengatakan ini kepada Hua Yin secara langsung. " Ucap Li Xin dengan tegas.

__ADS_1


"Tenang saja, aku akan mengatakan ini kepada Hua Yin. Jangan menakutinya seperti itu, lagipula kami hanya akan melihat Festival bukan pergi ke luar kota. " Balas Xia Xinxin dengan santai.


__ADS_2