Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
58. Undangan Wu Ying


__ADS_3

Huang Xinxin mendatangi Aula Shuiyun dan mendapatkan kabar bahwa dia telah diundang oleh Wu Ying pagi ini, kebetulan sekali seolah olah tahu bahwa dia akan datang ke Aula Shuiyun pagi ini.


Dia datang untuk menyerahkan lukisannya. Kebetulan sekali bahwa dia bisa mengetahui undangan yang akan diberikan ini padanya.


Upacara kedewasaan Jiu Rui hanya akan tersisa waktu 1 minggu lagi sementara acara makan ini diadakan dalam waktu dua hari ke depan..


Huang Xinxin menerima undangan ini dan melihat dengan jelas bagaimana Wu Ying ini tampaknya mengadakan pesta.


Jika melihat di undangan maka ini adalah pesta ulang tahun. Huang Xinxin datang ke Aula Shuiyun untuk memberikan lukisan miliknya sendiri.


"Tampaknya, Nona Xia benar benar mengikuti perkembangan sosial yang ada di sekitar kita. " Ucap Tuan Liu.


"Tuan Liu terlalu menyanjung, aku hanya mendengar aksi heroik dari Nona muda Keluarga Huang dan merasa kagum akan tindakan beraninya. Aku tidak bisa melakukan banyak hal dan hanya bisa berkutat dengan kuas milikku. " Balas Huang Xinxin dengan tawa ringan.


"Nona Xia benar benar terlalu rendah hati, lukisan ini pasti bisa terjual dengan mahal. Kali ini, peringkat Nona Xia telah naik ke nomor 12 . Ini adalah perkembangan yang sangat pesat untuk waktu belum mencapai satu tahun. " Ucap Tuan Liu.


"Aku pikir, aku akan mencapai 10 besar bulan depan. " Balas Huang Xinxin bercanda.


"Hal ini bukan hal yang tidak mungkin, kebanyakan pelukis lain sudah pensiun dan hanya menetap di bagian atas peringkat tapi Nona Xia masih aktif dan memberikan setiap lukisan dengan teratur maka pasti akan menimbulkan dan meningkatkan minat orang orang. " Ucap Tuan Liu.


"Tapi, ke depannya aku akan menjadi jarang untuk memberikan lukisan paling dua minggu sekali. Semakin langka suatu benda maka semakin tinggi tingkat permintaan. " Balas Huang Xinxin sebelum akhirnya pergi dari sana.


Dia melihat kembali undangan yang tertulis dengan namanya itu, dia merasa agak cemas dan takut.


Ini adalah pesta ulang tahun, maka pasti akan ada banyak orang yang datang ke acara ini, kenapa di cerita aslinya tidak disebutkan bahwa ulang tahun dari Wu Ying berdekatan dengan Jiu Rui ? Apakah sangat banyak yang berubah ?

__ADS_1


Huang Xinxin juga mulai mencurigai Wu Ying, entah bagaimana Wu Ying ini selalu muncul di saat saat yang krusial seolah olah dia tahu sesuatu dan mencoba untuk menutupinya.


Terutama ketika masalah hewan buas kemarin, dia benar benar tidak di serang oleh orang bar bar sama sekali.


Hanya saja, di cerita, tidak ada kaitan sama sekali antara Wu Ying dan orang bar bar atau Kerajaan lainnya.


Wu Ying justru orang yang sangat setia pada Kekaisaran ini, apakah sifat dasar juga bisa berubah ?


Hanya saja ada yang aneh, ketiga dia membaca tiga buku itu berturut turut, sampai akhirnya Wu Ying dan Jiu Rui memiliki putri, itu masih belum menjelaskan sama sekali asal usul dari orang tua Wu Ying.


Bahkan karakter kecil sekalipun asal usulnya telah dijelaskan sementara dia yang merupakan karakter utama justru tidak memiliki asal usul sama sekali.


Bukankah hal ini benar benar mencurigakan ? Jika dipikirkan kembali maka hal ini benar benar aneh dan tidak bisa dipikirkan dengan akal sehat.


Jika tidak maka dia mungkin akan kalah selangkah dari musuhnya, hanya saja entah kenapa dia merasa bahwa ada sesuatu yang dia lewatkan dan ada sesuatu yang telah dia lupakan dari bagian cerita yang telah dibaca olehnya.


Entah bagian apa yang telah dilupakan olehnya ini, kenapa ingatan ini benar benar hilang ketika saat dibutuhkan ? Huang Xinxin tiba tiba merasa cemas tanpa alasan dimana dia hampir tidak bisa berpikir sama sekali.


Bagaimana jika ternyata selama ini Huang Xinxin yang asli hanya dijebak dan penjahat sesungguhnya adalah Wu Ying ? Benar juga, pada saat ini dikatakan bahwa buku keempat sedang ditulis oleh penulisnya.


Sampai saat ini alurnya masih belum lengkap, perasaannya berubah menjadi cemas dan dia kembali ke rumah secepatnya lalu melihat Ayahnya berdiri di depan sembari memegang secarik kertas.


"Xinxin, Nona Wu dari Kediaman Bangsawan Wu mengundang kita untuk datang ke acara ulang tahunnya. Bagaimana menurutmu ? Apakah akan datang atau tidak ?" Tanya Huang Lixin.


Mendengar ini membuat Huang Xinxin merasa merinding di seluruh bulu kuduk nya dan ketakutannya telah berubah menjadi kenyataan.

__ADS_1


Dimana dua karakter yang dia perankan harus datang bersama sama, lalu apa yang harus dia lakukan ?


Huang Xinxin memikirkan ini sejenak dan merasa bahwa tubuhnya membeku untuk sejenak, dia tidak bisa berkata kata untuk hal ini.


"Kita akan datang ayah, jangan sampai mengecewakan Nona Wu yang sudah mengundang kita. Aku mendengar bahwa dia memiliki bakat yang tidak tertandingi dan wajah yang luar biasa menawan. " Ucap Huang Xinxin.


"Hm, tapi dibandingkan dengan putri Ayah maka dia tidak ada apa apanya. Untuk apa cantik dan berbakat jika tidak mampu menghentikan peperangan ?" Tanya Huang Lixin sambil mengelus kepalanya.


Huang Xinxin tertawa ringan tapi di dalam hati dia merasa cemas akan hal ini, siapa yang harus dia batalkan.


Antara Huang Xinxin atau Xia Mei, salah satu identitas itu pasti datang tapi jika salah satu datang maka pasti akan menyebabkan kecurigaan.


Lalu, yang lain adalah Huang Xinxin telah mengatakan pada Ayahnya bahwa mereka akan pergi sementara sebagai Xia Mei, dia sudah berjanji bahwa akan datang.


Maka dari itu, mereka berdua harus datang atau mereka berdua harus tidak datang. Tapi, satu satunya cara untuk menghilangkan kecurigaan adalah keduanya harus datang.


Hanya saja karena mereka satu orang maka dari itu harus mencari orang lain yang mampu untuk menggantikan dirinya sebagai Xia Mei, hanya saja dibawah langit yang luas ini, siapa yang mampu untuk dipercayai nya tugas yang begitu penting ini ? Huang Xinxin merasa bahwa kepalanya berubah menjadi sakit.


Dia mungkin perlu bantuan Ming Yue pada saat ini hanya saja pada saat yang sama, dia tidak percaya dengan Ming Yue sepenuhnya.


"Xinxin, apakah ada yang salah denganmu ? Kamu menjadi pendiam setelah keluar kali ini. " Ucap Huang Lixin.


"Tidak ada apa apa , Ayah. Aku tadi berjalan keluar untuk mencari angin segar dengan cara menutup kepalaku dengan jubah agar tidak ada yang mengenaliku. " Balas Huang Xinxin.


"Hm, itu bagus juga. Pada saat ini seluruh orang penasaran padamu, pasti tidak akan nyaman bagimu untuk berjalan jalan dengan santai. "

__ADS_1


__ADS_2