Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
41. Interogasi Xing Yunlai


__ADS_3

Halo semuanya, pesan sedikit ya, terimakasih banyak untuk yang sudah mengikuti perkembangan novel PENDEKAR PELUKIS ABADI, author pasti akan berusaha untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Oh iya, author akan mengadakan challenge lagi, yaitu sama seperti sebelumnya.


Kalau likenya sudah mencapai 2,2 k maka author akan up 3 chapter


kalau likenya sudah mencapai 2,8 k maka author akan up 3 chapter juga


Jangan lupa like, komen dan vote ya !!!


...----------------...


Ming Yue tampaknya sedang dalam kondisi suasana hati yang buruk setelah mengetahui bahwa Huang Xinxin terluka karena dua racun. Dia tahu bahwa gadis itu sudah berulang kali menegaskan bahwa dia berbeda dengan Wang Ziqi.


Hanya saja, entah bagaimana, dia masih merasakan ingin melindungi gadis itu sebagaimana dia gagal melindungi Wang Ziqi.


"Tuan, pada saat ini Kaisar, Permaisuri dan Selir Kerajaan lainnya baik baik saja, anda bisa tenang. " Ucap Yue Zhang, Wakil Jenderal.


Ming Yue tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya, dia tampak tidak senang dengan laporan yang diberikan oleh Yue Zhang.


Yue Zhang sendiri mengerti dengan perasaan Ming Yue karena telah mengikuti selama 10 tahun lebih, mereka bahkan berteman ketika masih muda, bagaimana mungkin tidak saling memahami satu sama lain.


"Aku mendengar aksi heroik dari Nona Huang, bagaimana dengan kondisinya saat ini ?" Tanya Yue Zhang.


"Buruk." Jawab Ming Yue.


"Buruk ? Apa maksudnya itu ? Bukankah dia tidak menderita luka dalam ?" Tanya Yue Zhang dengan bingung.


"Bisakah kamu tidak bertanya terlalu banyak ?" Tanya Ming Yue dengan dingin.


"Aku hanya penasaran, kamu berjalan menuju penjara apakah ingin mencari Xing Yunlai ?" Tanya Yue Zhang lagi.


Yue Zhang berusaha menyusul langkah Ming Yue yang lebar, ringan dan cepat.


"Hm." Jawab Ming Yue.


"Apakah kamu akan membunuhnya ?" Tanya Yue Zhang.


Ming Yue berhenti yang membuat Yue Zhang berhenti mendadak dan menabrak punggung Ming Yue.


"Aduhhhh ! Bisakah kamu tidak berhenti tiba tiba ?!" Protes Yue Zhang dengan kesal sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


"Bisakah kamu berhenti bertanya layaknya anak berusia 5 tahun ?" Tanya Ming Yue sebelum akhirnya kembali berjalan.


"Kamu tampaknya sedang dalam suasana hati yang buruk, kamu tidak bisa membunuh dan melampiaskan hal ini pada Xing Yunlai pada saat ini. " Jawab Yue Zhang dengan buru buru.


"Selama dia bisa bekerja sama maka aku pasti akan mengampuni nyawa rendahannya. " Balas Ming Yue dan turun ke penjara bawah tanah.


Yue Zhang juga ikut turun ke penjara yang gelap gulita itu, tampak sangat mengerikan bagi seseorang untuk masuk dan mendengarkan ratapan orang orang belum lagi dengan udara yang lembab dan banyak serangga.


Tapi, bagi dua orang yang sudah berpengalaman seperti mereka, bagaimana mungkin hal ini masih menjadi masalah ?


Terutama Ming Yue yang sudah menjadi Jenderal Muda sejak usia 15 tahun, ketika orang orang seusianya masih bermain bersama teman, dia sudah pergi untuk membunuh orang.


Ketika berusia 17 tahun, Ming Yue menggantikan posisi Ayahnya sebagai Jenderal Ming dan kembali dengan kemenangan yang penuh.


Ketika berusia 17 tahun itulah baru Yue Zhang mengikutinya pergi ke medan perang, sejak muda Ming Yue memang pemuda yang ambisius, Ayah dan Ibunya masing masing adalah Jenderal Perang.


Menghabiskan sebagian besar waktu di perbatasan yang membuatnya melihat darah dan mayat sejak dia bisa membuka matanya.


Hanya saja, meski begitu, biasanya Ming Yue tidak akan begitu temperamental tapi setelah kejadian 3 tahun lalu, dimana dia kehilangan orang yang dia cintai membuatnya menjadi sangat kekurangan empati.


Dia seperti orang yang mati rasa, sampai akhirnya Yue Zhang melihatnya panik dan khawatir seperti ini setelah tiga tahun terakhir.


Buktinya, Xing Yunlai bahkan tidak bisa bangkit berdiri dan memandang Ming Yue dengan penuh kebencian.


Kedua tangan dan kakinya dirantai, bahkan lehernya juga sama. Dia ingin memberontak, tapi apakah dia bisa kabur ? Tentu saja tidak.


"Apakah wanita itu sudah membusuk pada saat ini ? Ketika Racun Belukar Laba Laba menyerap ke dalam darahnya, dia pasti sudah mati. " Ejek Xing Yunlai.


"Aku ingin kau memberikan penawarnya. " Balas Ming Yue.


"Penawar ? Tidak ada penawar bagi racun itu, jika menghitung waktu maka kamu tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk mencari penawar karena dia akan segera mati. " Ucap Xing Yunlai dengan tawa meremehkan.


"Siapa yang kamu anggap akan segera mati ?!" Tanya seorang wanita dari belakang dengan suara dingin.


Suara itu jelas jelas lemah tapi memegang penekanan yang tinggi seolah olah menginginkan semua orang tunduk padanya.


Ketika Ming Yue membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa itu, ternyata itu adalah Huang Xinxin yang masih menggunakan pakaiannya yang berdarah lalu berjalan masuk ke dalam penjara Xing Yunlai.


"Ba-bagaimana kau bisa kembali ?!" Tanya Xing Yunlai dengan terkejut.

__ADS_1


"Hanya dengan Racun Belukar Laba Labamu ? Itu sudah lama dimusnahkan dari tubuhku, aku penasaran kenapa kamu menargetkan ku. " Jawab Huang Xinxin dengan dingin.


Huang Xinxin sendiri hanya tidak sadar sesaat tapi dia juga tahu bahwa ada orang yang ingin membunuhnya.


Harimau itu adalah yang paling agresif dan ketika menggila, dia langsung menuju ke meja alih alih ke meja Ming Yue atau ke meja Zhou Yan.


Maka Huang Xinxin memperkirakan bahwa hal ini bukan karena ketidak sengajaan melainkan karena memang dia yang menjadi target.


Pada saat ini, dia masih lemah dan tidak akan bisa banyak menginterogasi.


"Tidak ada yang menargetkanmu, hal ini memang murni kecelakaan. Kau kira, siapa dirimu sampai sampai harus menargetkan mu secara khusus ?" Tanya Xing Yunlai.


"Jika kamu menjawab secara panik seperti itu maka aku asumsikan bahwa apa yang aku katakan benar. " Jawab Huang Xinxin.


"Aku akan menginterogasi nya. " Balas Ming Yue.


"Tidak perlu, Jenderal Ming. Biarkan dia memikirkan sendiri kesalahannya di sel penjara yang gelap ini, bagaimana menurutmu pendapat Suku bar bar setelah tahu Pangeran mereka telah di tangkap ?" Tanya Huang Xinxin dengan senyum tipis.


"Apa yang kau lakukan ?!" Tanya Xing Yunlai.


"Peperangan antara Kedua pihak ini tidak akan pernah berhenti sampai salah satunya kalah sepenuhnya, kalau begitu mari hentikan peperangan ini. Bisa dianggap bahwa kamu telah membantu. " Jawab Huang Xinxin dengan senyum manisnya.


"Membantu ? Membantu apa ?!" Tanya Xing Yunlai dengan panik.


Ming Yue juga mengerti dengan maksud dari perkataannya.


"Kamu adalah bendera perang yang berkibar pada saat ini, sebelumnya kami tidak berani bertindak agresif tapi karena Suku bar bar sudah memulai terlebih dahulu maka bisa dianggap hal ini adalah tindakan mengibarkan bendera perang. " Ucap Ming Yue.


"Benar sekali, kalau begitu mari pergi dan biarkan dia merenungkan tindakannya sendiri. " Balas Huang Xinxin.


"Lepaskan aku ! Aku akan membunuh kalian jika kalian berani menyerang kami !" Teriak Xing Yunlai dan memberontak dengan gila gilaan.


Huang Xinxin yang mendengar ini tertarik lalu berbalik ke belakang dan berjongkok lalu menangkupkan dagu Xing Yunlai.


"Xing Yunlai, pada saat ini musim dingin, seluruh sukumu akan kelaparan sementara Kekaisaran Jiu kami tidak kekurangan makanan sedikitpun. " Bisik Huang Xinxin lalu pergi dari sana.


"Kamu wanita terkutuk ! Hatimu lebih gelap dari pada iblis !!!!"Teriak Xing Yunlai.


Bonus up like 1,5 k : 2 / 3

__ADS_1


__ADS_2