
Semua orang memandang penjahat itu dengan tatapan membunuh terutama Hakim Daerah itu terutama ketika dia melihat senyum manis Huang Xinxin.
Seseorang biasanya akan terlihat lebih cantik ketika dia tersenyum tapi Huang Xinxin berbeda , semakin dia tersenyum dengan tenang seperti itu maka semakin berbahaya.
Hakim Daerah itu sudah pernah melihat bagaimana tindakan Huang Xinxin sebelumnya, itu benar benar tidak sesuai dengan penampilannya yang lembut dan halus, dia bahkan terkesan sangat terdidik.
Tapi, Hakim Daerah ini mendengarkan bahwa Huang Xinxin berubah jauh sejak dia bangkit kembali. Semula dia tidak percaya dengan rumor yang beredar ini dan berpikir bahwa ini hanya rumor yang dibuat buat.
Siapa yang menyangka bahwa hal ini memang benar, melihat bahwa Huang Xinxin tersenyum manis seperti itu membuatnya takut dan ingat pada istri dan anak anaknya.
Sebelumnya dia selalu berkuasa di Ibukota ini, bahkan bangsawan bangsawan tidak bisa menyentuhnya dengan sembarangan.
Tapi, ketika berkaitan dengan bangsawan kuno maka itu sudah tidak bisa dibandingkan lagi. Keluarga Wu, Zhou, Huang, Yi, dan Ming adalah keluarga yang sama sekali tidak boleh disentuh oleh orang lain.
Keluarga Yi adalah keluarga yang tertutup, sekeluarga mereka adalah pengrajin besi yang memasok persenjataan Istana. Setiap dari mereka memiliki bakat seni yang luar biasa hebat.
Sementara Keluarga Huang adalah Dewa kekayaaan yang berjalan di Istana ini bahkan dikatakan bahwa seluruh kekayaannya mengalahkan Istana.
Keluarga Wu, keluarga dengan kemampuan seni yang luar biasa. Setiap keturunan dengan marga Wu mereka memiliki bakat seni, mulai dari lukis, puisi, musik, drama dan banyak hal lainnya yang berkaitan dengan seni.
Selanjutnya, Keluarga Zhou adalah keluarga cendikiawan dan seluruh anggota keluarganya merupakan lulusan Akademi Kekaisaran, termasuk Zhou Man yang tidak bermoral.
Yang terakhir tidak perlu dijelaskan lagi, Keluarga Ming memegang kekuatan militer paling kuat di Kekaisaran Jiu ini. Siapapun yang menyinggungnya tidak akan bernasib baik.
Lebih tepatnya, dari kelima nama bangsawan kuno itu sebaiknya tidak perlu disinggung apalagi untuk hakim daerah seperti mereka, bahkan Menteri Hukum, Nian Guan tidak berani untuk bertindak sembarangan.
"Orang ini memang berdosa sekali, aku benar benar lalai dalam tugasku. Aku memohon ampun pada kebijaksanaan Nona Huang. Sebagai gantinya, Nona Huang hukum lah dia menggantikan aku. " Ucap Hakim Daerah itu.
"Tuan Hakim sangat rendah hati, aku takut bahwa aku tidak bisa menolak niat baik ini. " Balas Huang Xinxin.
__ADS_1
"Nona Huang ! Nona Huang ! Ampunilah aku karena tidak bisa melihat keagunganmu ! Aku pasti tidak akan melakukan tindakan jahat lagi setelah ini, tolong ampuni nyawaku ! Aku akan melepaskan anak itu, aku juga tidak akan mengambil uang itu lagi !" Seru pria itu memohon dan merangkak ke arahnya.
Tapi, Huang Xinxin tertawa ringan dan menatap pria itu dengan tatapan dingin dan tidak senang.
"Kamu masih mengungkit uang itu ya ? Tapi, sayang sekali bahwa ini bukan waktumu untuk memutuskan. " Ucap Huang Xinxin dengan acuh tak acuh.
Dukkk !
Huang Xinxin menendang kepala orang itu sampai terlempar ke belakang dan orang orang disana bergidik ngeri melihat tindakan Huang Xinxin.
Huang Xinxin tahu bahwa hal ini pasti akan sampai ke telinga Kaisar, Jiu Rui pasti akan membelanya dengan begitu perselisihan Ayah dan Anak itu hanya bisa menjadi semakin memanas.
"Menurut hukum keluargaku, jika dengan sengaja merusak nama baik keluarga dan mempermalukan keluarga maka cambuk dua puluh kali. Jika menggunakan nama keluarga untuk melakukan kejahatan maka cabut lidahnya. Jika bertindak tidak seusai dengan nilai moral maka patahkan kedua kakinya, jika mengambil hal yang tidak semestinya maka patahkan lengannya. " Ucap Huang Xinxin.
"Tapi, ada satu hal yang tidak masuk. Jika menghina keluarga inti, maka bunuh dia. " Lanjut Huang Xinxin dengan senyum miringnya.
"Tolong ikuti aturan dari keluarga ku, Tuan Hakim. Aku akan menyerahkan tahanan kecil ini padamu dan tolong perlakukan dia dengan baik dan sebagaimana semestinya. " Ucap Huang Xinxin dengan lembut menepuk pundak dari Hakim itu sementara dia sendiri keluar dari bangunan itu sembari menggendong anak itu.
Anak itu tampak takut ketika berada di dekatnya dan meringkuk kan tubuhnya sebelum akhirnya mencuri curi pandang padanya.
"Jangan bersembunyi seperti itu, aku tidak jahat. Hanya saja aku tidak tahu bagaimana bersikap baik pada anak anak. " Ucap Huang Xinxin.
Anak itu menggelengkan kepalanya dan menyimpan kembali kepalanya dalam dalam lalu Huang Xinxin tidak memperdulikannya lagi dan kembali ke Kediaman Bangsawan Huang.
Ketika kembali, dia memberikan anak itu kepada Pelayan.
"Tolong bersihkan dia dan ganti pakaiannya dengan pakaian yang baru, kalian harus memperlakukannya dengan baik. " Ucap Huang Xinxin.
"Baik Nona. " Balas Pelayan itu dengan sopan sementara Huang Xinxin datang untuk menemui Ayahnya.
__ADS_1
Hanya saja Ayahnya masih ada urusan dengan perwakilan pedagang untuk mengurus toko tokonya yang berada diluar ibukota.
Setelah menunggu selama sepuluh menit, akhirnya orang itu keluar dan Huang Xinxin berjalan masuk.
"Xinxin, ada apa ? " Tanya Ayahnya.
" Tidak apa apa, hanya saja aku ingin memberitahu Ayah bahwa aku telah membawa seseorang untuk tinggal bersama kita. Dia adalah seorang gadis kecil yang kutemui di jalan." Jawab Huang Xinxin lalu dia menjelaskan kelanjutan dari ceritanya tersebut dengan jelas sehingga Huang Lixin mengerti segalanya.
"Kaisar pasti tidak akan tinggal diam, kamu ini memang suka mencari masalah. " Ucap Huang Lixin dengan pusing.
"Aku tahu bahwa Kaisar tidak akan tinggal diam, justru inilah yang aku inginkan. Ayah , duduklah diam diam disini dan jangan bertindak apapun seolah olah kamu tidak tahu apa apa. Kita hanya perlu mengikuti jalan yang ada. " Balas Huang Xinxin dengan senyum liciknya.
Orang orang yang berada di Istana berusaha untuk mempermalukan Ayahnya maka dia akan membalas mereka dua kali lipat.
Huang Xinxin berjalan ke depan dan melihat bahwa di rekeningnya masih ada 50 ribu emas.
"Pelayan, pergi tukarkan 20 ribu emas menjadi beras dan bagikan kepada orang orang yang membutuhkan. Ubah mereka menjadi bubur dan tambahkan sayuran di atasnya. " Ucap Huang Xinxin.
"Nona, jika sebanyak ini maka takutnya akan memanggil lebih dari seribu orang. " Ucap Pelayan itu dengan terkejut.
"Ya, semakin banyak maka semakin baik. Aku ingin sore ini dilakukan secepatnya. " Balas Huang Xinxin.
Tentu saja hal ini langsung dilakukan dan tidak berani untuk ditunda. Sementara itu, Zhou Yan baru saja kembali dari Perbatasan sementara Wu Tang masih dalam perjalanan pulang dari perbatasan Utara mungkin akan memakan waktu sekitar dua hari lagi.
Tentu saja Istana menjadi penuh dengan kehebohan setelah mendengar bahwa Zhou Yan telah kembali dari perbatasan dan ketika Zhou Yan kembali lalu mendengar bahwa Ming Yue telah di singkirkan membuatnya merasa takut.
...----------------...
Bonus up like 3,5 k : 2 / 3
__ADS_1