Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
43. Kabar Peperangan


__ADS_3

Selang tiga hari setelah itu, Istana menjadi damai kembali dan Huang Xinxin menghabiskan waktunya di rumah untuk memulihkan diri.


Dia juga mendapatkan kunjungan berkala dari tabib yang memeriksanya di Istana dan sudah beberapa kali mendapatkan undangan ke Istana untuk diberikan penghargaan oleh Kaisar hanya saja dia terus menerus beralasan bahwa kesehatannya menghalanginya untuk pergi dan mungkin membutuhkan lebih dari satu tahun untuk pemilihan karena racun yang diberikan oleh orang bar bar.


Kaisar juga tidak bisa memaksa masalah ini padahal sesungguhnya, Huang Xinxin sedang melatih sesuatu yang berkait dengan kekuatannya.


Dia selalu kuat di dalam bidang melukis , dengan melukis barulah dia merasa percaya diri. Hal ini memang benar adanya dan dia akan terus seperti itu.


Jadi, dia melatih sebuah serangan yang terkenal dari Kekaisaran Jiu yang disebut dengan Jimat. Jimat harus dilukis dengan hati hati.


Huang Lixin juga memutuskan bahwa Kediaman Bangsawan Huang tidak akan menerima tamu untuk sementara waktu karena kondisi Nona Huang yang sangat lemah.


Tapi, disisi lain dia juga melindungi putrinya yang mempelajari jimat. Hal ini biasanya memerlukan izin dari Kaisar dan hanya merupakan orang terpilih yang bisa menggambar jimat jadi jumlahnya sangat jarang.


Tapi mereka tidak ingin musuh mereka yang pada saat ini masih tidak di ketahui siapa ini, maka dari itu mereka harus menyembunyikan ini dan hanya Huang Xinxin dan Huang Lixin yang mengetahui masalah ini.


Tidak banyak orang yang tahu akan lukisan lukisan jimat, tapi kakek dari Huang Xinxin adalah Pelukis Jimat yang handal.


Sementara Huang Lixin sendiri juta memiliki bakat itu tapi dia tidak menyukainya dan lebih suka berdagang.


"Dengan jimat maka kamu bisa melakukan banyak hal, di dunia ini sudah tidak banyak orang yang mampu menggambar jimat salah satunya adalah Wu Tang dari Keluarga Wu , lalu Zhou Yan dari Keluarga Zhou, dan Ming Yue dari Kediaman Jenderal Ming. Hanya ketiga orang ini yang pada saat ini masih aktif. " Ucap Huang Lixin.


"Kalau begitu maka aku akan menjadi yang keempat ?" Tanya Huang Xinxin.


"Benar, kemampuan melukismu memang berkembang pesat hanya saja tidak mudah untuk melukis jimat. Itu tidak hanya memerlukan bakat melukis melainkan dibutuhkan fokus, ketenangan dan pemikiran yang luas. " Ucap Huang Lixin dan mengeluarkan setumpuk kertas khusus.


Huang Lixin menggambar salah satu jimat dan terlihat jelas bahwa kertas itu bercahaya.

__ADS_1


"Keluar !" Perintah Huang Lixin.


Tiba tiba ada percikan api kecil yang keluar dari jimat itu.


"Aku sudah lama tidak berlatih dan tidak bisa menghasilkan karya yang baik, itu seharusnya bola api tapi karena tidak bagus maka dari itu hanya mengeluarkan percikan api. Lebih baik jika kamu melihat lukisan yang diberikan oleh kakekmu, dengan begitu maka kamu akan melihat dengan lebih jelas dan benar. " Ucap Huang Lixin.


"Aku mengerti Ayah. " Balas Huang Xinxin dengan serius dan mencoba jimat yang sama dengan Huang Lixin tadi.


"Keluar !" Perintah Huang Xinxin dengan tegas dan penuh keyakinan.


Bola api keluar dari kertas itu dan membakar salju salju yang ada di sela sela jendela.


"Kamu ternyata lebih baik darimu, itu hanya jimat kecil yang sederhana dan tidak mampu melukai orang secara fatal. Kamu harus mempelajari semuanya dengan serius. " Ucap Huang Lixin.


"Baik Ayah, aku pasti tidak akan mengecewakan Keluarga Huang kita. " Ucap Huang Xinxin dengan percaya diri.


Tidak lama kemudian, pintu diketuk dan pelayan masuk membawakan sebuah pesan yang digulung dengan tinta khusus milik Kaisar.


"Kamu keluarlah dulu. " Ucap Huang Lixin kepada Pelayan itu.


"Ada apa Ayah ?" Tanya Huang Xinxin.


"Entahlah tapi Kaisar menyuruh semua pejabat untuk datang ke Aula pada saat ini, tampaknya ada hal yang mendesak. Kamu berlatihlah terlebih dahulu. " Ucap Huang Lixin.


Huang Xinxin mengangguk dan membiarkan Ayahnya pergi ke Istana. Sesampainya di Istana , itu sudah penuh dengan gosip karena pertemuan yang mendadak ini.


"Jadi, aku mengumpulkan kalian disini semua karena satu hal yang sangat penting. Ada kabar perbatasan yang baru saja tiba tadi siang, dikatakan bahwa kita telah dikepung !" Ucap Kaisar Jiu.

__ADS_1


"Pada saat ini, kita memiliki tiga gerbang dan tiga master jimat pada saat ini dan aku ingin kalian semua berpencar. " Perintah Kaisar Jiu.


"Kami siap untuk mendengarkan perintah Yang Mulia. " Ucap ketiga orang itu maju.


"Kita disergap dari bagian utara oleh Kerajaan Yu sementara dibagian Timur oleh Kerajaan Yulan dan di bagian Barat Daya oleh Suku Bar Bar. Karena itu, Menteri Zhou pergi ke bagian Timur, Menteri Wu pergi ke bagian Utara dan Jenderal Ming pergi ke bagian barat daya. " Ucap Kaisar.


"Menteri Zhou pergi bersama dengan Jenderal Lei dengan 10 ribu pasukan, Menteri Wu pergi bersama Jenderal Fang dengan 10 ribu pasukan, dan Jenderal Ming pergi dengan 4 ribu pasukan." Lanjut Kaisar.


Semua orang yang mendengar ini terdiam, tidak menyangka bahwa Kaisar akan bertindak sangat bias bahkan dalam kondisi ini.


Hanya 4 ribu orang melawan Suku Bar Bar yang mampu mengalahkan 10 manusia biasa, benar benar hal yang mengejutkan.


Bahkan jika Suku Bar Bar sedang dilanda oleh kelaparan tapi seharusnya tidak akan sampai ke titik separah ini.


Tampaknya, bahkan memiliki pencapaian yang terlalu bagus juga tidak baik sehingga mengancam orang yang duduk berada di atas tahkta.


Jenderal Ming lebih dikenal di perbatasan dibandingkan Kaisar, hal ini mungkin telah membuat Kaisar resah dan membuatnya takut bahwa Ming Yue akan memimpin pemberontakan pada masa pemerintahannya.


"Baik, Yang Mulia !" Ketiganya menjalankan tugas dan tetap Ming Yue yang paling kesulitan dengan jumlah pasukan yang berbeda jauh belum lagi medan perang di barat daya benar benar mengerikan.


Disana adalah tanah yang gersang tanpa sedikitpun makanan, berperang di masa bersalju seperti ini benar benar tidak menguntungkan mereka.


Ketiganya bersiap untuk memimpin pasukan dan pergi ke perbatasan sementara itu, Huang Lixin segera kembali ke kediamannya untuk memberi tahu putrinya.


"Tampaknya, Kaisar sudah mulai resah. Bahkan di perjamuan nya ada pembunuhan, mungkin kali ini dia akan mencoba membunuh orang yang telah mengancamnya. " Ucap Huang Xinxin tidak heran.


Dia sudah menemukan banyak sifat Kaisar seperti ini di dalam novel dan semuanya sama saja, sama sama tidak bisa di andalkan.

__ADS_1


"Kalau begitu apakah menurutmu kita sebaiknya ikut campur ?" Tanya Huang Lixin.


"Tentu saja, Ming Yue tidak boleh mati begitu cepat karena dia akan membantu kita jika bisa membuatnya berada di pihak kita maka itu adalah hal yang baik. "Jawab Huang Xinxin.


__ADS_2