Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
134. Akhir Dinasti Jiu


__ADS_3

Jiu Ming yang ada di tangannya terus menerus memberontak dan berusaha untuk melepaskan diri tapi dia sendiri bahkan tidak bisa berdiri dengan sangat baik lagi, bagaimana bisa dibandingkan dengan kekuatan siluman milik Huang Xinxin ?


Huang Xinxin semakin menekan pedang yang ada di leher Jiu Ming sehingga darah mulai mengalir membasahi pakaiannya.


Huang Xinxin menatap ke bawah dan memutuskan untuk sekali lagi memperingatkan Dan Wei Yang karena semuanya berada di tangan Dan Wei Yang.


"Asalkan kamu bersedia untuk mengakui kejahatan mu dan juga menebus dengan nyawamu maka aku akan melepaskan dia. " Ucap Huang Xinxin dengan tegas.


"Ibu, aku tidak ingin mati disini !" Teriak Jiu Ming.


Dan Wei Yang melirik ke arah putranya dengan tatapan dingin seolah olah dia sedang melihat musuhnya alih alih sedang melihat putra yang telah dia besarkan dengan penuh kasih sayang selama puluhan tahun ini.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud. " Jawab Dan Wei Yang.


"Lihat, ibumu bahkan tidak ingin berkorban untukmu. Jiu Ming, kamu benar benar telah dibodohi olehnya. Selama hidup ini, kapan kamu tidak pernah menurut padanya ?" Tanya Huang Xinxin.


Jiu Ming menggelengkan kepalanya dengan panik sebelum akhirnya Huang Xinxin menarik pedangnya dan memotong leher Jiu Ming. Jiu Ming membelalakkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Huang Xinxin menjatuhkannya dari atas menara dan menatap Dan Wei Yang yang hanya menatap Jiu Ming yang jatuh dengan tenang.


"Dan Wei Yang, hatimu begitu dingin. Kamu mampu untuk membunuh banyak orang yang dekat denganmu, apakah hatimu terbuat dari batu ?" Tanya Huang Xinxin.


"Aku hanya ingin mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan, tapi Dan Wei Hui mendapatkan segalanya. Aku marah dan kesal padanya. " Jawab Dan Wei Yang.


"Apakah itu alasannya untuk membunuhnya dan meracuni putrinya ? Apakah itu alasannya untuk membunuh suaminya dengan mengutusnya ke medan perang ? Bagaimana dengan Keluarga Ming yang kamu bunuh karena mendapatkan jejak tentang dirimu ? Bagaimana dengan putramu ? Keluarga Wang ? Bagaimana dengan seluruh Keluarga Wang yang kamu bunuh dengan tanganmu sendiri ? Apakah kamu tidak merasa bersalah ?" Tanya Huang Xinxin dengan tawa miris.


"Rasa bersalah ? Dengan perasaan itu maka aku tidak akan mampu untuk mendapatkan posisiku saat ini. " Jawab Dan Wei Yang.

__ADS_1


"Baiklah jika itu adalah pilihanmu. " Balas Huang Xinxin.


Huang Xinxin melompat ke bawah dan menerjang ke arah Dan Wei Yang. Tepat ketika pedangnya akan mengenai jantung Dan Wei Yang, wanita tua itu langsung mundur dan menahan pedangnya dengan tongkatnya.


"Lindungi Nyonya !" Seru pelayan Dan Wei Yang.


"Aku memerintahkan kalian untuk mundur !" Teriak dari belakang.


Huang Xinxin melirik dan menemukan bahwa Jiu Rui tiba dengan Zhou Man, pakaian mereka berlumuran darah.


Ketika mendengarkan perintah Jiu Rui maka dari itu, tidak ada satupun orang yang berani mendekati Huang Xinxin.


Jiu Rui berjalan ke arah Huang Xinxin dan berdiri di depan neneknya.


"Nenek, aku sudah mengetahui semuanya. Kamu harus mengakui kejahatan mu. Nenek, aku tidak bisa melindungimu lagi. " Ucap Jiu Rui dengan berurai air mata.


"Seandainya aku bisa bersama denganmu seperti dulu, ketika berada di pangkuanmu bermain dimana kamu mengikat rambutku dan memasangkan mahkota dan kamu memuji betapa tampannya aku. " Lanjut Jiu Rui.


"Maaf nenek, aku memang bukan cucu yang sempurna. Aku tidak mampu untuk menuruti keinginan nenek, aku tidak mampu untuk melukainya. Aku akan berhutang padamu di kehidupan ini tapi aku akan segera menggantikannya padamu. " Ucap Jiu Rui dengan senyum penuh makna.


Dan Wei Yang sendiri tidak mengerti dengan apa yang dimaksud dengan cucunya ini, Huang Xinxin tiba tiba menyadari sesuatu dan melihat bahwa Jiu Rui tiba tiba menikam jantung Dan Wei Yang.


Dan Wei Yang sendiri terkejut dengan tikaman tiba tiba yang diberikan oleh cucunya ini, Dan Wei Yang langsung memuntahkan darah dan mengatakan sesuatu yang terbata bata.


"Kamu adalah seorang pengkhianat. " Ucap Dan Wei Yang sebelum akhirnya tumbang.


Jiu Rui langsung menangkap neneknya dan menangis dengan keras, dia merasa menyesal tapi pada saat yang sama dia merasa bahwa tindakannya benar.

__ADS_1


Neneknya melakukan banyak hal yang merugikan orang lain, sudah cukup baginya untuk berhenti melakukan hal ini dan mengakui kesalahannya.


Hanya saja neneknya ini benar benar keras kepala dan tidak ingin mengakui kesalahannya, pada saat ini semua orang sedang menderita karena neneknya.


Satu satunya hal yang bisa dilakukan oleh Jiu Rui adalah ini. Dia memberikan neneknya kepada pelayan setia neneknya dan berdiri di depan Huang Xinxin, menghadap ke arah semua orang.


"Aku sebagai pewaris terakhir dari Dinasti Jiu mengatakan bahwa Dinasti Jiu akan berakhir ditanganku. " Ucap Jiu Rui.


"Jiu Rui, apa maksudmu ?!" Tanya Huang Xinxin menahan tangannya.


"Xinxin, keluargaku banyak berhutang nyawa padamu. Maka dari itu aku akan menggantinya kepadamu. " Jawab Jiu Rui.


Jiu Rui menarik tangannya dan mengarahkan pedangnya ke lehernya sendiri lalu memotongnya. Jiu Rui menjatuhkan pedangnya dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


"Jiu Rui !" Teriak Huang Xinxin dan menopang tubuh Jiu Rui yang akan jatuh.


"Aku berharap bahwa aku bisa kembali ke masa lalu dimana kita bisa bermain salju bersama, dimana kita bisa bermain tanpa kekhawatiran. Aku hanya akan mengatakan bahkan jika kamu sudah memiliki kekasih, aku masih mencintaimu dengan tulus. " Ucap Jiu Rui tersenyum padanya sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


Huang Xinxin memeluk Jiu Rui dan menangis dalam diam. Pada saat ini, Kekaisaran Jiu benar benar sudah berakhir. Tidak akan ada yang bisa mewarisi Kekaisaran Jiu karena pangeran lain masih sangat muda sekali.


Maka dari itu hanya bisa melihat dari sisi sepupu, itu hanya ada Huang Xinxin dan Zhou Man yang bisa melanjutkan Kekaisaran ini.


Zhou Man tiba tiba maju dan berlutut di hadapan Huang Xinxin dan memanggilnya sebagai Kaisar.


"Aku memberikan hormat kepada Kaisar baru. " Ucap Zhou Man berlutut.


Huang Xinxin melihat sekitar dan tidak menyangkal bahwa orang orang akan berlutut di hadapannya juga. Dia merasa sangat putus asa dengan hal ini.

__ADS_1


Sekarang, dia kesepian tanpa ada yang menemaninya, bahkan sahabatnya juga sudah pergi dengan menyedihkan.


"Jiu Rui, aku mengerti dengan maksudmu. Aku pasti tidak akan mengecewakanmu. Pertemanan kita selama ini, aku sangat menghargainya. Sayang sekali bahwa kita tidak ditakdirkan untuk bersama sehingga aku tidak bisa membalas perasan yang kamu miliki padaku. " Ucap Huang Xinxin dengan lembut.


__ADS_2