
Wajah Xia Xinxin langsung berubah memelas dan memeluk lengan sahabatnya, Hua Yin sembari mengayun ngayunkan tangannya agar Hua Yin tidak marah lagi.
"Jangan marah lagi, aku akan menurut padamu. Guru Hua, tolong berbelas kasih padaku. " Ucap Xia Xinxin dengan matanya yang berkedip kedip.
Hua Yin hampir tertawa tapi berusaha menahan lebih lama lagi dan tidak ingin mendengar kata kata Xia Xinxin.
"Aku tidak percaya lagi denganmu, kamu sudah sering menipuku dengan cara ini. Kali ini tidak akan berguna lagi. " Ucap Hua Yin dengan nada marah yang dibuat buat.
"Ayolah, Guru Hua ! Aku ingin serius menjadi muridmu kali ini. Kalau begitu bagaimana jika aku memanggilmu peri Hua yang cantik, manis, dan baik hati ?" Tanya Xia Xinxin membujuk.
Kali ini Hua Yin tidak bisa menahan tawanya lagi dan tertawa lalu merangkul bahu Xia Xinxin.
"Baiklah, bukan salahmu memang pria itu yang bodoh. Gadis secantik ini, dia dengan sengaja membiarkan menjadi canggung. Itu semua adalah kebodohannya !" Seru Hua Yin langsung berubah pihak.
"He he he, itu baru Peri Hua yang sesungguhnya." Balas Xia Xinxin dengan geli.
Mereka memandang Ming Yue yang menyelesaikan pidatonya lalu menundukkan kepalanya dan pamit. Mereka semua menunggu lebih dari dua jam hanya untuk penampilan yang tidak sampai satu jam ini ?
Banyak orang yang kecewa padahal ingin melihat lebih lama dari penerus terakhir dari Keluarga Ming sehingga kebanyakan orang langsung pulang sama seperti Xia Xinxin dan Hia Yin.
Pada saat ini sudah pukul setengah tiga dan Xia Xinxin harus segera pulang jika tidak maka orang tuanya akan khawatir.
Dia mengatur beberapa lagu dan melihat di layar mobil bahwa ada sebuah notifikasi yang merupakan Grup Angkatan Sekolah.
Xia Xinxin membaca pesan yang muncul di layar itu, itu seharusnya berasal dari ponsel milik Hua Yin dan dahinya mulai berkerut.
"Sekolah kita akan mengadakan reuni untuk Angkatan kita ?" Tanya Xia Xinxin dengan bingung.
"Hm, kamu tidak tahu tentang hal ini ? Bukankah ada di grup ?" Tanya Hua Yin ikut bingung.
Xia Xinxin yang mendengar ini tiba tiba tertawa miris. Lalu menggelengkan kepalanya dengan ringan.
"Sejak awal, aku bahkan tidak masuk ke dalam grup. Huft, tidak apa apa, bukan hal yang penting. " Jawab Xia Xinxin.
__ADS_1
"Jika kamu ingin pergi maka masih sempat, itu dilaksanakan besok sore sampai malam. Kamu pergi bersama denganku , aku akan menjemputmu. " Balas Hua Yin.
"Tidak perlu, kamu pergilah, aku tidak ikut. Jika aku datang tanpa di undang maka akan sangat canggung, setiap kali aku datang maka suasana akan menjadi canggung. "Ucap Xia Xinxin.
"Semua orang sudah berubah, kamu harus mencobanya. " Balas Hua Yin.
Flashback
Ketika Xia Xinxin masih sekolah, dia tidak memiliki teman sama sekali. Sejak kecil dia sudah mengikuti banyak perlombaan sampai ke titik dimana dia dikenal oleh semua orang bahkan sampai ke guru guru dan orang dari sekolah lainpun sudah pernah mendengar namanya.
Pertama tama tidak ada masalah tapi karena terjadi kesenjangan yang jauh antara Xia Xinxin dan yang lainnya maka semua orang mulai menjauh. Terutama karena Xia Xinxin mengenal banyak guru dan disukai oleh guru gurunya.
Selain itu, Xia Xinxin juga menjadi sering tidak masuk sekolah karena mengikuti perlombaan apapun. Sehingga hubungannya dengan yang lainnya menjadi buruk. Sampai ke sebuah titik dimana dia sama sekali tidak memiliki teman sama sekali.
Sampai suatu hari adalah puncaknya, ketika dia baru saja masuk setelah pergi dan izin selama satu minggu di kelas tiga sekolah menengah atas miliknya.
Dia melihat bahwa tempat duduknya kosong dan teman sebangku nya sudah pindah dan tidak ada satupun yang menyapanya. Dia baik baik saja dengan semua itu sampai akhirnya sebuah pelajaran tiba dan teman teman harus berkelompok.
Satu satunya orang yang tidak mendapat kelompok adalah dia, dia sudah berulang kali menawarkan diri tapi ditolak mentah mentah.
Sampai akhirnya guru memilihkan dia untuk masuk ke salah satu kelompok dan temannya mengeluh kepada guru.
"Kelompok kami tidak kekurangan orang, bagaimana jika dia dipindahkan saja ? Kelompok kami tidak mampu untuk menerima seorang bintang besar seperti dia ! Ha ha ha !" Seru seorang murid itu.
Semua orang menertawakannya sementara dia berdiri di depan gurunya dengan kepala yang tertunduk. Kelompok lain juga menolaknya dengan langsung.
Hal ini membuat guru guru kebingungan dengan pembagian kelompok ini. Sampai akhirnya Xia Xinxin masuk ke sebuah kelompok. Sejak awal dia masuk kelompok, semua orang berdiskusi tanpa menanyakan pendapatnya.
Setiap kali dia ingin mengatakan pendapatnya maka kata katanya akan dipotong, selain itu setiap kali dia bertanya maka tidak ada yang menjawab. Ketika dia bertanya yang mana tugasnya, tidak ada yang menjawab satupun.
Dia bertanya, hal apa yang bisa dia bantu tapi juga tidak ada yang menjawab seolah olah dia tidak ada. Ketika melakukan presentasi, satu satunya yang tidak tahu apa apa adalah dia. Guru mempertanyakan kinerjanya, teman temannya mengatakan bahwa dia sombong dan pemalas.
Xia Xinxin selama ini tidak pernah melewatkan satu tugas pun dan juga tidak kekurangan inisiatif untuk berteman dan mendekati orang lain.
__ADS_1
Dia berusaha berteman dan bersikap ramah tapi orang orang ini menolaknya, dia merenung dan bertanya tanya. Apa yang salah dalam dirinya ? Apakah menjadi berprestasi adalah hal yang salah ?
Dia kembali dan menangis sejadi jadinya dan rumah dan memutuskan untuk putus sekolah dan melanjutkan dengan sekolah khusus yang tidak memerlukannya untuk datang ke sekolah dan melakukan kerja kelompok.
Selain itu, sejak di Universitas dia baru mulai memiliki beberapa teman salah satunya adalah Hua Yin yang paling dekat dengannya. Di masa lalu , Hua Yin juga berasal dari sekolah yang sama dengannya, hanya saja mereka berbeda kelas sehingga tidak saling mengenal satu sama lain.
Flashback End
Xia Xinxin menghela nafas ketika mengingat kenangan buruk itu lagi, tidak seperti ketika menjadi Huang Xinxin, dia memiliki banyak orang yang mencintainya.
Dulu, orang tua Xia Xinxin bahkan acuh tak acuh dengan kondisinya yang menyedihkan. Dia tidak memiliki sahabat untuk berbagi kesedihan, dia juga tidak memiliki keluarga.
Dia sendirian dan kesepian , ini adalah salah satu alasannya melukis. Hanya dengan lukisan ini dia mampu untuk menyatakan perasaan pribadi yang telah dia pendam selama ini.
Sampai sekarang dia masih tidak habis pikir dengan teman temannya, atas dasar apa mereka membencinya sementara dia bahkan tidak melakukan kesalahan apapun yang merugikan mereka.
Alih alih mengatakan bahwa dirinya membuat kesalahan, dia lebih senang jika mengatakan bahwa orang orang ini iri pada kemampuan yang telah dia miliki.
Xia Xinxin mungkin sudah tidak dendam dan marah lagi pada mereka tapi jika ditanya apakah dia masih sakit hati atau tidak maka jawabannya, ya.
Dia masih sakit hati sampai saat ini dan hal ini juga yang membuatnya enggan untuk mengikuti reuni lagi. Bahkan jika sekarang sudah berlalu selama 7 tahun sejak dia lulus tapi entah bagaimana dia masih enggan.
Mungkin juga masuk akal bahwa dia tidak diajak untuk mengikuti reuni, bagaimanapun dia tidak lulus dari sekolah yang sama.
Dia juga bukan orang yang dekat dengan mereka semua, nama nama orang yang menghina dan mengucilkan nya secara langsung, tentu saja masih dia ingat dengan jelas. Dia juga masih ingat dengan jelas kata kata Ibunya ketika dia menceritakan hal ini kepada Ibunya.
'Kamu itu terlalu manja, kamu tahu ? Paling paling hanya masalah pertemanan, kamu tidak boleh menjadi orang yang pendendam. ' Ucap Ibunya.
Alih alih membelanya dan justru ikut menyudutkan nya, betapa menyakitkan nya itu. Xia Xinxin tidak tahu apakah dia menunjukkan reaksi yang normal atau justru memang benar bahwa dia berlebihan ?
Situasi di sekitarnya membuatnya merasa bingung dengan keputusannya sendiri, apakah merasa sakit hati karena hal ini adalah hal yang normal ?
Sampai akhirnya dia tiba di usia ini dan telah melalui banyak pengalaman di masa lalu maka dia mengerti bahwa tindakan yang dia lakukan sama sekali tidak salah. Dia tidak pernah berlaku tidak adil kepada mereka dan mereka tidak membalas itu dengan baik maka mereka tidak memiliki hak untuk membuat Xia Xinxin harus memaafkan mereka.
__ADS_1