
Keesokan harinya adalah hari kepulangan Hua Yin ke tempat dia menempuh pendidikannya , cukup jauh dari sini dan memerlukan waktu penerbangan lebih dari enam jam. Hal ini membuat Xia Xinxin merasa agak cemas dan takut kalau Hua Yin akan masuk angin atau semacamnya. Jadi, sejak pagi pagi sekali dia sudah menyiapkan pakaian dan pergi menuju kediaman Hua Yin.
Ketika dia datang, dia disambut oleh orang tua Hua Yin yang tampaknya sudah siap untuk pergi kerja dengan pakaian seragam yang rapih. Ketika melihat jam maka sekarang baru pukul tujuh pas, pantas saja mereka sudah siap untuk bekerja.
"Paman, Bibi, maaf menganggu kalian pagi pagi. Ini Xinxin membawakan sedikit hadiah untuk kalian. " Ucap Xia Xinxin dengan sopan.
"Ah, Xinxin sudah sangat lama kita tidak bertemu. Kami mendengar kabar dari Hua Yin bahwa kamu belakangan ini tidak dalam kondisi yang baik, sekarang apakah sudah membaik ?" Tanya Nyonya Hua.
"Tentu saja sudah banyak membaik, semua ini juga berkat bantuan dari Hua Yin yang selalu mendukungku. Jika tidak maka mungkin aku tidak akan bisa sembuh secepat ini. " Jawab Xia Xinxin.
"Ha ha ha, aku yakin bahwa dengan sistem pengobatan kita sekarang ini pasti kamu sembuh dengan baik dan sekarang kamu benar benar sudah sembuh maka ini sangat baik. " Balas Nyonya Hua.
"Istriku, siapa yang datang ?!" Teriak dari dalam.
Itu adalah suara Tuan Hua dan Xia Xinxin menundukkan kepalanya ke hadapan Ayah Hua Yin.
"Lama tidak berjumpa Paman, maaf menganggu pagi pagi hari. " Ucap Xia Xinxin.
"Ah, ternyata Xinxin. Kenapa kamu tidak mengajak tamu untuk masuk ? Xinxin baru saja sembuh dan harus banyak beristirahat. " Balas Tuan Hua.
"Aduh, lihatlah aku ini. Terlalu semangat melihat Xinxin setelah beberapa tahun akhirnya melupakan bahwa kamu belum masuk, ayo masuk, ayo masuk. Maafkan atas ketidak sopananku ini. " Ucap Nyonya Hua dengan tidak enak hati.
"Tidak apa apa, aku juga tidak merasa keberatan dengan hal ini. Berbincang dengan Bibi setelah sekian lama untuk melepas rindu, hal ini adalah hal yang sangat menyenangkan. " Balas Xia Xinxin.
Xia Xinxin melepas sepatunya dan masuk ke dalam dengan makanan ringan di tangannya lalu dia memberikannya kepada Nyonya Hua.
"Aduh, tidak perlu repot repot. Kami bahkan tidak sempat datang ketika kamu sakit sebelumnya dan sekarang kamu datang membawa makanan ringan ini membuat kami merasa tidak nyaman. " Ucap Nyonya Hua.
"Ini tidak repot, aku memberikan ini tulus untuk paman dan bibi. Hari ini tujuan kedatanganku kemari adalah untuk membantu Hua Yin membungkus pakaiannya sekaligus mengantarnya ke bandara. " Ucap Xia Xinxin.
"Aku mengerti dengan hal ini, sayang sekali bahwa kami memiliki pekerjaan sehingga kami tidak bisa menemanimu lama lama. Kami juga tidak bisa mengantar Hua Yin, kami akan sangat senang jika kamu mewakili kami untuk mengantar Hua Yin. " Ucap Tuan Hua.
"Paman dan Bibi tenang saja, Hua Yin pasti akan senang dengan hal ini. Kalau begitu maka aku akan pergi mencari Hua Yin. " Balas Xia Xinxin.
__ADS_1
"Hua Yin berada di lantai dua kamar dengan pintu berwarna merah muda, saat ini anak ini belum bangun sama sekali. Harus merepotkan kamu untuk membangunkannya. " Ucap Nyonya Hua.
"Kalau begitu maka aku izin pamit terlebih dahulu, Paman dan Bibi. " Ucap Xia Xinxin sebelum akhirnya berlari ke atas untuk mencari Hua Yin.
Dia mencari kamar yang memiliki pintu merah muda dan menemukannya dengan mudah lalu dia melihat bahwa gadis itu masih tidur sementara jam keberangkatannya adalah pukul 12 sementara dia belum membawa barang apa apa dan juga belum makan.
Gadis ini benar benar cari mati, Xia Xinxin menghela nafasnya dan mengetuk pintu dengan pelan pelan tapi belum ada balasan. Lama lama menjadi semakin kuat tapi masih belum ada balasan.
Tiba tiba ada teriakan dari bawah yang seharusnya berasal dari Nyonya Hua.
"Xinxin, jika dia masih belum bangun maka kunci kamarnya ada di vas bunga yang ada di depan kamarnya. Kamu bisa mengambilnya dan membukanya !" Teriak Nyonya Hua.
"Baik !" Teriak Xia Xinxin.
Dia menunduk dan melihat bahwa di bagian Vas bunga yang tertutupi sehelai daun ada sebuah kunci jadi dia membuka pintu tersebut dengan tenang.
Ketika dia membuka pintu, betapa terkejutnya dia ketika melihat sebuah ruangan yang berantakan dan semua benda benda ada di lantai.
"Hua Yin, Hua Yin. " Panggil Xia Xinxin menyentuh tubuh Hua Yin.
Hua Yin langsung bangun karena hal ini dan menatapnya dengan tatapan kesal seolah olah dia sedang melihat musuh besarnya pada saat ini.
"Apakah kamu tahu bahwa kamu sangat menyebalkan ? Kamu bahkan menganggu tidurku di waktu sepagi ini, entah apa yang kamu ingin lakukan di pagi pagi seperti ini. " Keluh Hua Yin dengan cara yang tidak masuk akal.
"Aku menganggu mu ? Tampaknya kamu memiliki begitu banyak uang sampai sampai tiket pesawat mu sudah tidak berguna lagi sekarang, apakah kamu sudah tidak perlu pergi ke Universitas lagi ?" Tanya Xia Xinxin.
"Baiklah, baiklah, berhenti mengancamku dengan hal ini. Kamu tunggu disini dan aku akan mandi sebentar. " Jawab Hua Yin.
Xia Xinxin menganggukkan kepalanya dan duduk di meja belajar Hua Yin lalu menatap ke arah dinding yang penuh dengan foto foto mereka berdua.
Lalu dia melihat sebuah foto yang asing, foto Hua Yin dengan seorang pria yang lebih muda darinya.
Hua Yin mandi secepat kilat bahkan hampir seperti dia tidak mandi sama sekali. Hal ini membuat Xia Xinxin merasa agak aneh dengan kecepatan mandi ini.
__ADS_1
"Hua Yin, siapa yang ada di potret ini ? Apakah ini adalah kekasihmu di luar Negeri ?" Tanya Xia Xinxin.
Hua Yin memandang itu dan berdecak ringan, tidak langsung menjawabnya, hal ini membuat Xia Xinxin merasa lebih curiga dengan sikap dari Hua Yin ini.
"Siapa sebenarnya pemuda ini ? Jika dia tidak penting maka seharusnya tidak akan kamu pajang fotonya disini. " Ucap Xia Xinxin.
"Itu adalah adikku. " Balas Hua Yin.
"Kamu memiliki adik ? Kenapa aku tidak pernah mendengarnya ?" Tanya Xia Xinxin.
"Untuk apa mendengarnya ? Dia jelek dan bodoh, jika kamu mencari seorang pria maka jangan cari orang seperti dia. Orang ini idiot dan hampir tidak bisa mencari uang sendiri. " Jawab Hua Yin dengan agak kesal.
"Dimana adikmu ini sekarang ? Kenapa aku tidak melihatnya sekarang ?" Tanya Xia Xinxin.
"Di makam. " Jawab Hua Yin dengan pelan.
Xia Xinxin tidak menyangka dengan jawaban Hua Yin, dia sendiri menahan nafasnya dalam dalam. Ternyata adik Hua Yin ini sudah...... pantas saja Hua Yin tidak pernah membahas hal ini pada Xia Xinxin.
Xia Xinxin menyesal karena telah memaksa Hua Yin untuk menjawab pertanyaannya. Dengan begini maka Hua Yin pasti akan sangat sedih mengingat kembali kenangan tentang adiknya. Xia Xinxin tidak berniat seperti ini hanya saja pada saat ini dia sudah secara tidak sengaja memaksa Hua Yin untuk menjawab.
Maka dari itu dia sulit untuk mengatakan hal lain lagi sementara Hua Yin sendiri menaikkan salah satu alisnya ketika melihat Xia Xinxin tiba tiba diam.
"Maaf karena menanyakan hal ini , sebenarnya kamu juga pasti sangat sedih ketika mengingat tentang adikmu lagi. Aku menyesal atas kepergian adikmu ini , aku tidak akan membahasnya lagi di masa depan. " Ucap Xia Xinxin menundukkan kepalanya dengan menyesal.
"Tidak, tidak, apa yang kamu maksud ini ? Aku benar benar tidak mengerti dengan kata katamu." Ucap Hua Yin sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
"Bukankah kamu mengatakan bahwa adikmu di makam, bukankah berarti dia sekarang sudah......" Xia Xinxin tidak melanjutkan kata katanya lagi dan enggan untuk mengatakan hal ini secara langsung.
"Ooh, mengenai hal ini tampaknya kamu telah salah paham denganku. " Ucap Hua Yin tertawa.
"Salah paham ?" Tanya Xia Xinxin dengan bingung.
Jelas jelas saat ini sedang sedih dan Hua Yin tertawa terbahak bahak ? Apakah Hua Yin telah sedih sampai gila ?
__ADS_1
"Adikku memang di makam, tapi bukan berarti dia telah meninggal melainkan dia bekerja disana. Dia adalah seorang agen makam elit yang terbaik di negeri ini, kamu telah salah sangka padaku. Karena tempatnya jauh jadi dia memilih tempat tinggal lain. " Ucap Hua Yin tertawa terbahak bahak karena kesalahan pahaman ini.