Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
163. Dinasti Jiu


__ADS_3

"Aku tidak mengetahui bahwa Nona Xia memiliki ketertarikan semacam ini, jika Nona Xia menyukainya maka aku bisa mengirimkan beberapa buku sebagai bentuk permintaan maaf untuk Nona Xia. Keluargaku memiliki buku yang mencatat sejarah, hanya saja aku sendiri tidak mengetahui jelas tentang masa masa pembangunan Dinasti Xia. Terutama sebelum itu, Dinasti Jiu. Jika Nona Xia berkenan untuk menceritakannya kepadaku maka aku akan dengan senang hati mendengarnya. " Ucap Ming Yue.


"Aku takut, Tuan muda Ming akan bosan setelah mendengar cerita ini. Bagaimanapun ini adalah cerita yang panjang, sementara aku sendiri membaca ini di sebuah artikel setelah aku mencari banyak artikel tentang Dinasti Jiu. " Bohong Xia Xinxin.


"Tenang saja, aku tidak akan bosan untuk hal ini. Aku memang lumayan tertarik dengan Dinasti Jiu dan alasan kenapa dia hancur hanya saja aku tidak pernah berpikir untuk mencarinya karena aku pikir catatan milik keluargaku adalah yang paling lengkap. Aku berpikir setelah tiga ratusan tahun berlalu maka mungkin seluruh catatan telah hilang. " Ucap Ming Yue.


"Tidak, aku berhasil menemukannya. Sebenarnya, Dinasti Jiu adalah Dinasti yang makmur. Mereka memiliki banyak pemandangan indah dan perdagangan berjalan dengan lancar, hanya saja dikatakan bahwa pajak yang ditetapkan sangat tinggi. Semula tidak ada masalah sampai akhirnya, pendiri Dinasti Xia, Huang Xinxin adalah putri dari seorang Bangsawan kuno, Huang Lixin hampir meninggal karena diracuni. " Xia Xinxin berhenti sejenak dan memikirkan apa lagi yang akan dia katakan.


Dia tidak boleh tampak begitu paham sampai ke titik dimana dia membuat orang lain curiga pada sumber pengetahuannya.

__ADS_1


"Dia berhasil selamat dan memutuskan untuk mencari tahu siapa yang meracuninya, dia mencari orang sesuai dengan petunjuk dan berhasil menemukan beberapa orang yang mencurigakan tapi akhirnya dia justru menemukan beberapa orang yang seharusnya sudah meninggal tapi nyatanya masih hidup dengan selamat dan sehat, hanya saja dia sendiri masih belum berhasil menemukan siapa yang berusaha membunuhnya. "


"Dia bertemu dengan seorang pemuda yang membuatnya jatuh hati, itu adalah Jenderal paling besar dalam sejarah, Jenderal Ming. Mereka menjadi sepasang kekasih dan bersama sama mencari petunjuk terkait dengan hal ini, tapi setelah mencari mereka justru bertemu dengan perang besar yang membuat Ming Yue tewas untuk menyelamatkan Huang Xinxin. Pada saat yang sama, Huang Xinxin menemukan petunjuk bahwa Ibu Suri adalah orang yang membunuh Ibunya, Ayahnya, Kekasihnya, dan banyak orang lain lagi yang dibunuh oleh Ibu Duri hanya karena dia merasa iri dengan kemampuan orang lain yang lebih baik darinya. " Ucap Xia Xinxin dengan mata yang agak redup.


Mereka pada saat ini berada di mobil yang berjalan secara perlahan seolah olah mengikuti suasana hati Xia Xinxin yang perlahan lahan ikut meredup, dia tidak bisa menahan rasa sakit hatinya setelah dia berhasil mengingat semuanya dengan jelas.


"Lalu, bagaimana dengan Huang Xinxin ?" Tanya Ming Yue.


"Dia kembali ke Ibukota untuk membalaskan dendam kekasihnya dan menemukan bahwa Ayahnya juga sudah meninggal dalam medan perang karena pasukan bantuan tidak datang sementara Ibu Suri dan Kaisar hidup dengan nyaman di Istana. Dia merasa marah dan menyiksa Kaisar lalu menyandera Kaisar untuk memaksa Ibu Suri bunuh diri, tapi ternyata Ibu Suri lebih memilih putranya mati dibandingkan dia mengakui kesalahannya sendiri. " Ucap Xia Xinxin dengan penuh kebencian.

__ADS_1


"Pada akhirnya, sahabat masa kecil Huang Xinxin datang dan menikam neneknya sendiri untuk membalaskan dendam semua orang. Pada saat yang sama , dia juga bunuh diri, itu adalah Putra Mahkota, Jiu Rui. Dia menyerahkan Kekaisaran itu ke tangan Huang Xinxin untuk di atur. " Lanjut Xia Xinxin.


"Kenapa semua orang bisa menerima Huang Xinxin dengan mudah sementara dia sendiri tidak terkait dengan Istana ?" Tanya Ming Yue merasa bahwa hal ini tidak masuk akal.


"Ada hal hal yang sulit untuk dijelaskan, aku mendengar bahwa Huang Xinxin adalah seorang gadis yang pemberani dan baik hati. Hanya saja dia terlalu naif dan percaya bahwa dia sendiri selangkah di depan musuh tapi nyatanya musuh melihat seluruh gerakannya yang membuatnya kehilangan. Selain itu, kamu tidak tahu tapi sebenarnya Huang Xinxin dan Jiu Rui adalah bibi dan keponakan. " Jawab Xia Xinxin.


"Mereka adalah keponakan ?" Tanya Ming Yue terkejut.


"Itu benar, Ibu Suri yang membunuh Huang Xinxin dan Ibunya adalah saudari dari Ibunya yang tidak lain adalah Bibi dari Huang Xinxin. " Jawab Xia Xinxin dengan serius yang membuat Ming Yue terkejut.

__ADS_1


__ADS_2