Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
130. Menyelinap Ke Istana


__ADS_3

Huang Xinxin melihat Istana yang begitu megah ini dengan tatapan yang rumit, dia membawa begitu banyak kebencian tapi pada saat yang sama dia mengingat sesuatu, tidak perduli sebenci apa dia dengan Istana, ini masih rumah Jiu Rui.


Dalam hidup sebelumnya, dia berhutang banyak pada Jiu Rui yang sudah seringkali dia manfaatkan dan telah sering membantunya tanpa ragu bahkan jika itu harus menentang Ayahnya sendiri, Kaisar.


Tapi, pada akhirnya mereka ditakdirkan untuk saling membenci satu sama lain. Dendam di antara mereka sudah tidak bisa di damaikan lagi. Huang Xinxin memejamkan matanya dengan lembut dan menghela nafas.


"Maafkan aku, Jiu Rui. " Bisik Huang Xinxin sebelum akhirnya berjalan maju dan melihat dua orang yang menjaga gerbang.


"Tidak boleh masuk !" Seru kedua orang itu padanya sebelum akhirnya jatuh ke tanah tanpa suara.


Mereka bahkan tidak bisa berteriak atau apapun sebelum Huang Xinxin mengayunkan pedangnya ke leher mereka.


Hanya dalam satu tebasan, mereka langsung meninggal. Huang Xinxin berjalan ke dalam dan menemukan bahwa ini sudah agak malam sehingga pengawalan menjadi agak ketat.


Karena dia ingin balas dendam maka dia harus menyusun rencana dengan baik, dia mungkin bisa membunuh orang orang ini tapi dia tidak akan bisa mencegah Kaisar untuk kabur secara diam diam jika dia membuat keributan.


Sebaliknya, jika dia diam diam masuk dan memberikan kejutan kepada Kaisar maka itu akan sangat baik.


Huang Xinxin menyelinap melalui sela sela dan bersembunyi dari rombongan prajurit yang berpatroli. Dia diam diam masuk ke arah dapur dan melihat bahwa ada seorang gadis yang sedang sendirian.


Dengan cepat dia membuang pedangnya sendiri dan melesat ke arah gadis itu, dia membuat gadis itu pingsan dan mengambil pakaian luarnya.


Dia menggunakan pakaian pelayan dan masuk ke dalam Istana untuk mengantarkan makanan kepada Kaisar.


"Cepat, jangan sampai Yang Mulia menunggu !" Seru seseorang dari luar.


" Ya, ya , ya !" Seru Huang Xinxin dan membawa makanan itu untuk masuk ke dalam Istana.


Sesampainya di dalam Istana, makanannya diambil oleh Kasim sehingga dia bahkan tidak bisa melihat Kaisar itu.


Tapi itu bagus juga, dia langsung berputar arah dan menuju ke arah kamar Kaisar. Dia mengetahui posisi ini karena Jiu Rui pernah menceritakannya.

__ADS_1


Setiap malam pasti akan ada selir yang menemani Kaisar maka dari itu, Huang Xinxin berniat untuk menyamar dan memberikan kejutan yang sangat baik untuk sepupu tercintanya itu.


Untuk menuju ke kamar Kaisar, dia bertemu dengan banyak orang sebelum akhirnya dia bertemu dengan seorang prajurit.


"Seorang pelayan rendahan sepertimu, untuk apa mendekat ke tempat istirahat Yang Mulia ?!" Tanya prajurit itu.


"Aku.... aku-" Ucapan Huang Xinxin terputus ketika cakarnya keluar dan menancap di leher prajurit itu.


"Ada pembunuh !" Seru salah satu prajurit itu.


Huang Xinxin langsung menyelesaikan mereka dengan satu langkah, jangan sampai mereka membuat kegaduhan yang membuat identitasnya diketahui oleh musuh dan mengacaukan rencananya.


Sebagai seorang siluman, dia memiliki kemampuan untuk bergerak lebih cepat, maka dari itu dia bisa melawan orang orang ini.


Tapi, orang orang ini memiliki jimat maka jangan sampai orang orang ini mengaktifkan jimat terlebih dahulu.


Huang Xinxin mengulurkan tangannya dan merobek jimat tersebut dengan begitu maka tidak akan ada kekacauan,


Jika Jiu Ming melihatnya maka dia pasti akan ketakutan maka dari itu , Huang Xinxin harus menyingkirkan mereka.


Dia menyeret mereka ke pojok yang gelap dengan perlahan lahan dan tanpa suara sebelum akhirnya memastikan bahwa tidak ada yang aneh.


Dia berjalan masuk dan anehnya pintu itu terkunci sebelum akhirnya ada balasan dari dalam.


"Tunggu sebentar, Yang Mulia !" Seru suara genit dari dalam.


Ketika pintu dibuka, Huang Xinxin langsung memukul leher selir itu sehingga selir itu jatuh pingsan, jangan sampai selir itu membuat keributan.


Huang Xinxin melihat bahwa selir ini tampak begitu mewah dan megah, menunjukkan bahwa selir ini termasuk yang disayangi oleh Kaisar.


Bagaimana jika Kaisar melihat bahwa selir kesayangannya mati di papan gantung ? Huang Xinxin penasaran dengan itu dan menutup tirai.

__ADS_1


Dia melihat tali yang ada di bawah meja dan mengikat selir ini lalu mengganti pakaiannya sendiri menjadi pakaian yang dia pakai sebelumnya. Dia duduk di atas ranjang membelakangi pintu dan tirai.


Dia membiarkan pintu tidak terkunci dan tidak lama kemudian dia merasakan orang datang kesini dan tidak lama kemudian, pintu dibuka dari luar.


Huang Xinxin melirik dari sudut matanya bahwa itu adalah Kaisar, Jiu Ming.


"Xiu'er, aku sudah lama sekali merindukanmu. " Ucap Jiu Ming dan langsung membuka tirai.


Ketika membuka tirai, betapa terkejutnya Jiu Ming ketika melihat siapa yang duduk di atas ranjangnya, itu bukan selir kesayangannya.


"Siapa kamu ?!" Teriak Jiu Ming dengan terkejut.


"Siapa aku ? Apakah kamu penasaran dengan itu ? Gelar apa yang kamu inginkan di dalam sejarah ? Gelar Kaisar yang paling serakah ? Atau Kaisar yang paling tidak setia ?" Tanya Huang Xinxin dan berbalik untuk melihat Jiu Ming.


"Bukankah kamu gadis yang dibawa oleh Huang Lixin ?" Tanya Jiu Ming.


"Benar sekali, aku adalah gadis yang dibawa oleh Huang Lixin. Aku adalah Huang Xinxin, lama tidak bertemu , sepupuku. " Jawab Huang Xinxin.


Wajah Jiu Ming langsung berubah ketika mendengar namanya dan menggelengkan kepalanya dengan keras.


"bagaimana mungkin ?! Kamu pasti sedang bercanda ! Kamu tidak mungkin Huang Xinxin, bagaimanapun dia telah mati di penjara !" Terima Jiu Ming.


"Mati di penjara ? Benar, memang aku sudah mati sekali tapi aku kembali untuk mencabut nyawamu !" Seru Huang Xinxin dengan tatapan mata yang sangat tajam.


Jika bisa maka dia pasti akan membelah Jiu Ming menjadi banyak bagian hanya dengan tatapannya.


"Bagaimana mungkin seseorang yang sudah mati kembali lagi ?! " Tanya Jiu Ming.


"Tentu saja, itu adalah hal yang tidak mungkin tapi karena kamu itu menjadi mungkin. Aku harus berterima kasih padamu karena selama ini aku tidak berani mengambil tindakan karena Jiu Rui tapi karena tindakanmu baru baru ini maka membuat hatiku tergerak terutama rencana hebat dari bibi selama puluhan tahun belakangan ini. " Jawab Huang Xinxin menyeringai.


"Aku akan memanggil prajurit dengan begitu maka kamu tidak akan membuat masalah !" Seru Kaisar.

__ADS_1


"Silakan saja kalau kamu bisa, jika aku tidak salah maka kamu memiliki ketakutan tertentu pada orang lain sehingga kamu hanya membiarkan orang yang telah kamu pilih untuk melindungi kamu di dalam kamar. Sekarang, mereka semua telah meninggalkan mu. Tapi tenang saja, karena kalian semua akan segera berkumpul lagi !" Seru Huang Xinxin dan melesat ke arah Jiu Ming.


__ADS_2