
Sementara di tempat lain....
Sebuah mobil yang kemudikan oleh seorang pria berkulit putih nampak melesat membawa seorang wanita cantik berpenampilan syar i.
Ya...itu adalah Roky.Ia baru saja menemani Adinda sang majikan berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu.
Dengan kecepatan sedang Roky nampak melajukan mobilnya sambil tak henti menebar senyuman.Sesuatu yang dapat di lihat oleh mata teduh Adinda.
"dari tadi kamu senyum senyum terus Ky...?lagi bahagia ya...?"tanya Dinda.
"heheheh....ibuk tau aja..."ucap Roky sambil cengengesan.
"saya juga pernah muda Ky..."ucap Adinda
Roky hanya tersenyum malu malu.
"itu boneka buat siapa?"tanya Adinda samb melirik sebuah boneka Winnie the Pooh yang berada di pangkuan Roky.
"buat...itu buk...."ucap Roky malu malu sambil menggaruk kepalanya belakang nya yang tak gatal.
"gebetan ya...?"tanya Dinda.
"hehehe...iya buk..."ucap Roky.
Adinda terkekeh.
"waahh....udah punya gebetan ternyata....buruan dinikahin...."ucap Dinda.
"ya bentar lah buk....masa langsung nikah aja....pacaran juga belum...agak licin buk...susah dijinakin..."ucap Roky seolah tengah berbicara dengan sahabatnya sendiri.
Adinda terkekeh...
"kayak belut aja licin..."ucap Dinda.
Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan sambil berbincang santai.Adinda benar benar majikan yang baik.Ia seolah tak memandang Roky maupun pekerjanya yang lain sebagai bawahan.Wanita itu justru merangkul,menjadikan mereka seperti keluarganya sendiri.
Tak berselang lama,mobil sampai di depan toko kue miliknya.Roky turun dari mobil hitam itu,mengitari kendaraan roda empat tersangka lalu membukakan pintu untuk Adinda.
"makasih ya Ky...."ucap Adinda.
"sama sama buk...."jawab Roky.
Dinda pun masuk kedalam toko itu diikuti Roky dibelakang nya sambil membawa barang barang belanjaan Dinda yang baru saja ia ambil dari bagasi mobil.
"assalamualaikum...."ucap Adinda.
"wa alaikum salam..."jawab Zia dan Dila yang berada di dalam toko kue tersebut.
"suami saya udah pulang?"tanya Dinda.
"belum buk...."jawab Dila
"oh...ya udah...."jawab Adinda kemudian berbalik badan.
"Ky...bawa semuanya ke dapur ya...."perintah Adinda kepada Roky yang berada di belakang nya.
"iya buk...jawab Roky.
Pria berkulit putih itupun lantas membawa barang barang belanjaan berupa bahan bahan kue itu untuk di bawa ke dalam dapur.
Adinda kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang.
__ADS_1
"Zia...tolong kamu beli makanan ya...lima bungkus buat kita sekalian sama buat Roky dan suami saya nanti..."ucap Adinda sambil menyerahkan beberapa lembar uang kertas kepada adik kandung Zack itu.
"baik buk...."jawab Zia.
Gadis itupun bergegas keluar dari toko itu untuk membeli makan sesuai dengan perintah Adinda.Roky yang selesai dengan tugasnya di dapur pun mengikuti langkah Zia keluar toko saat melihat wanita idaman nya itu keluar dari tempatnya bekerja itu
Dinda yang menyaksikan adegan dua anak manusia itupun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya,ia memilih untuk pergi ke dapur dan membereskan beberapa bahan makanan yang baru saja di belinya itu.
Sementara di luar toko..
Sebuah motor besar yang dikendarai Adrian nampak berhenti di depan toko kue itu.Laki laki yang baru saja pulang dari aktifitas modeling nya itu lantas turun dari tunggangan nya tersebut.Zia si pengagum Adrian yang melihat kedatangan pria idolnya itu pun nampak berbinar.Dengan perasaan yang sepertinya kurang pantas sebagai seorang bawahan,Zia tersenyum manis saat Adrian berjalan lewat di hadapan nya menuju pintu toko.
"siang tuan..."ucap Zia sambil tersenyum manis.Adrian tak merespon sama sekali.
"eh...tuan... selamat siang..."ucap Roky yang berpapasan dengan Adrian di pintu utama toko.
"siang.."jawab Adrian sambil tersenyum simpul.
Zia nampak kecewa.Ia yang menyapa tak digubris.Tapi saat Roky yang menyapa,laki laki itu justru menjawab dan bahkan sambil tersenyum.
Adrian berlalu pergi.Roky dengan boneka Winnie the Pooh di tangannya nampak mendekati Zia yang terlihat bersungut.
"Zi...."ucap Roky.
Zia hanya menatap malas ke arah Roky.
"mau kemana?"tanya Roky lagi.
"beli makan...."ucap Zia cuek.
"oh ya...gue tadi abis dari mall sama ibuk...gue liat ada boneka ini... lucu...."ucap Roky sambil menunjukkan boneka di tangannya.
"nih....buat lo...."ucap Roky lagi sambil menyerahkan boneka itu pada Zia.
"makasih..."jawab gadis cantik itu singkat lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.Namun baru beberapa langkah wanita itu mengayunkan kakinya,tiba tiba....
"Zi....."ucap Roky membuat Zia pun menghentikan langkahnya.
"perasaan gue masih sama ke lo.... dari dulu sampai sekarang...."ucap Roky lantang.Zia yang mendengar hal itupun lantas berbalik badan ke arah Roky.
"dan perasaan gue juga masih sama... dari dulu..sampai sekarang...."ucap Zia dengan sorot mata tegas.
Roky tersenyum sinis.
"gue tau...lo diam diam menaruh hati sama seseorang kan...?gue sebagai orang yang peduli sama lo...gue cuma mau ngingetin.... perasaan lo gue rasa salah....lo nggak seharusnya punya rasa sama............"
"cukup....!!!!"ucap Zia memotong ucapan Roky.
"nggak usah sok tau jadi orang...!lo nggak tau apa apa soal gue...!nggak usah sok peduli Ky..!gue cuma nganggep lo kakak... karena lo temennya kak Zack...selain dari itu... nggak ada...!jadi tolong...jangan buang buang waktu lo demi gue.."ucap Zia kemudian berbalik badan dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Roky hanya diam mematung.Hati Zia memang cukup keras.Seolah begitu sulit untuk menaklukkan hati wanita cantik itu...
......................
Sementara itu di dapur toko di waktu yang sama...
Adrian masuk ke dalam dapur.Dilihatnya di sana Adinda tengah berada di depan kulkas lemari pendingin, memasukkan beberapa bahan kue ke dalam tempat bersuhu rendah itu.
Adrian tersenyum.Ia menggerakkan kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri.Dila tengah sibuk melipat box kue dan roti sambil menunggu pelanggan datang.Zia keluar,Roky juga keluar...Amaannn😁.
Adrian mengulum senyum nakal.Matanya fokus menatap tubuh sang istri dari belakang yang tertutup kain syar i itu.Adinda masih sibuk,ia tak menyadari kehadiran suami tersayangnya itu.
__ADS_1
Adrian makin mendekat dan.....
seeeeetttt.....
aammmbbb......
buuuuuggghhhh......
Adrian menarik tubuh Dinda,membekap mulut sang istri yang nyaris teriak dan membawa tubuh ramping berbalut gamis hijau itu ke pojok ruangan,membentur dinding di samping lemari tempat menyimpan loyang loyang dan cetakan kue.
"maaaasss.."ucap Dinda hendak protes namun Adrian dengan cepat menempelkan jari telunjuknya di bibir sang istri
"sssssstttt...."suara itu terdengar dari bibir Adrian.Laki laki itu kini mengungkung sang istri,membuat Dinda tak bisa kemana mana.
"ngapain sih kamu?"tanya Dinda setengah berbisik,seolah tak habis pikir dengan ulah iseng sang suami.
"lagi pengen narik narik kamu aja..."ucap Adrian santai sambil tersenyum nakal.
"nggak usah aneh aneh deh...udah tua...malu ama cucu...!!"ucap Adinda.
Adrian tak peduli.Ia menggerakkan kepalanya mendekat ke wajah Dinda.Entah ada angin apa,tiba tiba Adrian ingin sekali bermesraan dengan istrinya itu.Meskipun mereka memang sering melakukan hal demikian.Tapi selalu dirumah jika sedang berdua,bukan di toko seperti ini.
"maas...."ucap Dinda mengelakkan wajahnya.
"apasih...?"tanya Adrian.
"ini kita lagi di toko loh...kalau ada yang liat gimana?"tanya Dinda mencoba mengingatkan.
"Zia sama Roky lagi keluar,Dila sibuk lipet box..udah sih nurut aja..."ucap Adrian.
"tapi ka.........."
haaappp......
Adrian memotong ucapan Dinda dengan cara melahap sempurna bibir merah muda itu.Pria dewasa itu meraih pinggang Dinda, menempel kan tubuh ramping itu dengan tubuh tegapnya membuat posisi keduanya kini tanpa jarak.Dinda berkali kali mencoba mengelak,namun Adrian seoalah tak mengizinkan Adinda untuk lepas dari dekapan nya.
Makin lama Adinda makin hanyut dalam pergulatan lidah dengan sang suami.Mulai merasa nyaman,wanita itupun mengalungkan kedua lengannya ke leher Adrian.Sepasang suami istri itu makin hanyut dalam ciiiuman panas mereka,hingga....
"buk....ii....eeeeehhhh......!!"
Dinda reflek mendorong tubuh Adrian.Dilihatnya disana Zia datang dengan kantong kresek di tangan nya berisi beberapa bungkus makanan pesanan Dinda.
Adinda kalang kabut menata jilbabnya yang sedikit berantakan.Zia mematung menyaksikan apa yang baru saja ia lihat.Matanya bahkan terlihat mengembun.Sedangkan Adrian,laki laki itu cuek.Ia menyangga tubuh tegapnya menggunakan satu lengannya yang menyentuh dinding.Ia tersenyum sambil menatap nakal ke arah Dinda yang nampak kikuk di hadapan karyawannya itu.
Dinda menatap jengkel ke arah sang suami dengan satu gerakan...
"bandel banget di bilangin..!"ucap nya dengan gigi mengetat.Tangannya tergerak mencubit perut sixpack Adrian,sambil berjalan mendekati Zia yang diam tak bergerak.
Pria dua anak itu hanya terkekeh.
"makasih Zi....kamu ambil buat kamu,Roky dan Dila ya.... kalian makan siang dulu..."ucap Adinda.
"i...iya buk.."jawab Zia sambil mengangguk samar.
Ia lantas mengambil tiga bungkus makanan itu dan berlalu pergi meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
Tanpa Dinda sadari,air mata Zia menetes saat ia membalikkan badannya membelakangi Adinda.
...----------------...
***Selamat siang
__ADS_1
up 11:48
yuk... dukungan nya dulu 🥰***