Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Empat Puluh Lima


__ADS_3

Malam menjelang di sebuah rumah sakit,


Seorang pria nampak berjalan mondar mandir di ruangan itu sambil tersenyum bahagia.


Ya....setelah belasan tahun ia hidup dengan satu kaki,hari ini untuk pertama kalinya ia bisa mengayunkan kedua kakinya menapaki lantai rumah sakit yang bersih itu.


Ammar tersenyum lebar Ia tak henti mengucap syukur.Akhirnya ia bisa berjalan normal meskipun sebelah kakinya hanya lah kaki palsu.


"mbak....aku bisa jalan lagi mbak...."ucap Ammar bahagia.


Livia yang juga berada di kamar itu mendampingi Ammar pun ikut tersenyum senang.


"Alhamdulillah....ini semua buah dari kesabaran dan keikhlasan kamu dan Zizah Mar... sekarang kalian memetik hasil dari semua yang sudah kalian lalui..."ucap Livia


Ammar tak henti mengucap syukur.Laki laki itu benar benar bahagia.Sangat bahagia...!


"oh iya....Zizah gimana?"tanya Ammar.


"hari ini dokter akan membuka perban nya.Azizah akan mencoba berbicara untuk pertama kalinya pasca operasi..."ucap Livia.


"oh ya?"tanya Ammar antusias.


"iya....sekarang dokternya sudah ada di ruangan Zizah..."ucap Livia.


"apa saya boleh ke sana mbak?saya mau lihat kondisi Zizah..."ucap Ammar antusias.


"boleh...kenapa nggak....kalau gitu mari saya antar ..."ucap Livia


"iya mbak....."jawab Ammar.


Dokter dan pasien itupun keluar dari rawat inap itu.Ammar lebih memilih berjalan kaki meskipun ditawari kursi roda oleh Livia.Ia sangat bahagia hari ini.Ia bisa jalan sendiri,ia tak butuh kursi roda.


Sementara itu di ruangan terpisah....

__ADS_1


Seorang dokter tengah berada di sebuah kamar rawat inap yang dihuni seorang pasien wanita yang beberapa hari lalu baru selesai melakukan operasi pita suaranya.


Dengan di dampingi seorang perawat wanita di sampingnya,dokter berkewarganegaraan asing itu nampak membuka perban yang membalut leher Azizah dengan sangat hati hati.Di sampingnya,Zack sang suami nampak duduk di sebuah kursi dengan tegang sambil satu tangannya mereemas jari jemari sang istri.Dalam hatinya pria itu tak henti merapalkan doa.Berharap semoga hasil dari operasi yang dijalani Azizah bisa memuaskan.


"nyonya Azizah,coba pelan-pelan buka mulutnya,coba ucapkan sesuatu..."ucap sang perawat yang setia di samping sang dokter.


Azizah menoleh ke arah suaminya.Zack mengangguk.Zizah kemudian mulai membuka mulutnya..


"a....ku..."ucap Zizah pelan...!terdengar jelas....!


"lagi nyonya...!"ucap perawat itu lagi.


Zizah menarik nafas panjang.Menetralkan detak jantungnya yang seolah berdetak lebih cepat.


"aku....bisa.... bicara.....lagi..."ucap Zizah beberapa kata lalu sambil menoleh ke arah Zack.


Laki laki itu tersenyum lebar.Ia mengangguk.


"Alhamdulillah.....suara nyonya sudah kembali.... selamat ya nyonya.... Operasi anda berhasil..."ucap sang perawat.


"kami sembuh sayang...."ucap Zack berbinar haru.


Azizah mengangguk sambil sesenggukan.Rasanya seperti tidak mungkin.Ia taj pernah menyangka bahwa ini akan benar benar terjadi dalam hidupnya.


Zack bangkit dari posisi duduknya.Ia memeluk sang istri seolah memberikan ucapan selamat dan semangat untuk wanita cantik yang ia cintai tanpa syarat tersebut.


...****************...


Sementara itu ditempat lain..


Di sebuah rumah reyot di pinggir hutan,milik seorang nenek tua renta yang hidup sebatang kara....


Nenek itu baru selesai mencari kayu bakar untuk keperluan nya memasak.Wanita itu nampak berjalan menuju dapurnya yang masih sangat sederhana dengan tungku kayu yang terbuat dari tanah liat sebagai alat untuknya memasak dan merebus air.

__ADS_1


Langkahnya terseok seok.Usianya yang sudah hampir delapan puluh tahun membuat raganya yang semula kuat dan kokoh kini perlahan mulai melemah.


Wanita itu mengambil sebuah gelas plastik,menuangkan air putih dari dalam teko tua berwana hijau kombinasi putih itu.


Satu gelas air putih pun tandas,ia lantas berjalan menuju meja makannya,lalu duduk di sebuah kursi kayu usang guna mengistirahatkan badannya.


"kau sudah pulang?"


suara itu menggema.Suara berat seorang laki laki berjambang yang beberapa hari lalu menolong nya saat ia terjatuh di hutan.Laki laki yang kini tinggal bersama nya,lantaran mengaku baru saja mengalami musibah kecelakaan dan kehilangan seluruh anggota keluarga nya.


Si nenek yang tuna wicara itu berucap tak jelas dengan menggerakkan tangannya mengucap bahasa isyarat,laki laki itu langsung paham.


"aku sudah makan.."katanya.


Si nenek berucap lagi seolah meminta sang pria yang mengaku bernama Simon itu untuk beristirahat.


"setiap hari aku hanya beristirahat...aku tidak punya pekerjaan lain..."ucapnya.


Sang nenek hanya tersenyum.


"harusnya kau yang istirahat,kau sudah sangat tua..."ucap pria itu lagi.


si nenek mengucap bahasa isyarat lagi,seolah ingin berkata "aku tidak apa apa"


Si nenek bangkit.Ia berucap dengan bahasa isyarat lagi....


"istirahat lah....aku mau mandi...."



...----------------...


***Selamat sore....

__ADS_1


up 15:30


dukungan dulu yuk 🥰🥰🥰***


__ADS_2