Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Sepuluh


__ADS_3

Di luar ruang operasi.....


Beberapa orang nampak menunggu dengan raut wajah yang terlihat khawatir.Terlihag disana,Ammar,Zizah dan Zack yang nampak menunggu penuh harap di kursi tunggu yang terletak di depan ruang operasi.Dengan telapak tangan kanan yang tak lepas di genggam oleh sang suami dan satu tangan kiri yang sesekali mengusap lelehan air mata,Zizah menangis sesenggukan.Dalam pikirannya hanya ada Aliya.Dalam hatinya tak lepas melafalkan berbagai macam doa demi keselamatan sepupu dan calon keponakannya.


Di samping Zizah,Zack nampak duduk sambil satu tangannya mendekap sambil sesekali mengusap pundak sang istri.Ia pun seolah juga mulai ikut larut dalam ketegangan.Kata kata Aliya sebelum masuk meja operasi berhasil membuatnya bergetar.Penyesalan Aliya teramat dalam.Membuatnya seolah merasa malu dan tak pantas lagi untuk hidup.


Cukup lama mereka berada di depan ruang operasi.Hingga......


ceklekkk.....


pintu ruang operasi terbuka....


Seorang dokter keluar dari dalam ruang operasi sambil melepas masker yang menutupi sebagian wajahnya.


Zizah,Zack dan Ammar mendekat.


"gimana dok...? bagaimana keadaan Aliya dan bayinya?"tanya Ammar begitu terburu buru.


"bayi Aliya selamat,namun karena kondisinya sangat lemah dan berat badan yang masih belum stabil,kami terpaksa harus memasukkannya ke inkubator terlebih dahulu sampai kondisinya bisa membaik..."ucap salah satu dokter yang ikut menangani Aliya.

__ADS_1


Azizah nampak memejamkan matanya.Zack tak lepas merangkulnya guna memberi kekuatan pada sang istri.


"lalu bagaimana dengan Aliya dok?"tanya Zack.


Dokter itu membuang nafas panjang...


"mohon maaf....kami hanya bisa menyelamatkan bayinya saja...ibu Aliya tidak bisa tertolong....."ucap sang dokter.


Azizah seketika itu lemas.Ia merosot seolah tak mampu menahan berat tubuhnya.Zack yang sedari tadi tak pernah jauh dari sang istri pun reflek menahan tubuh Azizah yang seolah tak punya kekuatan lagi itu agar tak jatuh ke lantai.Azizah menangis pilu.Suara tangisannya menyayat hati mendengar ucapan sang dokter bahwa Aliya sudah tak bisa diselamatkan lagi.


"boleh kami masuk untuk melihat jasad Aliya dok?"tanya Zack.


Ammar,Azizah dan Zack masuk ke dalam ruang operasi.


Tangis seketika itu juga pecah saat melihat sesosok manusia yang terbujur kaku di atas ranjang pasien.Azizah setengah berlari.Didekapnya tubuh wanita yang kini raganya sudah di tutup kain dari atas hingga bawah itu.


Aliya sudah pergi.Membawa semua luka yang teramat perih yang ia rasakan di dunia yang kejam ini.Gadis sombong itu telah berpulang menyusul sang ayah yang terlebih dulu meninggalkan nya.Aliya sudah bahagia.Ia tidak sakit lagi,ia tidak menderita lagi di dalam sel.Ia tak diperbudak lagi oleh para tahanan senior.Ia sudah pergi dengan tenang menemui Tuhan nya,menitipkan seorang bayi cantik untuk sang sepupu.Keturunannya yang ia harap kelak akan menjadi penerusnya yang lebih baik.


Aliya sudah pulang...ia pulang ke rumahnya yang abadi.Meninggalkan apa yang ia punya yang masih melekat ditubuhnya untuk di jual,dan ditukar dengan suara Azizah dan kaki Ammar yang sudah lama hilang.

__ADS_1


Aliya memang pergi,tapi tak sepenuhnya pergi,karena ia akan tetap melekat di dalam diri Ammar dan Azizah.Ia menyatu bersama dua sepupunya itu.Bersama dalam satu raga untuk membesarkan sang putri kecil yang berparas ayu.


Azizah dan Ammar terus menangis,Zack menatap bayi dalam inkubator yang terlihat mungil itu.Laki laki itu mendekat.Tangannya tergerak menyentuh kaca bening itu.Sang bayi nampak bergerak gerak namun dengan gerakan yang lemah


"kamu cantik sekali nak...."ucap Zack.


"kuat sayang....kamu harus kuat untuk menjadi anak yang bisa ibu kamu banggakan....kita akan pulang sama sama nanti ya nak...."ucap Zack dengan mata berair.


"bertahan demi ibu kamu sayang ..."ucap Zack pilu.


Tangis terus menggema di ruangan itu.Menangisi kepergian sang napi yang kini sudah kembali menghadap sang Maha Kuasa.


Selamat Jalan Aliya....kamu sudah bahagia....semoga tenang di sisi Sang Maha Kuasa...🥰🥰


...----------------...


***Selamat pagi ...


up 06:03

__ADS_1


yuk....dukungan dulu🥰***


__ADS_2