Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Delapan Puluh Dua


__ADS_3

Siang menjelang....


Di sebuah toko kue berlantai dua...


Zia memarkirkan motornya dari depan toko yang akan menjadi tempatnya mencari tambahan uang jajan tersebut.Gadis cantik berkulit putih itu lantas melepaskan helm di kepala nya,dan dengan segera ia melangkah menuju pintu kaca toko kue itu dan masuk ke dalam nya.


"assalamualaikum...."ucap Zia.


"wa alaikum salam...."jawab seorang wanita yang merupakan karyawan di tempat itu bernama Dila.


"Zia....baru pulang kuliah?"tanya Dila.


"iya mbak..."jawab Zia.Mereka memang sudah berkenalan kemarin saat Zia datang pertama kali ke tempat itu.


"tas nya taruh situ aja Zi...."ucap Dila sambil menunjuk sebuah rak kayu di pojok ruangan.


"oh...iya mbak.."jawab Zia.


Gadis berparas ayu itu lantas berjalan menuju rak kayu tersebut, meletakkan tas selempang nya, meraih celemek kain yang berada di sana lalu mengenakan nya.


"kamu jaga depan ya....aku mau ke dapur bantuin ibuk..."ucap Dila.


"ibuk?"tanya Zia tak paham.


"ya bos kita lah...biar gimanapun kan dia atasan kita....jangan panggil kak ya....panggil ibuk sama tuan aja...soalnya ibuk nggak suka di panggil nyonya kalau sama karyawannya..."ucap Dila.


"oh...iya deh mbak..."ucap Zia.


"ya udah...aku tinggal ya...."ucap Dila.


"iya mbak..."jawab Zia.


Dila pun beranjak menuju dapur.Sedangkan Zia kini nampak berdiri di antara etalase etalase kue itu menanti pembeli yang akan datang


kriieeeettt......


pintu toko terbuka.


Seorang pria dewasa berbadan tegap dengan mata hijau yang indah masuk kedalam toko itu.Tatapan matanya tajam,mimik wajahnya tenang,jaket kulit berwarna hitam dengan kaos garis haris melekat sempurna membungkus tubuhnya yang terlihat atletis.Serta sebuah celana jeans hitam membungkus kaki panjangnya.


Ya....itu suami Adinda,sang pemilik toko,atasan Zia.


Untuk beberapa saat Zia tertegun melihat paras laki laki yang sudah tidak muda lagi namun terlihat sangat berkarisma itu.


Pria itu tersenyum singkat ke arah Zia.


"istri saya mana?"tanya nya singkat.


"a.....ada di dapur pak...eh....tuan..."ucap Zia gagap.


Laki laki itu hanya tersenyum singkat.Tanpa berucap sepatah katapun,laki laki itu melangkah menuju dapur,menemui istri cantiknya yang sudah ia nikahi selama belasan tahun itu.


Jantung Zia berdegup kencang,antara takut dan kagum,laki laki itu terlihat seperti sosok yang sangat tenang,namun memiliki aura tersendiri dalam dirinya,yang membuat siapapun yang tak mengenalnya mungkin akan terkunci pandangan matanya untuk beberapa saat.


Zia kembali fokus pada pekerjaan nya,ia meraih lap yang berada di atas meja di samping rak kayu,ia pun menggerakkan lap tersebut di atas permukaan etalase guna membersihkan debu yang tak terlihat yang tertempel di atas kaca etalase itu.

__ADS_1


Tak berselang lama,


kriieeeettt....


pintu kaca kembali terbuka....


Seorang wanita paruh baya berpenampilan anggun nampak memasuki toko kue itu bersama seorang anak laki laki berusia kurang lebih delapan tahun dan pria berjaket kulit dengan kacamata hitam membingkai dua bola matanya.Zia tersenyum...


"ibu Grace....."ucap Zia.


Wanita itu pun membalas senyuman itu.Ya....itu Grace,mantan istri Moreno,ia datang bersama sang suami, Bram, dan anak kedua mereka yang baru pulang dari sekolah, Cakrawala atau sering dipanggil Cakra.


"Zia.....kamu kerja disini?"tanya Grace.


"iya buk...."ucap Zia sambil tersenyum.Wanita itu menatap sekilas ke arah Bram,lalu membungkuk sambil tersenyum.Bram hanya membalasnya dengan senyuman.


"mommy aku mau beli yang ini...."rengek Cakra sambil menunjuk kue donat dengan aneka topping indah yang terpajang di dalam etalase.


"iya nak..."ucap Grace begitu sabar.


"Zia....bungkusin satu kotak ya...."ucap Grace.


"baik buk...."jawab adik kandung Zack tersebut.


Wanita itupun dengan cekatan memasukkan beberapa donat pilihan Cakra ke dalam box berbentuk segi panjang tersebut.


Setelah selesai,Zia pun menyerahkan box tersebut kepada Grace,saat Bram hendak menyerahkan uang untung membayar kue berbentuk bulat itu,tiba tiba...


.


.


.


Suara berat itu berhasil menyita perhatian empat manusia yang sedang melakukan transaksi jual beli donat itu.


"Adrian?"ucap suami Grace tersebut dengan raut wajah yang sedikit kaget.


Grace dan Zia mengernyitkan dahinya.Sedangkan bos Zia yang ternyata bernama Adrian itu nampak menggerakkan dua bola matanya,menatap sepasang suami istri itu secara bergantian lalu tersenyum samar.


Grace menyentuh lengan sang suami pelan.


"siapa mas?"tanya Grace pelan.


"kenalkan...ini..temanku...Adrian...kamu masih ingat?"tanya Bram sedikit kaku.


Adrian dengan jaket kulit terselampir di lengannya itupun mendekati keluarga kecil itu.


"halo nyonya...saya Adrian...sahabat lama tuan Bram..."ucap Adrian sambil mengulurkan tangannya.


Grace nampak diam sejenak.Ia baru tau kalau suaminya punya sahabat bernama Adrian.


Grace pun membalas uluran tangan laki laki itu.


"saya Grace...."jawab wanita itu akhirnya.

__ADS_1


Adrian tersenyum dengan raut wajah tenang.Diam diam melirik ke arah Bram.Entah mengapa raut wajah pria itu nampak berubah tegang.


"kalian beli kue?"tanya Adrian.


"iya...anak kami pulang sekolah minta dibelikan donat...."ucap Grace.


"oh...ini anak kalian?"tanya Adrian.


"iya...."jawab Grace.


Adrian hanya tersenyum.


"sudah kan?ayo pulang...daddy harus segera balik ke kantor..."ucap Bram.


"iya dad...udah..."jawab Cakra.


Bram kembali menoleh ke arah Bram.Ia tersenyum namun terlihat kaku pada pria yang yang terlihat tenang itu.


"Adrian...aku pulang dulu ..aku harus kembali ke kantor polisi.."ucap Bram.


"oh..silahkan..."jawab Adrian.


Keluarga kecil itu pun lantas keluar dari toko itu setelah menyerahkan sejumlah uang kepada Zia.


Adrian mengamati kepergian keluarga kecil itu dari dalam toko, hingga...


"siapa mas?"tanya seorang wanita berpenampilan syar i yang entah sejak kapan berdiri di samping Adrian.


Laki laki itu menoleh.


"temen lama"ucapnya santai.


"yang mana?emang kamu punya temen?ada gitu yang mau temenan sama kamu?"tanya Adinda.


"apa sih??"tanya Adrian sambil menatap malas ke arah Adinda.Wanita paruh baya itu hanya terkekeh.


"katanya laper... makanan nya udah siap...makan dulu gih...."ucap Adinda.


"oke..."jawab pria itu.Laki laki itupun lantas kembali ke dapur di ikuti oleh Adinda di belakang nya.Zia hanya diam mengamati kepergian sepasang suami istri itu.


...----------------...


***Selamat sore...


niat hati papa Adrian dan keluarga mau othor munculin di next judul....tapi karena ada sesuatu hal yang mungkin nanti akan lebih menarik kalau ada mereka...jadi otor masukin sekarang...mungkin porsinya nggak banyak ya... seperti di judul sebelum nya,cuma pemanis aja...karena PU nya tetep Zack dan Azizah.


Untuk readers baru....


perkenalkan kan... Adinda dan Adrian adalah tokoh utama di novel Author sebelum nya,judulnya Gadis Tawanan Sang Psychopath...


Mereka akan ikut meramaikan novel ini tapi mungkin porsinya nggak banyak...misalkan pada penasaran dengan siapa Adrian dan latar belakang nya,bisa nyambi tuh baca novelnya Author yang udah tamat...ada dua judul yang mengisahkan tentang Adrian-Dinda dan keluarga nya


Gadis Tawanan Sang Psychopath dan Makmum Untuk Sang Pendosa..


yuk....banyakin dukungan dulu....🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2