Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Sebelas


__ADS_3

Hari berganti ....


Disebuah tempat pemakaman umum...


Dua orang berbaju tahanan nampak menangis meraung raung di atas tanah makam yang masih merah itu.Keduanya meraung raung di atas pusara terakhir salah satu anggota keluarga mereka yang kini telah pergi untuk selama lamanya.


Tari,wanita yang terlihat kurus dan nampak lebih tua dari usianya itu nampak begitu terpukul.Ia menangis meraung raung sambil memeluk nisan sang putri menggunakan kedua lengannya yang di borgol.Sedangkan di sampingnya,pria yang juga terlihat lebih kurus dan tak terawat itu pun nampak begitu kehilangan.Berkali kali kata maaf terucap dari bibirnya.


Sungguh ...pria itu kini merasa sangat bersalah.Ia yang memulai semua ini.Andai Azizah tak dilempar ke kandang Moreno,mungkin semua tak akan jadi seperti ini.Keluarga mereka tak akan ikut terseret dalam kubangan kasus yang menjerat duda gila itu.Mereka pasti masih akan bisa hidup bersama sama sekarang.


Kini....Aliya pergi, meninggalkan seorang putri cantik yang masih dalam penanganan dokter karena kondisinya yang lemah.Seorang putri yang tak di izinkan melihat wajah ibunya,dan mungkin juga tak tahu siapa ayahnya.


Ingatkan....Aliya belum pernah bercerita pada ibu dan kakaknya tentang benih siapa yang dikandungnya?


Yang tahu tentang siapa ayah sang bayi hanyalah Andrew,Livia,Ammar,Zizah dan Zack.


Lantaran Aliya pernah meminta tolong Andrew untuk mempertemukan nya dengan Moreno (bab 70).Dan Zizah adalah orang terdekat Aliya saat wanita itu berada di masa masa sulitnya.


Tari mengusap lelehan air matanya yang banjir.


"saudara Tari,saudara Reza.....waktu kalian sudah habis...saatnya kembali ke sel..."ucap seorang petugas yang sedari tadi berdiri di belakang ibu dan anak itu.


Reza dan Tari sesenggukan.Tolonglah....mereka masih ingin disini....berlama lama bersama Aliya yang kini terbaring tenang di bawah gundukan tanah bertabur bunga itu.


"pak ...saya masih ingin bersama putri saya pak...."ucap Tari mengiba.


"waktu sudah habis...kalian harus segera kembali ke sel masing masing...!"ucap sang petugas.


Dua petugas yang sedari tadi mengawal dua tahanan itu pun meraih tubuh sepasang ibu dan anak tersebut.Keduanya hanya bisa pasrah, mereka pun bangkit dengan berat hati.Mata keduanya tak lepas menatap nisan bertuliskan nama Aliya di sana seolah begitu berat meninggalkan gundukan tanah tempat bersemayamnya wanita cantik yang wafat di usia menginjak dua puluh tahun tersebut.


"tante....Reza.....kalian kembalilah ke sel.... tetap jalani hukuman kalian,jangan lupa doakan Aliya dari dalam sana....nanti kalau putri Aliya sudah diperbolehkan pulang dan kondisinya memungkinkan untum di bawa pergi keluar,saya dan Zizah pasti akan membawa nya menemui tante dan Reza...."ucap Ammar membuat Tari dan sang putra terdiam dan menatap laki laki pincang itu dengan tatapan sendu.


"kami janji...kami akan menjaga putri Aliya dengan baik...."ucap Ammar lagi yang kini berdiri di samping Zack dan Zizah.


Tari sesenggukan.Begitu juga Reza yang kini merasa sangat malu.Ammar dan Zizah masih sangat baik pada keluarga nya setelah apa yang mereka lakukan pada sepasang kakak beradik yatim piatu itu.Menyiksa,bahkan melempar Zizah dan memisahkannya dengan Ammar sang kakak.


"tante....tante jaga diri baik baik....jaga kesehatan tante....jangan lupa berdoa agar Allah memberi kekuatan untuk tante di dalam sana...."ucap Ammar begitu tulus.


Tari menangis.Ia malu....ia menyesal....

__ADS_1


"Ammar...kenapa kamu baik sekali nak?padahal saya sudah banyak melakukan dosa pada kalian...."ucap Tari menangis.


"saya minta maaf Ammar ..Zizah....saya banyak salah sama kalian...saya minta maaf..."ucap Tari.


"saya dan Zizah sudah memaafkan tante,Reza dan Aliya sejak lama tan....saya dan Zizah nggak pernah dendam sedikitpun..karena bagi kami..kalian tetaplah keluarga kami...yang sudah bersedia menampung yatim piatu seperti kamu di rumah kalian...kalau nggak ada kalian...kami sudah jadi gelandangan sejak kecil tan...."ucap Ammar lagi.


Tari makin banjir..


"makasih nak...makasih kamu dan Zizah masih bersedia berbaik hati pada tante setelah apa yang sudah kami lakukan pada kalian dulu....tante benar benar minta maaf....tante menyesal...tante menyesal....tante takut dengan karma...tante minta maaf.....hiks...."ucap Tari sambil terisak isak.


"semua sudah terjadi tante....kita mulai lembaran baru ya...sebagai keluarga baru yang saling mendukung dan saling menyayangi..."ucap Ammar.


Tari mengangguk..


"pasti....pasti nak...tante janji akan menjadi tante yang lebih baik untuk kalian setelah ini.Tante akan sayang sama kalian seperti anak tante sendiri....tante titip cucu tante...ajak dia menemui tante kalau dia sudah membaik ya nak..."ucap Tari.


"pasti tante...."jawab Ammar.


"tante jaga diri baik baik ya..."imbuhnya.


Tari mengangguk.


...****************...


Beberapa jam kemudian di sebuah sel yang dihuni para pria pria pendosa...


Reza sudah kembali ke tempatnya.Ia kembali di masukkan ke dalam ruangan berjeruji besi itu setelah diizinkan melayat ke pemakaman adiknya hari ini.


Raut wajah sedih masih tergambar jelas disana.Laki laki itu nampak begitu terpukul atas kepergian adik perempuan yang sangat ia cintai itu.


"seperti nya kau sedang berduka sayang...."


Suara itu sukses membuat Reza mendongak.Dilihatnya di sana seorang pria bermata tajam tengah menatapnya angkuh.Laki laki itu sepertinya sudah memperhatikan Reza sejak pria itu masuk kembali ke dalam sel.


Ya...tak lain dan tak bukan..itu adalah Moreno,sang iblis berjiwa manusia yang sudah divonis penjara seumur hidup.


Reza memejamkan matanya.Berhadapan dengan Moreno benar benar menjadi mimpi buruk baginya selama enam bulan di sel pesakitan ini.Sungguh...ia sebenarnya lelah..ia tak kuat...!Harga dirinya seolah di injak injak oleh pria itu.Ia dipaksa melakukan hal hal yang sangat bertolak belakang dengan dirinya dan hati nuraninya....


Apa sajakah itu??

__ADS_1


coba tebak....


.


.


.


"tuan....tolong....saya lelah...."ucap Reza memelas


"tapi sayangnya aku tidak peduli..."ucap Moreno dengan raut wajah angkuh dan sorot mata tajam membunuh.


"raja mu menginginkanmu anak muda....lakukan....atau kau akan mendapatkan hadiah kemarahan dari ku..."ucap Moreno begitu mengerikan.


"tuan...adik saya baru saja meninggal..."


"itu bukan urusanku...!aku tidak mengenal adikmu...!mati atau tidak....tidak ada hubungannya denganku...!masuk..!dan lakukan tugasmu...!!"ucap Moreno memerintah.


Reza hanya bisa pasrah.Ia tak bisa berbuat apa apa.Moreno lah sang penguasa di sel itu.Kebengisan dan kekejaman pria itu sudah terdengar hampir ke seluruh telinga para napi di sana.Tak ada yang berani menolak perintah sang Moreno.Karena menolak titah Moreno...itu sama artinya dengan menantang raja iblis.


Reza pun bangkit.Ia pun melangkah kan kakinya gontai menuju toilet sel dan masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi di sana,di ikuti Moreno dan beberapa anak buah lainnya di belakang nya.


...----------------...


***Selamat malam....


up 20:00


yuk...mampir yukk***.....



***ada yang mau mampir nggak ya....


masih bergenre mafia mafiaan....


author lagi pengen nulis yang culik menculik dan paksa memaksa....siapa tau ada yang minat...baru satu episod di up...


yuk... ramaikan....🥰***

__ADS_1


__ADS_2