
Laki laki dengan wajah penuh lebam itu nampak kacau.Ia sudah tak peduli dengan penampilannya yang acak acakan.Matanya merah mengembun.Keringat nya sudah bercucuran.Ia mengabaikan rasa sakit di sekujur badannya yang baru saja di pukuli habis habisan oleh Moreno.Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Azizah.Gadis manis yang biasanya selalu tampil ceria itu kini nampak lemah dengan wajah pucat terbaring di atas ranjang dorong itu.Zack kalut..!Ia setengah berlari mengantar sang gadis menuju ruang operasi bersama beberapa dokter.Tangannya tak lepas menggenggam tangan gadis yang terus memejamkan matanya itu.Ribuan kata maaf dan penyesalan terus terucap dari bibirnya.Ia merutuki kebodohan yang seolah tak menyadari pergerakan Zizah yang justru bergerak melindungi tubuhnya menggunakan tubuh mungilnya.
Zack sangat merasa bersalah.Satu satunya yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Zizah.Ia seolah lupa dengan segalanya.Ia bahkan tak peduli dengan Ammar yang kini masih berada di belakang bersama Andrew,Bram dan Grace yang ikut menemani Azizah ke rumah sakit.
Ranjang dorong itu masuk ke ruang operasi.Dokter menutup pintu kaca buram itu,tak mengizinkan Zack untuk ikut masuk kedalam menemani sang peri yang entah bagaimana kondisinya saat ini.
Zack merosot ke lantai.Ia menjambak rambutnya sendiri sambil menangis.Ia takut kehilangan perinya.Ia sudah pernah merasakan kehilangan ibu akibat pemberontakan nya,dan kini,ia tak mau kehilangan Azizah...!
Zack menangis sambil menunduk menatap lantai.Zia yang sedari tadi menemani sang kakak berjongkok di samping pria itu.Untuk kali pertama semenjak kepergian ibu mereka ia melihat Zack sehancur ini.Melihat wanita terluka karena ulah Moreno bukanlah kali pertama dalam hidup Zack.Bahkan ia juga pernah membunuh wanita atas perintah laki laki kejam itu.
Kali hari ini..
Lihatlah.....
Zack menangisi gadis tuna wicara itu.Bahkan bisa dikatakan kejadian hari ini adalah imbas dari keberanian Zack berontak demi kebebasan sang gadis tuna wicara.
Ribuan pertanyaan muncul dari dalam diri Zia.Sebenarnya siapa gadis itu?kenapa Zack begitu peduli pada gadis yang tak bisa bicara itu?apa Zack menyukai gadis tersebut?
Zia menghela nafas panjang.Tangannya tergerak menyentuh pundak kokoh pria berambut gondrong tersebut.
"kak..."ucap Zia.
Zack perlahan mendongak.Menatap sang adik dengan wajah basah penuh air mata.Laki laki itu terlihat sangat hancur.Ia merasa gagal sebagai seorang laki laki yang pernah berjanji akan melindungi sang peri.Tapi nyatanya,kini justru wanita itu terbaring di meja operasi karena berusaha melindungi dirinya.
Sungguh....Zack sangat hancur saat ini.
"kak...."ucap Zia mengambang.Seolah ia pun juga tak tau apa yang harus ia katakan dan tanyakan.
"dia perempuan yang dulu pernah kakak ceritain dek..."ucap Zack lirih.
Zia terdiam.Ya....ia ingat,Zack pernah bercerita tentang gadis yang dijadikan budak oleh Moreno.Ia juga pernah bilang pada Zia bahwa ia ingin membebaskan gadis itu.Dan ternyata...Zack bersungguh sungguh dengan ucapannya.Ia benar benar berontak demi wanita itu.Zia jadi yakin....wanita itu pasti sangat istimewa di mata Zack.
Zia tersenyum....
"kakak udah berusaha nyelametin dia kak...tapi ternyata dia juga nggak mau kalah....dia juga pengen melakukan hal yang sama seperti kakak.."ucap Zia.
"harusnya kakak yang di dalam bukan dia dek..."ucap Zack.
"kak....kakak jangan nyalahin diri kakak dong...mending sekarang kakak doain aja yang terbaik buat dia...dia pasti baik baik aja..."ucap Zia.
__ADS_1
Zack mengusap wajahnya kasar.Ia membenturkan kepalanya ringan ke dinding rumah sakit.Sungguh...sebuah penyesalan yang teramat sangat besar.
Ketika Zack sedang sibuk dengan pikirannya.
"Zack...."
Suara itu berhasil menyita perhatian Zack dan Zia.Seorang pria berseragam polisi berdiri di hadapan Zack dengan gagahnya.Dengan sebuah nama bertuliskan "Andrew" di salah satu sisi seragamnya,pria itu menatap datar ke arah Zack yang bersimpuh di lantai.
Zack bangkit,begitu juga Zia.
Andrew mengulurkan tangannya.
"apa kabar?"tanya Andrew sambil mengulurkan tangannya.
Zack menyipitkan matanya tanpa membalas uluran tangan Andrew
"kau lupa?"tanya Andrew lagi.
"kita dulu satu tim basket..."ucap Andrew lagi.
Zack masih mencoba mengingat ingat.
Zack membuka mulutnya.Ia ingat sekarang...!pria ini adalah sahabatnya dulu semasa SMA...Andrew...!pria yang pernah berjuang bersama sama dengan Zack meraih kejuaraan bola basket di masa putih abu abu mereka sebelum sang raja Moreno datang mengacaukan kehidupan Zack.
"Andrew..?!"tanya Zack sambil tersenyum ditengah kesedihan nya.
"iya....aku Andrew...!!"ucap pria berseragam polisi itu.
Zack tertawa di sela tangisnya.Ia bergerak memeluk sahabat lamanya itu.Andrew tersenyum lebar.Ia menepuk nepuk punggung sang sahabat yang kini sepertinya hidupnya tak sebahagia dulu ketika masih duduk di bangku SMA.
Cukup lama mereka saling sebelum akhirnya melepaskan pelukan mereka masing masing.
"kau hebat sekali sekarang....!jadi polisi..."ucap Zack tersenyum getir sambil mengacungkan jempolnya.
Andrew hanya tersenyum.
"hanya cita cita masa kecil..."ucap Andrew merendah.
Zack hanya tersenyum.
__ADS_1
"Zizah masih di dalam?"tanya Andrew.
Zack hanya mengangguk.
"Ammar sedang berada di ruang periksa....sepertinya dia juga mengalami luka ringan akibat penyiksaan Moreno itu"ucap Andrew.
Zack hanya mengangguk lemah sambil tersenyum.
Hening sejenak.
Andrew menghela nafas panjang...
"Zack...."ucap suami Livia itu.
Zack menoleh ke arah sang sahabat.
"aku minta maaf.... bukannya aku tidak punya rasa empati...aku tau mungkin kau sedang bersedih sekarang...tapi tugas tetaplah tugas....kau harus ikut aku ke kantor polisi"ucap Andrew.
Zack diam.Zia membuka mulutnya.
"kakak aku nggak salah...! Moreno yang salah..!!"ucap Zia.
"aku korban...!!"ucap Zack mengimbuhi.
Andrew tersenyum...
"aku hanya memintamu ikut aku ke kantor polisi...!salah atau tidaknya...itu kita buktikan nanti...tapi yang jelas...kau harus ikut aku ke kantor...karena keterangan mu sangat dibutuhkan untuk memproses kasus ini..."ucap Andrew tenang namun tegas.
Zack mengedarkan pandangannya.Sebenarnya ia sangat tak tega meninggalkan sang peri.Namun mau bagaimana lagi,ada hal penting yang harus ia selesaikan.
Zack menghela nafas panjang.
Semoga keadilan berpihak padanya.Bukankah meskipun ia juga pembunuh,namun ia melakukan nya karena terpaksa?keadaan dan tekanan lah yang membuatnya terlibat dalam sebuah sindikat haram ini.Namun jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, sebenarnya ia tak pernah menginginkan pekerjaan terkutuk ini.
...----------------...
***Selamat malam...
up 19:37
__ADS_1
yuk... dukungan nya dulu🥰***