Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Seratus Empat Puluh Sembilan


__ADS_3

Siang menjelang sore.....


Di sebuah tanah lapang tempat berjajar nya batu batu nisan.


Doa terlantun dii samping sebuah makam yang terlihat sangat terawat.Tiga orang dewasa dan seorang gadis kecil nampak duduk di samping makam.Si gadis bergaun pink dengan bando berwarna senada itu nampak asyik mengambil sehelai demi sehelai kelopak bunga yang tertabur di atas batu nisan.


"amin..."ucap Ammar yang baru saja memimpin doa.Zack,Zizah dan Ammar mengusap wajah mereka menggunakan kedua telapak tangan masing masing, pertanda doa untuk ibu kandung Aliya kecil itu selesai dipanjatkan.


"ibuk ....ini Aliya dateng nih...."ucap Zizah sambil mengusap lembut rambut Aliya kecil yang tak seberapa lebat itu.


"Aliya sekarang udah gede.. jadi anak baik...anak pinter.... insya Allah solehah ...."ucap Zizah seolah memfasilitasi pembicaraan Aliya kecil dan sang ibu yang terbaring tenang di bawah sana.


"ibuk bahagia ya di sana.....Aliya disini sama ayah,sama bunda....ibuk lihat Aliya dari atas ya....."ucap Zizah lagi sambil tersenyum haru menatap sang putri yang seolah tak bisa diam.Ia ingin naik ke atas makam.Zack hanya tersenyum mendengar ucapan sang istri.


"berkat ibuk... sekarang bunda sama om Ammar bisa hidup normal seperti orang orang lain..."


"bunda mau bilang makasih sama ibuk....bunda janji,bunda dan ayah akan jadi orang tua yang baik buat Aliya...kita akan selalu doain ibuk,semoga ibuk bahagia juga disisi Allah,bisa kumpul sama kakek ya ibuk...."ucap Azizah lagi.Ammar yang juga menyaksikan adegan itu nampak mengembun.Aliya kecil yang tak paham nampak asyik memainkan bunga bunga segar itu.Sesekali ia menempelkan kepalanya di atas pusara sang ibu,mengusap usap dan menepuk nepuk batu nisan bertuliskan nama Aliya tersebut.Ia tak tau,sedang dimana ia sekarang.Ia tak tau, siapa sosok yang kini terlelap di atas batu yang sejak tadi jadi tempat sandaran nya.


Ialah wanita yang telah membawa Aliya kecil lahir ke dunia.Wanita yang memikul dosa keluarga nya.Bertaubat di ujung nafasnya dan secara tidak langsung menjadi perantara atas kesembuhan Azizah dan Ammar.

__ADS_1


Aliya kecil berucap tak jelas.Di usap usapnya nama sang ibu yang tertera disana sambil sesekali menciumnya,membuat saliva si gadis kecil sebagian menempel di pusara Aliya tersebut.


Zack,Zizah dan Ammar hanya mengamati pergerakan bocah cantik itu.Mereka seolah membiarkan Aliya kecil bermain main di atas rumah baru ibunya.


Gadis itu nampak melepas bandonya.Ia meletakkan bando itu di atas makam sambil terus bermain main disana.


"kita pulang ya nak....udah sore..."ucap Zack.


Aliya kecil tak peduli.Ia kini justru tiduran di atas makam,seolah memeluk makam itu sambil berucap tak jelas bak tengah berbincang dengan wanita pemilik rumah abadi itu.


"sayang...pulang yuk....udah sore....kapan kapan kita kesini lagi temuin ibuk...."ucap Azizah lembut.Lantaran hari sudah semakin gelap dan langit mulai menunjukkan tanda tanda akan turun hujan.


"iya....ibuk ya....pamit yuk sama ibuk yuk...."ucap Azizah lagi.


"ibuk,Aliya pulang ya....kapan kapan kita kesini lagi..."ucap Zack mengimbuhi sambil merapikan baju sang putri yang sebenarnya sudah rapi.


"i...bubbuuuk...."ucap Aliya kecil lagi.


"iya....dadaaah....dadaaah ibuk,Aliya cantik pamit dulu..."ucap Zizah sambil meraih tubuh Aliya.

__ADS_1


Ammar mengusap lembut batu nisan itu.


"kita pulang dulu ya Al....kita akan sering sering kasini buat jenguk kamu..."ucap Ammar.


"kami pulang Al...."imbuh Azizah sambil menggendong Aliya kecil.


Ammar,Zizah dan Zack pun bergegas pergi.Meninggalkan tempat itu sambil membawa Aliya kecil.


Tanpa mereka sadari.Mereka lupa akan sesuatu.Bando Aliya kecil tertinggal...!tepat di atas batu nisan Aliya.


Aliya kecil yang berada dalam gendongan nampak menoleh ke belakang.Tangannya tergerak melambai lambai ke arah pusara sang ibu.Entah apa maksudnya.


...----------------...


Selamat siang....


up 14:08


yuk....dukungan dulu....

__ADS_1


__ADS_2