Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Empat Puluh


__ADS_3

Malam makin larut,


Kini Zack dan Roky sudah kembali ke istana megah milik Moreno yang agung dan kejam.Zack segera naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.Ia cukup lelah hari ini dengan serentetan kegiatan pura pura mencari Azizah.


Sesampai nya di lantai dua,saat ia melewati kamar Moreno untuk menuju kamarnya yang terletak bersebelahan dengan kamar si bos gila tersebut.Dari depan kamar,sayuk sayuk ia mendengar suara erangan dan rintihan dari dalam kamar mewah milik sang tuan.Suara itu terdengar cukup jelas meskipun ruangan itu kedap suara.


Ya....laki laki empat puluh tahun itu sedang berada di dalam kamar bersama ja*angnya sekarang.Suara suara seperti itu sangat sering ia dengarkan setiap Moreno membawa wanita kedalam rumahnya.Moreno memanglah pria kejam.Ia tak pernah mengenal kelembutan di setiap kegiatan apapun yang ia lakukan,termasuk aktivitas ranjang.


Rintihan,tangis kesakitan,suara pukulan,tamparan dan sebagainya selalu terdengar dari para wanita teman kencan Moreno itu.Entahlah,apa yang laki laki itu perbuat pada para wanita wanita itu didalam sana.


Zack menggelengkan kepalanya cepat,itu bukan urusannya.Lebih baik sekarang ke kamarnya,membersihkan diri dan mulai memikirkan siasat selanjutnya untuk mengamankan Azizah dan yang lainnya.


Zack kemudian bergegas masuk ke dalam kamarnya.Ia mengeluarkan dua ponselnya dan meletakkan nya di atas meja kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Dengan tubuh polos tanpa sehelai kain pun,laki laki itu berdiri di bawah guyuran air shower kamar mandinya dengan kapala tertunduk.Pikirannya kini melayang layang berusaha keras mencari jalan keluar atas masalah yang kini menerpanya.Menjauhkan Azizah dari Moreno, mengamankan Zia dan keluarga Roky,serta keluar dari belenggu Moreno untuk ia sendiri dan Roky serta anak buah lain yang berpihak padanya.


Anak buah Moreno begitu banyak.Dan hampir tersebar ke seluruh penjuru kota.Sebagian dari mereka bahkan mengawasi terminal,bandara,stasiun dan pelabuhan untuk mengantisipasi perginya Azizah ke luar kota.Membuat nya begitu kesulitan untuk mencari jalan keluar dan kebebasan untuk ia dan orang orang tak bersalah lainnya.


Sepertinya Moreno benar benar tak mau melepaskan Azizah begitu saja...!


Zack diam.Suasana hening hanya terdengar suara gemericik air yang jatuh membasahi lantai kamar mandi.Cukup lama laki laki itu diam dengan mata terpejam dan otak yang bekerja cukup keras.Hingga.....


Zack mengangkat kepalanya dengan mata yang menatap tajam ke arah dinding.


Ya....!sebuah ide yang mudah mudahan brilian masuk kedalam otaknya.Ia seoalah mendapatkan wangsit dikamar mandi pribadi nya tersebut.Zack segera membersihkan tubuhnya dengan sabun dan membilasnya.Setelah selesai,ia kemudian keluar dari ruangan tersebut dengan handuk yang dililitkan di pinggang.Ia kemudian berganti baju dan duduk di sisi ranjang king size miliknya


Zack meraih ponsel rahasianya.Ia kemudian mencari nomor Roky disana dan mengetikkan sesuatu disana.Mengatur strategi untuk mencoba menumbangkan kuasa seorang Moreno.


Ia tak punya pilihan lain.Otak nya harus bekerja cepat untuk menghabisi nyawa Moreno secara sembunyi sembunyi.Karena jika melakukan nya secara terang terangan seperti caranya dulu, itu sama saja dengan bunuh diri.Ia tak mungkin menang melawan pria baji*gan itu...!


Aksi berbalas pesan selesai.Zack kemudian mendongak menatap jam dinding.Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.Pria berambut gondrong itu kemudian merebahkan tubuhnya di samping ranjang dimana sudah ada seekor kucing kecil di sana yang sudah terlelap seolah tengah menunggu sang tuan datang memeluk nya.

__ADS_1



Dan benar saja,Zack si pecinta binatang itu segera meringsut memeluk si kucing.Tanganya kemudian tergerak memainkan lagi ponsel yang masih ia pegang.Dicarinya nama "Peri" disana,ia membuka room chat nya dengan Zizah lalu mulai mengetik kan sesuatu disana.


"hai cantik"tulisnya


Cukup lama....


Tak ada balasan dari Azizah,mungkin dia sudah tidur,mengingat saat ini juga sudah lewat tengah malam.Mana mungkin gadis manis itu masih terjaga jam segini.


Zack hendak meletakkan ponselnya di atas nakas,namun tiba tiba....


tinggg....


1pesan masuk...


"Peri.."


Zack tersenyum.Jam segini gadis itu belum tidur ternyata.


"kok belum tidur?"tulis Zack.


"nggak bisa tidur...."


"kenapa?dingin ya?mungkin minta dipeluk aku..."tanya Zack.


"bukaaannnn🙈...."tulis Zizah.


Zack terkekeh didalam kamarnya.

__ADS_1


"*trus kenapa?"tanya Zack.


"tadi abis ngobrol panjang lebar sama kak Ammar...jadi lupa waktu...sampe jam segini belum tidur..."ucap Zizah.


"hmmmhhh...pantesan...." tulis Zack


"aku juga nggak bisa tidur....anakku rewel butuh mama baru kayaknya..."tulis Zack lagi.


"anak?"tanya Zizah lagi.


"iya....nih....."tulisnya sambil mengirimkan foto selfinya dengan sang kucing kecil yang kini terlelap di atas dadanya.


"aku juga punya*....."



"*lho....dapet dari mana?"tanya Zack


"tadi ada kucing nyasar sampai belakang rumah,ya udah...aku ambil deh...."tulisnya*.


Dan obrolan pun terus berlanjut.Kedua anak manusia itu saling berbalas pesan cukup panjang dan lebar.


Perlahan tapi pasti.Keduanya kian hari terlihat kian dekat.Mereka seolah merasa saling nyaman satu sama lain.Terlebih lagi,mereka memiliki satu kesukaan yang sama....kucing....


...----------------...


***Selamat siang......


yukkkk....kasih dukungan yang banyak dulu...

__ADS_1


biar jalan Zack dkk menuju kemerdekaan bisa lancar dan mulus.....banyakin like,vote dan hadiahnya+ramaikan kolom komentar nya....🥰🥰🥰***


__ADS_2