
"Zia?"ucap Zack.
Dilihatnya disana seorang wanita nampak berjalan dengan langkah kaki sedikit cepat sambil sesekali menengok ke belakang, sedangkan dibelakang nya dua orang pria berbadan tegap dengan hoodie menutupi kepalanya nampak berjalan menunduk dengan langkah tak kalah cepat dan lebar.
Insting Zack sebagai mantan penjahat bermain.Ia sepertinya mengenal postur tubuh serta cara berjalan dua orang di belakang Zia itu.Dengan cepat ia turun dari taxi,mengabaikan penumpang nya yang hanya diam mengamati pergerakan laki laki gondrong itu.Zack berlari menembus jalanan yang padat.Mendekati sang adik yang kini berada di seberang jalan.Zev yang berada di dalam taxi hanya mengamati dari dalam mobil.
Zack berlari,lalu.....
bugggghhhh.....
Tangan kekar bertato milik suami Azizah itu menepuk pundak salah satu laki laki yang berjalan di belakang Zia.Laki laki ber hoodie itupun sontak mengentikan langkahnya.Tubuhnya menegang,sedangkan Zack yang kini berdiri di belakangnya nampak menatap tajam punggung pria misterius itu.
"siapa lo?"tanya Zack dingin.
Telinga pria misterius itu menajam.Ia hafal suara itu...!
Zia yang sedari tadi merasa di ikuti pun menghentikan langkahnya saat telinganya samar samar mendengar suara kakaknya.Wanita cantik dengan amplop coklat berisi surat lamaran kerja itupun menoleh.Benar saja, dilihatnya Zack sudah berdiri di belakang dua pria yang sedari tadi mengikutinya.
"kakak?"ucap Zia.Zack tak menjawab.
Pria misterius tersebut masih tak bergerak.Ia tak mau menoleh ke arah Zack meskipun sebenarnya suami Zizah itu sudah tau,siapa laki laki tersebut dan rekannya yang juga berdiri mematung di sampingnya.
"ngapain lo ngikutin adik gue?mana bos lo?"tanya Zack lagi.
Pria misterius itu mengangkat satu sudut bibirnya di balik kupluk hoodie yang menutupi kepalanya.Dengan gerakan yang begitu cepat bak kilatan api,pria itu berbalik badan dan mulai menyerang Zack.
Namun Zack tak semudah itu untuk diserang.Ia mengelak dari hantaman tangan dan tendangan kaki dua pria misterius itu.Aksi baku hantam pun terjadi.Antara dua pria ber hoodie dan seorang Zack di pinggir jalan raya yang cukup sepi itu.Dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya, dua pria itu tak henti memberikan serangan demi serangan pada pria berambut gondrong itu dengan membabi buta seolah ada dendam tersendiri dalam diri mereka.
Zack terus mengelak.Zia berdiri cemas tak jauh dari tempat dimana kakaknya tengah berjibaku dengan dua pria yang ia tak kenali itu.Entah apa yang harus ia lakukan.Ia bingung...!
"Zia...telfon polisi....!"ucap Zack di sela sela aksi baku hantam nya.
Zia bingung.Kenapa polisi?memangnya mereka siapa?pikir Zia.
Zia tak bisa berfikir jernih.Akan lebih baik jika ia ikuti saja apa kata kakaknya.Gadis itupun mulai mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya berniat untuk menelfon polisi,namun baru saja ia hendak membuka ponselnya,tiba tiba.........
buuuuuggghhhh......
Ponsel itu terlempar.Zia terpelanting jatuh ke tanah saat satu dari dua orang pria misterius itu menendang tubuh Zia.
"Zia....!!!!"ucap Zack yang melihat adiknya tersungkur.Ia hendak berlari mendekati Zia yang kini nampak berhadapan dengan si pria misterius itu.Namun seperti nya si pria misterius yang lain tak mengizinkannya untuk mendekat.Laki laki berhoodie hitam itu terus melancarkan serangan-serangan nya membuat Zack tak mampu untuk menolong adiknya yang kini nampak meringsut mundur dari jangkauan pria misterius itu.
"siapa kamu...?!!"tanya Zia takut.Ia yang seolah tak mampu untuk berdiri saking takutnya itu perlahan meringsut mundur menjauhi si pria misterius yang makin mendekat.
"pergi kamu jangan ganggu saya...!!!"ucap Zia ketakutan.Laki laki itu tak menggubris.Ia justru nampak menyeringai di balik masker yang menutupi bagian mulut dan hidungnya.
Zia makin takut.Pria itu menggerakkan tangannya,merogoh saku hoodie hitam yang dikenakan nya lalu mengeluarkan sebuah pisau kecil namun sepertinya sangat tajam.
Zia makin gemetar ketakutan.Susah payah ia mencoba bangkit lalu berlari menjauhi pria itu namun si pria nyatanya jauh lebih sigap.Diraihnya rambut panjang gadis itu dari belakang kemudian ditariknya,membuat Zia memekik merasakan sakit di bagian kepalanya.
"aaaaaaaakkkkkkkhhhhhhhh.......!!!"
"Zia....!!!!"
buuuuuggghhhh......
"kaaaaaakkkkk.....!!!"pekik Zia.
__ADS_1
Zack jatuh tersungkur.Ia yang tak siap lantaran melihat sang adik kino dalam kuasa si pria misterius itu mendapatkan hantaman kaki tepat di wajahnya.Membuat pria itu jatuh terpelanting ke tanah.
"kakaaakkk...!!!"
"DIAM....!!!"bentak pria misterius bermasker itu.
Zia yang dijambak dari belakang itupun reflek mendongak menatap wajah berbalut masker tersebut.Ia kenal suara itu...!
"ka....kamu....Yu........."
"eeehhmmm......"
ucapan Zia terpotong saat mendengar suara seorang pria berdehem dengan santainya.Zia dan si pria misterius yang kini menjambak Zia itupun menoleh.
Seorang pria tampan bermata serigala dengan setelan jas lengkap yang membuatnya terlihat sangat gagah nampak berdiri dengan angkuhnya disana.Menatap remeh ke arah wanita dan pria itu dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku celananya.
Zia terdiam.Ia melongo.Itukan menantu Adrian?suami dari wanita yang beberapa waktu lalu memaki maki dirinya? kenapa dia ada disini.
"kalian berisik sekali....!membuat kupingku terasa gatal"ucap Zev.
"siapa kau?"tanya si pria misterius.
"hanya laki laki normal yang kalian ganggu perjalanan nya..."ucap pria itu lagi.
"minggir kau....!aku tidak ada urusan denganmu...!!"ucap pria itu
"kau yang harusnya minggir... penampilan mu menjijikkan...membuatku tidak tahan untuk melempar mu jauh jauh"ucap Zev begitu angkuh.
Pria berhoodie itu menatap bengis ke arah Zev.Lalu...
kreeeeeeeekkkkkk......
Suara itu terdengar dari tangan salah satu dari pria berhoodie itu yang kini tengah melawan Zack.
Lengan pria itu di putar oleh Zack hingga menimbulkan bunyi yang begitu mengerikan di antara tulang tulangnya.
Zev tersenyum smirk.Kuat juga supir taxi itu.Ia tak seperti orang biasa.Ilmu bela dirinya cukup mumpuni.Pikir Zev.
Zev melirik ke arah satu pria yang kini menguasai Zia.
"temanmu sudah patah tangan nya...kau mau ikut seperti dia,atau kau lepaskan gadis ini dan menyingkir dari hadapan ku..."ucap Zev terdengar mengerikan.Apalagi kini ia mengeluarkan tatapan serigala nya yang terlihat sangat menakut kan itu.Membuat siapapun akan di buat merinding melihatnya.
Pria itu mulai terlihat awas.Terlebih lagi kini rekannya nampak merintih kesakitan.Sedangkan Zack kini berjalan dengan mimik wajah iblisnya yang tanpa ekspresi,khas anak buah sang Moreno.
Pria itu panik.Dengan segera ia mendorong tubuh Zia, melepaskan wanita itu hingga jatuh ke tanah.Pria berhoodie itu lari mendekati rekannya.Ia memapah pria yang sudah terbuka maskernya itu pergi dari tempat tersebut.
"kakaaakkk...."ucap Zia sambil berlari menabrakkan tubuhnya pada tubuh Zack.Ia memeluk pria itu seolah menemukan tempat teraman baginya.Zack mendekap sang adik.Di usapnya punggung Zia sambil sesekali mencium pucuk kepala adik tersayang nya itu seolah memberi ketenangan pada wanita berparas cantik tersebut.
Suatu adegan yang dapat di tangkap dengan sempurna oleh mata serigala Zev Smith Anderson.
Oh...Jadi Zia adik nya supir taxi ini...pikirnya.
"udah...kamu aman sekarang..."ucap Zack.
Zia masih sesenggukan..
"kamu ngapain jam segini di jalanan kayak gini...kamu nggak kerja?ini kan jam kerja Zi..."tanya Zack pada adiknya.
__ADS_1
Zia terdiam seketika.Zev memicing kan matanya.
Zia menjauhkan tubuhnya dari tubuh Zack.Ia melirik sekilas ke arah Zev yang menatapnya datar tanpa ekspresi.
"eemmm....i....itu...itu kak.....emmm...."ucap Zia gugup.
"ini apa?"tanya Zack sambil meraih amplop coklat di tangan Zia.
Zia pun gelagapan di buatnya.Zack membuka amplop itu, dikeluarkan nya sebuah surat lamaran kerja tertulis nama Zia disana.
"kamu ngelamar kerja ?kamu udah nggak kerja di toko kue itu lagi?kenapa?bukannya kamu bilang bos kamu baik?kok berhenti kerja?"tanya Zack seolah tanpa jeda membuat Zia bingung mau jawab apa.
Zev tak bereaksi.Ia hanya memperhatikan obrolan antara sepasang saudara ini dengan raut wajah datar.
"Zia...kayak nya ada sesuatu ya yang kakak nggak tau...."ucap Zack lagi.
Zia menunduk...
"Zi....."ucap Zack lagi.
Zia masih tak bergeming.
"Zia....."ucap Zack lembali.
"eeehhmmm...."
suara deheman itu berhasil membuat Zack dan Zia menoleh ke arah Zev.
"sorry....maaf sebelumnya kalau saya mengganggu perbincangan kalian...tapi saya perlu di antar....mas....saya udah ditungguin...."ucap Zev lagi sambil mengetuk ngetuk arloji mahal di tangannya.
Zack mengusap wajahnya sambil istighfar..
"astaghfirullah haladzim....maaf mas....saya sampai lupa....saya minta maaf...mari masuk ke mobil mas...saya antar ke tempat tujuan..."ucap Zack merasa tak enak hati.
Zev hanya tersenyum.
"motor kamu mana?"tanya Zack pada Zia.
"aku parkirin di depan minimarket itu kak..."ucap Zia.
"pulang sekarang...kakak mau ngomong sama kamu..."ucap Zack dengan raut wajah yang dibuat tegas.
Zia hanya menunduk merasa tak enak hati.
"iya kak..."cicit gadis itu kemudian.
Zev lagi lagi hanya tersenyum simpul menyaksikan adegan antara kakak dan adik itu.
Merekapun berpisah.Zia segera menuju motornya,sedangkan Zack dan Zev kini masuk ke dalam taxi dan segera melajukan nya menuju tempat tujuan Zev.
...----------------...
***Selamat malam...
up 19:58
yuk...dukungan dulu....
__ADS_1
jangan lupa mampir di novel ke 5 author..sudah up ya***....