Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Tujuh Puluh Sembilan


__ADS_3

Hari kembali berganti,


Seorang pria berpenampilan rapi nampak mengelap keringat yang bercucuran di dahinya.Sejak pagi ia berkeliling kota menggunakan motornya untuk mencari pekerjaan,namun hingga kini jam sudah menunjukkan pukul dua siang,tak ada satu tempat pun yang menerima surat lamaran kerjanya.Ijazah yang hanya sampai SMP,rambut gondrong,badan bertato,menjadi alasan bagi sebagian tempat menolak kehadiran Zack.


Zack menghela nafas panjang.Kemana lagi ia harus pergi mencari pekerjaan.Tak ada satu tempat pun yang mau mempekerjakan nya.Sedangkan kini uang nya sudah menipis,jika ia terus terusan menganggur,mau makan apa ia dan Zia nanti?


Zack kembali menaiki motor besarnya,ia melesatkan kendaraan roda dua itu entah kemana saja.Yang penting gerak,sambil mengarahkan pandangan matanya ke setiap penjuru pinggiran jalan raya.


Cukup jauh Zack berjalan,ia lantas menghentikan laju motornya di sebuah bengkel mobil yang tak terlalu besar.Disana ada sebuah papan tergantung di dinding dengan tulisan "Butuh Karyawan" .


Zack segera turun dari motornya.Ia juga punya keahlian dalam hal perbengkelan,mungkin bisa lah ia coba coba melamar pekerjaan disana.


Zack melepas helm nya,ia kemudian berjalan mendekati seorang pria berseragam montir yang nampak sibuk dengan sebuah mobil di hadapannya.


"permisi mas..."ucap Zack.


Laki laki berusia kurang lebih empat puluh lima tahunan itu menoleh.


"ya....ada yang bisa saya bantu mas?"tanya laki laki itu


"maaf mas ..tadi saya lihat di depan,katanya disini butuh karyawan,apa masih berlaku?"tanya Zack.


Laki laki itu nampak mengamati penampilan Zack dari atas sampai bawah.


"kamu mau ngelamar kerja disini?"tanya laki laki itu.


"iya mas..."jawab Zack.


Pria itu kemudian mengangguk paham


"ya udah...ayo ikut saya...saya ajak kamu ketemu bos..."ucap laki laki tersebut.


Zack hanya menganggukkan kepalanya dengan antusias.Ia kemudian mengikuti langkah montir tersebut menuju ke sebuah ruangan yang berada di dalam area bengkel yang tak terlalu luas itu.


Pria berambut gondrong itupun mengamati tiap inchi ruangan bengkel yang tak terlalu luas itu,hingga sampailah mereka di depan sebuah pintu kaca yang merupakan ruangan pribadi sang bis bengkel.


tok....tok.....tok.....


sang montir mengetuk pintu itu pelan.


"masuk"sahut seorang pria dari dalam ruangan itu.


ceklek....


pintu terbuka...


Pria berseragam montir itupun lantas masuk ke dalam ruang kerja sang bos,sedangkan Zack mengikutinya dari belakang.


"selamat siang bos"ucap si montir kepada seorang pria bertubuh pendek dengan bodi gempal dan rambut plontos di bagian depan yang merupakan si bos bengkel yang diketahui bernama Heru itu.


"hmmm....ada apa?"tanya Heru yang duduk di kursi kerjanya sambil sibuk menghitung lembaran lembaran uang kertas di tangannya.


"maaf bos....ini...ada yang mau melamar kerja di sini"ucap sang montir.


Heru menghentikan sejenak pergerakan tangan nya.Ia lantas menoleh ke arah montir itu.Dilihatnya di samping sang montir,seorang pria tampan nan gagah dengan tubuh tinggi tegap nampak berdiri sambil membawa sebuah map coklat berisi surat lamaran kerja.

__ADS_1


Penampilan nya rapi,rambut gondrongnya terikat dengan kemeja panjang berwarna putih dengan lengan yang digulung hingga ke siku,serta celana bahan berwarna hitam membalut sempurna kaki panjangnya.


"selamat siang pak..."ucap Zack sopan.


"hmmm....."jawab Heru cuek.Ia kemudian menggerakkan jari jari tangannya seolah meminta Zack untuk mendekat padanya.Kakak kandung Zia itupun menurut juga.


Ia mendekat lalu duduk di kursi yang berada di depan meja kerja Heru setelah pria yang berusia kurang lebih empat puluh lima tahunan itu mempersilahkan nya untuk duduk.Sedangkan montir yang mengantarnya tadi memilih untuk keluar dari ruangan itu meninggalkan Zack dan sang bos.


"nama kamu siapa?"tanya Heru.


"saya Zack pak..."jawab laki laki itu.


"hmm...punya riwayat kerja apa kamu?"tanya laki laki itu lagi sambil masih sibuk dengan lembaran lembaran uang di tangan nya.


"saya....pernah jadi bodyguard pak....."ucap Zack sekenanya.Tak salah juga kan....ia memang seorang anak buah,tangan kanan,algojo sekaligus bodyguard Moreno dulunya.


"hmm...."jawab si bos sambil terus sibuk dengan aktifitas nya sendiri.Zack bahkan terkesan di cuekin selama berada di dalam ruangan itu.


kerja disini,masuk jam delapan pagi,pulang jam lima sore.Gajinya bersih,makan saya nggak nanggung.Kalau kamu mau kerja disini, saya tes kamu hari ini,kalau lulus,besok kamu bisa mulai kerja...mau?"tanya Heru tanpa menatap wajah Zack.


"mau pak...saya mau"jawab Zack antusias.


"ya udah...."ucap Heru singkat.


Zack hanya tersenyum.Ia lantas menyodorkan map di tangannya.


"ini surat lamaran kerja saya pak...."ucap Zack.


"nggak usah...bawa pulang aja"ucap Heru lagi masih tanpa menoleh.


Ia kemudian diam, menunggu sang calon bos selesai dengan aktifitas hitung uangnya sebelum akhirnya menjalankan tes untuk menentukan diterima atau tidaknya ia bekerja di tempat itu.


...****************...


Sementara itu ditempat lain....


Gadis cantik berambut hitam panjang itu nampak berdiri di depan sebuah toko kue dua lantai yang menjadi tempat incarannya mencari pekerjaan.Papan bertulisakan "Butuh Karyawan" masih tergantung di dinding, pertanda lowongan pekerjaan masih tersedia di sana.


Zia menarik nafas panjang lalu membuangnya.Ini pertama kali dalam hidupnya melamar kerja di suatu tempat,membuat dirinya tak bisa menghindari kegugupan yang tiba tiba menyerangnya.


Zia melangkah kan kaki nya masuk ke dalam bangunan itu.


"permisi...."ucap Zia saat sudah sampai di dalam ruangan tersebut.


Sepi,tak ada orang..


"permisi...."ucap adik Zack itu lagi.


"iya..... sebentar....."sahut seorang wanita dari dalam sana,entah dari mana.


Zia diam sejenak.Ia meletakkan kedua lengannya di atas etalase sambil menunggu wanita yang tadi menyahut ucapannya itu datang.


Tak lama,seorang wanita cantik berusia kurang lebih tiga puluh tiga hingga tiga puluh empat tahunan keluar dari dalam ruangan yang sepertinya dapur itu.Penampilannya syar'i, kulitnya putih bersih dengan paras yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.


Wanita itu berjalan mendekati Zia sambil membawa lap tangan untuk membersihkan tangannya yang kotor lantaran ia baru saja membuat adonan kue di dapur.

__ADS_1


"iya mbak...mau cari apa?"tanya wanita cantik itu.


"permisi kak,saya dari kemarin lihat di depan ada papan lowongan pekerjaan disini,apa masih berlaku?"tanya Zia.


Wanita itu diam sejenak sambil mengamati penampilan gadis muda itu


"kamu mau ngelamar kerja?"tanya nya.


"iya kak..."jawab Zia yang masih memanggil wanita cantik itu dengan sebutan kak.Rasanya kurang pantas jika Zia memanggil wanita itu dengan sebutan nyonya atau ibu,lantaran wajahnya memang terlalu cantik dan muda untuk dipanggil ibu.


"gajinya nggak gede lo disini... kerjanya juga nggak ringan ringan banget,tiap hari harus perang sama tepung sama oven...kamu sanggup?"tanya wanita itu.


"Insya Allah sanggup kak...."ucap Zia yakin.


Wanita itu tersenyum lembut.


"kamu udah lulus,atau masih kuliah?"tanya wanita itu lagi


"saya masih kuliah kak...kalau boleh,saya minta izin kerja sambil nyambi kuliah disini...."ucap Zia sedikit ragu ragu,ia takut jika wanita itu mencari karyawan yang bisa full time.


"udah pernah kerja sebelum nya?"tanya wanita itu lagi.


Zia hanya menggeleng kan kepalanya ragu.


Wanita paruh baya itu tersenyum.


"kalau kamu mau,kamu boleh kerja disini,tapi ya itu tadi,kerjanya nggak ringan,gajinya juga nggak terlalu gede...kamu mau?"tanya wanita itu lagi


"saya mau kak..."ucap Zia sambil mengangguk yakin.


Wanita itu tersenyum lagi.Semakin terlihat cantik.Zia jadi insecure melihat kecantikan wanita yang sudah tidak muda lagi ini.


"kalau gitu selamat bergabung ya...."ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya.Zia pun menyambut nya dengan semangat.


"nama kamu siapa?"tanyanya lagi


"saya Zia kak...."jawab Zia...


"saya A..........."


belum selesai wanita itu berucap,pintu kaca toko kue itu terbuka,seorang pria berbadan tinggi tegap,bermata hijau,rambut pirang dengan tato tato menghiasi salah satu lengannya nampak masuk ke dalam toko kue berlantai dua,membuat dua wanita itupun menoleh ke arahnya.


"assalamualaikum...."ucap pria tersebut.


"wa Alaikum salam mas...udah pulang?"tanya wanita paruh baya itu sambil melepaskan tangan Zia dan mendekati laki laki yang ternyata suami nya itu.Ia mendekat, meraih punggung tangannya lalu menciumnya sebagai tanda bakti.



...----------------...


***Selamat pagi.....


ada yang kenal si pemilik toko kue?


kalau nggak kenal....kenalin...dia papanya author....awowowkowk.🤣🤣🤣🤪🤪🤪🤪🤪

__ADS_1


yukkkk.....mana dukungan nya....🥰🥰🥰***


__ADS_2