
Seusai menjenguk Aliya,
Taxi online yang menjadi sarana mengais rezeki bagi Zack itu kini nampak berhenti di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota itu.Zack memarkirkan kendaraan nya di basemen mall besar tersebut.Laki laki itu lantas melepaskan sit belt nya dan mengajak sang kekasih untuk turun.
"turun yuk..."ucap Zack.
"ki..a...pa...i...."(kita mau ngapain?) tanya Zizah.
"udah sih turun aja...yuk..."ucap Zack kemudian membuka pintu mobil di sampingnya di ikuti oleh Zizah.
Zizah mendekati calon suaminya itu.Ia berdiri di samping Zack yang nampak memainkan ponselnya seperti tengah mengirim pesan pada seseorang.
Zizah merogoh tas selempang miliknya, mengeluarkan notebook nya, menulis kan sesuatu lalu menyerahkan nya pada Zack
Zack pun memasukkan ponselnya kedalam saku.Ia meraih notebook Zizah dan membaca tulisan tangan wanita tuna wicara tersebut.
"kita ngapain kesini?"tanya Zizah.
Zack tersenyum.
"kan kita mau nikah ..kita butuh cincin peri...."ucap Zack.
Zizah nampak berfikir sejenak,lalu menulis lagi.
"nggak usah yang mahal mahal ya cincinnya..."tulis Zizah.
Zack terkekeh...
"emang kenapa? nggak apa apa dong mahal dikit,kan kita pakai buat selamanya...harus yang special sayang..."ucap Zack.
Zizah membuka mulutnya hendak protes namun dengan cepat laki laki itu menempelkan jari telunjuknya ke bibir merah muda sang gadis manis seolah melarangnya untuk protes.
"sssttt....udah...nggak usah protes...kamu diem aja...nurut ama suami...jadi istri yang baik...oke...!"ucap Zack.
Zizah hanya mengangguk meskipun dengan wajah yang nampak manyun.
Ia sebenarnya tak setuju jika Zack terlalu menghambur hambur kan uang.Karena baginya yang terpenting adalah ikatannya.Akad nikahnya,lafal ijab qobul yang Zack ucapkan, yang akan menjadi saksi bahwa ia dan pria tampan itu halal sebagai sepasang suami istri.
Zack meraih tangan Zizah.Keduanya melangkah bersama memasuki mall besar itu untuk mencari toko perhiasan.Keduanya terlihat begitu bahagia.Zack tak lepas menggandeng tangan gadis itu.Sesekali keduanya nampak bercanda sambil larian larian di dalam mall tersebut.Sungguh....dunia seolah serasa milik berdua.
Zack dan Zizah sampai di depan sebuah toko perhiasan.Keduanya lantas masuk ke dalam toko itu masih dengan tangan yang saling bergandengan.
"selamat siang....mas...mbak....ada yang bisa kami bantu...."ucap seorang karyawan toko tersebut.Seorang wanita berpenampilan rapi dan menarik,berkemeja putih dengan bawahan rok span berwarna hitam dengan high heels hitam dan rambut panjang.Wanita itu nampak tersenyum ramah menyambut kedatangan Zack dan Zizah.
"saya mau cari cincin nikah buat saya dan pacar saya...."ucap pria berambut gondrong terikat itu.
Sang karyawan wanita itu menatap sejenak ke arah Zack dan Zizah secara bergantian lalu tersenyum.
__ADS_1
"oh....mari silahkan mas...mbak...mari saya pilihkan...."ucap sang karyawan.
Zack dan Zizah pun mengikuti langkah sang karyawan.Ditunjukkannya lah beberapa cincin pernikahan dengan berbagai model itu.Sang karyawan meletakkan beberapa contohnya di atas etalase agar sepasang calon pengantin itu dapat melihatnya dengan jelas.
"ini contoh contohnya mas...mbak..."ucap karyawan tersebut.Zack dan Zizah nampak mengamati cincin itu satu persatu.
"kamu suka yang mana peri?"tanya Zack.
Zizah terlihat memilih milih cincin emas itu,hingga pandangan matanya tertuju pada sebuah cincin emas putih polos sederhana.Sangat simple namun terlihat lucu dimata Zizah.Wanita itu tersenyum sambil menunjukkan cincin pilihannya pada sang kekasih.
"ini aja?"tanya Zack.Zizah mengangguk sambil tersenyum manis
"yakin?"tanya pria itu lagi.Zizah mengangguk lagi.
Zack mengamati cincin pilihan Zizah itu,
"jelek banget ..."ucapnya.
buuuuuggghhhh......
"aaaaauuuuuuuccchhhhhh....."pekik Zack lebay saat mendapati lengannya di pukul dengan cukup kuat oleh wanita pujaan hatinya itu.Dilihatnya disana Zizah sudah melotot dengan mata yang seolah hendak keluar dari tempatnya.
"atit ayaaankkk....kok jahat sih....? kebiasaan deh KDRT...!"ucap Zack sok manja.
Azizah tak bersuara.Ia masih melotot menatap tajam ke arah Zack yang baru saja meremehkan cincin pilihannya.
Sang karyawan yang menyaksikan adegan itu hanya senyum senyum sendiri mendengar pertengkaran dua sejoli tersebut.Atau lebih tepatnya,hanya mendengar suara Zack saja,karena Zizah sejak tadi hanya diam tak bersuara.
"ya udah lah mbak....ini aja...."ucap Zack sambil menyerahkan cincin pilihan wanita tersayang nya itu pada sang karyawan.
"baik...saya bungkus dulu ya mas...."ucap sang karyawan.Wanita berkemeja putih itu lantas mulai memasukkan sepasang cincin sederhana itu ke dalam kotak merah beludru berbentuk hati itu.Ia kemudian membuatkan nota dan memasukkan cincin pilihan sepasang kekasih itu ke dalam sebuah paper bag.
Sepasang calon pengantin itupun lantas keluar dari toko perhiasan tersebut setelah membayar barang belanjaan mereka.Keduanya kembali bergandengan tangan.Menyusuri pusat perbelanjaan tersebut sambil bercanda selayaknya sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara.
Ketika keduanya tengah berjalan santai,tiba tiba....
.
.
.
Seeeeetttt.....
Zack menarik tangan putih mulus itu masuk ke dalam sebuah toko parfum.Zizah yang tak siap pun dibuat terkejut oleh aksi pria tersayang nya itu.
Zack kembali menggandeng tangan Zizah,ia nampak memilih milih beberapa parfum dengan berbagai aroma yang tersedia di dalam toko itu.
__ADS_1
Zizah meraih lengan Zack,lalu menuliskan sesuatu di sana menggunakan pulpennya.
"kita ngapain kesini?"tanya Zizah.
"beli lipstik...."ucap Zack.
Zizah mengernyitkan dahinya.Zack terkekeh melihat ekspresi sang pacar.
"ya beli parfum lah peri....mau beli apa lagi...."ucap Zack.
Zizah kembali menulis di lengan Zack.
"nih tanganku tiap hari kamu coret coret mulu deh perasaan....lama lama bisa dicetak jadi novel nih..."ucap Zack.Zizah yang masih sibuk menulis pun hanya terkekeh mendengar ucapan Zack.
"ngapain ngajak aku beli parfum....?aku masih punya parfum di rumah..."tulis Zizah
"dih...siapa yang mau beliin kamu?kamu orang aku mau beli buat aku sendiri kok..."ucap Zack.
Zizah menulis lagi.
"trus ngapain ngajak aku?"
"ya kamu yang milihin parfumnya lah..."ucap Zack.
"ngapain?kan kamu yang make...kenapa aku yang milih?"tulis Zizah lagi.
Zack tersenyum nakal.Ia sedikit membungkukkan tubuh tinggi tegapnya, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Zizah...
"kan aku cuma make...ntar yang ngendus kamu...."bisik Zack tetap di depan wajah Zizah sambil tersenyum nakal membuat wanita itu seketika tersipu malu.Wajahnya merah merona mendengar kan ucapan dari laki laki itu.Zack masih belum beralih dari posisinya yang membungkuk.Ia semakin dibuat gemas dengan raut wajah Zizah yang begitu lucu dimata nya.
"cie salting...."ucap Zack sambil mencoba mencolek lubang hidung Zizah.
"aaa..!!"ucap Zizah protes namun tak jelas
"salting cie....salting..."ucap Zack lagi sambil kembali menggerakkan tangan iseng hendak mencolek lubang hidung Zizah.Wanita itu tertawa.Ia pun tak mau kalah,ia mencoba berbalik menyerang lubang hidung Zack dengan jari jarinya.Keduanyapun asyik bercanda di dalam toko itu.Seolah tak peduli dengan tatapan para pengunjung lain yang menatap lucu sekaligus gemas ke arah mereka.Meskipun ada juga yang menatap aneh ke arah mereka.
Sepasang kekasih yang begitu sederhana,ditambah lagi sang wanita yang tak sempurna,hanya bisa berkomunikasi dengan media buku dan pulpen.Namun nyatanya kebahagiaan bisa mereka ciptakan dengan cara mereka sendiri.Seolah mereka adalah pasangan yang sempurna.Tanpa cela dan tanpa keterbatasan fisik atau apapun itu.
...----------------...
***Selamat malam....
up 19:30
__ADS_1
yuk...dukungannya dulu...semoga tidak bosan ya dengan novel ini🥰***