Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Sebelas


__ADS_3

Azizah melangkah ragu ragu mendekati Moreno yang masih mengarahkan pandangannya ke arah televisi besar di ruangan itu.Azizah merem*s jari jari tangannya sendiri,mencoba menyalurkan kegugupan nya yang makin menjadi jadi.


Sedangkan Zack yang kini berjalan di belakang nya nampak tak lepas menatap objek indah di hadapannya membuat wanita yang menyadari hal itu pun makin takut dibuatnya.Tak bisa dipungkiri,wanita tuna wicara itu sangat cantik.Kulitnya putih bersih,mulus tanpa lecet,tubuhnya ramping,rambut sebahu yang hitam lurus alami membuat kecantikannya terpancar luar biasa.


Azizah menunduk menghadap Moreno.Laki laki empat puluh tahunan itu menyeringai,ia kemudian bangkit mendekati wanita yang kini terlihat sangat ketakutan tersebut sambil menghisap rokoknya.


"kau memang pantas jadi ja*ang..!"ucap Moreno dingin membuat Azizah makin menunduk takut.Ia menutupi bagian perut ratanya yang tak tertutup baju itu menggunakan tangan kirinya,sedangkan tangan kanan nya berusaha sedikit menurunkan rok yang sangat pendek itu agar area pahanya bisa sedikit lebih tertutup.


Moreno mendudukkan tubuhnya di sandaran samping sofa empuk miliknya sambil terus mengamati Azizah yang menunduk.


"mulai hari ini kau bekerja sebagai pelayan pribadi ku...!tugas mu melayani serta menyiapkan semua kebutuhan ku...!"ucap Moreno.


"ingat...!kau bekerja hanya untukku...!jika kau berani menentang atau melawanku....maka nyawamu dan nyawa kakakmu taruhannya...!"ucap Moreno bengis.


Azizah makin menunduk.


"kau paham bis*?"tanya Moreno.


Azizah hanya mengangguk.


"sekarang lakukan tugas pertamamu...!masuk ke kamarku,bersihkan kamar itu dan siapkan air hangat. aku mau mandi...!!"ucap Moreno.


Azizah mengangguk ragu.


"ingat bis*....kau tidak akan mendapatkan jatah makan jika kau belum menyelesaikan tugas tugasmu dengan baik...!jadi jangan berfikir untuk menentang ucapanku jika kau tidak ingin mati kelaparan...!"ucap Moreno.


Azizah mengangguk lagi.Ia kemudian beranjak pergi menuju kamar Moreno setelah mengambil beberapa alat bersih bersih yang ditunjukkan oleh seorang pelayan wanita dirumah itu.Ia juga sudah diberi tahu,apa apa saja tugas yang harus ia lakukan selama menjadi pelayan pribadi Moreno.


Ya....ada total sepuluh pelayan di rumah itu sebelum kedatangan Azizah.Berbeda dengan Azizah yang didapuk sebagai pelayan pribadi,para pelayan wanita yang kebanyakan berusia dua puluh lima tahun ke atas dan kepala pelayan senior berusia empat puluh lima tahun itu,mereka bekerja sebagai pelayan rumah.Mereka bekerja selayaknya pembantu pada umumnya,bersih bersih,masak dan lain lain.Berbeda dengan Azizah yang hanya ditugaskan khusus untuk melayani tuan Moreno yang agung.


Azizah dengan cepat dan cekatan membersihkan kamar yang begitu berantakan bak kapal pecah itu.Memunguti sampah dan baju-baju yang berserakan di lantai,membereskan meja,mengganti sprei putih yang nampak kusut dengan beberapa noda dan bau anyir yang cukup menyengat saksi keganasan Moreno memangsa sang wanita yang menemani nya semalam,serta menyapu dan membersihkan debu debu di kamar itu.


Tak lama....

__ADS_1


Azizah selesai dengan tugas pertamanya.Air mandi untuk Moreno juga sudah siap.Gadis berkulit putih itu tersenyum.Ia kemudian bergegas keluar dari kamar mandi luas itu.Saat sudah keluar dari kamar mandi....


deeeeggghhhh....


Jantung Azizah berdetak kencang.Dilihatnya disana Moreno sudah berdiri di samping nakas menghadap ke arahnya sambil melepas kemeja putih yang ia kenakan.



Azizah menunduk.Moreno mendekat.


Wanita itu lantas meraih pulpen yang ia sematkan di kantong kecil seragam kerjanya.Ia tak membawa note book nya lantaran tak ada saku di seragam nya untuk menyimpan note book nya.


Azizah mulai menuliskan sesuatu di telapak tangannya lalu menunjukkan nya pada Moreno


"air mandi anda sudah siap tuan"tulis Azizah.


Moreno tak menjawab,ia tersenyum sinis lalu kembali melangkahkan kakinya mendekati Azizah.Gadis itu mulai awas,ia yang saat ini berdiri di depan pintu kamar mandi itupun bergerak kesamping seolah memberikan jalan untuk Moreno masuk ke dalam kamar mandinya.


Moreno tersenyum smirk.Pintar juga gadis itu.Ia tidak bergerak mundur melainkan ke samping.Karena jika ia mundur,maka ia akan masuk ke dalam kamar mandi bersama Moreno.


Ya ...Azizah belum tau jika ternyata Reza justru malah berhutang lagi pada Moreno..!


Azizah keluar dari kamar Moreno setelah menyiapkan baju ganti untuk sang tuan.Ia kemudian mengambil note book nya yang berada di atas salah satu meja di sana kemudian turun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan bagi Dilihatnya disana ada si kepala pelayan yang tengah berada di dapur bersama satu pelayan lainnya yang usianya sekitar tiga puluh tahunan,sedangkan para pelayan lainnya sibuk membersihkan rumah yang begitu luas dan megah itu.


"Azizah...."ucap sang kepala pelayan yang bernama Bu Rahmi.


Azizah hanya tersenyum.


"kamu sudah selesai bersih bersih kamarnya..?"tanya Bu Rahmi.Azizah hanya mengangguk sambil tersenyum.


"tuan Moreno biasanya sarapan pakai roti...kamu siapkan sendiri ya...."ucap Bu Rahmi memberi tahu.Azizah mengangguk lagi.Dan dengan cekatan ia pun menata roti dan selai di atas meja.Semua pun siap dalam waktu yang cukup singkat.


Tugasnya selesai,kini ia tinggal menunggu Moreno untuk turun dan menunggu nya makan.

__ADS_1


Azizah menoleh ke arah Bu Rahmi dan seorang pelayan yang tengah sibuk memasak untuk sarapan para anak buah Moreno


Pekerjaan nya sudah selesai,mungkin lebih baik ia membantu para pelayan itu masak,sambil menunggu Moreno turun,pikirnya.Azizah pun mendekat,ia meraih spon cuci piring dan berniat untuk mencuci piring piring kotor disana namun..


"Azizah ..."ucap Bu Rahmi sambil mengambil alih spon di tangan Zizah.


Azizah menoleh


"kalau sudah selesai kamu bisa istirahat dulu....sambil menunggu tuan Moreno turun untuk sarapan...."ucap Bu Rahmi.


Azizah menyentuh dirinya lalu menunjuk tumpukan piring di wastafel seolah ingin berkata "saya mau bantu cuci piring"


Bu Rahmi paham.


"Zizah....kamu itu pelayan pribadi tuan Moreno,lebih baik kamu kerjakan saja tugas tugas kamu sendiri seperti apa yang tuan Moreno ucapkan....jangan membantahnya.. karena kamu pasti tidak ingin melihat kemurkaan tuan Moreno...."ucap Bu Rahmi membuat Azizah terdiam.


"jadilah pelayan yang penurut Azizah...agar semua tetap baik baik saja..."ucap Bu Rahmi.


Azizah lagi lagi terdiam.


Sebenarnya ada apa ini?


Sepertinya orang orang di rumah ini semua hidup dalam tekanan.Sepertinya mereka benar benar sangat takut pada tuannya yang kejam itu.Sebenarnya se sadis dan sekejam apa sih Moreno itu?


...----------------...


***Selamat vageeee....


up 05:16


yukkkk....kasih dukungan yang banyak biar othor semangat......masih sepi banget ini novelnya.....


bantu share di sosmed kalian juga boleh loh ini buat bantu promosi...🤭🤭🤭✌️😀

__ADS_1


yuk...kasih dukungan dulu....


like komen vote dan hadiahnya yaa....🥰***


__ADS_2