Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Lima Puluh Tujuh


__ADS_3

Hari Kembali berganti...


Seorang laki laki berkaki satu masih setia menunggu sang adik yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.Terhitung sudah dua minggu pasca insiden penembakan di kediaman Moreno, hingga kini, gadis itu masih tak sadarkan diri membuat sang kakak seolah tak bisa bernafas lega.


Siang ini,


Ammar tengah berada di dalam ruang ICU itu,menunggu sang gadis manis yang masih terlelap dengan beberapa peralatan medis tertempel di badannya.


Setelah selesai sholat Dhuhur,kini laki laki dengan satu kaki itu melanjutkan ibadahnya dengan melantunkan ayat ayat suci AlQuran.Rutinitas yang tak pernah ia tinggalkan selama ini.Suaranya begitu merdu mengalun lembut memenuhi ruangan dengan berbagai peralatan canggih itu.Suara yang terdengar begitu indah sarat akan doa pengharapan atas kesembuhan sang gadis kecil yang menjadi satu satunya keluarga yang ia punya selama ini.Sungguh,Ammar sangat merindukan tawa gadis manis itu.


"Sadaqallahul adzim....."


Ammar selesai dengan ritual baca Quran nya.Pria berjambang tipis itu lantas menutup kitab suci itu dan meletakkannya di atas nakas disamping ranjang.


Dilihatnya wajah sang adik yang masih terlelap dalam mimpi panjangnya.Sebelah tangannya terangkat,menyentuh pucuk kepala sang adik dan mengusapnya lembut.


"mau sampai kapan kamu tidur begini Zizah....kakak kangen sama kamu..."ucap Ammar pilu.


"kamu satu satunya harta kakak,jangan tinggalin kakak...kakak udah nggak punya siapa siapa lagi sayang..."ucapnya begitu perih menyayat hati.Laki laki ber tongkat itu susah payah bangkit.Ia mengecup kening sang adik sambil menangis.Perih sekali rasanya melihat Azizah yang biasanya ceria kini hanya bisa terlelap tanpa suara.


Air mata pria itu tumpah membasahi kening dan pucuk kepala sang peri bisu milik Zack Andreaz.Air mata kerinduan dari seorang kakak dengan segala keterbatasannya.Mengharapkan kesembuhan sang adik yang begitu sangat ia cintai.Entah kapan Azizah akan terbangun dari tidur panjangnya.Laki laki itu seolah tak henti berdoa siang dan malam demi kesembuhan sang gadis manis.


Ammar masih sesenggukan.Ketika pria itu tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri,tiba tiba....


Jari lentik itu bergerak seringan kapas.Kelopak matanya tergerak seolah ingin terbuka.Dua belah bibir yang semula tertutup rapat kini perlahan terbuka seolah hendak mengeluarkan suara.


"ka..."suara lirih nan lemah itupun lolos.Ammar terdiam.Ia menghentikan tangisnya lalu menjauhkan wajahnya dari pucuk kepala sang adik tersayang.


Dilihatnya mata lentik itu terbuka meskipun tak begitu lebar.Gadis itu sudah sadar....!!


"Zizah?"ucap Ammar.Zizah tak menjawab.Gadis itu hanya memejamkan matanya.Tubuhnya masih terasa lemah.


"kamu udah sadar sayang?"tanya Ammar berbinar dengan mata mengembun bahagia.


Zizah hanya tersenyum lembut.


"Alhamdulillah....akhirnya kamu sadar juga...!kakak seneng banget...."ucap Ammar tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


"aaa...."ucap Zizah seolah ingin menanyakan sedang dimana ia sekarang,namun ia kesulitan.


"kamu jangan banyak gerak dulu...luka tembak di punggung kamu belum sepenuhnya sembuh..."ucap Ammar.


Azizah menyipitkan matanya.


"tem...ba.....?" tanyanya.


"iya...kamu kena tembakan pistol Moreno saat kamu berusaha menyelamatkan Zack."ucap Ammar.


"Z..Zaa..."ucap Azizah menanyakan keberadaan Zack.Dimana laki laki itu?apa dia baik baik saja sekarang?Azizah bergerak hendak bangkit namun Ammar menahannya.


"Zizah...jangan banyak gerak dulu...kamu masih sakit..."ucap Ammar.


"Za..."ucap Azizah menanyakan keberadaan Zack lagi.


"iya....Zack baik baik aja...kamu jangan khawatir...dia nggak kenapa napa....kamu istirahat dulu ya...."ucap Ammar menenangkan sang adik.


Azizah kembali berucap tak jelas, lagi lagi ia menanyakan keberadaan Zack.

__ADS_1


"Zizah....Zack baik baik aja....dia nggak apa apa...nanti kita ketemu Zack ya kalau kamu udah sembuh...."ucap Ammar.


Zizah terdiam.Ada raut wajah kesedihan disana.Entah mengapa pertama kali yang terlintas dalam pikirannya setelah sadar adalah Zack...! perasaan nya tak tenang.Ia cemas.Entah mengapa ia merasa ingin segera bertemu dengan laki laki itu dan memastikan bahwa sang malaikat berjubah iblis itu baik baik saja.


Ammar diam menatap sang adik.Azizah dan Zack memiliki kekhawatiran yang sama besarnya.Ingat kan betapa khawatirnya Zack mana kala Azizah tak sadarkan diri karena luka tembak di punggungnya beberapa hari yang lalu?laki laki itu seolah begitu merutuki kebodohan nya yang seolah tak mampu melindungi sang peri tersayang nya.


Dan kini Zizah pun melakukan hal yang sama ketika ia tak menemukan sosok Zack saat pertama kali ia membuka matanya.


Entahlah....


...****************...


Sementara di tempat lain di waktu yang bersamaan....


Seorang wanita paruh baya nampak mondar mandir dengan selembar kertas ditangannya.Wajahnya terlihat pucat pasi pertanda sang wanita sedang tak baik baik saja.Baru saja rumah nya didatangi dua pria berseragam polisi.Mereka menyerahkan sebuah surat panggilan terhadap ia dan anak anaknya.Mereka diminta datang untuk memberikan keterangan terkait keterlibatan mereka dengan sindikat pembunuh bayaran dimana di dalamnya diduga ada praktek perbudakan.


Tari dan anak anaknya diperiksa berdasarkan keterangan dari Zack yang mengatakan bahwa gadis yang kini terbaring di rumah sakit itu,Azizah...adalah seorang gadis yang dikorbankan oleh Tari dan keluarga nya sebagai jaminan atas hutang hutang salah satu anak Tari, Reza,dimeja perjudian.


Tari tak tenang.Pasalnya ia juga terlibat dalam hal ini.Ia yang menyerahkan Azizah pada Moreno.Selain itu,bisa saja ia dituntut dengan pasal lain lantaran selama ini ia juga memperlakukan Zizah dan Ammar tak manusiawi.


Wanita itu benar benar kalut.Ia bingung harus bagaimana....


Saat ia tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri tiba tiba....


Reza datang bersama Aliya ditandai dengan bunyi bising dari knalpot sepeda motor kesayangan Reza.Laki laki itu kemudian turun dari motornya bersama dengan sang adik.Mereka baru saja pulang dari salon.Reza baru saja menjemput adik perempuan nya itu dari melakukan perawatan di sebuah salon kecantikan.


Reza mendekati sang ibu,di susul gadis yang kini mendadak menjadi sedikit pendiam itu di belakangnya.


"buk...."ucap Reza.


"ibuk kenapa?"tanyanya.


"tuan Moreno ditangkap polisi...!"ucap Tari.Reza dan Aliya pun tersentak mendengar kabar itu


"terus?"tanya Reza.


"tadi polisi datang...mereka memberikan surat panggilan ini...besok kita diminta untuk datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan...!"ucap Tari panik.


"gimana ini....kita harus gimana..kita bisa terseret...!"ucap Tari panik.


Reza nampak berfikir dengan sangat keras.Ia tak mau masuk penjara.Karena walau bagaimanapun mereka ikut andil dalam menjebloskan Azizah ke kandang Moreno,membuat gadis malang itu menjadi salah satu korban laki laki berhati iblis tersebut.Tari dan Reza berfikir begitu keras,hingga....


"kita kabur aja buk...!!"ucap Reza membuat Tari dan Aliya pun menoleh ke arahnya.


"kabur?"tanya Tari.


Reza mengangguk antusias.


"kita udah pasti akan keseret buk....!daripada dipenjara..mending kita kabur....!kita kan masih punya sisa uang dari Aliya beberapa waktu lalu.Kita bisa pakai itu buat mulai kehidupan baru di luar kota...kalau perlu ke luar negeri....!!"ucap Reza.


Tari diam.Begitu juga Aliya.Gadis yang akhir akhir ini menjadi sangat tertutup itu hanya diam tak merespon.Entah apa yang wanita itu pikirkan saat ini.


"ayolah buk....Reza nggak mau masuk penjara...!"ucap pemuda itu lagi.


Tari nampak berfikir sejenak.Memang benar apa yang dikatakan putra nya itu.Mereka pasti akan terseret jika Moreno benar benar dinyatakan bersalah.Belum lagi,Ammar dan Azizah pasti akan menceritakan semua perlakuan mereka ke polisi nantinya..!


Tidak...!ia tak mau masuk penjara...!benar kata Reza...! mereka harus kabur...!

__ADS_1


Tari mengangguk mantap lalu menoleh kearah sang putra dan putri.


"baik....!kita kabur sekarang juga..!kemasi barang barang kalian...!kita pergi dari kota ini....!"ucap Tari mantap.Reza mengangguk antusias,Aliya hanya pasrah.


Tari dan Reza pun segera melangkahkan kakinya menuju kedalam rumah, diikuti Aliya di belakangnya.Namun tiba tiba...


"hhhmmmmmkkk....."


Reza dan Tari menghentikan langkahnya.Mereka menoleh ke belakang,ke arah Aliya yang nampak terdiam sambil membungkam mulutnya sendiri.


"Al....kamu kenapa?"tanya Tari.


Aliya tak menjawab.Gadis itu diam dengan raut wajah yang terlihat tegang.Tiba tiba ia merasa mual dan ingin muntah.Padahal ia tadi baik baik saja.


"hhhmmmmmkkk..."


Aliya mual lagi,hendak muntah namun ia tahan.


"lo sakit?"tanya Reza.Aliya menggelengkan kepalanya.


"hhhmmmmmkkk...."


Gadis itu berlari ke kamar mandi,dan,....


"hoooeeekkk....."


Aliya muntah muntah.Perutnya mual, rasanya ia ingin mengeluarkan semua isi perut nya saat itu juga.


Tari datang.Ia memijit mijit pundak sang putri dengan telaten.


"kamu kenapa Al?kamu sakit?"tanya Tari.


Aliya tak menjawab.Ia mengambil air di bak mandi itu dengan gayung,berkumur lalu mangusap area sekitar mulutnya.


"perut Aliya mual buk..."ucap gadis itu.


"kamu tadi makan apa?"tanya Tari sambil membimbing Aliya keluar dari kamar mandi.


"nggak makan apa apa buk..."jawab Aliya lemas.


"bunting kalik....!!!"teriak Reza dari dalam kamar.


..


..


..


..


deeeggghhhhh.....


...----------------...


***Selamat sore menjelang malam....


up 17:21

__ADS_1


yuk.... BANYAKIN DUKUNGAN nya....🥰🥰🥰***


__ADS_2