
Pagi menjelang siang di pondok belakang kediaman Zev Smith Anderson....
Wanita cantik berkulit putih yang baru saja selesai dengan pekerjaan nya sebagai ART di rumah milik Zev itu kini tengah berada di kamar pondoknya,mendandani sang putri yang baru selesai mandi pagi ini.
Sementara dibelakang nya,Zack yang juga sudah selesai dengan pekerjaannya sebagai supir,sekaligus bodiguard dan asisten serigalanya Nabila itu kini nampak sibuk mencari cari kaos di sela sela tumpukan baju didalam kamar yang taj begitu luas itu.
Hari ini keluarga kecil itu akan pulang ke menemui Zia.Zev dan Nabila memang mengizinkan mereka untuk pulang menjenguk Zia seminggu sekali setiap hari Minggu.Lantaran di hari itu,Zev libur kerja sehingga waktunya full untuk keluarga dihari tersebut.

"yaaaaaahhhhh......"ucap Aliya yang tengah berganti pakaian itu pada ayahnya yang juga sedang menggenakan kaosnya.
"apa?"tanya Zack.
"asjsysjsksdjndksnnsjkmmk...." ucap Aliya tak jelas.
"oke..."jawab Zack sekenanya.
"ansjshsuuwnshsjj...."
"iyaaa...."jawab pria itu lagi.
Zack dengan jeans biru dan sweater abu abu itu lantas naik ke atas ranjang.Ia duduk di samping sang istri lalu mencium pipi wanita cantik itu beberapa kali.
Zizah hanya tersenyum.
"yaaahh........"ucap Aliya lagi.
"apa cantik...?"tanya Zack sambil menoleh ke arah sang putri.
Dilihatnya bocah itu nampak mengangkat sebuah sisir dan mengarahkan nya pada sang ayah.Mungkin lantaran ia melihat sang ayah baru selesai mandi,jadi harus sisiran dulu,begitu mungkin pikir nya.
"oh....mau sisiran rambutnya ayah ya...?"tanya Zack.
"anshsjsjshejsmmsnnsh...." ucap Aliya lagi tak jelas.
Zack tersenyum.Ia melepaskan ikat rambutnya yang sudah terpasang di sana,membuat rambut gondrong itu kini kembali tergerai.
Zack lantas merebahkan dirinya di samping Aliya,membiarkan bocah itu menyisir rambut panjangnya dengan cara Aliya sendiri.Zaco hanya tersenyum.Sedangkan tangannya kini nampak mengusap usap paha sang istri yang tertutup rok selutut itu.
"aayaaaaaaaahhh......"ucap Aliya lagi.
"apa?"tanya Zack.
"anaa....anmsmsnskskjmmdjiijdhhi" ucap Aliya sambil menggerakkan tangannya yang mungil menyentuh bongkahan dada bidang Zack yang tertutup sweater abu abu itu.Ia ingin bertanya,mana gambar gambar berbagai bentuk yang berada di tubuh ayahnya.
"ilang....ditutup baju nggak kelihatan...."ucap Zack.
"anaksshhebejejbdnn"ucap Aliya lagi tak jelas.Makin hari Aliya makin cerewet saja.
"udah...udah cantik....bando nya dipakai dulu nak...."ucap Zizah sambil mengenakan sebuah bando cantik berwarna biru di kepala sang putri.
"bando kamu ilang satu deh Al...kemana ya?"tanya Zizah.
"bando apa?"tanya Zack.
"bandonya Aliya...yang warna putih...kok nggak ada ya aku cari kemana mana..."ucap Azizah sambil mengolesi bedak di wajah sang putri.
__ADS_1
"mungkin ketinggalan di rumah..."ucap Zack.
"nggak ada juga...aku waktu kesini udah cari dirumah...tapi nggak ada juga...nggak tau kemana"ucap Zizah sambil merapikan perlengkapan dandan sang putri dan meletakkan nya di atas meja.
"kamu jagain bentar ya....aku mau mandi dulu..."ucap Azizah.
"oke...."jawab Zack.
Azizah segera mencari peralatan mandi dsn baju gantinya.Ia pun segera menuju ke kamar mandi yang berada di luar kamar untuk membersihkan dirinya.Kini di dalam kamar tidur hanya ada Zack dan Aliya.Ketika sepasang ayah dan anak itu sibuk dengan kebersamaan mereka,tiba tiba....
"ituuuuummm....iyaaaaa...aaayaaahh.....ituumm.... (assalamualaikum...Aliya....ayah.... Assalamualaikum...)"
Zack menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya disana Tiger sudah berdiri di depan pintu sambil membawa mobil mobilan.
"wa alaikum salam anak ganteng...."jawab Zack.
"iyaaa....aiiinnn....yuuukkk.....aiiiinnnn......"ucap Tiger.
Zack terkekeh.
"sini....masuk...main sama ayah sama Aliya sini...."ucap Zack.
Ya....bocah itu juga ikut ikutan memanggil Zack dan Azizah ayah dan bunda sama seperti Aliya.
Bocah itupun mendekati ranjang.Ia hendak naik tapi tak bisa.
"oyoong....aaiikk....anaaa...."ucap Tiger meminta tolong.
Zack mengangkat tubuh anak majikannya itu.Kedua bocah itu lantas bermain bersama di atas kasur sambil ditemani Zack.Sepanjang bermain,Tiger lebih banyak bicara,sedangkan Aliya hanya sibuk berucap tak jelas lantaran mungkin usianya yang masih terlalu kecil.
Cukup lama mereka bermain.Bahkan sampai Azizah selesai mandi dan merias diri singkat,mereka masih asyik bermain bersama.
"udah...."jawab Zizah.
"trus mereka gimana?"tanya Zack sambil menoleh ke arah dua bocah yang sibuk bermain sambil berucap tak jelas itu.
"kita anterin ke mommy sama daddy nya dulu deh...."ucap Zizah.
"ya udah,biar aku yang anterin,kamu tunggu di depan aja ya sama Aliya..."ucap Zack.
"oke..."jawab Zizah sambil tersenyum.Zack mengusap pucuk kepala istrinya itu.Ia kemudian mendekati sang anak majikan dan menggendongnya.
"udah dulu ya....kita ikut mommy dulu...Aliya mau pulang bentar..."ucap Zack sambil menggendong Tiger.
Bocah itu hanya menurut sambil sesekali menoleh ke arah gadis berpipi gembul yang kini sudah berada dalam gendongan bundanya.
Zack membawa Tiger pulang,ia segera menuju ke ruang keluarga yang terhubung langsung dengan kolam renang disana.Dilihatnya,Nabila dan Zev tengah berada di ruangan itu,duduk di satu sofa dengan kepala Nabila yang nampak bersandar manja di pundak Zev.Keduanya nampak asyik berbincang sambil bercanda ria di depan sebuah televisi yang menyala.
"tuan...nyonya ...."ucap Zack sopan.
"eh ...iya..ada apa Zack?"tanya Zev kepada bodiguard nya itu tanpa melepaskan dekapannya pada sang kelinci.
"maaf tuan....ini kan pekerjaan saya sama Zizah udah kelar,saya mau izin pulang dulu...jenguk Zia..."ucap Zack
"oh...iya....ya udah...siniin Tiger nya,biar sama saya..."ucap Zev.
Zack pun menyerahkan sang bos kecil itu pada daddynya.Zack pun segera undur diri.Bergegas menemui sang istri yang sudah menunggu di gerbang rumah.Sayuk sayuk pria itu mendengar tangisan Tiger.Bocah itu sepertinya tak mau di tinggal oleh Zack,Zizah dan Aliya.
__ADS_1
Zack hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.Dasar bos kecil yang menggemaskan.
...****************...
Sementara itu di tempat lain.
Seorang pria dewasa dengan jambang lebat menutupi sebagian wajahnya nampak berjalan menyusuri pinggiran jalan raya sambil membawa sebuah kantong plastik berisi sejumlah obat obatan yang baru saja dibelinya dari sebuah apotik disana.
Pria itu terus berjalan menunduk.Penampilannya kumal, dengan pakaian yang nampak lusuh serta sepasang sendal jepit menjadi alas kakinya untuk berjalan.
Pria itu tak menggubris suara beberapa orang yang terdengar menawari nya ojek dan angkot.
Ia tak butuh itu.Ia hanya ingin cepat pulang,menemui wanita tua yang kini tengah terbaring sakit di gubuk mereka.
Pria itu terus berjalan, hingga sampai di sebuah jalan setapak menuju sebuah hutan.Namun.....
Pria itu tiba tiba menghentikan langkahnya.Ia menoleh ke sebelah kanan tepat dimana sebuah tempat pemakaman umum yang cukup luas berada di sana.
Entah bisikan setan atau malaikat mana yang berbicara di telinganya.Pria itu berbalik arah.Dengan langkah pelan ia berjalan menuju area pemakaman yang luas itu.
Untuk apa?
Entahlah....
Pria berjambang yang kini tengah dalam masa pengejaran polisi itu mengayunkan kakinya pelan.Fokus matanya tiba tiba tertuju pada sebuah makam disana.Tak berbeda dengan makam makam lainnya.Namun netra tajamnya sejak tadi terfokus pada seonggok benda yang tergeletak disana,berwarna putih berenda dengan pita kuning di sana.
Pria itu mendekat.Ia duduk berjongkok di samping makam itu lalu meraih benda tersebut.Sebuah bando anak anak.Terlihat sedikit kotor dan sedikit basah,mungkin karena terkena tetesan air hujan.
Pria itu kemudian menoleh ke arah makam.Dilihatnya batu nisan di hadapan nya.Dan.....
.
.
.
.
.
.
.
.
Degggghh.....
"Aliya?"
...----------------...
***Up 12:05
yuk... dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰
mampir sini juga yuk....dijamin nggak kalah seru***...
__ADS_1