Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Sembilan Puluh Tujuh


__ADS_3

Hari kembali berganti....


Disebuah toko kue yang menjadi tempat Zia bekerja....


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi...


Seorang wanita cantik nampak turun motor maticnya yang baru saja ia ambil dari bengkel.Ya...pagi tadi Dila,rekan kerja Zia menelfon adik kandung Zack tersebut, mengatakan jika motornya sudah di bawa ke bengkel oleh supir baru keluarga Adrian kemarin.Ya....Zia kemarin tak masuk kerja,rasa malu sekaligus takut pada Adrian berhasil membuat Zia seolah sanksi untuk kembali bekerja di toko itu.Ia bahkan sempat berniat untuk berhenti kerja dari tempat itu.


Namun....


Semua niatan itu Zia urungkan mana kala Zack mengatakan bahwa ia baru saja keluar dari bengkel tempat nya bekerja.Hal itu lantas membuat Zia berfikir seribu kali untuk melanjutkan niatannya keluar dari toko kue Dinda.Kalau ia juga berhenti kerja,mau makan apa mereka??


Alhasil,dengan mengesampingkan rasa malunya,ia pun kembali ke toko kue itu setelah kemarin izin tak masuk kerja.


Zia melangkah kan kakinya masuk ke dalam toko kue itu...


"assalamualaikum....."ucap gadis cantik berkulit putih tersebut.


"wa Alaikum salam....Zia.?"jawab Dila.


Zia hanya tersenyum.Gadis cantik berkulit putih itu lantas menuju rak kayu di pojok ruangan, meletakkan tasnya di sana lalu mengambil celemek nya dan mengenakannya.Mahasiswi cantik itupun menuju etalase membantu Dila yang nampak menata beberapa cup cake di dalam lemari kaca itu.


"kemarin kemana nggak masuk?"tanya Dila membuka perbincangan.


"sakit mbak"ucap Zia.


"oh...."jawab Dila.Wanita yang berusia dua puluh lima tahunan itu lantas menghentikan aktifitasnya sejenak.Ia berjalan ke rak kayu, meraih tas miliknya dan mengambil amplop dari dalam sana kemudian kembali mendekati Zia.


"Zi....nih...dititipin ibuk...gaji pertama kamu..."ucap Dila.


Zia pun menerima amplop berisi gaji pertamanya itu.

__ADS_1


"makasih ya mbak...."ucap Zia.


"sama sama....kamu terusin ya...aku mau ke dapur dulu,ada beberapa adonan yang belum aku masukin ke oven" ucap Dila.


"iya mbak..."jawab Zia.


Dila pun pergi dari tempat tersebut menuju ke arah dapur.Meninggalkan Zia sendiri di ruang utama ruko tersebut dengan aktifitas menata cup cake nya.Zia terlihat begitu cekatan,bau gaji pertama berhasil mengembalikan mood kerja Zia.Gadis itu nampak begitu bersemangat.Hingga....


kriieeeettt......


pintu toko terbuka....


Seorang pria dewasa dengan setelan kemeja hitam dan celana bahan hitam memasuki toko berlantai dua tersebut.Wajahnya terlihat tenang dengan sorot mata hijau nya yang nampak menatap lurus ke depan.Zia yang menyadari kedatangan pria yang merupakan bosnya itu lantas menunduk.Ia seolah tak berani menatap laki laki beristri itu.Gadis itu terlanjur malu sekaligus takut.


Alih alih menyapa Zia,Adrian menoleh pun tidak.Ia terus melangkah naik ke lantai atas seolah tak melihat keberadaan Zia yang terus menunduk itu.Hingga....


"Zia....."


"Roky??"ucap Zia.


Ya....itu Roky...!setelah ditawari pekerjaan sebagai supir di keluarga Adrian,Roky pun tak menyia nyiakan kesempatan itu.Kemarin saat Zia tak masuk kerja ia datang ke toko itu, menemui Adrian Dinda dan mengatakan kesanggupan nya untuk bekerja bersama keluarga baik hati tersebut.Roky pun langsung mulai bekerja hari itu juga.Ia bahkan juga tinggal di rumah sang majikan sejak kemarin.


Zia nampak menyipitkan matanya.


"kamu ngapain disini?"tanya Zia.


Ya...Zia juga mengenal laki laki itu.Satu dari segelintir sahabat Zack yang ia tau memiliki perasaan khusus pada nya sejak lama,namun Zia seolah tak pernah menggubrisnya.Entahlah...ia merasa kurang cocok dengan Roky.Meskipun laki laki itu pernah beberapa kali menyatakan perasaannya pada Zia,namun Zia seolah tak peduli.Ia hanya menganggap Roky tak lebih dari seorang sahabat.Entahlah...bagaimana perasaan Roky padanya kini setelah berkali kali mendapat kan penolakan darinya,apakah masih sama atau sudah luntur,Zia tak tahu.


Roky berjalan mendekati wanita itu...


"lo kerja disini Zi?"tanya Roky.

__ADS_1


Zia tersenyum tipis sambil mengangguk.


"wah... kebetulan banget ya...gue juga kerja sama tuan Adrian sekarang..ya...walaupun cuma jadi supir pribadinya aja sih...."ucap Roky dengan wajah yang terlihat sumringah.Ia tak menyangka akan bekerja dengan tuan yang sama bersama wanita pujaan hatinya itu.


Zia hanya tersenyum simpul seperlunya.


"lo udah lama kerja disini?kok gue baru tau?"tanya Roky.


"satu bulan...."jawab Zia singkat


"oh.."jawab Roky masih dengan mode cengengesan.


Zia selesai dengan aktifitas menata cupcake nya.Ia lantas melangkah menuju dapur dengan membawa loyang cup cake di tangannya.


"eh..mau kemana?"tanya Roky menghentikan langkah Zia.


Gadis cantik itu menoleh...


"kerja"jawab Zia singkat.


"oh...oke...semangat ya..."ucap Roky sambil tersenyum mengiringi langkah Zia menuju dapur.


Ya...Roky tahu sejak dulu perasaan nya pada Zia memanglah bertepuk sebelah tangan.Namun entah mengapa pria itu seolah terlalu yakin,bahwa gadis manis itu adalah jodohnya.Rasa sayangnya pada adik kandung sahabatnya itu tak pernah luntur sejak dulu.Ia masih menyayangi Zia bahkan hingga saat ini.Entah sampai kapan ia akan bertahan.Entah sampai kapan ia akan tetap yakin jika Zia akan menjadi miliknya suatu saat nanti.


Yang Roky tahu hanyalah ia mencintai Zia.Dan cinta itu masih terus terawat hingga saat meskipun sikap dingin selalu Zia tunjukan pada ya sejak dulu hingga saat ini.


...----------------...


***Selamat sore menjelang malamm....


up 18:00

__ADS_1


yukkk....dukungannya dulu...🥰***


__ADS_2