Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Lima Puluh Delapan


__ADS_3

Hari berganti....


Kondisi kesehatan Azizah kian hari kian membaik.Kini wanita itu sudah di pindahkan ke ruang rawat inap setelah dokter memastikan luka tembak di punggungnya perlahan mulai membaik.


Siang ini,Zizah sedang berada di kamar rawat nya sambil ditemani Ammar sang kakak.Sedangkan Zia,sejak kemarin Zizah sadar hingga siang ini,ia belum datang ke rumah sakit.Hari ini ia harus kuliah.Kemungkinan ia akan datang ke rumah sakit ini malam nanti.


Laki laki itu duduk di sebuah kursi di samping ranjang.Diamatinya sang adik yang sejak sadar hingga kini tak henti melamun dan memasang raut wajah sedih.


Azizah merindukan laki laki baik hati berambut gondrong itu.Ia ingin bertemu dengan laki laki yang katanya baik baik saja itu.


Ammar sudah menceritakan padanya bahwa kini Zack sedang berada di kantor polisi.Hal itu membuatnya menjadi makin tak tenang.Ia ingin segera bertemu dengan Zack.Ia ingin melihat secara langsung kondisi pria yang berkali kali menyelamatkan nya dari aksi bengis tuan Moreno yang kejam.Zack kan orang baik,kenapa ia harus dipenjara?pikir Azizah.


Ammar meraih piring berisi nasi yang berada di atas nakas di samping ranjang.Ia kemudian mulai menyendok makanan itu dan mengarahkan nya ke mulut Zizah.


"makan dulu dek...."ucap Ammar sambil mengarahkan sendok berisi nasi dan lauk pauk nya itu ke mulut Zizah.


Zizah diam...


"kalau kamu nggak makan kamu nggak akan cepet sembuh..."ucap Ammar.


"ka...."ucap Azizah.


"apa?"tanya Ammar begitu sabar.


Azizah meraih note book pemberian Ammar yang berada di atas nakas.Ia kemudian menuliskan sesuatu di sana dan menyerahkan nya pada sang kakak.


"kapan ke kantor polisi kak?"tulis Zizah.


Ammar tersenyum,


"nanti ya...kalau kamu udah boleh pulang sama dokter kita jenguk Zack..."ucap Ammar.


"sekarang kamu makan dulu...biar cepet sembuh nya..."ucap Ammar.


Zizah mengangguk malas.Laki laki yang kini menginjak usia tiga puluh tahun itu pub mulai menyuapi sang adik dengan telaten sambil sesekali mengajak sang adik bercanda.Sesuatu yang sudah cukup membuat keduanya bahagia jika sedang bersama.

__ADS_1


Saat keduanya tengah asyik bercengkrama sambil menikmati santap siang,tiba tiba...


ceklek....


pintu terbuka.


seorang pria berperawakan gagah tinggi besar nampak masuk ke dalam ruangan itu bersama seorang wanita cantik berambut pirang.


Itu Andrew dan Livia...!


"assalamualaikum....."ucap keduanya.


"wa alaikum salam...."sahut Ammar


Andrew dan Livia pun berjalan mendekati ranjang.Livia meletakkan bingkisan berupa buah buahan yang ia bawa itu di atas nakas.


"gimana kondisi kamu Zizah..?udah mendingan?"tanya Livia


Azizah hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Alhamdulillah....kita seneng dengernya..."ucap Livia.


"Zizah....kami minta maaf ya...selama ini kami nggak tau kalau ternyata perlakuan tante dan sepupu kamu ke kamu dan Ammar itu nggak baik..kalau kami tau dari awal,mungkin kami bisa bawa kalian buat tinggal di rumah kami..."ucap Andrew.


Zizah hanya tersenyum.Ia kembali meraih notebook nya lalu menuliskan sesuatu disana dan menyerahkan nya kepada Andrew.


"nggak apa apa mas ...kami udah terbiasa...kalau kami ikut mas Andrew malah jadinya ngerepotin"tulisnya.


Andrew tersenyum.


"nggak ngerepotin Zizah...justru kami seneng...rumah kami jadi rame..."ucap Andrew begitu tenang dan bersahaja.


Livia yang berada di sampingnya hanya tersenyum.


"tapi kalian tenang aja....hari ini polisi akan memeriksa keluarga itu.Mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang udah mereka lakukan sama kalian"ucap Andrew.

__ADS_1


Azizah dan Ammar hanya mengangguk pasrah.Sebenarnya dalam hati Ammar,ia tak tega.Tapi mau bagaimana lagi,mereka memang harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.Terutama pada Azizah.


Azizah kembali menuliskan sesuatu di notebooknya,lalu menyerahkan nya pada Andrew.


"bagaimana keadaan Zack?apa dia akan dipenjara?"tulis Azizah.


Andrew diam sejenak.Dadanya terasa mulai sesak ketika Azizah menyebut nama Zack.


Walau bagaimanapun ada rasa sakit dalam dirinya pada laki laki itu.Ia yang sudah melenyapkan nyawa sang ayah.Namun ia juga seolah tak yakin seratus persen bahwa Zack yang dulu ia kenal baik,ramah dan berhati lembut tega melakukan hal keji semacam itu pada seorang laki laki tua seperti tuan Anggara.


Andrew menatap dalam wanita tuna wicara itu.Wanita yang sudah ia dan istrinya anggap seperti keluarga sendiri.


"Zizah...apa kamu mengenal dekat laki laki bernama Zack itu?"tanya Andrew.


Azizah mengangguk yakin.


Andrew dan Livia saling pandang.


"sejak kapan?"tanya Andrew.


Zizah menulis lagi,lalu menyerahkan nya pada Andrew.


"sejak aku masuk ke rumah Moreno"tulisnya.


Andrew mengangguk.


"Zizah ... boleh saya minta keterangan dari kamu,tentang Zack,Moreno dan komplotan nya?"tanya Andrew.


Zizah mengangguk yakin.


Andrew tersenyum.Ya....Andrew mendapatkan salah satu saksi kunci.Azizah adalah korban utamanya.Keterangan dan pengakuan dari wanita ini akan sangat berpengaruh dalam untuk perkembangan kasus ini.


...----------------...


***Selamat pagi menjelang siang....

__ADS_1


up 10:49


yuk.... dukungan nya dulu untuk novel yang berantakan ini🙈🙈🙈***


__ADS_2