
Sementara itu di kantor polisi...
Dua gadis berparas manis nampak duduk berdampingan di sebuah kursi panjang di ruang tunggu markas para aparat penegak hukum itu.
Seperti biasa,tak lama mereka menunggu,seorang laki laki gondrong nampak memasuki ruang tunggu tahanan tersebut didampingi seorang sipir berseragam biru muda.
Ya ...itu Zack Andreaz....!laki laki yang beberapa hari lagi akan mendengar kan vonis atas kasus yang kini tengah menjeratnya.
Laki laki itu berjalan mendekati dua wanita tersayangnya.Zia meraih punggung tangan sang kakak dan menciumnya sebagai tanda hormat saat Zack sudah berada di hadapannya.Zack pun membalasnya dengan memberikan kecupan lembut pada Zia.Kecupan kasih sayang selayaknya seorang kakak pada adiknya.
Zack lantas menoleh ke arah gadis manis yang kini berdiri di samping Zia sambil membawa tas bekal di tangannya.Gadis itu tersenyum manis.Membuat bibir tipis mungil itu makin terlihat indah menggoda
Zack yang gemas pun mengangkat tangannya mengacak acak lembut rambut gadis berparas menggemaskan tersebut.
"kalian kesini barengan?"tanya Zack.
"iya kak..tadi Zizah ngajak mampir bentar ke rumah sakit..."ucap Zia sambil mendudukkan tubuhnya di kursi panjang itu.Zack dan Azizah pun mengikuti.Zack duduk di tengah tengah antara dua wanita cantik itu.Sebelah tangannya tergerak merangkul pundak sang adik tersayang.Zia pun menyandarkan kepalanyanya di pundak Zack dengan manja,sedangkan tangannya memeluk tubuh kekar bertato itu seolah tak ingin jauh darinya.Ia juga sangat merindukan kakak tersayangnya itu.
"oh ya ..."jawab Zack.Laki laki itu menoleh ke arah sang peri yang hanya diam tersenyum menatap nya dengan jarak yang tak terlalu dekat.Satu tangan kekar Zack tergerak meraih ujung kaos Zizah dan menariknya.
"sinian dikit napa sih...."ucap Zack.
Zizah hanya tersipu malu.Ia kemudian sidikit meringsut kan tubuhnya mendekati Zack.
"kurang deket...."ucap Zack lagi sambil kembali menarik ujung kaos Azizah.Wanita itu makin tersipu malu.Sedangkan Zia yang kini dalam pelukan kakaknya hanya terkekeh melihat interaksi antara Zack dan Azizah.
"kamu tadi ke rumah sakit?"tanya Zack pada Zizah
Wanita itu hanya mengangguk.
"ngapain?kamu sakit ya?atau kamu hamil?kan kita belum ngapa ngapain?masa udah hamil??"tanya Zack seenak jidat membuat Zizah melotot.Zia yang mendengar nya hanya terkekeh sambil menoyor wajah Zack.
"aku cuma pernah nyium kamu doang peri...masa jadi anak sih...?!"tanya Zack memasang mode heran.
Zizah memukul sebelah pundak Zack sambil melotot
"kok dipukul sih?"ucap Zack sambil mencoba menahan tawa.
Tangannya tergerak mengusap perut rata Zizah yang masih suci.
"sehat sehat ya nak...jangan nakal nakal diperut bunda...tunggu ayahmu ini pulang..."ucap Zack.
Zizah reflek menepis tangan Zack.
"a...u....a....iiii....."ucap Zizah seolah ingin berkata "aku nggak hamil..!"
Zack tergelak.Ia menarik tubuh Zizah dan mendekapnya.Kini kedua tangan pria itu nampak memeluk dua wanita sekaligus.Laki laki itu mirip seperti pria beristri dua sekarang.
"trus kalian tadi ngapain ke rumah sakit?"tanya Zack sambil menggerakkan kedua tangannya mengusap usap lembut puncuk kepala Zia dan pundak Azizah.
"tadi itu Zizah ngajakin aku buat jengukin Aliya kak....sepupunya Zizah yang hamil itu...."ucap Zia.
Zack mengangguk.
"trus?"tanya Zack.
"kita diusir..."ucap Zia.
Zack mengernyitkan dahinya
"oh ya?!"tanya Zack.Zia hanya mengangguk.Laki laki itu lantas menoleh ke arah Azizah.
__ADS_1
"kalau dia nggak mau dijenguk ngapain masih kesana peri?"tanya Zack.
Zizah tersenyum.Ia lantas mengeluarkan notebook nya dan menuliskan sesuatu di sana.
"biar gimanapun dia masih sepupu aku...aku cuma dateng bawain peralatan solat buat dia..."tulis Azizah.
Zack tersenyum.Tangannya kembali tergerak memainkan beberapa helai rambut Zizah.
"kamu bawain alat solat?"tanya Zack.
Zizah mengangguk.
"buat apa?"tanya Zack lagi.
"biar dia bisa solat... kayaknya dia butuh teman curhat sekarang..tapi dia nggak mau aku temenin...ya udah aku kasih alat solat aja biar dia bisa curhat sama Allah"tulis Zizah di notebook miliknya.
"kamu ngapain sih masih peduli aja sama Aliya...dia loh yang udah melempar kamu ke kandang Moreno.."ucap Zack pada Zizah.Wanita itu hanya tersenyum tipis.
"kenapa?"tanya Zack lagi.
Azizah kembali menuli,
"biar gimanapun mereka yang merawat aku sama kak Ammar semenjak ayah dan ibu kami meninggal.Kami juga punya hutang budi sama mereka...kalau nggak ditampung mereka... mungkin aku sama kak Ammar udah jadi gelandangan dari kecil.."tulisnya.
"meskipun mereka pernah jahat sama kamu?kamu nggak dendam?nggak benci" tanya Zack.
Zizah tersenyum lagi,lalu menggeleng kan kepalanya.
"biarin aja....niat aku cuma pengen bersikap baik sama semua orang...melakukan apa yang harusnya aku lakukan terhadap sesama mamusia...entah gimana balesan mereka ke aku...itu urusan mereka..."
Zack terdiam.Ia menatap dalam wanita manis itu.Gadis ini bukan hanya berani,bermental baja,tidak mudah menyerah apa lagi menangis.Gadis ini juga seorang penyabar dan bukan pendendam.Hatinya bersih.Pemaaf,lapang dada.Sungguh...wanita sempurna terlepas dari segala kekurangan fisiknya.
Zack menatap dalam wanita itu.Ia melepaskan pelukannya pada Zia.Wanita cantik itupun menegakkan posisi duduknya.Zack mengubah posisi duduknya menghadap Zizah.
Zizah tersenyum lagi lalu menuliskan sesuatu.
"sempurna apanya?orang aku nggak bisa ngomong kok"tulis Zizah.
Zack kembali menatap dalam wajah Zizah.
"buat aku itu bukan kekurangan peri...ketidakmampuan kamu berbicara, tertutup rapat dengan sifat dan pribadi kamu yang sangat sempurna..."ucap Zack
Tangannya tergerak meraih kedua telapak tangan Zizah.
Wanita itu hanya diam mematung mendapatkan perlakuan demikian dari pria gondrong tersebut.
"peri..."ucap Zack sambil mengusap usap lembut punggung tangan Zizah.
"aku kagum sama kamu..."ucapnya
"ketegaran dan keberanian kamu yang berhasil menampar aku..membuat aku berani bangkit dan berontak pada Moreno..aku sadar,selama ini aku bukan melindungi Zia,tapi aku justru membawa Zia makin masuk dan masuk lebih dalam lagi kedalam jurang kekuasaan Moreno..."
"menjadi budak Moreno bukanlah membuat kami bebas,tapi justru membuat kami hidup dalam tekanan Moreno...."ucap Zack.
"aku belajar banyak sama kamu peri...."ucap Zack.
Zia yang berada di belakang Zack hanya tersenyum.Sedangkan Azizah hanya diam mendengarkan ucapan Zack.Jantungnya kembali berdetak lebih cepat seperti biasanya saat sedang berhadapan dengan laki laki bertato hampir di sekujur badannya itu.
"Peri...."ucap Zack lagi.
"satu minggu lagi persidangan akan digelar ...vonis untuk ku dan yang lainnya akan di bacakan...kamu mau kan...datang buat nemenin aku....aku butuh dukungan kamu peri..."ucap Zack dengan tatapan mata tulus ke arah Zizah.
__ADS_1
Zizah tersenyum.Tangannya tergerak mengambil pulpen,lalu menuliskan sesuatu.Kali ini bukan di note book,tapi di lengan Zack.
"aku pasti akan ada di baris paling depan untuk mendukung kamu...dan menyaksikan kebebasan kamu..."tulis Azizah.
"gimana kalau polisi masih menganggap aku bersalah..?"tanya Zack.
Zizah nampak memukul mukulkan ujung pulpennya ke dagunya pelan.Seolah wanita itu nampak berfikir keras.Lalu...
Ia kembali menuliskan sesuatu.
"kalau kamu nggak dibebasin...aku bakal demo di depan rumah kepala polisinya...aku mogok makan..bakar ban...nyewa dangdutan....!pokoknya aku bakal demo...!aku nggak mau berhenti sebelum kamu bebas..."tulis Azizah.
Zack tergelak membaca tulisan itu.
"emang kamu berani?"tanya nya.
Zizah nyengir kuda,lalu menggelengkan kepalanya sambil menggeliat.
Zack makin gemas.Ia meraih tubuh wanita itu,membuka mulutnya dan mengarahkan nya ke pucuk kepala Zizah seolah ingin menelan kepala wanita manis itu.Gadis itu benar benar lucu dimata Zack.
"saudara Zack Andreaz...waktu besuk anda sudah habis..."ucap seorang sipir.
"ck....berisik lu...!"ucap Zack sambil menatap kesal ke arah sang sipir.
Zizah mecubit lengan Zack membuat laki laki itu pun meringis kesakitan
"aaaaakkkkhhh....!sakit peri...!napa dicubit sih...??"tanya Zack.
"nggak sopan..!"tulis Zizah di lengan Zack.
"abisnya dia rese'...!nggak tau apa lagi kangen kangenan sama istri.."ucap Zack membuat Zizah melotot.
Laki laki itu terkekeh melihat ekspresi sang peri.
"aku balik ya...."ucap Zack.
Zizah mengangguk.
"jangan lupa besok kesini lagi....sering sering jenguk aku ya...."ucap Zack.
Zizah mengangguk lagi.
Seperti biasa.Zack mengecup kening Zizah sebagai tanda perpindahan mereka.Laki laki itupun lantas kembali ke sel membawa kotak bekal yang dibawakan oleh Azizah setelah berpamitan pada kedua gadis kesayangan nya itu.
.
.
.
Zia Adara👇
...----------------...
***Selamat sore....
up 15:18
yuk..dukungan dulu***
__ADS_1
Susah banget sekarang promo di NT....pembaca masih dikit aja....ini dilanjut nggak sih enaknya😭😭
.