
Di dapur...
Zia tengah berdiri di samping meja dapur itu dengan beberapa cangkir di hadapannya.Wanita itu tak henti mengulum senyum membayangkan tawa Adrian yang baru saja disaksikan nya.Sesuatu yang sangat jarang diperlihatkan oleh bapak dua anak itu selama ini di hadapan para karyawan karyawannya.
Bukannya segera membuatkan minum untuk majikannya,Zia justru mengeluarkan ponselnya,di lihatnya beberapa foto pria itu yang tersimpan rapi di benda pipih miliknya itu.
"andai tawa itu buat aku...."monolognya sambil mengusap usap benda di tangan nya seolah tengah mengusap wajah berjambang milik Adrian.
Tanpa Zia sadari,sepasang mata milik seorang remaja yang biasanya tampil cerewet dan manja kini nampak menatapnya tajam tanpa berkedip.
Zia kembali memasukkan ponselnya,ia kemudian segera membuatkan minuman untuk para majikannya itu seperti yang Adinda perintahkan.
Tak lama,
minuman pun jadi.Zia mengangkat nampan itu lalu berbalik badan,namun.....
buuuuuggghhh....
praaaaaaanggggg.....
aaaaakkkkhhh....!!
Zia memekik....!
Angkasa berdiri di belakang Zia entah sejak kapan.Zia yang tak menyadari nya pun sontak tak sengaja menabrak tubuh dengan otot otot yang mulai terbentuk itu hingga mengakibatkan nampak terbentur tubuh Angkasa dan sebagian jatuh ke lantai.
"mas....!ma...maaf mas saya nggak sengaja....!"ucap Zia gugup.Ia dengan segera meletakkan nampan itu di atas meja dapur.
Ia buru buru meraih kaos Angkasa, dengan paniknya wanita itu mencoba membersihkan kain pembungkus tubuh sang remaja dengan tangannya.
Zia takut kena semprot...lalu....
"lu suka ama bokap gue?"tanya Angkasa membuat Zia seketika terdiam.Ia mendongak menatap wajah Angkasa yang postur tubuhnya lebih tinggi dari nya itu.Angkasa menggerakkan tangannya merogoh saku celana miliknya dan mengeluarkan sebuah foto yang terlihat kucel.
"ini foto punya lo kan?"tanya Angkasa sambil menunjukkan foto yang kemarin ia temukan di saku celemek Zia.
Zia nampak kaget.Wanita itu bahkan membuka mulutnya melihat apa yang Angkasa pegang itu.
"mau lu apa? andai aku yang berada di posisi wanitamu? ....lu berharap mau gantiin posisi emak gue...?!NGACA LU....!!!"bentak Angkasa tepat di depan wajah Zia membuat wanita itu spontan memejamkan matanya.Sebagian cairan dari mulut Angkasa bahkan bertaburan keluar saking mantapnya remaja itu berucap.
Jantung Zia mulai berdebar.Ada rasa takut disana.Posisinya dan Angkasa kini sangat dekat.Laki laki itu terlihat sangat marah.
"bu...bukan gitu mas maksudnya...."
"bukan gitu apa?!jelas jelas lu fotoin bokap gue diem diem...!lu tulis tulisan menjijikkan kaya gini di belakang nya,lu diem diem juga merhatiin papa kan?!iya kan?!mau lo apa heeh....!!!"
"lu suka ama bapak gue?laki laki beristri yang udah punya cucu?lu mau jadi pelakor?lu mau jadi emak tiri gue?lu pikir gue sudi punya emak modelan kek capit gorengan kayak lo...!mata lu pi*ek (buta) ....!!kagak ngaca lu jadi perempuan...!nggak laku ama yang bujang ampe laki orang lo taksir juga...?!!"umpat Angkasa membabi buta dengan penuh emosi membuat Zia meneteskan air mata.Memang benar apa yang dikatakan Angkasa,ia memang berharap berada di posisi Adinda.Namun mendengar kata kata Angkasa yang begitu frontal membuat hatinya sakit.Ucapan remaja itu benar benar sangat pedas dan menyakitkan.
"kagak usah nangis...!kalo lu nggak mau gue maki maki nggak usah sok kecentilan lu ama cowok...!keluarga gue udah terlalu sering berurusan ama perempuan modelan kek lu...!!lu mah nggak ada apa apanya...!!masih mending gue yang maki maki lu..!nggak tau aja lu kalo ampe bapak ama kakak gue yang bertindak...!gepeng ubun ubun lu...!!"ucap Angkasa dengan lantang dan ngegas.Zia menangis sesenggukan.
"nggak usah nangis....!!!!!"bentak Angkasa lagi dengan sekuat tenaga membuat suara sang remaja pun menggema ke seluruh penjuru ruangan di bangunan berlantai dua itu.Adrian dan keluarga di lantai atas serta Dila dan Roky yang berada di depan pun dapat mendengar suara itu saking kencang suara sang Angkasa.
Semua pun menuju dapur.
"Zia...."ucap Roky saat melihat Zia menangis di hadapan Angkasa.Laki laki itu mendekati wanita yang sudah lama ia sayangi itu.
"Zi....."ucap Roky lagi.Dilihatnya Zia yang menangis dan Angkasa yang melotot secara bergantian.
Apa Zia ketahuan?apa Angkasa marah pada Zia karena mengetahui jika diam diam wanita itu menaruh hati pada Adrian..?
Roky menatap wajah Zia yang sesenggukan.Sungguh,dalam hati ia merasa kasihan.Ia tak tega melihat wanita tersayangnya menangis seperti itu.
"mana hp lo?"ucap Angkasa lagi.
Zia makin ketakutan.
"hp lu mana jelangkung...!buruan...!!!"ucap Angkasa begitu kesal.
Adrian dan keluarga datang.
"adek..!!"ucap Adinda.
__ADS_1
Angkasa menoleh tanpa berucap.
"kamu ngapain?"tanya Dinda.
Angkasa kembali menatap Zia.
"kayaknya mama salah deh nerima belatung ini kerja di toko kita..."ucap Angkasa.
Dinda dan lainnya mengernyitkan dahinya, kecuali Adrian yang masih terlihat tenang.Ia hanya diam sambil menggendong sang cucu yang nampak nyaman memainkan jenggotnya
"maksud kamu?"tanya Dinda lagi.
"nih....perempuan ini nih ...!dia tuh diem diem suka sama papa...!diem diem fotoin papa...!curi curi pandang ke papa....!kalo di diemin...bisa ngelunjak nih perempuan model begini...!!"ucap Angkasa sambil menunjuk wajah Zia.
Nabila yang mendengar ucapan sang adik pun dibuat penasaran.Ia mendekati sang adik yang masih berdiri di hadapan Zia yang menangis.
"maksudnya apa?"tanya Nabila.
Angkasa menatap sinis ke arah sang kakak,lalu menyerahkan foto kucel yang sedari tadi dipegangnya kepada istri Zev tersebut.
"lo liat tuh....!liat juga tulisan di belakang nya...!!"ucap Angkasa pada Nabila.
Nabila pun meraih foto itu.Dilihatnya foto yang kini berada di tangannya tersebut.Sebuah foto yang menunjukkan sosok sang papa yang sepertinya di ambil secara diam diam disertai sebuah tulisan yang berhasil membuat Nabila nyengir geli dibuatnya.
Nabila menatap tajam ke arah Zia.Zia makin takut dibuatnya.
"lo suka sama papa gue?"tanya Nabila.
Zia menunduk.
"jawab ..!"ucap Nabila lagi masih terdengar pelan dan tenang
"maaf mbak..."ucap Zia lirih.Angkasa membuka mulutnya hendak menimpali ucapan Zia namun ditahan oleh Nabila.
"gue nggak nyuruh lo minta maaf...!gue nanya...lo suka sama papa?"tanya Nabila.
Zia makin menunduk.
Adrian masih tenang.Adinda bingung.Zev was was mengamati pergerakan sang istri.Dila meremas jari jarinya,merasakan ketegangan yang tiba tiba menyeruak di ruangan itu.Roky terlihat waspada.Matanya bergerak menatap Nabila dan Angkasa secara bergantian.Sepertinya anak anak Adrian ini bukanlah sosok sembarang.Terutama Nabila.
Zia masih sesenggukan.Nabila merubah posisi tubuhnya.Ia menggeser posisi Angkasa hingga kini berdiri tepat di hadapan Zia.
Tangannya tergerak,di raihnya dagu Zia menggunakan jari telunjuknya,membuat gadis itu kini mendongak menatap wajahnya.
"jawab..."ucap Nabila seolah belum puas jika Zia belum menjawab pertanyaan nya.
Zia sesenggukan.Ia kemudian mengangguk membuat semua yang ada di sana terkejut,lagi lagi kecuali Adrian.
Nabila menaikkan satu sudut bibirnya.
"sejak kapan?"tanya Nabila.
"be...belum lama mbak .."
"jangan bohong...!!"
"beneran...!"ucap Zia takut
"saya minta maaf .. hiks...."ucap Zia lagi sesenggukan.
"nggak usah jual air mata di depan gue..!gue udah eneg berhadapan sama orang orang munafik....!!"ucap Nabila lagi begitu mengerikan.
"apa aja usaha yang udah lo lakuin buat caper di depan bokap gue?"tanya Nabila
"gue yakin...lo bukan cuma udah motoin bapak gue doang kan?pasti lebih dari ini kan?iya kan?ngaku lo...!!"ucap Nabila lagi
Zia masih tak berkutik.
"jawab setan....!!!"ucap Angkasa kesal.
"mbak....udah mbak...."ucap Roky mencoba menenangkan Nabila yang terlihat mulai panas.
__ADS_1
"eh lu diem..!gue nggak ada urusan ama lo ..!"ucap Nabila sambil menunjuk Roky.
Laki laki itu pun diam seketika.Wanita itu terlihat mengerikan.Matanya tajam dan mengerikan.Perpaduan antara mata sang ayah dan sang suami yang mulai mengkontaminasi jiwa Nabila.
Wanita itu kembali menoleh ke arah Zia.
"lu denger baik baik ya ... perempuan yang gue nggak tau siapa nama lo..."ucap Nabila sambil merapikan baju Zia yang sebenarnya sudah rapi
"dari dulu..sejak gue kecil....udah sering banget keluarga gue di ganggu sama manusia manusia macam lo ini..."ucap Nabila.
"gue cuma mau ngasih tau ama lo...lo tuh masih muda...lo cantik...kalo lo suka sama bapak gue itu artinya lo buta...!"ucap Nabila lagi.
Zia tak sanggup menjawab.Ia menunduk menatap lantai
"lo liat noh laki laki yang lo suka...!dia udah gendong cucu...!!dan lo naksir dia...?!lo nggak mikir?!!"ucap Nabila begitu mengena.
"diluar sana banyak cowok yang mau ama lo..! ngapain lo habisin waktu lo buat mengagumi aki aki modelan bapak gue??!whoooeee...!melek wooooeeeee.....!!!"ucap Nabila kesal sambil menepuk nepuk kan telapak tangannya di depan wajah Zia.
Zia mendongak.Ia memberanikan diri menatap Nabila yang terlihat kesal.
"saya tau...saya masih muda....tuan usianya jauh dari saya....!saya juga tau....kalau dia udah punya keluarga....!saya tau itu semua..!"ucap Zia dengan air mata menetes.
"tapi saya suka sama tuan...!trus gimana?perasaan nggak bisa dipaksain kan?cinta nggak bisa dipaksain kan??"ucap Zia lantang sambil menangis membuat semua yang ada di sana pun melotot menatap Zia.
Adinda mere mas ujung hijab di area dadanya mendengar ucapan itu.Ia tak menyangka karyawan yang sudah ia anggap seperti anak sendiri ternyata diam diam menaruh hati pada suaminya
Dinda menggelengkan kepalanya.Adrian mulai beraksi.Ia menatap ke arah Zia dan Adinda bergantian.Ada rasa khawatir dalam dirinya.Yang ia khawatirkan adalah perasaan Adinda.Ia takut Dinda sedih dan kepikiran.Kerena hal itulah yang selalu ia jaga selama ini.Ia tak pernah mau membuat istrinya itu bersedih.
Nabila mengangguk samar,ia menatap tajam ke arah Zia lalu menarik nafas panjang.
"oke.... sekarang lo dengerin gue ya...."ucap Nabila.
"gue tau cinta emang nggak bisa dipaksa...gue tau perasaan emang nggak bisa juga dipaksain..!tapi harusnya lo mikir....!siapa lo siapa orang yang lo suka....!dia udah punya keluarga...!dia punya istri punya anak punya cucu...!!"
"lo mau ngerusak rumah tangga orang?!!"
"emang iya bener...cinta emang nggak bisa dipaksa...dia nggak tau kemana dia akan berlabuh...itu salah satu kesempurnaan manusia....dikasih hati buat merasakan,di kasih hawa nafsu....tapi harus nya lo juga inget... manusia itu juga punya otak...!biar apa?biar kita bisa mikir...!biar kita tau mana yang baik dan mana yang nggak...mana perilaku yang pantas dilakukan oleh kita sebagai manusia...dan mana perilaku yang cuma pantas dilakukan oleh binatang....!paham...?!!"ucap Nabila tegas dan mengena.
Zia sesak.Sakit,sedih,malu...!semua bercampur menjadi satu.Sungguh....ia tak tau harus berbuat apa saat ini.Bukankah jatuh cinta itu hal yang wajar?tapi kenapa ia tak boleh melabuhkan cintanya pada Adrian?
Sakit....cintanya seolah ditolak bukan hanya oleh Adrian namun oleh semua orang disekitarnya dan Adrian.
"Nabila mengangkat wajahnya.
"sekarang lo pulang...mulai hari ini...lo gue pecat....!pulang....!!"ucap Nabila sambil mengangkat tangannya menunjuk pintu keluar.
Zia sesenggukan.Ia sudah tak mampu berkata kata.
"pulang sekarang...sebelum gue kasar sama lo...!"ucap Nabila.
Zia masih berdiri ditempat sambil menangis...
"pulang....!!!"bentak Nabila mulai kehilangan kesabaran.
Tangis Zia makin menjadi jadi.Ia berlari keluar dari dapur itu.Ia menangis sambil membekap mulutnya.Ia berlari melewati Adrian dan Dinda,lalu meraih tasnya dan dengan cepat keluar dari bangunan itu.Roky mengikutinya dari belakang.
Dinda syok.Ia tak menyangka dengan apa yang ia lihat barusan.Entah ada rahasia apa di belakangnya selama ini.Kenapa ia tak tau sama sekali jika ternyata Zia mengagumi suaminya selama ini?
Dinda menoleh ke arah Adrian.
"mas...aku mau ngomong..."ucap Dinda dengan raut wajah yang masih terlihat syok.
Adrian mengangguk sambil tersenyum hangat.Ya...memang harus ada sesuatu yang perlu diluruskan.Ada anak dan istri yang perlu diberitahu kan kebenaran nya agar tak salah paham,dan mungkin,ada satu sosok anak yatim piatu yang perlu dirangkul dan beri arahan,agar hidupnya jadi lebih baik setelah ini.
...----------------...
***Up 12:52
maap telat ..abis agustusan 🤣🤣🤣capek....🤭🤭🤭
udah up 2000 an kata ini ..yuk... dukungan nya dulu....😁😁😍🥰***
__ADS_1