
Sore menjelang...
Gadis berparas imut itu keluar dari rumah berlantai dua yang menjadi tempatnya mengais rejeki bersama sang kakak.Ammar sudah pulang terlebih dahulu menggunakan ojek,sedangkan Zizah kini berjalan kaki menyusuri jalanan komplek menuju bengkel mobil tempat dimana sang laki laki pujaan hati tengah mengumpulkan pundi pundi rejeki.
Wanita berparas imut itu melangkahkan kakinya dengan riang.Hingga sampailah ia di sebuah bangunan,dimana dari kejauhan dapat ia lihat sosok pria berambut gondrong tengah berdiri membungkuk sambil tangannya sibuk mengotak atik mesin mobil berwarna hitam tersebut.
Azizah memelankan langkahnya saat sudah berada di belakang tubuh tegap bertato yang terbungkus seragam montir itu.Dengan ayunan kaki yang seringan kapas,ia mendekati pria calon imamnya tersebut,berniat untuk menepuk pundak Zack agar laki laki itu terjingkat kaget.
Zizah makin mendekat,ia mengangkat tangannya dan bersiap untuk meloncat sambil menepuk pundak Zack Andreaz dengan sekuat tenaga,
Zizah mengambil ancang ancang....
..
satu...
..
dua....
...
...
...
tiii..............
"aaaaaaa....!!"
buuuuuggghhhh.....!!
praaaaaaanggggg.......!!!
Zack jatuh ke lantai menindih tubuh Zizah yang kini berada di bawahnya.
Laki laki itu tiba tiba berbalik badan saat Azizah dengan ide jahilnya sudah melompat hendak menepuk pundak Zack.Zack yang kaget pun reflek menangkap tubuh ramping yang sudah terbang di hadapannya itu.Lantaran belum siap, keduanya pun hilang keseimbangan dan jatuh berdua ke lantai bengkel tersebut.Obeng yang berada di tangan Zack bahkan sudah jatuh terpelanting entah kemana.Keduanya kini terkapar di lantai dalam posisi saling menindih.Beruntung kepala Zizah tak terbentur lantai lantaran kedua telapak tangan Zack dengan sigap mengamankan kepala bagian belakang wanita itu,memosisikannya bak bantal untuk kepala wanita manis tersebut.
Dua anak manusia itu terdiam.Wakty seolah berhenti berputar untuk beberapa saat.Keduanya masih dalam posisi menindih.Wajah keduanya sangat dekat,bahkan ujung hidung mereka hampir saling menempel.
Zizah memiringkan kepalanya, menyaksikan salah satu keindahan ciptaan Tuhan.Sesosok makhluk hidup bernama manusia dengan wajah yang begitu rupawan,hati yang lembut dan bersih.
Tampan sekali laki laki ini.Matanya,hidungnya,alisnya,bibirnya... kenapa semua terlihat indah dan menggoda??
Dada adik kandung Ammar itu berdetak kencang.Zack menampilkan senyuman manisnya mendapati wajah bengong penuh kekaguman dari peri cantiknya itu.Gadis itu kian hari juga terlihat kian menggemaskan dimata Zack.
Sosok wanita sederhana yang tidak memandang harta dan tahta.Ia menerima apa adanya Zack dengan segala kekurangan nya.Tak peduli bahkan saat laki laki itu tengah berada di dalam masa masa tersulit nya sekalipun.Jadi tahanan kota dan tak memiliki uang sepeser pun sebagai pegangan.Laki laki berpenampilan preman,berambut gondrong dan bertato.Laki laki tamatan SMP yang kini hanya bekerja sebagai karyawan bengkel.
Sungguh....mereka saling jatuh cinta justru di saat keduanya tak memiliki satu hal pun yang bisa dibanggakan.Mereka merajut asmara ketika semua mata memandang sang pria sebagai mantan narapidana dan sang wanita sebagai si bisu yang tak sempurna.
Si pria yang hanya berlatar belakang pendidikan SMP dan sang wanita yang bahkan hanya lulusan sekolah dasar.Namun nyatanya...cinta tidak memandang strata pendidikan dan sosial bukan??
.
.
.
.
Keduanya masih saling diam,larut dalam pikiran mereka masing masing,hingga.....
__ADS_1
"eeeehhmmmm......."
suara itu berhasil membuyarkan lamunan kedua insan itu.Rudi datang mengambil sebuah tang yang tergeletak di samping mereka,sambil berdehem tanpa berucap sepatah katapun apalagi menoleh,hanya melirik saja.
Zack dan Zizah bangkit.Zizah nampak memegangi beberapa bagian tubuhnya yang sakit akibat benturan dengan lantai bengkel itu.
"ada yang sakit?"tanya Zack pada calon istrinya itu.
Zizah menggeleng kan kepalanya.
"lagian kamu ngapain sih belajar terbang di bengkel?"tanya Zack lagi membuat Zizah reflek melotot sambil bersungut.
Zizah berucap tak jelas.Seolah ia ingin membantah ucapan Zack yang mengatakan ia tengah belajar terbang.
"nggak belajar terbang?"tanya Zack.
Zizah menggelengkan kepalanya.
"trus ngapain?"tanya Zack.
Antara malu bercampur kesal sekaligus merasa bersalah.Wanita itu mengerucutkan bibir nya,sambil menggeliat bak anak kecil yang baru saja melakukan kesalahan.
Zack justru makin gemas.Wanita itu terlihat makin imut dimata pria gondrong tersebut.
Zack menggerakkan tangannya,mengacak acak gemas pucuk kepala wanita berkulit tersebut.
"udah ah....duduk dulu... bentar lagi aku selesai..."ucap Zack kemudian meraih obeng yang tadi terjatuh ke lantai.
Zizah hanya menurut.Ia kemudian duduk di salah satu kursi plastik di sana.Ia duduk manis sambil menyaksikan laki laki gondrong itu menyelesaikan pekerjaannya.
Tak lama,sekitar sepuluh menit berlalu,Zack selesai mengotak atik mesin kendaraan empat roda itu.Ia menutup kap mobil tersebut dan merapikan perkakas perbengkelan nya.Waktu juga sudah menunjukkan jam pulang kerja,itu artinya,ia harus segera masuk ke kamar mandi dan mengganti seragam montirnya dengan pakaian yang ia kenakan dari rumah tadi pagi.
"halo manis...."ucap seorang pria sambil menarik sebuah kursi plastik dan duduk di samping Zizah.
Wanita itu menoleh,ia nampak mengernyitkan dahinya melihat laki laki yang kini tersenyum genit ke arahnya itu.
Azizah tersenyum kaku.Ia lantas sedikit menggeser kursi plastik nya agar sedikit menjauh dari pria paruh baya tersebut,Jono...!
"ngomong ngomong,kamu namanya siapa manis?" tanya Jono.
Zizah hanya tersenyum lalu menunduk.
"saya lihat,kok sering banget ke sini...kamu pacarnya Zack ya?"tanya Jono.
Zizah hanya mengangguk samar sambil tersenyum kaku.
"udah lama pacarannya?"tanya Jono lagi.
Zizah menggeleng kan kepalanya.
Jono tersenyum lagi,namun senyuman itu justru membuat Zizah risih.
"kok mau sih sama Zack...udah tampilannya kayak preman,miskin lagi...apa nggak mau..cari laki laki yang lebih mapan?"tanya Jono
Azizah mulai merasa tak nyaman.
"bos saya masih single lo....dia udah dewasa,kaya lagi...nih...buktinya..punya bengkel..kamu kalau mau sama bos saya....kamu bisa jadi nyonya disini..."ucap Jono mencoba membujuk.
Alih alih terbuai,Zizah malah merasa geli mendengar ucapan laki laki itu.
Jono menarik kursinya lagi,kembali mendekati Zizah.Wanita itu kembali menyeret kursinya,menjauh dari pria yang terlihat menatap genit ke arahnya.
__ADS_1
"mau ya cantik....hidup kamu pasti terjamin kalau sama bos saya....dari pada sama Zack...kamu hanya akan makan hati kalau sama dia...dia itu kasar orangnya....bisa bisa kamu kena KDRT kalau sama dia..."ucap Jono mencoba mempengaruhi.
Zizah masih tak bergeming.
"kok dari tadi diem aja...?jawab dong..."ucap Jono lagi.
Zizah masih tak bereaksi.
"cantik....sombong amat...ngomong dong..jangan kayak orang bisu..!"ucap Jono lagi.
Zizah menahan sesuatu yang tiba tiba membuat sesak didadanya.Entahlah...bukannya tak bisa menerima kenyataan.Tapi kalimat terakhir laki laki itu berhasil membuat Zizah merasa sakit.
Jono menyeret kursi nya lagi.Zizah makin tak nyaman.Laki laku itu kemudian mengangkat tangannya,dan dengan tidak sopan nya,ia membelai lengan Zizah membuat wanita itu kaget dan reflek bangkit dari kursinya.Ia melotot, menatap tak suka ke arah laki laki itu.
"ayolah...nggak usah jual mahal....saya kenalkan dulu kamu sama bos saya..."ucap Jono.
Zizah masih tak bergeming.Jono mendekat,Zizah mundur,Jono mendekat lagi,Zizah mundur lagi.Jono kembali mendekat,Zizah yang merasa makin tak nyaman pun memilih untuk mendorong tubuh pria dihadapannya itu dan berlari kedalam bengkel mencari keberadaan Zack.
"hei....!tunggu...!!!"ucap Jono sedikit keras.Zizah setengah berlari mencari keberadaan kamar mandi.Jono mengikuti nya dengan terburu buru.Hingga....
.
.
.
buuuuuggghhhh....
Zizah menghentikan langkahnya.Ia membentur badan tegap Zack yang baru saja keluar dari kamar mandi masih dalam kondisi bertelanjang dada dengan kaos ditangannya.
"peri?kamu kenapa lari lari?"tanya Zack.
Zizah mendongak menatap wajah Zack.Raut wajah Zizah terlihat sedikit panik dan takut.Sebuah ekspresi wajah yang bisa dibaca dengan sangat jelas oleh mantan kaki tangan Moreno itu.
Jono datang,membuat Zack dan Zizah seketika itu juga mengarah kan pandangan mereka ke arah laki laki paruh baya itu.
"ngapain lu?"tanya Zack dingin.Zizah meringsut mendekatkan tubuhnya ke tubuh Zack,seolah ingin memberikan sinyal pada pria itu,bahwa ia tak nyaman dengan Jono
Jono kelimpungan.Kejadian siang tadi masih membekas dalam ingatannya.Bagaimana Zack bisa berubah drastis menjadi sosok yang mengerikan dalam waktu yang sangat singkat.
"gu....gue cuma mau ngasih tau ke dia...kalau lu lagi kerja...jangan di tungguin...gangguin konsentrasi tau nggak lu...!!kerja ya kerja...! pacaran ya pacaran...!!"ucap Jono berbohong.
Zack tak bergeming.Ia hanya menatap tajam ke arah Jono membuat laki laki itu salah tingkah.
Jono yang merasa ngeri dengan tatapan mata Zack pun akhirnya memilih pergi meninggalkan dua sejoli tersebut.
Zack mendekap tubuh perinya.Ia menyentuh dagu Zizah dan mengarahkan wajah calon istrinya itu sedikit mendongak agar menatapnya.
"kamu nggak apa apa?"tanya Zack.
Zizah menggeleng kan kepalanya.
"pulang ya..."ucap Zack.
Zizah mengangguk pasrah.Laki laki itu tersenyum.Ia mengecup kening peri cantiknya lalu mengajak sang gadis tersayang untuk pulang.
...----------------...
***Up 13:11
yuk...dukungannya dulu...🥰***
__ADS_1