Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis

Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis
Sembilan Puluh Empat


__ADS_3

Seperginya Adrian....


Zia yang baru saja kepergok oleh bosnya itu diam diam menitikkan air matanya.Antara malu bercampur takut,gadis rumahan yang memang jarang bergaul dengan orang luar itu seolah tertampar dengan ucapan Adrian.Tak pantaskah ia mengagumi pria dewasa yang begitu tampan itu?Belum apa apa baru sebatas mengagumi saja ia sudah di skak mat oleh Adrian.Meskipun kata kata yang keluar dari mulut pria itu tak begitu keras,namun hal itu seolah berhasil menampar batin Zia.Ia merasa sangat malu sekarang.


Ia juga bingung....dari mana laki laki itu bisa tau bahwa ia mencuri pandang secara diam diam kepada pria dewasa itu?Padahal sedari tadi Adrian sama sekali tak meliriknya.


Entahlah ..Zia tak tau.


Zia mengusap lelehan air matanya yang sedikit demi sedikit mulai menetesi pipi mulusnya.Gadis itu lantas mengayunkan kakinya masuk ke dalam rumah berlantai dua yang menjadi tempat tinggalnya bersama sang kakak,Zack Andreaz...


"assalamualaikum...."ucap Zia masuk ke dalam rumah peninggalan kedua orang tuanya itu


"wa alaikum salam....."jawab Zack yang sedang duduk di ruang tamu sambil menyeduh secangkir kopi dan memainkan ponselnya.


Zia mendekat,di raihnya punggung tangan sang kakak,lalu menciumnya sebagai tanda hormat pada pria yang sudah merawatnya sejak kedua orang tua mereka meninggal dunia tersebut.


"kamu pulang sama siapa?kok kakak nggak denger suara motor kamu?"tanya Zack.


Zia mendudukkan tubuhnya di sofa yang sama di samping Zack.


"mogok kak...aku tinggal di toko ...tadi pulangnya di anterin sama bos aku..."ucap Zia sambil menyandarkan kepalanya di lengan sang kakak,ia seolah diam diam mencari sandaran untuk hatinya yang masih tersentil rasa malu akibat aksi mengaguminya berhasil di ketahui Adrian.Zia tak ingin menceritakan hal ini pada Zack.Ia takut kena omel sang kakak karena diam diam mulai mengagumi suami orang.


Zack menyeruput kopi nya.Tanganya tergerak merangkul pundak sang adik yang sangat ia sayangi itu.


"dek...."ucap Zack.


"apa?"tanya Zia.


"kamu setuju nggak..kalau kakak nikah sama Zizah?"tanya Zack.


Zia terdiam.Ia mendongak lalu kemudian membenarkan posisi duduk nya sedikit menjauh dari tubuh tegap kakak laki lakinya itu.


"kakak mau nikahin Zizah?"tanya Zia.


Zack mengangguk..


Zia nampak berbinar....


"ya udah pasti aku setuju lah kakk...malah secepatnya akan lebih baik...."ucap Zia terlihat begitu bahagia..


"kamu nggak masalah kan,menerima Zizah dengan segala kekurangan nya?"tanya Zack.


Zia tersenyum manis.Ia meringsut mendekatkan tubuhnya pada tubuh sang kakak...


"aku nggak peduli itu kak...yang terpenting kakak bahagia...aku tau gimana sayangnya kakak sama Zizah...aku akan bersyukur banget kalau kalian bisa bersatu..itu artinya... kakak udah nemuin tambatan hati kakak... seseorang yang akan bisa menjadi pendamping hidup kakak kelak...menemani kakak sampai tua nanti....kakak juga berhak bahagia kak...."ucap Zia.


Zack tersenyum.Zia menatap sendu ke arah laki laki itu.


"makasih ya dek ...kakak sayang banget sama kamu..."ucap Zack.


"aku juga kak..."jawab Zia.Gadis itupun kembali meringsut.Memeluk erat tubuh bertato Zack dengan sangat erat yang kemudian di balas dengan perlakuan yang sama oleh Zack.


Ya....Zack dan Zia sangat saling menyayangi.Sepasang adik dan kakak yang hanya hidup berdua semenjak ditinggal mati kedua orang tuanya.Tak diragukan lagi sebesar apa kasih sayang di antara keduanya.


Ingatkan betapa Zack begitu rela mengorbankan kebebasan nya.Terpaksa tunduk atas perintah sang Moreno demi keselamatan Zia si gadis manis yang periang ini.Mereka sangat saling menyayangi sebagai sepasang kakak beradik.Saling dukung,saling mengingatkan jika satu diantara mereka berbuat salah.


...****************...

__ADS_1


Hari berganti....


Di sebuah bank swasta...


Seorang wanita cantik berhijab syar i nampak keluar dari bilik Atm.Wanita itu nampak melangkah menuju tepi jalan untuk mencari taxi.


Ya....itu Adinda....


Wanita cantik itu baru saja mengambil sejumlah uang dari atm lantaran hari ini adalah hari gajian untuk dua karyawan toko kue miliknya,Dila dan Zia.Lantaran belum menemukan supir baru,dan Adrian juga ada jadwal pemotretan hari ini,mau tak mau ia harus pergi ke atm sendiri dengan menumpang taxi hari ini.


Adinda sudah berdiri di tepi jalan.Pandangan matanya menyebar ke segala arah mencari kendaraan roda empat ber argo yang akan ia gunakan sebagai tumpangannya menuju toko kue miliknya.Namun,ketika ia tengah sibuk mencari taxi tiba tiba....


seeeeetttt.......


dua pria berboncengan motor hendak merampas paksa tas selempang milik ibunda Angkasa itu,membuat wanita itupun terbelalak kaget dengan aksi tiba tiba sang preman.Salah satu diantara mereka bahkan membawa pisau untuk menakut nakuti istri Adrian Tama itu


"siapa kalian?!"tanya Dinda sambil mempertahankan tasnya.


"diam kamu....!!!serahkan tas kamu..!!"hardik preman itu.


"nggak mau....!! tolooooooongggg......!!!! tolooooooongggg.....!!"ucap Adinda sambil berteriak meminta bantuan.


"diam....!!!"bentak sang preman namun Dinda tak menggubris.Ia terus berteriak meminta bantuan.Aksi berebut tas pun tak terelakkan hingga tiba tiba....


"whoooeeeee berhenti....!!!!"teriak seorang pemuda dengan motor matic yang tiba tiba datang.


Kedua preman itu serta Dinda pun lantas menoleh ke arah sumber suara.Merasa panik karena aksinya ketahuan, dengan segera preman itu mengarah kan pisau tajam di tangannya ke lengan atas Adinda.Membuat lengan itu koyak beserta kain gamis penutup nya.Darahpun mengalir dari lengan atas wanita berparas ayu itu.


"aaaaakkkkhhh.....!!"pekik wanita itu sambil reflek memegangi lengan atasnya.Sang preman menarik paksa tas Dinda yang terlepas dari genggaman wanita itu.


Aksi kebut kebutan dan kejar kejar kejaran pun terjadi.Dengan hanya menggunakan motor matic 125cc,pemuda berkulit putih itu berhasil mengimbangi laju motor berknalpot bising milik sang preman.


Aksi saling serang dari atas motor pun berlangsung.Preman itu nampak berusaha melukai pemuda itu dengan pisau ditangannya,namun pemuda itu bisa dengan sigap mengelak.Cukup lama aksi saling serang terjadi.Hingga....


Pemuda itu dengan dua tangan yang berpegangan pada stang motor pun mengangkat tubuhnya,ia menaikkan kedua kakinya ke atas jog motornya dan dengan cepat mengayunkan kedua kaki kokohnya tersebut menghantam sang preman yang bertindak sebagai pengemudi motor.


Dua preman itu pun jatuh tersungkur ke tanah beserta dengan kendaraan roda duanya.


Pria bermotor matic itu lantas menghentikan kendaraan nya.Dengan tatapan mata tajam pria berkulit putih tersebut lantas mendekati dua preman yang kini sudah bangkit sambil membawa tas milik Adinda itu.


"serahin tas itu..."ucap pemuda tersebut.


"halaaah...nggak usah sok jadi pahlawan lo...!"ucap salah satu preman itu.


"serahin tas itu...!nggak usah banyak bac*t...!"ucap pemuda itu lagi.


"lu yang banyak bac*t...!!anak kecil sok pahlawan...!sini hadapin gue...!!"bentak salah satu preman lainnya.


Sang pemuda pun tersenyum sinis.Dan.......


perkelahian kembali terjadi.Satu pemuda berkulit putih melawan dua preman berkulit gelap.Pemuda itu tak suka bermain main.Dengan gerakan cepat dan cekatan ia membantai dua preman itu tanpa ampun.Hingga tak butuh waktu lama dua pria dewasa itupun tumbang dengan wajah babak belur.


Sang pemuda menggerakkan lengannya mengusap area pori pori bawah hidungnya yang sedikit berkeringat.Dengan gerakan kasar ia pun merampas kembali tas milik istri Adrian Tama itu dan membawanya pergi untuk kembali menemui sang pemilik tas menggunakan motor maticnya.


Tak lama,


Sekitar lima menit saja,pria muda itu sampai di depan bank tempat dimana aksi percobaan perampokan tadi terjadi.Dilihatnya di sana Adinda sudah bersama seorang satpam bank yang membantu mengobati lukanya.Wanita itu juga terlihat bertelepon dengan seseorang,mungkin suaminya.

__ADS_1


Pemuda itu lantas mendekat ,


"permisi...."ucapnya.


Adinda dan sang satpam mendongak ke arah pemuda itu.


"ini tasnya kak..."ucap pemuda itu.


Adinda bangkit.


"Alhamdulillah ya Allah....makasih banyak ya mas.... Alhamdulillah...tak saya kembali..."ucap Adinda.


"sama sama kak..."ucap pemuda itu lagi.


Adinda mengamati sejenak pria itu.


"astaghfirullah haladzim mas...itu mukanya luka...ya ampun..gara gara nyelametin tas saya mas nya jadi kayak gini.."ucap Dinda merasa bersalah.


"nggak kok kak...nggak apa apa...udah biasa kayak gini..."ucap pemuda itu.


"duduk sini aja mas...sekalian saya bantu obati..."ucap sang satpam yang sedari tadi duduk itu.


"nggak...nggak apa apa...saya nggak apa apa pak.."ucap sang pemuda.


"nggak apa apa gimana?itu luka mas...mas nya duduk aja..biar diobatin sama pak satpamnya...saya beliin minum dulu..."ucap Adinda.


"lho...nggak usah mbak...malah jadi ngerepotin..."ucap sang pemuda itu jadi merasa tak enak.


"nggak apa apa...cuma minum doang...mas kan udah bantuin saya...mas tunggu disini dulu ya .....biar saya beliin minum..." ucap Adinda sambil mempersilahkan sang pemuda untuk duduk di sebuah kursi kayu yang berada di depan pos satpam itu.


"aduh...malah jadi ngerepotin..."ucap sang pemuda sambil mendudukkan tubuhnya.


"nggak ngerepotin mas..."jawab Dinda.


"oh ya...mas namanya siapa?"tanya Dinda.


"oh...nama saya Roky mbak..."ucap pemuda itu samb mengulurkan tangannya.


Dinda tersenyum.


"saya Adinda.."ucapnya sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada.


Roky tersenyum kaku.Ia buru buru menarik tangannya.


"saya beli minum dulu mas...mas Roky silahkan tunggu disini"ucap Adinda.


"iya mbak...makasih"jawab Roky.


Adinda hanya tersenyum.Ia lantas pergi meninggalkan tempat itu menuju ke sebuah warung untuk membelikan minum untuk Roky.


...----------------...


Selamat pagi...


up 07:10


yuk...dukungan dulu'🥰

__ADS_1


__ADS_2